<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Penentuan Idul Adha Wajib Berdasarkan Rukyatul Hilal Penduduk Makkah</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 23:02:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: ardian mahfuz</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-46310</link>
		<dc:creator>ardian mahfuz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:42:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-46310</guid>
		<description>jangan ragu dan jangan bimbang, yakinlah bahwa khilafah pasti akan tegak kembali. Allahu Akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan ragu dan jangan bimbang, yakinlah bahwa khilafah pasti akan tegak kembali. Allahu Akbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rinovan</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-20224</link>
		<dc:creator>rinovan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 06:52:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-20224</guid>
		<description>saya pernah dialog dg seorang guru agama, dikatkan kalo penentuan hari id adha bkn masalah madzab, tetapi pemahaman tentang hadits nabi kalo melihat bulan harus puasa. karena lihat bulan di Indonesia duluan maka hari id adha jg duluan. artinya mungkin sekali beda hari raya id adha. saya katakan kalo mungkin ini masalah matla, si guru mengatakan "Anda masih tahu tentang ini 20% aja kalo sudah 80% nanti dialog lagi sama saya" (Ghorizah baqo' mode on). Keep strugle.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pernah dialog dg seorang guru agama, dikatkan kalo penentuan hari id adha bkn masalah madzab, tetapi pemahaman tentang hadits nabi kalo melihat bulan harus puasa. karena lihat bulan di Indonesia duluan maka hari id adha jg duluan. artinya mungkin sekali beda hari raya id adha. saya katakan kalo mungkin ini masalah matla, si guru mengatakan &#8220;Anda masih tahu tentang ini 20% aja kalo sudah 80% nanti dialog lagi sama saya&#8221; (Ghorizah baqo&#8217; mode on). Keep strugle.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jana</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19802</link>
		<dc:creator>jana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 03:22:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19802</guid>
		<description>mas muallaf.
Saran saya...
Sebaiknya anda membaca ulang kembali artikel di atas dgn
lebih teliti lagi...
saya coba ingin membantu anda untuk memahami seputar penentuan hari raya Idul Adha saja yg sebentar lagi akan dilaksanakan:
 - Untuk rukyat hari raya Idul Adha harus merujuk rukyat dari penduduk makkah karena yg menentukan pelaksanaan ibadah haji adalah penduduk makkah sebagai panitia pelaksanaan ibadah haji seluruh dunia, sedangkan orang/penduduk luar wilayah makkah yang datang melaksanakan ibadah haji adalah sebagai tamu yang mengikuti setiap aturan/rukun2 dalam pelaksanaan ibadah haji yang sudah ditetapkan oleh panitia (penduduk makkah).  

- dalam penentuan Idul Adha. Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia.

Karena itu, kaum Muslim dalam sejarahnya senantiasa beridul Adha pada hari yang sama. Fakta ini diriwayatkan secara mutawatir (oleh orang banyak pihak yang mustahil sepakat bohong) bahkan sejak masa kenabian, dilanjutkan pada masa Khulafa’ ar-Rasyidin, Umawiyin, Abbasiyin, Utsmaniyin, hingga masa kita sekarang.

COBA KITA RENUNGKAN....
APAKAH ADA DI HARI YG SAMA TETAPI TGLNYA BERBEDA....
MISALKAN :
SI A BERKATA BAHWA HARI INI HARI SENIN TGL 01 DESEMBER 2008
SEDANGKAN...
SI B BERKATA BAHWA HARI INI HARI SENIN TGL 02 DESEMBER 2008
INI TIDAK MUNGKIN KEDUANYA BENAR, PASTI ADA SALAH SATU YANG BENAR !!!

SEMOGA BISA MENAMBAH WAWASAN DALAM BERFIKIR...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas muallaf.<br />
Saran saya&#8230;<br />
Sebaiknya anda membaca ulang kembali artikel di atas dgn<br />
lebih teliti lagi&#8230;<br />
saya coba ingin membantu anda untuk memahami seputar penentuan hari raya Idul Adha saja yg sebentar lagi akan dilaksanakan:<br />
 - Untuk rukyat hari raya Idul Adha harus merujuk rukyat dari penduduk makkah karena yg menentukan pelaksanaan ibadah haji adalah penduduk makkah sebagai panitia pelaksanaan ibadah haji seluruh dunia, sedangkan orang/penduduk luar wilayah makkah yang datang melaksanakan ibadah haji adalah sebagai tamu yang mengikuti setiap aturan/rukun2 dalam pelaksanaan ibadah haji yang sudah ditetapkan oleh panitia (penduduk makkah).  </p>
<p>- dalam penentuan Idul Adha. Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia.</p>
<p>Karena itu, kaum Muslim dalam sejarahnya senantiasa beridul Adha pada hari yang sama. Fakta ini diriwayatkan secara mutawatir (oleh orang banyak pihak yang mustahil sepakat bohong) bahkan sejak masa kenabian, dilanjutkan pada masa Khulafa’ ar-Rasyidin, Umawiyin, Abbasiyin, Utsmaniyin, hingga masa kita sekarang.</p>
<p>COBA KITA RENUNGKAN&#8230;.<br />
APAKAH ADA DI HARI YG SAMA TETAPI TGLNYA BERBEDA&#8230;.<br />
MISALKAN :<br />
SI A BERKATA BAHWA HARI INI HARI SENIN TGL 01 DESEMBER 2008<br />
SEDANGKAN&#8230;<br />
SI B BERKATA BAHWA HARI INI HARI SENIN TGL 02 DESEMBER 2008<br />
INI TIDAK MUNGKIN KEDUANYA BENAR, PASTI ADA SALAH SATU YANG BENAR !!!</p>
<p>SEMOGA BISA MENAMBAH WAWASAN DALAM BERFIKIR&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Baedlowi</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19788</link>
		<dc:creator>Baedlowi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 01:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19788</guid>
		<description>Koreksi mas muallaf, yang benar makkah tgl 2 jam 7 pagi, Indonesia jam 11 siang pada tanggal  2 juga, ingat untuk penanggalan Islam dimulai ghurub (terbenamnya matahari) bukan jam 00</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Koreksi mas muallaf, yang benar makkah tgl 2 jam 7 pagi, Indonesia jam 11 siang pada tanggal  2 juga, ingat untuk penanggalan Islam dimulai ghurub (terbenamnya matahari) bukan jam 00</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ai Nurjannah</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19627</link>
		<dc:creator>Ai Nurjannah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 04:21:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-19627</guid>
		<description>Kesaksian orang melihat hilal dapat diterima jika orang tersebut : seorang muslim yang disumpah dan yang memiliki pengetahuan tentang hilal. perlu diketahui di langit terdapat beberapa benda langit yang "mirip" atau menyerupai hilal,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kesaksian orang melihat hilal dapat diterima jika orang tersebut : seorang muslim yang disumpah dan yang memiliki pengetahuan tentang hilal. perlu diketahui di langit terdapat beberapa benda langit yang &#8220;mirip&#8221; atau menyerupai hilal,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MUALLAF</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-10453</link>
		<dc:creator>MUALLAF</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 15:07:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-10453</guid>
		<description>ASS. WR WB.
MENGAPA KITA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA BERDASARKAN RUKYATNYA MEKKAH? BUKANKAH WAKTUNYA (GMT) LEBIH DAHULU INDONESIA DARIPADA MEKKAH? ANDAIPUN KITA IKUT MEKKAH SEBAGAI (GMT) ISLAM BERARTI KITA BERADA KURANG LEBIH 19 JAM DIBELAKANG MEKKAH. ARTINYA KALAU DI MEKKAH TANGGAL 2 JAM 07.OO (MISALKAN SAAT MEREKA SHOLAT)MAKA DI INDONESIA MASIH TANGGAL 1 JAM 12 HARUSNYA KITA SHOLAT KEESOKAN HARINYA.
APAKAH ADA PERINTAH AL QURAN DAN HADITS HARUS IKUT MEKKAH DALAM PENENTUAN HARI RAYA? 
TERIMA KASIH.
WASS. WR. WB</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASS. WR WB.<br />
MENGAPA KITA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA BERDASARKAN RUKYATNYA MEKKAH? BUKANKAH WAKTUNYA (GMT) LEBIH DAHULU INDONESIA DARIPADA MEKKAH? ANDAIPUN KITA IKUT MEKKAH SEBAGAI (GMT) ISLAM BERARTI KITA BERADA KURANG LEBIH 19 JAM DIBELAKANG MEKKAH. ARTINYA KALAU DI MEKKAH TANGGAL 2 JAM 07.OO (MISALKAN SAAT MEREKA SHOLAT)MAKA DI INDONESIA MASIH TANGGAL 1 JAM 12 HARUSNYA KITA SHOLAT KEESOKAN HARINYA.<br />
APAKAH ADA PERINTAH AL QURAN DAN HADITS HARUS IKUT MEKKAH DALAM PENENTUAN HARI RAYA?<br />
TERIMA KASIH.<br />
WASS. WR. WB</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oki yosi</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-10372</link>
		<dc:creator>oki yosi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 08:50:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-10372</guid>
		<description>salam dari Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam dari Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jeprie</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4540</link>
		<dc:creator>Jeprie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 17:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4540</guid>
		<description>Masih bingung saya... Ga ngerti, maaf ya? :)
Harus nyari referensi lagi nih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih bingung saya&#8230; Ga ngerti, maaf ya? :)<br />
Harus nyari referensi lagi nih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hepri</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4539</link>
		<dc:creator>Hepri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 07:41:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4539</guid>
		<description>Assalamu'alaikum Wr Wb...Bismillah...menurut saya simple saja dan tidak perlu bingung...bagi kaum muslim yang kiblat sholatnya masih menghadap Ka'bah (Makkah) seharusnya ikutilah aturan Makkah dan berlebaran bersamaan waktunya dengan penduduk Makkah, kecuali ada umat muslim yang memiliki kiblat berbeda misal golongan JIL yang kiblatnya ke AS silahkan jadi umat yang aneh :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb&#8230;Bismillah&#8230;menurut saya simple saja dan tidak perlu bingung&#8230;bagi kaum muslim yang kiblat sholatnya masih menghadap Ka&#8217;bah (Makkah) seharusnya ikutilah aturan Makkah dan berlebaran bersamaan waktunya dengan penduduk Makkah, kecuali ada umat muslim yang memiliki kiblat berbeda misal golongan JIL yang kiblatnya ke AS silahkan jadi umat yang aneh :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pak bowo</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4541</link>
		<dc:creator>pak bowo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 05:13:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/#comment-4541</guid>
		<description>Mirip dengan mas Syamsulw..,  hari Arafah sepatutnya menjadi patokan.  Hari itu adalah hari berkumpulnya ummat muslim sedunia yg sedang berhaji di satu tempat, dan menjadi syarat sahnya haji.  Idul Adha mengikuti hari arafah.  Karena Arafah itu ada di Arab... moment Arab lah yang jadi patokan.  Tidak masalah waktu berbeda di tempat lain... tapi MOMENT ARAFAH itu adalah lambang persatuan dan Ukhuwah Islamiah sedunia.  Kalau wukuf mulai siang hari sampai magrib..  di Arab, maka di Arab besoknya adalah hari Kurban alias Idul Adha... di Indonesia beda sekitar 4 jam lebih awal dari Arab.   Jadi lebaran di Indonesia lebih dulu 4 jam dari Arab.  Kalau disini shalat jam 07 pagi, di arab bari sekitar jam 3 pagi...
Tapi itu sudah dalam hitungan " Esok Hari" nya hari Wukuf di Arafah.
Mari kita renungkan ... bahwa hadist yg disampaikan Nabi tentang hari arafah tentu mengandung maksud yang Mulia.. demi tercapainya ukhuwah Islamiah...
Wass.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mirip dengan mas Syamsulw..,  hari Arafah sepatutnya menjadi patokan.  Hari itu adalah hari berkumpulnya ummat muslim sedunia yg sedang berhaji di satu tempat, dan menjadi syarat sahnya haji.  Idul Adha mengikuti hari arafah.  Karena Arafah itu ada di Arab&#8230; moment Arab lah yang jadi patokan.  Tidak masalah waktu berbeda di tempat lain&#8230; tapi MOMENT ARAFAH itu adalah lambang persatuan dan Ukhuwah Islamiah sedunia.  Kalau wukuf mulai siang hari sampai magrib..  di Arab, maka di Arab besoknya adalah hari Kurban alias Idul Adha&#8230; di Indonesia beda sekitar 4 jam lebih awal dari Arab.   Jadi lebaran di Indonesia lebih dulu 4 jam dari Arab.  Kalau disini shalat jam 07 pagi, di arab bari sekitar jam 3 pagi&#8230;<br />
Tapi itu sudah dalam hitungan &#8221; Esok Hari&#8221; nya hari Wukuf di Arafah.<br />
Mari kita renungkan &#8230; bahwa hadist yg disampaikan Nabi tentang hari arafah tentu mengandung maksud yang Mulia.. demi tercapainya ukhuwah Islamiah&#8230;<br />
Wass.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
