Reportase Liqo Syawal 1428H

Liqo Syawal 1428H yang dilakukan oleh Syabab HTI daerah:
1. Pekanbaru, Riau
2. Palembang Sumatera Selatan
3. Sidoarjo, Jawa Timur
4. Malang, Jawa Timur
5. Bandar Lampung, Lampung
6. Gorontalo, Sulawesi Utara
7. Serang, Banten

Laporan Safari Syawal 1428 H HTI ke Tokoh-Tokoh di Riau

PARA TOKOH DI RIAU SAMBUT BAIK
SILAH UKHUWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Selama seminggu sejak tanggal 15-22 Oktober 2007, Tim Pengurus dan Humas HTI Riau melakukan kunjungan Silah Ukhuwah ke Tokoh-Tokoh Islam di Riau. Anggota Delegasi yang melakukan kunjungan terdiri dari dua tim : Tim Pertama terdiri dari ; Ust. Ir. Muhammadun (Ketua DPD I Riau), Ust. Muhammad Ihsan STP (Ketua DPC Pekanbaru Barat), Ust. Ir. Farhan Suhail (Lajnah Tsaqafiyah), Ust. Edi Damanik, Ust. Tatwanto, Ust.Rahman, Ust. Muhammad Nuzul, Ust. Dudin dan Ust. Amri Chan. Tim Kedua dipimpin oleh Ust. Zulhelmy SE MsiAk (Ketua DPC Pekanbaru Timur) dan disertai oleh Ust. Dr. T. Harunur Rasyid (Humas Riau), Ust. Jabir Ardiansyah SH MAg MH, Ust. Yadi Isman SE, Ust. Ir. Anas Puri, Ust. Drs Abrar MSi , dan Ust Firdaus A Rahman, SE, Msi, Ust. Supriyadi, SE dan Ust. Heri Suryadi, SE.

Adapun para tokoh yang dikunjungi terdiri dari berbagai macam unsur, mereka adalah :

  1. Prof. Dr. Tengku Dahril (Ketua Umum ICMI Riau)
  2. H. Syafruddin Saan, Lc (Anggota Fraksi PKS DPRD Riau)
  3. Drs. Hamzah, MAg (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau)
  4. H. Malkayuni (Ketua Persebatinan Muballigh Riau)
  5. Drs. H. Zulmani Mampai (Ketua LP POM MUI Riau)
  6. KH. Usman Dalimunthe (Pimpinan Ponpes Al Ikhwan Pekanbaru)
  7. H. Haris Jumadi SE, MM (Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru)
  8. H. Syuaib Harun (Pengurus Persebatinan Muballigh Riau)
  9. H. Husnu Abadi SH, MH (Pengurus ICMI Riau)
  10. Drs. H. Tengku Lukman Jaafar (Ketua Dewan Mesjid Indonesia – Riau)
  11. H. Rida K Liamsi (CEO Riau Pos Group)
  12. Dr. Detri Karya (Direktur Program Doktoral Universitas Islam Riau)
  13. H. M. Hasbi Zaidi, SE, MP (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau)
  14. H. Muhd Syaltut, Lc (Pengurus DPW Partai Bulan Bintang Riau)
  15. Fauz Kadir SE, MSi (Calon Independen Gubernur Riau)
  16. Ir. H. Surachman, MM (Pengusaha)
  17. Dr. Heri Sunandar, MCL (Dosen UIN Susqa)
  18. Ust. Mulyadi, SPd (Mantan Ketua Umum DPW PKS Riau)
  19. Ust. Yana Mulyana (Wakil Ketua Partai Bulan Bintang Riau)
  20. Prof. Dr. Alaidin Koto, MA (Guru Besar UIN Susqa)
  21. Ir. H. Fahmi Asnan Kasry (PT. Indah Kiat)
  22. Drs. Deliarnov, MSc (Ekonom Universitas Riau)
  23. Jarir Amrun, MA (Wartawan Riau Pos)
  24. KH Syafwi Kholil, Mag (Yayasan Ash Shofa)
  25. Dr. Ahmad Mujahidin, MA (Dekan Fakultas Psikologi UIN Susqa)
  26. Dr. Musthafa Umar, Lc, MA (Ulama Muda Riau)
  27. Prof Sudirman Johan (Guru Besar UIN Susqa)
  28. Sumedi, SE (Pimpinan Riau Televisi)
  29. Ahmad Mulyono (Manajer Program Riau Televisi)
  30. H. Amiruddin Sijaya, MM (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Riau)
  31. Ir. Ismail Royan (Sekjen DPP Partai Bintang Reformasi)
  32. Dr. Suryan A Jamrah (Dosen UIN Susqa)

Para tokoh yang dikunjungi memberikan sambutan positif terhadap langkah-langkah yang dilakukan HTI untuk memperkuat silah ukhuwah dan membangun komunikasi untuk menegakkan syariah Islam di masa mendatang. Secara khusus, mereka juga memberikan bantuan untuk mendukung dakwah HTI Riau baik di kampus, di media cetak dan elektronik maupun untuk mengembangkan kualitas SDM para aktivis dakwah.

syawalriau01.jpg

syawalriau02.jpg

syawalriau04.jpg

(Dilaporkan Oleh Kantor Humas HTI Riau)

Liqo’ Syawal
Menjalin Ukhuwah Menyongsong Tegaknya Syariah dan Khilafah
Sabtu, 27 Oktober 2007, Aula Kantor Gubernur Sumsel

Aula Kantor Gubernur, Sabtu 27 Oktober 2007. Kurang lebih 200 orang menghadiri Liqo’ Syawal yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumatera Selatan. Pembicara pertama pada diskusi yang bertema “Menjalin Ukhuwah Menyongsong Tegaknya Syariah dan Khilafah” ini adalah KH. Ayik Farid. Beliau memaparkan makalahnya yang berjudul “Peran Ulama dalam Menguatkan Ukhuwah Islamiyah“. Dalam penjelasannya Sekretaris MUI Sumsel ini menekankan akan pentingnya ukhuwah islamiyah diantara seluruh kaum muslimin. Hal ini karena dalil-dalil Alqur’an dan Sunnah telah jelas memerintahkan agar umat bersatu padu dan tidak becerai-berai. Menurutnya sekarang saatnya umat islam diseluruh dunia bersatu menentang segala kemaksiatan yang terus menerus dilancarkan oleh orang-orang yang benci pada Islam. Ulama sangat berperan dalam memberikan pencerahan pada umat agar memiliki kekuatan ukhuwah diantara mereka.

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa abad kebangkitan islam telah tiba, hal ini ditandai dengan semakin menguatnya keinginan umat islam untuk hidup dengan syariat. Salah satu Badan Intelijen Amerika “NIC“ saja telah memprediksi bahwa menjelang tahun 2020 akan muncul Khilafah disalah satu negeri kaum muslimin. Dari pernyataan NIC tersebut seharusnya semakin mengokohkan ikatan persaudaraan diantara umat islam diseluruh dunia. Hal ini akan dapat terwujud bila ulama berperan aktif dalam membimbing umat sehingga mereka akan menghilangkan sekat-sekat mazhab demi ukhuwah Islamiyah, paparnya.

Pembicara kedua Drs. H. Azri Nangcik mewakili Prof. Mahyudin NS., SPOG yang berhalangan hadir, mengangkat makalah yang berjudul “Menjalin Ukhuwah Menyongsong Kebangkitan Islam“. Beliau mengajak semua kalangan terutama ulama’ dan umaro’ untuk bersinergi dalam menyambut masa depan kebangkitan islam. Pengurus Harian Forum Ukhuwah Ulama Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) ini menjelaskan bahwa nasib umat Islam sangat tergantung pada peran ulama dalam membimbing mereka untuk menjalin ukhuwah walau berbeda pendapat dalam hal furu’iyah. Demikian juga umaro’ sangat menentukan terciptanya kerukunan diantara kelompok kaum muslimin. Untuk itu, menurutnya, harus ada kekuatan yang sinergis diantara ulama dan umaro dengan memberikan tauladan ukuwah pada umat.

Pembicara ketiga Ust. Rocmat S Labib, MEI dalam makalahnya yang berjudul “Menjalin Persatuan untuk Menyongsong Tegaknya Syariah dan Khilafah” mengajak seluruh kaum muslimin untuk kembali pada syariat Islam. Bila umat berpegang pada syariat Islam maka mereka akan saling menghargai perbedaan pendapat yang disandarkan pada dalil-dalil syariat. Beliau menjelaskan bahwa umat tidak boleh berbeda pendapat dalam memahami dalil-dalil yang qoth’i tsubut dan qoth’i dholalah. Dalam perkara yang zhonni umat boleh berbeda pendapat, namun mereka diwajibkan untuk menghargai pendapat yang lain dan tetap mengedepankan ukhuwah. Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia ini lebih lanjut menjelaskan bahwa persatuan kaum muslimin yang haqiqih hanya akan dapat dicapai bila umat memiliki khilafah yang mempersatukan mereka. Saat ini kaum muslimin terpecah dalam negara-negara kecil yang berjumlah lebih dari 50 negara padahal Rasulullah memerintahkan agar mereka bersatu dalam wadah yang satu, yaitu khilafah.

Beliau menekankan tentang wajibnya kaum muslimin untuk berjuang menegakkan khilafah yang disandarkan pada dalil Quran dan Hadits. Allah telah berjanji bahwa kaum muslimin akan memiliki khilafah seperti manhaj kenabian. Janji Allah itu pasti terwujud, maka kaum muslimin harus menyambut janji Allah itu dengan segera berjuang agar mereka mendapatkan pahala disisi-Nya berupa syurga.

Acara ini diakhiri dengan tanya jawab. Peserta yang terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, ormas, kelompok pengajian, birokrat, majelis taklim dan partai politik ini sangat antusias mengikuti diskusi ini. Peserta menginginkan syariat Islam segera ditegakkan agar kaum muslimin bersatu dalam wadah khilafah. Pekikan Takbir membahana di Aula Kantor Gubernur menyambut tegaknya syariah dan khilafah. Allahu Akbar.

Humas Hizbut Tahrir Indonesia
Ir. K. Budianto Haris
Hp. 0819234506
e-mail : budiharis@yahoo.com

Sekretariat : Jl. Saptamarga Lrg. Kelapa Hibrida No. 71 Kenten Palembang

LIQA’ SYAWAL 1428 H
HALAL BI HALAL UMAT ISLAM SIDOARJO
28 OKTOBER 2007
“ Menjalin Ukhuwah Untuk Mengokohkan Langkah Bersama “

Pagi yang cerah, tepatnya hari Ahad,28 Oktober 2007 Ribuan peserta dan undangan vip memadati Hall Indoor Basket GOR Sidoarjo. Undangan yang terdiri atas ulama, ormas Islam, Guru TPA/TPQ, Majelis Ta’lim & Majelis Dzikir, Tenaga Pengajar Lembaga Pendidikan Islam, Kyai dan santri Pondok Pesantren, Insan Media, Keluarga besar Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia. Kapasitas gedung yang mencapai 3000 orang tersebut terasa semarak dengan padatnya penonton yang ingin menyaksikan ”Halal Bi halal Umat Islam Sidoarjo”.

liqosyawalsidoarjook01.jpg

Acara diawali dengan pemutaran vcd KKI, dilanjutkan dengan Welcome Greeting dari Ketua DPDII HTI Sidoarjo Ust Abdul Karim yang menjelaskan latar belakang acara yaitu menjalin ukhuwah untuk mengokohkan langkah bersama dalam rangka memperjuangkan syari’ah dan khilafah, dan Ust. Abu Sofyan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, beliau berpesan tentang pentingnya persatuan umat dan peran penting harokah untuk mendidik umat untuk semakin paham tentang Islam.

liqosyawalsidoarjook02.jpg

Suasana semakin hangat dengan hadirnya KH.M. Al-Khaththath (DPP HTI) yang menyampaikan peran penting masyarakat Sidoarjo (gudangnya para ulama) dalam memperjuangkan syari’ah dan Khilafah Islam, KH. DR. Ahmad Muhammad (Yayasan Al-Uswah), Prof. Zainuddin Maliki (Majelis Tarjih – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur), Ust. H. Unggul Prabowo (DPD Golkar Sidoarjo), Ust. Thoha Amin (Tokoh Masyarakat Krian), Ust.Achwan Jemain,SH (Islamic Centre Balongbendo), Ust.Achmad Syafi’i (Tokoh Masyarakat Balongbendo), Ust. Agus Salim (MT.Ussisa Ala Taqwa), Ust.H.M. Sholeh (Tokoh Masyarakat Wonoayu), Ust.H. Turmudzi (Yayasan Al-Ulya) yang dengan berapi-api membakar semangat hadirin untuk mempekokoh persatuan umat serta memperjuangkan Syari’ah dan Khilafah di muka bumi ini.

liqosyawalsidoarjook03.jpg

Disela-sela acara dimeriahkan pula oleh karnafal 100 TPQ dan tarian selamat datang dari TPQ Al-Ikhlas Lebo. Juga Nasyid dan teatrikal yang menggambarkan kehancuran SIPILIS oleh pejuang Islam. Acara ditutup dengan do’a oleh KH. Faishol Ridwan(Syuri’ah PCNU) dan diakhiri dengan salam-salaman bersama seluruh peserta yang hadir.

Khadafi Raissa,S.Kom
(Lajnah I’lamiyah DPD II HTI Sidoarjo)

ISTIHLAL AKBAR DPD II HTI MALANG RAYA
Tokoh Masyarakat : Bersatu dalam Khilafah!

Hizbut Tahrir Indonesia semakin dekat di hati umat, itulah yang mungkin menjadi satu bukti dari kerberhasilan acara yang digelar oleh DPD II HTI Malang Raya pada hari ahad 15 Syawal 1428 H atau 28 Oktober 2007. Kegiatan Istihlal Akbar yang memanfaatkan momentum bulan syawal bulan kemenangan umat islam setelah satu bulan memenuhi seruan Allah untuk berpuasa Ramadlan. Istihlal yang bertempat di masjid Al-Muhajirin di Jalan Bendungan Sutami Malang penuh sesak dipadati oleh undangan dari berbagai level, mulai tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, cendekiawan, ulama, pengusaha, dosen, mahasiswa dan tidak lupa seluruh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Malang Raya.

liqosyawalmalang01.jpg

Dengan penuh khusuk seluruh peserta mengikuti acara yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan dibuka oleh Humas DPD II HTI Malang Raya Ust. Muhammad Sya’roni. Kemudian dilanjutkan oleh Muhasabah yang disampaikan secara duet oleh Ust. Fatih An-Nayaf S.Pd dan Ust. Sa’ad Abdu Aziz, S.Pd. Keduanya mengajak seluruh peserta untuk melafadzkan kalimat istighfar secara khusuk sampai suasana iman meliputi seluruh peserta, tidak terasa linangan airmata tak tahan lagi berlingan beriringan dengan lafadz dzkir yang berkumandang. Disamping juga mengingatkan tentang kondisi umat diberbagai negeri kaum muslimin dari syawal-kesyawal yang masih terpuruk dan hidup dalam gelimangan dosa tanpa diterapkannya syari’at islam ditengah-tengah kehidupan mereka. Sedangkan Muhasabah tokoh disampaikan oleh dua orang pembicara.

liqosyawalmalang02.jpg

Pembicara pertama disampaikan oleh Ust. Gus Haidar selaku pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Bululawang Kab. Malang. Beliau menyampaikan ada 3 point penting modal yang harus dimiliki oleh umat yaitu pertama, keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT, bahwa Allahlah satu-satunya penguasa alam semesta, yang maha menolong ,mematikan dan menghidupan. Inilah modal terpenting dan pertama dalam mencapai kemenangan dan menggapai pertolongan Allah. Kedua, kekuatan ukhuwah yang harus senantiasa mewarnai kehidupan umat islam. Beliau menegaskan sesungguhnya seluruh umat islam didunia adalah satu, sekat-sekat nasionalisme sempit ini harus segera di hilangkan karena ini sangat tidak sesuai dengan risalah islam. Ketiga adalah mengajak seluruh umat menjadi bagian dari proses perjuanangan tegaknya kemulian islam, tidak boleh ada umat yang mejadi penonton saja.

liqosyawalmalang03.jpg

Pembicara kedua adalah Ust. Dr. Usman selaku Humas DPD I Jawa Timur. Beliau mengajak umat untuk semakin mencintai rasulullah SAW dengan cara mengikuti cara hidup yang beliau contohkan mulai dari urusan kecil yang menyangkut pengaturan urusan pribadi sampai urusan mengatur pengelolaan negara. Hanya dengan metode mencintai Rasulullah SAW seperti inilah kaum muslimin dapat meraih cinta Allah SWT yang akan mendapatkan balasan dariNya berupa Surga. Terakhir beliau berpesan bahwa Risalah Islam wajib dimenangkan sesuai perintah al-Qur’an dan memenangkan Islam tidak mungkin tanpa Khilafah Islamiyah.

liqosyawalmalang04.jpg

Kemudian acara ditutup penuh hikmah dengan do’a oleh ust. Drs. Bahron Kamal selaku Aktivis Hizbut Tahir Indonesia Malang. Dengan membawa semangat baru para peserta sebelum meninggalkan masjid diakhiri dengan bersalam salaman diantara mereka. (Kantor Humas DPD II HTI Malang Raya)

Liqo Syawal Lampung: Meraih Kemenangan dengan Khilafah

Aula Universitas Tulang Bawang Lampung, 4 November 2007

DPD I HTI Lampung pada tanggal 4 November 2007 mengadakan acara Liqo Syawal dengan tema ‘Meraih Kemenangan dengan Khilafah’. Hadir sebagai pembicara pertama Ust. Rokhmat S Labib, MEI dari DPP HTI dan pembicara kedua Dr. Bunyana Solihin dari MUI Provinsi Lampung (Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung). Acara ini dihadiri tidak kurang dari 400 peserta termasuk di antaranya Rektor Universitas Tulang Bawang (UTB), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Kepala LPM Universitas Lampung, Camat Tanjung Karang Timur dan perwakilan dari berbagai majlis taklim di Bandar Lampung.

Liqo Syawal dibuka oleh Ketua DPD I HTI Lampung Ust. Muhammad Ahkam, SPd. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa kemenangan yang dijanjikan oleh Alloh pasti akan benar-benar bisa diraih dengan syarat syariat Islam ditegakkan melalui institusi Khilafah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UTB. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih atas perkenalannya dengan Hizbut Tahrir dan beliau menganggap pertemuannya dengan HTI secara langsung merupakan suatu hidayah dari Alloh. Beliau juga sangat prihatin dengan kehidupan beragama di Indonesia yang semakin kacau. Aqidah diselewengkan dan syariat Islam diputarbalikkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film Ila Mata. Peserta terlihat sangat antusias dan menyimak film yang dibantu narasinya oleh Ust. Dawud Zakaria itu sampai selesai. Pada acara inti yang dipandu oleh host Humas HTI Lampung Diding Suhandy, STP, M.Agr, pembicara Ust. Rokhmat menekankan tentang kondisi umat Islam di Indonesia yang semakin terpuruk. Semua itu akibat dari penerapan berbagai kebijakan pemerintah yang salah. Pemerintah menjalankan semua kebijakannya atas dasar ide Kapitalisme sehingga seluruh kebijakannya sudah pasti tidak mendapat ridho Alloh. Beliau juga menekankan bahwa untuk mengembalikan kemulyaan kaum muslimin maka tidak ada jalan lain kecuali kembali menerapkan solusi-solusi Islam dalam kehidupan. Solusi Islam itu bernama Syariah Islam.

Pembicara kedua, Dr. Bunyana Sholihin lebih menegaskan lagi bahwa hanya syariat Islamlah yang layak menjadi solusi atas berbagai problem kehidupan manusia. Beliau kemudian meyakinkan peserta bahwa syariat Islam mampu menjawab berbagai tantangan. Dalam sesi tanya jawab, Ust. Rokhmat menegaskan bahwa adapun terhadap isu miring dan penolakan sebagian umat Islam terhadap penerapan syariat Islam beliau menjawab bahwa apabila dijelaskan secara benar, seharusnya seluruh umat Islam akan rindu dengan penerapan syariat Islam. Allahu Akbar !!!

Humas HTI Lampung

Reportase Liqo Syawal 1428H Gorontalo: Jalin Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah, Saatnya Khilafah Memimpin Dunia

Sabtu, 28 Oktober 2007, Gedung Aula SMK 2 Kota Gorontalo

Kata-kata pererat ukhuwah, terapkan syariah dalam Khilafah Islamiyah (Negara dengan sistem Islam berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah) serta Takbir, menjadi kata-kata yang kerap disebut oleh 6 pembicara saat membawakan “sekapur sirih” di hadapan kurang lebih 100 orang peserta undangan dari berbagai level, mulai tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, cendekiawan, ulama, pengusaha, dosen, Aktivis Masjid, mahasiswa, pelajar, dan tidak lupa seluruh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Gorontalo yang menghadiri acara Liqo’ Syawal yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Gorontalo di Gedung Aula SMK 2 Kota Gorontalo, pada hari Ahad 28 Oktober 2007 yang lalu. Acara yang bertemakan “Jalin Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah, Saatnya Khilafah Memimpin Dunia” ini digelar sejak pukul 08.00 hingga 12.00 wita, dan diikuti oleh para peserta dengan penuh semangat dan sahutan takbir.

Pembicara pertama pada Sekapur Sirih dari para Tokoh yakni Ibu Hj. Dra. Z. Mentemas Yusuf mengangkat tema “Dunia Membutuhkan Khilafah”. Dalam penjelasannya Wakil Ketua PGRI Provinsi Gorontalo ini meyakinkan bahwa penerapan syariah dan tegaknya khilafah sangat mungkin untuk bisa diwujudkan, karena Indonesia termasuk Gorontalo, mempunyai peluang yang sangat besar untuk dapat berdirinya khilafah di Indonesia. Salah satunya dapat dilihat dari jumlah penduduk muslim yang menjadi mayoritas di Indonesia dan khususnya di Gorontalo yang memiliki julukan Serambi Madinah ini.

Beliau juga memaparkan beberapa kendala yang akan dihadapi saat mengembalikan kaum muslimin pada syariah, diantaranya yaitu : kegiatan-kegiatan keagamaan yang hanya bersifat seremonial yang jarang sekali memperhatikan dan mempertimbangkan waktu sholat. Juga kendala lain dari ketidak tegasan pemerintah dalam memberlakukan peraturan dan sanksi, serta kurangnya keteladanan dari para penguasa. Dari penjelasan beliau dapat disimpulkan bahwa sistem khilafah memang benar-benar sangat dibutuhkan untuk mengembalikan seluruh umat pada pelaksanaan syariah.

Pembicara kedua Ibu Hj. Farha Daulima yang merupakan tokoh adat dan budaya di provinsi Gorontalo, mengangkat makalah yang berjudul “Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia“. Beliau banyak mengungkap tentang bukti-bukti sejarah penerapan syariah Islam di Gorontalo . Ketua LSM Mbui Bungale ini menjelaskan bahwa Gorontalo sangat dekat dengan syariah dan khilafah. Ini dapat dibuktikan melalui kerajaan-kerajaan Islam yang bersifat kesultanan. Masyarakat Gorontalo pernah mempunyai 3 Sultan yang menerapkan Syariat Islam secara keseluruhan di Gorontalo. Demikian juga Syariat Islam diterapkan dari sisi berpakaian dengan busana adat Taqowa yang artinya taqwa.

Masih ada satu persoalan yang harus segera diselesaikan oleh semua komponen umat, yakni perjuangan tegaknya syariah dan khilafah harus menjadi tujuan perjuangan bersama, bukan saja tujuan Hizbut Tahrir, karena Islam tidak butuh dunia tetapi dunialah yang butuh Islam. Begitulah pemaparan dari pembicara berikutnya yakni Bapak Drs. Abdul Manaf Dunggio, Msi (Camat Kecamatan Limboto) dan juga Bapak Ir. H. Abdul Haris Nadjamudin (Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemda Kabupaten Gorontalo).

Secara khusus Hizbut Tahrir mengundang 2 orang tokoh Gorontalo untuk menyampaikan pengalaman mereka saat menghadiri langsung acara Konferensi Khilafah Internasional pada tanggal 12 Agustus 2007 yang lalu di Jakarta. Keduanya adalah Ibu Khayriah Ahmad, SHI (Ketua Umum Pemudi PERSIS Provinsi Gorontalo) dan Bapak Sukarno Is Tuah, Amd (Anggota Asosiasi Peternak Ayam Provinsi Gorontalo). Keduanya sepakat bahwa perjuangan menegakkan kembali khilafah bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu kerja keras dan upaya bersama dari seluruh komponen umat Islam. Sebab tantangan yang akan dihadapi adalah tantangan global yang berasal dari idiologi kapitalis yang akan selalu menggunakan segala cara untuk mencegah berdirinya kembali khilafah. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah menggunakan politik belah bambu yang akan membuat kaum Muslimin terpecah belah hanya karena berbeda kelompok. Oleh sebab itu penting bagi umat Islam untuk bersatu padu eratkan ukhuwah dalam berjuang menegakkan khilafah tanpa mempersoalkan lagi perbedaan kelompok, organisasi ataupun partai.

Sekapur Sirih dari para tokoh ditutup dengan orasi dari Ustz. Mustajab Al Mustafa, S.IP dari DPD I HT Gorontalo yang menekankan kembali tentang urgennya penegakan syariah dan khilafah serta betapa dunia saat ini amat membutuhkan segera tegaknya khilafah.

Acara yang diselingi dengan pembacaan puisi serta pemutaran DVD Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta 12 Agustus 2007 lalu ini akhirnya diakhiri dengan renungan yang memancing isak haru dari para peserta dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustz. Ilyas Cono.

gorontalo04.jpg

gorontalo02.jpg

HTI DPD Banten Gelar Silaturahim Tokoh Banten 1428H

Masih dalam suasana Iedul Fithri, hari Ahad 04 Nopember 2007, HTI DPD Banten menggelar Silaturahim Regional Tokoh Banten 1428H dengan tema Memperkokoh Ukhuwah Islamiah untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah. Kegiatan yang mengambil tempat di RM S-Rizki Jl. Jend. Sudirman Kota Serang, dihadiri tidak kurang 70 tokoh masyarakat, baik pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas, cendikiawan/akademisi dan juga kalangan birokrat. Tampak hadir Ketua harian Forum Silaturakmi Pondok Pesantren Propinsi Banten Ust. Dr. H. Fatah Sulaiman, MT, ketua FSPP Kab Serang KH. Mahmudi, pimpinan ponpes Nurul Huda Serang KH. Endang Daruquthni, Dekan Fak Syariah IAIN SMH Banten Prof. Dr. Fauzul Iman, Akademisi dari UNTIRTA dan merupakan mantan ketua panwas pilkada Propinsi Banten Gandung Ismanto, M.Si. Dari biro kesra Propinsi Banten tampak hadir Ust. Drs. Anis Fuad, M.Si, juga tokoh masyarakat Bpk. Najmudin Busro.

Acara dimulai jam 09.00 dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ust. Maslahuddin, S.Pd.I. dan diikuti sambutan pimpinan DPD Banten Ust. Ir.Ali Mustofa. Dalam sambutannya Ust. Ali menyampaikan berbagai persoalan kaum muslimin seperti upaya pihak tertentu yang mencoba membenturkan upaya penegakkan Syariah dan Khilafah dan NKRI juga separatisme. Beliau juga menyinggung maraknya pemberitaan ajaran sesat seraya mengajak seluruh hadirin sebagai tokoh masyarakat untuk bersatu menghadapi berbagai penyimpangan dengan cara damai dan berusaha memahami motif utama dari berbagai kasus tersebut yang ditengarai sebagai upaya pihak luar memecah belah kaum muslimin.

Kegiatan yang disetting tidak terlalu formal kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh KH. Muhammad Ma’mun, Lc, pimpinan Ponpes Darul Falah-Pandeglang. Dalam tausiahnya beliau menjelaskan secara gamblang arti penting khilafah sebagai pemimpin kaum muslimin. Beliau juga menyampaikan betapa orang kafir telah berhasil menghapus sejarah gemilang kekhilafahan dari benak kaum muslimin padahal sistim ini telah menaungi umat manusia lebih dari 13 abad. Periode panjang ini sekaligus membantah anggapan sebagian pihak yang berpandangan Islam tidak memiliki system yang baku dalam masalah kenegaraan. Pada akhir tausiahnya beliau mengajak hadirin untuk kembali pada syariah dan khilafah, seraya membenarkan berbagai upaya HTI yang dalam perjuangannya selalu mengajak berbagai komponen umat untuk berperan serta, karena –seperti ditambahkan beliau- penegakan Syariah dan Khilafah merupakan pekerjaan bersama seluruh umat.

Selepas tausiah, acara diselingi dengan coffee break sambil mendengarkan berbagai testimoni tokoh yang tidak bisa hadir dalam bentuk rekaman video mengenai tanggapannya terhadap Syariat Islam, diantaranya adalah Gubernur propinsi Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah, juga bupati Kab. Pandeglam H.A. Dimiyati Natakusuma.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan urun rembug berbagai permasalahan umat yang difasilitasi oleh Ust. Ir. Adhi Abu Fatih selama kurang lebih 1,5 jam dan kemudian ditutup dengan do’a dan makan siang bersama.

[Kantor Humas HTI DPD Propinsi Banten]

Print Friendly

Baca juga :

  1. Reportase Liqo Syawal 1434 H HTI Bersama Ulama dan Tokoh Klaten
  2. Foto Liqo Syawal Bogor 1428H
  3. Liqo Syawal HTI Tanggerang: Konsolidasi Dukungan Umat untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah
  4. Reportase Tarhib Ramadhan 1428H
  5. Liqo Syawal HTI Bantul
     

Comments

  1. Alhamdulillah, Ayo Jalin Ukhuwah…

  2. Subhanallah…
    Saudaraku…
    Jangan pernah menyerah satu langkah pun tuk terus jalin ukhuwah bersama umat tuk terapkan Islam dalam naungan Khilafah…
    SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN DUNIA
    ALLAHU AKBAR !!!

  3. Ayo yang lain jangan ketinggalan……

  4. InsyaAllah Daulah Khilafah segera tegak dengan dukungan umat yang benihnya muncul dari orang-orang pilihan dan kuat seperti para sahabat dulu. hayu atuh umat, urang karumpul sasarengan..

  5. Kepada seluruh ummat muslim !!!
    Kita semua tahu bahwa janji Allah SWT pasti adanya…
    Mari bersatu, bergerak mengopinikan dan menegakkan Daulah Khilafah, apalagi yang membuat kita ragu ???
    Bukankah janji Allah SWT pasti adanya ???
    ALLAHU AKBAR !!!

  6. Bogorna mana euy?

  7. Bagus sekali acara liqo syawalny…..Teruskan tingkatkan ukhuwah islamiyah diantara umat islam indonesia.