Opini Tokoh Acara Konferensi Khilafah
Adyaksa Dault
Menteri Pemuda dan Olahraga
Acara konferensi Internasional Khilafah Islamiyyah itu merupakan momen yang bagus untuk mempersatukan umat. Yang penting ukhuwah terjaga. Orientasinya bukan pada hasil tapi pada proses.
Ide tentang khilafah itu saya kira hadistnya jelas. “tsuma takunu khilafah ‘ala minhaj an nubuwwah…” alamat nubuwahnya jelas
Ketika umat Islam kembali kepada syariah dan khilafah maka kemerdekaan sejati akan kita raih. Islam itu datang untuk membebaskan manusia dari perbudakan manusia lain. Ingat, ketika Mughirah bin Su’bah diutus oleh nabi Muhammad ke uskup Rustum, saat itu ia ditanya oleh Rustum, Apa yang membuat Anda datang ke sini? Ia menjawab Islam itu membebaskan perbudakan manusia dari manusia, kembali berbudak mengambilnya kepada Allah.
Agus Miftah
Politisi
Menurut saya ide tentang khilafahan Islamiyyah itu masih menjadi wacana. Dan konferensi internasional itu merupakan bentuk kerinduan umat akan khilafah. Saya kira tidak ada yang harus ditakuti dengan gerakan ini. Karena semata-mata hanya seruan moral saja. Ini merupakan wacana moralistik yang baik untuk pembelajaran masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai tradisional. Meski demikian mereka saya kira akan lebih banyak terjebak pada debat tradisional. Misalnya khilafah ala minhaj nubuwah seperti apa. Manhaj nubuwah seperti apa.
Syariah dan khilafah, kenapa tidak setuju? Saya malah mengusulkan Khilafah itu segera dideklarasikan. Umat Katolik saja boleh punya Vatikan, maka kita juga boleh punya khilafah sendiri untuk masyarakat Islam.
Memang perlu ada proses untuk mencapainya menurut poses konstitusi yang ada di negera tersebut. Sebab kalau tidak, dia harus menempuh cara revolusioner. Itu nonsense. Kita tidak bisa melakukan jalan pintas.
Khilafah dan syariah kita perlu untuk mempersatukan umat seluruh dunia. Kalau mungkin kita menghimpun iuran seluruh dunia untuk self development.
Terkait dengan kemerdekaan
saat ini kita belum bisa menegakkan syariah.Itu berarti kita sendiri belum membebaskan kita sendiri dari kekuasaan hawa nafsu kita sendiri.
Menurut saya, secara substansi kita ini belum merdeka. Kita pelan-pelan mulai kehilangan kedaulatan, baik sosial politik, maupun sosial ekonomi. Agar bisa menemukan jalan menuju kemerdekaan sejati maka negera ini harus menjadi negara yang islami.
Inu Kencana
Dosen STPDN
Menurut saya ada tiga system pemerintahan di dunia ini. Yakni pertama komunismi/sosialisme, yaitu serba sama rata. Karena benci terhadap kapitalisme maka muncul lah pemusnahan orang kaya. Lawannya sosialisme adalah paradigma kapitalisme liberalisme. Paradigma ini memberi kebebasan kepada orang untuk berdagang. Karena modal kuat itu maka paradigmanya individualistik. Yang ketiga adalah paradigma yang menghormati cucuran keringat manusia, yaitu paradigma Islam. Kekhilafahan itu adalah jalan lurus. Hizb sudah memulainya sehingga saya harus datang.
Saya sangat setuju dengan ide syariah dan khilafah, namun sebaiknya kita memulainya dengan khulafaur Rasidin yang empat itu, baru yang lainnya itu tambahan. Kalau kita merindukan kembali ottoman yang dibubarkan Kemal Atatturk, itu ada masa kelamnya.
Terkait dengan kemerdekaan, saya rasa kita ini belum merdeka. Saya sendiri merasakan di IPDN. Saya menyampaikan ini, itu ga boleh. Malah diancam.
Irene Handono
Mubalighah/mantan biarawati
Konferensi ini saya katakan sukses besar, alhamdulillah. Saya sangat bersukur, mudah-mudahan ini titik awal perjuangan umat Islam untuk melaksanakan syariah Allah dan menegakkan Khilafah.
Semoga hari esok lebih baik dari hari ini, dan kita benar-benar menggapai ridho Allah, sesuai firman Allah menjadi muslim dan muslinah yang kaffah. Dan itu tidak akan tercapai tanpa melaksanakan syariah. Kalau kita kembali kepada khilafah dan syariah, baru akan mencapai kesejahteraan, dan keberkahan.
H Bambang Setyo, MSc,
Ketua Presidium Masyarakat Peduli Syariah
Acara konferensi ini sangat mengharukan dan membakar semangat jihad untuk menegakkan syariah dan khilafah dalam melawan hegemoni kafir Barat. Sebagai muslim saya optimis khilafah itu sebentar lagi akan terbit.
Follow up-nya sekarang bagaimana segera memujudkan khilafah itu, paling tidak dimulai dari
KH Amrullah Ahmad
Sekretaris MUI/Ketua Umum Syarikat Islam
Suksesnya acara ini, termasuk rahmat Allah yang luar biasa. Dari berbagai daerah kaum muslimin datang hanya dengan kalimat thayibah. Mereka tidak diongkosin,. Mereka datang sendiri dengan susah payah. Hanya dengan nilai tauhid yang menggerakkan ke tempat ini, tidak ada paksaan.
Umat tahu, kalau kita bersatu bisa menunjukkan suatu jamah yang kokoh. Ini sebagai pelajaran terhadap umat yang lain.
Ke depannya saya kira kita harus terus melakukan tasywiyatul manhaj, dan taswiyatul harakah, supaya secara ideologis kita bersatu, secara strategis kita bersama untuk satu titik, dan tujuan yang sama.
Saya optimis khilafah sebentar lagi tegak, Insyaallah. Apalagi setelah kita melihat tanda-tanda ketidakberhasialn Barat menyelesaikan permasalahan umat, baik politik, ekonomi, ideologi, sampai persoalan yang berkaitan dengan hubungan antar negara.
Saya berharap ormas bisa bersatu padu dalam kerangka ideologi yang sama, termasuk dalam menegakkan khilafah.Karena khilafah merupakan tujuan akhir dari berbagai tujuan. Islam akan kuat jika punya kesatuan yang sama, inilah khalifah.
KH Muhammad Ma’mun
Pimpinan Pesantren Daar El Falaah, Pandeglang
Menyaksikan acara ini sungguh menakjubkan. Semoga setelah acara ini cita-cita kita segera tercapai, cepat berdirinya khilafah, dan pasti bisa, karena kita berjuang untuk Allah, Allah pasti menolong.
Harapan saya terhadap ulama-ulama dan tokoh Islam adalah bersatu karena al Qur’an kita satu, dan al Quran mewajibkan kita untuk menegakkan Khilafah.
Jika ada orang yang mengatakan Khilafah itu utopia, saya kira mereka sudah termakan dengan ghozwul fikri, yang sudah diupayakan oleh orang Barat.
Dengan khilafah, saya rasa umat Islam bisa mencapai kemerdekaan sejati. Hanya dengan khilafah umat Islam akan merdeka, karena hanya khilafah yang memayungi, melindungi, dan mengayomi di manapun berada. Saya rasa dengan khilafah itu kita bisa melawan globalisasi
M. Zaaf Fadzlan Rabbani Al-Garamatan
Subhnallah, wal hamdulillah, wallahuakbar, sungguh sangat luar biasa acara ini. Ini acara yang diridhoi Allah, disaksikan oleh seluruh hamba Allah yang mengaku muslim, muklisin. Dengan ikhlas, mereka yang merindukan kembali syariat Allah yang diajarkan Rasulullah datang ke konferensi. Mereka merindukan syariat yang selama ini ditindih, dihilangkan. Ketika umat merindukan syariat Allah, ini suatu kedasyatan yang luar biasa.Sudah 62 tahun
Insya Allah ridha Allah menyertai kita semua. Dan semua orang dengan doa yang disampaikan dan disatukan para ulama kita kenapa tidak. Kita hidup membutuhkan ridla Allah. Bukan pujian manusia. Selama 62 tahun kita mengatasnamakan bangsa
Ke depan umat Islam perlu merapatkan barisan. Jangan hanya di masjid saja orang menyatukan barisan. Pada saat berpikir tentang Al Quran dan sunnah harus disatukan.
Kami mewakili umat Islam Papua berharap dengan adanya khilafah ini maka umat Islam dapat bangkit. Dan kami katakan, dengan adanya khilafah akan mendukung kekuatan di Papua. Juga akan memunculkan kekuatan baru di
Kusfiardi
Aktivis LSM
Acara konferensi khilafah ini sangat bagus. Memberikan harapan baru dan sekaligus menyemangati bahwa kita ini punya sandaran. Memiliki alternative di luar yang sudah berjalan sekarang dan mengingatkan kembali kepada apa-apa yang telah berjalan sebelumnya, dan masih bisa dihidupkan kembali sekarang ini. Bagaimana psikologi pendekatan syariah, dengan khilafah islamiyah. Setiap muslim harus setuju dengan khilafah ini.
Selanjutnya dibutuhkan modus lain yang bisa menunjukkan imflementasi dari prinsip-prinsip kekhilafahan itu, misalnya bagaimana mengembangkan solidaritas umat Islam untuk memberantas kemiskinan, pengangguran, pendidikan dll. Ini tantangan bagi kita untuk bisa membuat terobosan sehingga umat merasakan langsung manfaatnya. Hari ini umat
Jika syariah ini tegak dengan sendirinya kemerdekan sejati akan kita raih. Tapi persoalannya sekarang
Saya merasa saat ini kita belum merdeka, yaitu bagaimana orang bisa bebas menjalankan syariat. Bagaimana mereka bisa merasakan hak-hak dasar. Lalu tidak ada lagi konflik antar umat beragama. Dan sekarang ini sebenarnya kita belum merdeka.
Islam itu merupakan ajaran yang sangat mulia bagi penganut Islam. Jadi tantangan bagi kita adalah menunjukkan dan menjelaskan bahwa kita bisa menderivasi ajaran itu ke aspek muamalah dalam berbangsa dan bernegara. Jadi bagamana kita bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap problem kehidupan yang dialama oleh sebagian besar umat Islam hari ini.
Ustad Ansufri Idrus Sambo
Trainer Sholat Khusu’
Sebenarnya konferensi ini acara umat. Hizbut Tahrir hanya even organisernya saja. Harusnya kita sebagai umat Islam rindulah akan satu naungan dan persaudaraan yang lebih erat. Tidak bercerai berai. Kerinduan ini
Walau bagaimana umat ini tidak akan mungkin bersatu jika hanya di kalangan elit saja. Mesti masuk ke kalangan grass rootnya juga. Saya kira acara-acara seperti ini perlu terus disosialisasikan.
Saya pikir acara-acara seperti ini perlu dilakukan juga di daerah-daerah, terus bukan hanya di
Perlu diingat Islam itu tidak mungkin tegak hanya dengan sekelompok orang. Tidak akan pernah tegak. Zaman nabi dulu ya bisa tegak, karena dia utusan Allah, tapi kita tidak bisa. Jangan harap satu ormas Islam bisa menegakkan Islam sendiri, tidak bisa. Islam ini hanya bisa tegak kalau kita bersama. Kita berharap ormas-ormas Islam itu bisa saling mendukung. Mereka mendukung kita, maka kita pun akan mendukung mereka. Jangan saling mengeliminasi. Selama ini kita
Makanya harapan saya, dengan banyaknya tokoh yang datang pada hari ini, bisa ada titik temu, untuk kita bersama-sama. Sudah tidak zamannya lagi kita bersikut-sikutan, saling curiga dan sebagainya.
Secara de jure kita ini katanya sudah merdeka. Tapi fakta ekonominya, politiknya dan sebagainya kita ini masih terjajah. Hanya dengan syariah dan khilfah kita merdeka.
Ferri Nur
Koordinator KISPA
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Hizbut Tahrir yang telah mengadakan acara ini dalam rangka menyadarkan umat akan pentingnya khilafah, di dalam pengembangan dakwah Islam saat ini. Apa yang telah dilakukan Hizbut Tahrir tentunya ini memberikan nuansa yang baik bagi upaya meningkatkan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kita bisa melihat acara yang begitu baik dan tertib. Kemudian dihadiri oleh berbagai macam lapisan masyarakat, laki perempuan besar kecil dan tokoh-tokoh umat. Ini merupakan gambaran bahwa persatuan kalau dikemas dengan baik akan memunculkan keindahan, kedamaian. Karena ini hal-hal semacam ini tidak perlu kita takuti, tapi harus kita support sehingga nuansa romatan lil alamin benar-benar terwujud di tengah-tengah kehidupan kita.
Tentang tidak hadirnya sejumlah tokoh ormas dan ulama lainnya, kita harus berhusnuzhon terhadap ketidakhadiran dia, mungkin karena udzur. Tapi momentum ini sangat bersejarah bagi umat Islam di Indonesia khususnya, dan bagi umat Islam seluruh dunia umumnya. Sesungguhnya komitmen umat Islam di Indonesia ada, yakni keinginan untuk menegakkan nilai-nilai kehidupan dalam Islam secara baik dan damai. Juga untuk mengusung ide kekhilafahan di tengah-tengah masyarakat yang banyak belum mengetahui banyak tentang manfaat kekhilafahan tersebut. Karena itu ke depan, silaturahim, jalinan ukhuwah antar elemen Islam, tokoh-tokoh Islam harus lebih ditingkatkan. Karena tantangan ke depan akan lebih berat dan akan banyak muncul dalam merintangi keinginan umat Islam dalam merealisasikan nilai-nilai keimanan dan keislaman dalam kehidupan kesehariannya dalam berbangsa dan bernegara ini.
Kaitannya dengan kemerdekaan di negeri ini, kita melihat kemerdekaan republik
Jadi umat Islam saat ini belum memahami hakekat kemerdekaan yang sesungguhnya. Karena kemerdekaan yang sesungguhnya adalah mereka harus menunjukkan keberanian untuk menerapkan nilai-nilai kebenaran dalam bermasyarakat dan bernegara. Ketika mereka ditekan kemudian menjadi penakut, maka sebenarnya mereka adalah orang yang dijajah. Karena itu mesti hari kemerdekaan diperingati, maka bagi mereka hambar rasanya bagi mereka yang bermental pengecut.
Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang memunculkan umat memiliki keberanian untuk mengekspresikan nilai-nilai keimanan dan keislamannya, sebagaimana para penjuang kemerdekaan negeri ini ketika meneriakkan takbir, kemudian menggelorakan semangat jihad dan berupaya menegakan syariat di muka bumi ini.
Jerry de Gray
Wartawan/penulis
Saya melihat acara itu luar biasa. Waktu jam sebelas siang, tidak ada satu pun kursi yang kosong. Saya melihat para peserta berasal dari berbagai elemen, bukan hanya Hizbut Tahrir. Saya melihat umat Islam sudah mulai bersatu. Tapi saya sedih melihat ustad-ustad dari luar seperti Inggris dan
Saya juga melihat, ini adalah jalur dari Allah supaya umat Islam bersatu. Saya hampir nangis ketika Aa Gym datang. Saya melihat Aa Gym beda. Luar biasa, kuat iman beliau, meski dalam kondisi sakit, tapi bisa datang ke acara ini dan memberika tausiyah, Karena cinta acara ini, ia memaksakan diri datang.
Allah punya janji pada kita, bahwa kita punya khilafah, kita pasti menang, kita tidak usah takut pada AS, yang takut pada AS itu orang yang suka nonton film
Melihat jamaah yang antusias, saya pribadi, 99 persen insyaallah Islam akan bersatu dimulai dari
Abu Jibril
Aktivis MMI
Alhamdulillah, patut kita menambah syukur kepada Allah SWT, karena suara syariah yang kian menggema belum pernah terjadi di
Saya berharap nanti bukan kongres lagi. Ini juga harapan para ulama lagi bahwa khilafah itu tidak lama lagi. Hanya bagaimana kondisi dan komitmen kaum muslimin dalam penegakan khilafah ini?
Karena ini adalah bagian dari ajaran Allahb, sunahnya Rasulullah, kita harus bersama-sama. Andaikata ada perbedaan pendapat kita perkecil, dan kita berusaha bersama-sama, bergabung menyongsong tegaknya khilafah. Ini yang kita harapkan jangan sampai ada perselisihan yang tidak diharapkan.
Amin Lubis
Ketua Umum Perti
Acara konferensi ini sangat bagus, karena itu mengajak pada kebenaran, dan mendukung kebenaran, supaya kita ini kembali kapada Islam, karena Islam inilah yang menghantarkan pada jalan yang benar dan baik.
Saya berharap supaya para tokoh memahami perjuangan Islam itu tidak hanya di
Cetak halaman ini







































20 August 2007 pada 16:45
20 August 2007 pada 17:13
20 August 2007 pada 17:20
20 August 2007 pada 18:57
20 August 2007 pada 20:29
20 August 2007 pada 21:57
21 August 2007 pada 00:32
21 August 2007 pada 08:47
21 August 2007 pada 12:17
22 August 2007 pada 05:45
22 August 2007 pada 14:07
22 August 2007 pada 17:45
22 August 2007 pada 18:36
23 August 2007 pada 07:52
23 August 2007 pada 08:37
23 August 2007 pada 10:30
23 August 2007 pada 14:06
23 August 2007 pada 15:27
23 August 2007 pada 17:59
25 August 2007 pada 13:25
13 February 2008 pada 15:55