Reportase Shalat Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1428H

ieduladhajakarta04.jpg ieduladhajakarta02.jpg ieduladhajakarta18.jpg

Alhamdulillah, pelaksanaan Shalat Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1428H (19 Desember 2007) telah dilakukan di berbagai kota/daerah dengan dihadiri ribuan ummat Islam bersama HTI. Berikut laporan dari:

  1. Jakarta
  2. Bogor
  3. Sukabumi
  4. Tangerang, Banten
  5. Banjarmasin, KalSel
  6. Medan, Sumut
  7. Pekanbaru, Riau
  8. Palembang, Sumatera Selatan
  9. Bangka Belitung, Sumsel
  10. Bandar Lampung
  11. Yogyakarta
  12. Solo Raya, Jateng
  13. Bandung, Jawa Barat
  14. Rancaekek, Bandung
  15. Garut, Jabar
  16. Cirebon, Jabar
  17. Semarang, Jawa Tengah
  18. Banyumas, Purwokerto
  19. Purworejo, Jateng
  20. Surabaya, Jawa Timur
  21. Sidoarjo, Jatim
  22. Sumenep, Madura
  23. Makassar, SulSel

Seruan Berkurban untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah dari Jakarta

ieduladhajakarta19.jpg

Gemuruh takbir, tahlil dan tahmid kembali menggema di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Setelah pada bulan Agustus 2007 yang lalu Hizbut Tahrir Indonesia menggelorakan takbir di dalam Stadion Utama GBK, kini dalam rangka pelaksanaan Sholat Idul Adha 1428 yang jatuh pada hari Rabu (19/12), HTI kembali menggelorakan takbir, tahlil dan tahmid di Lapangan Parkir Timur GBK. Lima ribu lebih jamaah kaum muslimin dari penjuru Jakarta, Depok dan sekitarnya tumplek blek melaksanakan Sholat Idul Adha di sana. Wajah ceria dan bahagia ditunjang cuaca yang cerah semakin membuat suasana syahdu dalam alunan takbir.

Sebelum sholat dan khutbah Idul Adha dimulai, terlebih dahulu dibacakan Pernyataan Sikap HTI terkait perbedaan Penetapan Idul Adha 1428 H. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh anggota DPP HTI, Ust. Abu Zayd, HTI menyayangkan adanya perbedaan dalam penetapan Idul Adha 1428 H yang mestinya tidak boleh berbeda. Sebab itulah HTI menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya yang ada di Indonesia agar kembali kepada ketentuan Syariah dalam melaksanakan puasa Arafah dan Idul Adha 1428 H. HTI juga mengajak kaum muslimin untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ini agar segera bersatu dalam naungan Khilafah. Sebab karena ketiaadaan payung pemersatu ummat inilah umat Islam akhirnya berpecah belah.

ieduladhajakarta12.jpg

Seruan itu juga senada dengan isi khutbah yang dibawakan oleh Ust. M. Hijrah Dahlan. Dalam khutbah Id yang bertajuk “Berkurban Untuk Menyongsong Tegaknya Syariah dan Khilafah”, anggota DPP HTI tersebut kembali mengingatkan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as dalam melaksanakan kewajiban yang telah dibebankan oleh Allah SWT kepada mereka. Dengan ikhlas, penuh ketundukan dan ketaatan mereka melaksanakan perintah Allah SWT.

Dalam konteks sekarang, semangat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu mestinya bisa diteladani oleh umat Islam. “Sebagaimana Nabi Ibrahim as, kita pun menerima berbagai kewajiban yang harus dikerjakan. Bagi kita, kewajiban itu juga al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata). Siapa pun yang bersedia tunduk dan patuh menjalankan kewajiban itu, maka mereka adalah orang-orang yang selamat dan sukses. Sebaliknya, mereka yang membangkang darinya adalah orang-orang yang gagal dan celaka” terang Hijrah Dahlan.

ieduladhajakarta14.jpg

“Salah satu kewajiban umat Islam adalan menjalankan Syariah secara kafah dalam institusi Khilafah. Oleh sebab itu umat Islam harus berjuang bersungguh-sungguh dengan ikhlas, ketundukan dan ketaatan untuk merealisasikan perintah Allah tersebut. Ketundukan kepada Allah Swt dan ketaatan menjalankan perintah-Nya memang membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir. Pengorbanan itu pasti akan membuahkan hasil. Allah Swt akan memberikan pertolongan-Nya jika kita bersungguh-sungguh menolong agama-Nya” lanjut Hijrah Dahlan dengan lantang dalam penghujung khutbahnya.

[fahmiy ramadhan]

Reportase Idul Adha Bogor
TOKOH MUDA HTI SERUKAN PERJUANGAN DAN PENGORBANAN DARI BOGOR

bogoriduladha01.jpg

Luar biasa. Inilah barangkali kata yang paling tepat untuk menggambarkan suasana kemeriahan sekaligus kesyahduan pelaksanaan sholat Idul Adha 1428 H di Kota Bogor, tepatnya di lapangan parkir Bogor Botani Square, Jl. Pajajaran. Sejak pagi sekitar jam 05.30 WIB masyarakat Bogor berbondong-bondong dari segala penjuru Kota Bogor mendatangi tempat pelaksanaan sholat ‘ied yang diselenggarakan DPD HTI Kota Bogor yang berada tepat di jantung kota Bogor. Lantunan takbir, tahlil dan tahmid tak henti-hentinya jamaah lantunkan menyambut datangnya hari raya umat Islam tersebut. Tercatat tidak kurang dari 16.000 (enam belas ribu, red.) jamaah sholat ied yang mengikuti dengan khusyu’ pelaksanaan sholat tersebut. Antusiasme masyarakat sedemikian luar biasa salah satunya disebabkan hanya di tempat inilah konsentrasi pelaksanaan sholat ‘Idul Adha di Kota Bogor dilaksanakan. Tidak heran, dua lapangan parkir Botani Square plus halaman parkir bus Damri dipenuhi jamaah. Acara yang dipersiapkan dengan matang dan dikomandani langsung oleh duo Aziz bersaudara (Rosyid Aziz, ketua DPD HTI Kota Bogor dan Abdul Aziz, ketua Satgas HTI Kota Bogor, red.) ini mendapat liputan luas dari berbagai media massa cetak maupun elektronik nasional maupun lokal Bogor.

bogoriduladha07.jpg

Tepat jam 06.30 terlebih dahulu dibacakan Pernyataan Sikap HTI terkait perbedaan Penetapan Idul Adha 1428 H. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh salah satu Ketua DPP HTI, Ust. Anwar Iman, HTI menyayangkan adanya perbedaan dalam penetapan Idul Adha 1428 H yang kembali terjadi di negeri muslim terbesar ini. Padahal sesungguhnya penetapan perkara ini bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, namun karena otoritas di negeri ini dengan kekuasaannya telah menetapkan peristiwa agama tidak berdasar landasan yang benar, maka, timbullah berbagai persoalan.

bogoriduladha03.jpg

bogoriduladha04.jpg

Selanjutnya saat pukul 06.45 wib, shalat Idul Adha dimulai yang dipimpin oleh Ust. Usman Ubaidy Rofiuddin, S.Ag dari DPC HTI Bogor Selatan. Alumnus salah satu pesantren di Bogor ini dengan syahdu dan khusyu’ memimpin jalannya sholat Idul Adha ini. Sedangkan Khatib disampaikan oleh tokoh muda Hizbut Tahrir Indonesia yakni Ust Agung Wisnuwardana, S.Hut. Ekspresi suara yang lantang dan menggelegar yang disampaikan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan ini seolah-olah mampu menghipnotis belasan ribu jamaah sholat Idul Adha. Hingga akhir naskah khutbah berjudul “Berkorban, untuk menyongsong tegaknya syariah dan khilafah” dibacakan, nyaris tidak seorangpun yang meninggalkan lokasi pelaksanaan sholat Idul Adha tersebut. Tidak sedikit dari para jamaah yang menangis sesungukan meresapi makna pengorbanan yang disampaikan khatib, dan mengingat betapa sengsaranya umat ini ketika Syariah dan Khilafah tidak diterapkan dalam kehidupan bernegara.

bogoriduladha08.jpg

Selepas khutbah, ribuan aktivis HTI dan masyarakat berbaur dan saling bersalam-salam mengucapkan selamat Idul Adha 1428 H. Nampak keceriaan menghiasi wajah-wajah mereka seolah-olah mewakili keceriaan khas jamaah haji yang baru saja sehari sebelumnya melakukan wukuf di Arafah. Rangkaian acara diakhiri dengan penyembelihan hewan kurban, lengkap rasanya. Luar biasa….. (Kantor Sekretariat HTI Kota Bogor).

Shalat Idul Adha 1428 H di Sukabumi

sukabumiiduladha01.jpg

Kurang lebih 500 orang (muslim/muslimah, orang tua dan anak-anak) mengikuti shalat Idul Adha 1428 H yang diselenggarakan HTI-DPD II Sukabumi, Rabu 19 Desember 1428 H. Bertindak sebagai khatib KH. Hamdan Alawy Baisuni, pimpinan pondok pesantren Al-Basthoh Cicurug Sukabumi.

sukabumiiduladha02.jpg

sukabumiiduladha03.jpg

Khutbah dan shalat Id berjalan lancar dan khidmat. Kegiatan ini mendapat pengamanan dari Polresta Sukabumi. Beberapa tokoh masyarakat dan MUI juga tampak hadir mengikuti acara ini. Shalat Id dilaksanakan di lapangan parker Graha Qolbun Salim Kota Sukabumi.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1428 H di Tangerang

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Tangerang pada hari Rabu 19 Desember 2007 (10 Dzulhijjah 1428 H) dilaksanakan di beberapa tempat misalnya di Lapangan A. Yani Kota Tangerang dengan Khatib Ust Muhammad Al-Fakkar (Ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Daerah tangerang), Imam Ust Tarmizi Abdullah, SE (DDII Tangerang), di masjid al-Imam al-Bukhori, Fasum Utama Komplek Gardenia Extension Citra Raya. Khatib/Imam: Ust Agus Hermawan, di Lapangan Parkir Plasa Kutabumi, Kutabumi Pasar Kemis Tangerang, Khatib: Ust Rahmat Nur; Imam: Ust Abdullah Hasan, di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong; Khatib: Ust. Drs. Mawardi, MSc, Imam Ust Mumuh Suhendar; di masjid Al-Munawaroh Pasir Jaya, Pasir Gadung Cikupa; Khatib: Ust. Drs. H. Uji Gunawan, Imam: Ust. Wartono.

ieduladhatangerang01.jpg
Khatib Ust Muhammad Al-Fakkar dan Imam Ust Tarmizi Abdullah

Pada tahun 1428 H ini pelaksanaan shalat Idul Adha dilaksanakan di beberapa tempat untuk memenuhi harapan masyarakat karena adanya kendala transportasi sehingga tidak telambat mengikuti shalat Idul Adha seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya. Walaupun demikian jamaah di setiap tempat cukup banyak, misalnya di Lapangan A.Yani sekitar 1000 jamaah, di Lapangan Parkir Plasa Kutabumi sekitar 700 orang dan di Kampus ITI yang diikuti oleh jamaah dari civitas akademika ITI, perkantoraan dan perumahan sekitar Puspiptek Serpong sekitar 500 jamaah. Di masjid Al-Munawaroh penuh jamaah. Selain jamaah dari HTI kegiatan sholat Idul Adha juga diikuti bersama DDII, beberapa kelompok Islam lain dan masyarakat sekitar. Demikian pula di Komplek Gardenia Citra Raya sekitar 700 jamaah memenuhi masjid al-Imam al-Bukhori.

ieduladhatangerang02.jpg
Jamaah Sholat Idul Adha di Lapangan A.Yani Tangerang

Sebelum pelaksanaan Shalat dibacakan Press Release Jubir HTI tentang perbedaan penetapan Idul Adha 1428 H. HTI menyadarkan kepada umat Islam akan pentingnya menetapkan pelaksanaan shalat Idul Adha secara benar berdasarkan kaidah Syara’, bahwa pelaksanaan Shalat Idul Adha merupakan rangkaian ibadah haji yang kewenangan penetapannya oleh Amir Makkah (Saudi). Sebagaimana diketahui bahwa Saudi telah menetapkan jadwal wukuf sebagai puncak ibadah haji pada hari Selasa 18 Desember 2007, maka pelaksanaan Shalat Idul Adha dilaksanakan sehari setelanya yakni Rabu 19 Desember 2007.

ieduladhatangerang03.jpg
Jamaah Sholat Idul Adha di Tangerang

Dalam khutbahnya Ust Muhammad Al-Fakkar mengingatkan agar kaum muslimin menjadikan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail AS sebagai penggerak semangat kita umat Islam bahwa sikap yang harus diambil oleh umat Islam adalah tunduk pada perintah Allah walaupun harus mengorbankan sesuatu yang dicintai. Umat Islam di dalam menjalankan Syariat Islam tidak selayaknya menimbang-nimbang dulu misalnya Syariat Islam akan dilaksanakan jika sesuai dengan HAM, sesuai dengan pendapat kesenangan banyak orang atau standar lainnya. Sebaliknya umat Islam harus menerapkan Syariat Islam karena Syariat tersebut datang dari Allah Dzat yang menciptakan, memelihara dan mengatur alam semesta termasuk manusia. Syariat yang dimaksud adalah Syariat yang total bukan memilah-milah yang sesuai diambil, yang tidak suka ditinggalkan. Upaya mewujudkan pelaksanaan Syariat Islam secara total dibutuhkan pengorbanan umat Islam karena orang kafir, munafik dan orang-orang yang tidak suka terhadap Syariat Islam tidak mungkin diharapkan mau memperjuangkan Syariat Islam. Khutbah diakhiri dengan mendoakan umat Islam agar diampuni Allah, Allah menolong perjuangan para pengemban dakwah, diteguhkan keimanannya sekaligus berharap menjadi saksi atas pemenuhan janji-janji Allah akan terwujudnya kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

ieduladhatangerang04.jpg
Pimpinan HTI Tangerang bersama Pimpinan DDII Kota Tangerang

Sumber: Humas HTI Tangerang

Liputan Shalat Idul Adha di Banjarmasin

Katagori: Agenda & Kegiatan, INFO – 19 Dec 2007
Publikasi: Jurnal Ekonomi Ideologis

banjarmasiniduladha01.jpg

Di pagi hari yang bahagia, bertepatan dengan tanggal 10 Djulhijjah 1428 H (19 Desember 2007) kaum muslimin dari Banjarmasin dan sekitarnya berdatangan di halaman Gedung Wanita yang terletak di Jl. Hasan Basri Banjarmasin untuk mengikuti shalat Idul Adha yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan. Meskipun langit berawan hendak turun hujan, namun tidak menyurutkan langkah-langkah kaki kaum muslimin untuk menuju ke tempat shalat Idul Adha. Alhamdulillah hingga usai khutbah hujan tidak turun kegiatan shalat Idul Adha berjalan baik baik lancar.

banjarmasiniduladha03.jpg

Shalat Idul Adha yang diikuti hampir 1000 kaum muslimin ini dipimpin Imam shalat Ustad Basiran, SPd dengan Khatib Ustad M. Sholeh Abdullah, SPd. Dalam khutbahnya Ustad M. Sholeh Abdullah mengingatkan bahwa makna hari raya Idul Adha adalah kurban. Sebagaimana tauladan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Atas perintah Allah SWT Nabi Ibrahim as rela kehilangan putranya, dan Nabi Ismail as rela kehilangan nyawanya. Karena ketaatan keduanya kepada Allah SWT dengan mengorbankan apapun yang dimiliki untuk memenuhi perintah Allah SWT, Allah SWT mengganti pengorbanan mereka dengan hewan sembelihan.

banjarmasiniduladha05.jpg

Sebagai seorang muslim kita wajib dan segera menjalankan perintah Allah SWT dengan segala pengorbanan yang mesti kita lakukan sebagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Menjalankan syariat Islam adalah kewajiban seluruh kaum muslimin, sedangkan kewajiban menjalankan syariat Islam tidak akan terpenuhi dengan sempurna tanpa ada institusi yang menerapkannya yakni Daulah Khilafah Islamiyah.

banjarmasiniduladha04.jpg

Seiring tidak diterapkannya syariat Islam sebagai sistem dan Khilafah sebagai institusi, kaum Muslimin hidup terpecah-pecah ke dalam lebih dari 50 negara atas dasar nasionalisme. Sementara kaum muslimin menerapkan sistem yang tidak berasal dari Islam yakni sistem Kapitalisme dan Sekularisme. Akibatnya tidak ada lagi yang melindungi kaum muslimin dari kejahatan bangsa-bangsa kafir, tidak ada lagi kehormatan yang meninggikan harkat derajat umat Islam. Untuk itu Ustad M. Sholeh Abdullah dalam khutbahnya menyerukan penting dan wajibnya pengorbanan kaum muslimin demi tegaknya syariah dan khilafah Islamiyah. [Teks Khutbah dapat didownload di sini dan rekaman audio khutbah Idul Adha Ustad M. Sholeh Abdullah dapat didownload di sini ]

banjarmasiniduladha06.jpg

Sebelum shalat Idul Adha dimulai, Humas HTI Kal-Sel Ustad Hidayatul Akbar menyampaikan penyataan sikap dari Kantor Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia berkaitan dengan terjadinya perbedaan penetapan hari raya Idul Adha 1428 H. Dalam pernyataan sikapnya, Hizbut Tahrir Indonesia memandang keputusan pemerintah melalui Departemen Agama yang menetapkan tanggal 20 Desember sebagai waktu jatuhnya hari raya Idul Adha sebagai peristiwa yang menyedihkan dan memalukan kaum muslimin. HTI menyatakan: pertama, pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah. Kedua, Menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia agar kembali kepada ketentuan Syariah, baik dalam melakukan puasa Arafah maupun Idul Adha 1428 H, dengan merujuk pada ketentuan ru’yat untuk wuquf di Arafah. Ketiga, Menyerukan kepada umat Islam di Indonesia khususnya untuk menarik pelajaran dari peristiwa ini, bahwa demikianlah keadaan umat bila tidak bersatu. Umat akan terus berpecah belah dalam berbagai hal, termasuk dalam perkara ibadah. Bila keadaan ini terus berlangsung, bagaimana mungkin umat Islam akan mampu mewujudkan kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah? Karena itu, perpecahan ini harus dihentikan. Caranya, umat Islam harus bersungguh-sungguh, dengan segala daya dan upaya masing-masing, untuk berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam. [Selengkapnya bisa didownload di sini ]

banjarmasiniduladha07.jpg

banjarmasiniduladha02.jpg

Shalat Idul Adha yang diselenggarakan HTI Kal-Sel ini juga diliput para wartawan media cetak dan elektronik. Seusai shalat Idul Adha kaum muslimin satu dengan yang lainnya saling berangkulan dan bermaafan. Sementara itu para wartawan media elektronik dari ANTV, LatiVI, MetroTV, dan Trans 7 mewawancarai Humas HTI Kal-Sel Ustad Hidayatul Akbar berkaitan dengan aliran sesat Ahmadiyah. Menurut Humas HTI Kal-Sel, Ahmadiyah adalah sesat karena menganggap pendirinya sebagai Nabi padahal tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Untuk itu pemerintah harus segera bertindak tegas kepada Ahmadiyah dengan melarang keberadaan mereka di Indonesia dan mengajak jemaah Ahmadiyah untuk segera bertaubat kepada Allah SWT. Hal ini harus segera dilakukan pemerintah, sebab bila pemerintah tidak tegas apalagi cenderung mendiamkan dan takut pada Barat dikhawatirkan masyarakat akan bertindak dengan caranya sendiri. [Hidayatullah/Jurnal Ekonomi Ideologis]

Umat Islam Medan Sholat Idul Adha Bersama HTI

medaniduladha01.jpg

medaniduladha05.jpg

Suasana langit yang cerah semakin terasa menghangat seiring terbitnya mentari di ufuk Timur yang disambut dengan alunan suara Takbir, Tahlil, dan Tahmid dari kaum Muslimin Kota Medan peserta Sholat Idul Adha 1428 H. Sekitar 2000 orang Kaum Muslimin jamaah sholat Idul Adha, pada hari Rabu 19 Desember 2007 (10 Dzulhijah 1427 H), baik tua-muda, laki-perempuan, dan anak-anak, bersama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Medan melaksanakan Sholat Idul Adha bertempat di Lapangan Parkir Kampus Institut Teknologi Medan di Jl. Arca Medan. Kaum Muslimin Kota Medan menyambut dengan antusis pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut. Hal ini tampak dari banyaknya Kaum Muslimin yang datang sejak pukuk 06.30 WIB. Sholat Id ini tidak hanya diikuti oleh Kaum Muslimin dari Kota Medan saja, namun juga diikuti oleh Kaum Muslimin dari luar Kota Medan seperti Binjai dan Tanjung Morawa telah datang sejak pukul 06.00.

medaniduladha02.jpg

Sholat Idul Adha 1428 H sendiri dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan Imam dan Khatib Ust. Drs. Musdar Syahban. Sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha, terlebih dahulu dilakukan Pembacaan Pernyataan Sikap HTI tentang Perbedaan Penetapan Idul Adha 1428 H oleh Us. Musa Abdulghoni, S.Ag. Dalam Pernyataan Sikapnya HTI menyatakan bahwa: ”Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa wukuf atau hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada Selasa, 18 Desember 2007. Dengan demikian Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada hari Rabu, 19 Desember 2007, bukan hari Kamis, 20 Desember 2007 seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya, bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah. Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini.

medaniduladha03.jpg

HTI juga menyerukan kepada umat Islam di Indonesia khususnya untuk menarik pelajaran dari peristiwa ini, bahwa demikianlah keadaan umat bila tidak bersatu. Umat akan terus berpecah belah dalam berbagai hal, termasuk dalam perkara ibadah. Bila keadaan ini terus berlangsung, bagaimana mungkin umat Islam akan mampu mewujudkan kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah? Karena itu, perpecahan ini harus dihentikan. Caranya, umat Islam harus bersungguh-sungguh, dengan segala daya dan upaya masing-masing, untuk berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam. Karena hanya khalifah saja yang bisa menyatukan umat. Untuk perjuangan ini, kita dituntut untuk rela berkorban, sebagaimana pelajaran dari peristiwa besar yang selalu diingatkan kepada kita, yaitu kesediaan Nabi Ibrahim as. memenuhi perintah Allah mengorbankan putranya, Ismail as.

medaniduladha06.jpg

Sementara itu dalam khutbahnya yang berjudul ”Berkurban Untuk Menyongsong Tegaknya Syariah Dan Khilafah”, Ust. Drs. Musdar Syahban selaku khatib menyampaikan bahwa: Kaum Muslimin dalam memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah hendaknya berkorban, sebagaimana Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as, dalam menjalankan perintah Allah Swt. Ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya, keduanya segera bergegas melaksanakan perintah Allah. Tak tampak sama sekali keraguan, apalagi keengganan atau penolakan. Keduanya dengan ikhlas menunaikan perintah Allah Swt, meski harus mengurbankan sesuatu yang paling dicintainya.

medaniduladha04.jpg

Dalam khutbahnya yang lain, Khatib menyampaikan bahwa, Syariah yang diwajibkan atas kita itu bersifat total dan menyeluruh, baik menyangkut interaksi manusia dengan Sang Pencipta yang berupa hukum-hukum ibadah; interaksi manusia dengan dirinya sendiri yang tercakup dalam hukum-hukum makanan, pakaian, dan akhlak; maupun interaksi antar sesama manusia yakni hukum-hukum mu’amalat yang meliputi sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, strategi pendidikan, dan politik luar negeri; dan uqubat yang memberikan ketentuan mengenai sanksi-sanksi terhadap setiap pelaku kriminal. Keseluruhan syariah itu wajib kita terapkan. Tidak boleh ada yang diabaikan, ditelantarkan, apalagi didustakan. Tindakan mengimani sebagian syariah dan mengingkari sebagian lainnya hanya. akan mengantarkan kepada kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat.

Untuk menerapkan dan menegakan syariah tersebut maka keberadaan negara yang menjalankan syariah menjadi wajib. Sebab, tanpa adanya negara atau daulah, niscaya terdapat sebagian besar syariah yang terlantar. Telah maklum, setelah khilafah Utsmaniyyah runtuh tahun 1924, tidak ada institusi yang bertanggung untuk menerapkan syariah secara total. Akibatnya, sebagian besar syariah itu pun terbengkalai. Kalaupun dijalankan, itu terbatas dalam lingkup individu atau kelompok. Inilah problem besar yang dialami umat Islam saat ini. Lenyapnya khilafah telah mengakibatkan sebagian besar syariah terlantar. Tak hanya itu. Tiadanya khilafah juga membuat umat Islam terpecah-belah menjadi lima puluhan negara. Tidak ada lagi institusi tangguh yang memelihara aqidah mereka; menjaga darah, harta, dan kehormatan mereka; dan melindungi wilayah mereka dari serbuan negara-negara kafir penjajah

Di bagian akhir khutbahnya, Ust. Drs. Musdar Syahban menyampaikan bahwa, Khilafah akan segera kembali, Insya Allah dalam waktu dekat. Semua upaya yang dikerahkan orang-orang kafir dan antek-anteknya untuk menghalangi tegaknya Khilafah akan gagal dan sia-sia. Sebab, tegaknya Khilafah telah menjadi janji Allah Swt dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah, untuk mewujudkan janji-Nya. Allah Swt berfirman:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah mejadikan orang-rang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukankan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. (TQS. An-Nuur [24]: 55).

Selain mendapat sambutan yang cukup antusias dari masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, kegiatan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1428 H ini juga mendapat liputan yang luas dari berbagai media cetak dan elektronik baik tingkat lokal maupun nasional. Media cetak yang meliput antara lain Harian Waspada, Harian Analisa, Harian Mimbar, Umum, dan Harian Sumut Pos. Sementara media elektronik yang hadir meliput antara lain Metro TV, Indosiar, Lativi, dan Trans7. (LI dan Humas HTI Sumut).

Ribuan Jamaah Sholat Idul Adha bersama Hizbut Tahrir Pekanbaru

Tidak kurang 2000 jamaah memadati Jl Cut Nyak Dien samping Kantor Gubernur Riau. Di tengah cuaca mendung yang menyelimuti kota bertuah, ribuan jamaah dengan khusu’ melaksanakan sholat ied yang dipimpin oleh ustadz Mulyadi, SPd (mantan ketua DPW PKS Riau). Tetesan air mata pun berlinang saat jamaah dengan khidmat mendengarkan khutbah yang disampaikan ustadz Ir. Muhammadun.

Ribuan jamaah tak kuasa menahan air mata merasakan pedihnya nasib umat Islam di berbagai belahan dunia yang masih dalam cengkeraman penjajahan. Ancaman pemurtadan, propaganda sekularisme dan liberalisme dari musuh-musuh Islam makin dirasakan oleh umat. “Malapetaka bertubi-tubi menimpa kaum muslimin karena tidak lagi berhukum dengan Syariat Islam. Oleh karena itu, satu-satunya solusi adalah kembali pada Dienul Islam.

Menegakkan Syari’ah dan Khilafah untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin hingga rahmatan lil’alamin akan benar-benar terwujud” demikian kata khotib yang juga ketua DPD I HTI Riau ini. Muhammadun menegaskan perlunya pengorbanan yang nyata sebagai manifestasi dari iman dan cinta kita pada Allah swt. “Mengorbankan waktu, tenaga, harta bahkan nyawa untuk tegaknya Syariah dan Khilafah adalah pilihan rasional untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran akibat kapitalisme sekuler” kata khotib. Selepas mendengarkan khutbah, jamaah pun dengan tertib kembali ke tempat masing-masing. (Pekanbaru, Rabu, 19 Desember 2007 Humas HTI Riau)

ieduladhariau01.jpg
Jamaah Sholat Idul Adha sedang menyimak khutbah

ieduladhariau02.jpg
Ribuan jamaah ibu-ibu mempersiapkan pelaksanaan sholat Idul Adha

ieduladhariau03.jpg
Ustadz Ir. Muhammadun (Ketua DPD I HTI) Riau menyampaikan khutbah

Gema Takbir Berkumandang di Salah Satu Sudut Kota Palembang

Alhamdulillah, DPD Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Selatan telah menyelenggarakan Shalat ‘iedul Adha pada Hari Rabu, tanggal 19 Desember 2007 Pukul : 07.00. Meskipun mayoritas warga Palembang sholat sesuai ketetapan pemerintah, namun tidak menyurutkan aktivis Hizbut Tahrir Sumsel untuk melaksanakan acara ini bersama masyarakat Sumsel dan jutaan kaum muslimin seluruh dunia pada hari itu.

Acara yang dihadiri kurang lebih 150 orang ini bertempat di Lapangan Sekretariat HTI Sumsel Jl. Saptamarga Lrg. Kelapa Hibrida No. 71 Kenten Palembang.

Sebelum pelaksanaan shalat ‘ied terlebih dahulu dibacakan pernyataan sikap HTI oleh Ust. Wahyu Sarjono, SPi tentang perbedaan pelaksanaan ‘Iedul Adha.

Bertindak sebagai imam pada acara yang diliput oleh media Nasional Indosiar dan TV lokal PAL TV ini adalah Ust. Syahrul Mustai’in. Sedangkan Khotib adalah Ust. Ir. K. Budianto Haris (Humas HTI Sumsel). Dalam khutbahnya beliau menekankan tentang pentingnya kaum muslimin bersegera mengurbankan segala daya upaya demi tegaknya syariah dan khilafah.

Acara ini dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban 1 ekor sapi untuk dibagikan disekitar lokasi sekretariat HTI Sumsel.

Pada Konferensi Pers yang dimuat di Sriwijaya Post, Ustadz Mahmud Jamhur SP (Ketua DPD HTI Sumsel) menjelaskan tentang perbedaan perayaan ‘Iedul Adha bahwasanya seharusnya pemerintah mengikuti ketetapan Mekah dalam pelaksanaan ‘iedul adha karena haji itu di Mekah bukan di Monas.

Ust. Budianto Haris pada wawancara dengan PAL TV menjelaskan lebih lanjut tentang dalil-dalil keharusan pelaksanaan Shalat ‘Ied serentak pada hari yang sama diseluruh dunia. Perpecahan kaum muslimin saat ini karena ego nasionalisme yang sempit. Beliau menekankan tentang urgensitas berdirinya khilafah yang akan mempersatukan mereka.

Wassalam
Humas Hizbut Tahrir Indonesia Sumsel

Reportase Shalat Idul Adha 1428 H di Babel

Mengambil tempat di lapangan tennis Telkom Pangkalpinang, tidak kurang dari 200 kaum muslimin dan muslimat melaksanakan sholat Idul Adha 1428 H bersama HTI Babel yang berlangsung dengan khusyu’. Sholat yang diimami oleh Ust. Sigit Muryanto, SE ini dimulai pada pukul 07.00. Sebelum prosesi sholat, Ayik Heriansyah selaku DPD I HTI Babel membacakan press realease juru bicara HTI tentang Perbedaan Penetapan Idul Adha 1428 H.

Dalam khotbahnya Ust. Sofyan Rudianto, SE mengatakan bahwa pelaksanaan syariah adalah al-bala al-mubin (ujian yang nyata) bagi setiap muslim. Kesempurnaan pelaksanaan syariah tergantung pada tegaknya Khilafah. Karena itu adanya Khilafah hukumnya wajib.

Selain di Pangkalpinang, di Babel pelaksanaan shalat Idul Adha 1428 H juga di laksanakan di Muntok Bangka Barat. Dengan Imam Rahmat Delifiar, SE dan khotib Abang Faizal. Shalat diselenggarakan pada pukul 07.30 di masjid Al-Musafirin terminal Muntok.

Sehari sebelumnya, informasi tentang pelaksanaan sholat Idul Adha 1428 oleh HTI pada hari Rabu 19/12/07 yang berbeda dengan ketetapan pemerintah telah menjadi berita besar di Babel. Semua koran lokal yang terbit di Babel memberitakanya. Pada edisi selasa 18 /12/07 koran Rakyat Pos menjadikan peristiwa keagamaan ini sebagai headline dengan judul: HTI, Besok Lebaran. Dalam beritanya Rakyat Pos mengutip bahwa dasar penentuan waktu Idul Adha adalah wuquf di Arafah. Sehari setelah wuquf adalah Idul Adha. Pada hari yang sama Bangka Pos menurunkan berita: HTI Rayakan Idul Adha Besok. Sedangkan Babel Pos menulis dengan judul: Besok Hizbut Tahrir Indonesia Sudah Ied. (Ayik).

Shalat Iedul Adha di Bandar Lampung

Bandar Lampung. Sholat Iedul Adha yang diselenggarakan DPD I HTI Lampung alhamdulillah berjalan dengan sukses. Sholat yang diselenggarakan di lapangan parkir Museum Lampung dihadiri oleh sekitar seribuan jamaah dari berbagai komponen masyarakat; tokoh masyarakat, dosen, serta masyarakat umum. Hadir para wartawan dari media cetak maupun elektronik seperti Lampung Post, Radar Lampung, Lampung TV, Metro TV, SCTV, AnTV dan Indosiar yang meliput acara sampai acara selesai.

Pengantar sholat Ied disampaikan oleh humas HTI lampung, Diding Suhandy, M.Agr. dengan penjelasan mengapa sholat Ied diselenggarakan pada tanggal 19 desember. Bertindak sebagai Imamdan Khotib Ust. Muhammad Ahkam. Dalam Khutbahnya beliau menyampaikan bahwa pengorbanan umat pada hakikatnya adalah berkorban untuk terikat pada hukum-hukum syari’a Islam secara keseluruhan bukan sebagian-sebagian.

Sementara untuk ta’at kepada syari’at secara keseluruhan haruslah ada insitusi yang menerapkannya yakni Khilafah. Dalam penutupnya khotib mengajak jamaah yang hadir agar kita termasuk orang-orang yang terlibat dalam upaya menegakkan Khilafah sebagai wujud pengorbanan kita.

Reportase Shalat Ied di Yogyakarta

yogyaiduladha01.jpg

Sejak jam 06 pagi, berduyun-duyun masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya menuju Stadiun Mandala Krida. Hari itu 19 November tepat, tepat 10 Dzulhijah, Hizbut Tahrir DIY menggelar sholat Idul Adha 1428 Hijriyah. Satu demi satu jamaah hadir dan bertakbir menyambut salah satu hari besar Islam tersebut.

yogyaiduladha02.jpg

Tepat Jam 07 Khatib sekaligus Imam KH Ir Shidiq al Jawi memulai memimpin sholat 2 rakaat. Selesai Sholat, khutbahpun segera dibacakan oleh beliau. Dengan semangat berapi-api beliau menjelaskan tentang kurban dan relevansinya dengan penerapan Syariah dan Khilafah. Ribuan jamaah yang hadir, dengan cermat mengikuti sampai akhir khutbah.

yogyaiduladha03.jpg

Nampak pula wartawan dari berbagai media yang meliput kegiatan tersebut. Akhirnya setelah khutbah selesai, jamaahpun meninggalkan tempat dengan tertib dan lancar. Mereka pulang dengan semangat untuk berkorban demi tegaknya Syariah dan Khilafah. [Humas HTI DIY]

Rela Berkurban untuk Syariah dan Khilafah di Solo Raya

Alhamdulillah, pelaksanaan Sholat Iedul Adha 1428 di Eks Karesidenan Surakarta berjalan dengan lancar. HTI Surakarta menyelenggarakan Sholat Ied di lapangan parkir Megaland, selatan rumah sakit Kasih Ibu. Bertindak selaku imam dan khotib adalah Ustadz Ahmad Syahid, S.Ag.

Sedangkan HTI Boyolali menyelenggaraknnya di area parkir depo Pertamina, Teras. Ustadz Wasith sebagai imam dan khotib yang diikuti sekitar 400 jama’ah.

Sedangkan HTI Klaten mengadakannya di dua tempat. Pertama : di Lapangan masjid Asy-Syifa’ RSI Klaten, Imam dan Khotib : Ustadz Ahmad Faiz dengan jama’ah sekitar 600 orang. Sedangkan tempat kedua berada di lapangan Karangturi, Borongan, Polanharjo, Klaten. Imam dan Khotib : Ustadz Moh. Khusein dengan jama’ah sekitar 400 orang. Naskah khutbah Idul Adha yang dicetak beberapa rim habis didistribusikan kepada seluruh jama’ah ikhwan dan akhwat di Soloraya tersebut. Semoga kita benar-benar ikhlas berkurban untuk tegaknya syariah dan khilafah, amin. [Kantor Humas HTI Soloraya]

Ribuan Jama’ah Shalat Iedul Adha bersama Hizbut Tahrir di Bandung

bandungiduladha01.jpg

Humas HTI Jabar Membacakan Pernyataan Sikap HTI

Bandung (Humas). Sebelum pelaksanaan Idul Adha yang diselenggarakan HTI, beberapa media di Jawa Barat memberitakan release tentang pelaksanaan Shalat Iedul Adha yang disampaikan HTI Jabar, diantaranya HU Pikiran Rakyat halaman 17 (18/12) dengan berita: “Iduladha DDII & HTI Hari Rabu”, lalu Tribun Jabar hal 10: “HTI Idul Adha 19 Desember” (18/12), kemudian Kompas Jabar (18/12) yang memuat pelaksanaan tempat & khatib Idul Adha HTI se-Bandung Raya, Priangan Timur & Pantura.

bandungiduladha03.jpg

Khatib Drs. KH Agus Achyar

Alhamdulillah, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya ribuan kaum muslimin di Kota Bandung memenuhi Monumen Rakyat Jawa Barat di Jalan Dipatiukur. Shalat dan Khutbah Ied yang dibacakan oleh Drs. KH Agus Achyar berlangsung khusyu’, terlebih ketika khatib berdo’a yang diikuti oleh jama’ah, untuk keselamatan kaum muslimin dan untuk tegaknya syari’ah dan khilafah.

bandungiduladha04.jpg

Ribuan Jamaah Padati Monumen Perjuangan Jabar

Shalat Iedul Adha yang dilaksanakan di pusat kota tersebut, tidak hanya dihadiri oleh aktivis Hizbut Tahrir akan tetapi bahkan lebih banyak dihadiri oleh masyarakat luas bahkan dihadiri juga oleh tokoh-tokoh Jawa Barat.

bandungiduladha02.jpg

Jamaah Akhwat

Selain itu, banyak juga wartawan dari media cetak dan elektronik yang hadir untuk meliput pelaksanaan shalat dan diakhir diadakan konferensi pers bersama Humas HTI Jawa Barat. [Kantor Humas HTI Jabar]

Shalat Ied Adha 1428 H di Rancaekek Bandung

rancaekekiduladha01.jpg

Ust. Farid Wajdi (DPP HTI), bertindak sebagai Imam dan Khatib.

Berlokasi di Gerbang I Perumnas Bumi Rancaekek Kencana, Hizbut Tahrir Indonesia DPC Rancaekek menyelenggarakan shalat Iedul Adha pada Rabu 19 Desember 2007 lalu. Sebelum shalat Iedul Adha dimulai, dibacakan terlebih dahulu pernyataan sikap Hizbut Tahrir terkait perbedaan penetapan Iedul Adha 1428 H oleh Ust. Dadan Hamdani, SE (ketua DPD II HTI Kab. Bandung). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ust. Farid Wajdi (DPP HTI) berpesan dalam khutbahnya agar kaum Muslim mampu meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan Islamil untuk perjuangan tegaknya Syariat dan Khilafah.

rancaekekiduladha02.jpg

Ust. Dadan Hamdani, SE (Ketua DPD II HTI Kab. Bandung) membacakan pernyataan sikap HTI.

Alhamdulillah, shalat Iedul Adha yang digelar pengurus HTI DPC Rancaekek ini mendapatkan respon yang sangat baik dari warga Rancaekek. Secara umum, hampir semua warga Rancaekek melaksanakan shaum Arafah pada Selasa (17/12) lalu; namun, warga berbeda dalam melaksanakan shalat Ied. Tercatat lebih dari 500 orang memadati Jl. Nusa Indah Raya, Gerbang I Perumnas Bumi Rancaekek Kencana. Sejauh ini, tidak ada satu komentar negatifpun yang beredar di tengah masyarakat terkait Ied yang diselenggarakan Rabu lalu.

Istimewa

rancaekekiduladha03.jpg

Ust. Harri Moekti di antara para jamaah Ied

Tidak diduga, Ust. Harri Moekti ternyata hadir sebagai salah satu jamaah shalat ied di Gerbang I Perumnas Bumi Rancaekek Kencana. Ketika dai mantan artis ini datang, banyak yang menduga bahwa beliau yang akan menjadi imam sekaligus khatib; tapi, ternyata beliau hanya ikut berjamaah dan shalat di shaf terdepan. Seusai shalat Ied, Kang Harri menyempatkan berbincang-bincang dengan sebagian jamaah. Dalam diskusi tersebut, salah satu pesan penting yang terungkap adalah agar kaum Muslim tidak mengedepankan ego kelompok dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Beliau berkomentar bahwa tegaknya Khilafah merupakan kewajiban bersama Umat Islam sehingga fanatisme golongan (ashabiyah) yang menghantarkan pada perpecahan harus dibuang jauh-jauh.

rancaekekiduladha05.jpg

Suasana shalat Ied di depan Gerbang I Perumnas Bumi Rancaekek Kencana.

rancaekekiduladha04.jpg

Jamaah wanita.

Selain itu, kesadaran ummat di Rancaekek untuk melaksanakan prosesi Iedul Adha dengan syar’iy mulai tumbuh. Sebuah dobrakan besar dilakukan oleh pengurus DKM Nurul Hikmah yang berada 4,5 km arah Timur Laut dari Bumi Rancaekek Kencana. Pengurus DKM Nurul Hikmah juga menyelenggarakan shalat Ied Adha pada Rabu (19/12) lalu. Didukung para warga yang rata-rata pernah menunaikan ibadah haji, acara shalat Ied yang banyak dihadiri warga Munggang dan Permata Hijau ini dilaksanakan dengan hidmat. Bertindak sebagai Imam dan Khatib adalah Ust. KH. Abdus Syukur Shalih, ketua Lajnaf Fa’aliyah HTI DPC Rancaekek. Menurut pengurus DKM Nurul Hikmah, mereka yang pernah menunaikan ibadah haji umumnya faham bahwa Ied jatuh pada hari Rabu setelah wukuf Arafah Selasa lalu. (Humas HTI DPC Rancakekek).

Shalat Iedul Adha di Garut

Sejak terbit fajar di pagi yang sejuk terdengar alunan takbir mengagungkan asma Alloh terdengar begitu merdu dan menggetarkan hati dari sudut kota Garut, tepatnya di sebuah lapangan olahraga Kherkhof, panitia pelaksana shalat Iedul Adha yang dalam hal ini HTI Daerah Garut menggelar shalat Iedul Adha 1428 H.

Dari subuh hari, para aktivis HTI mulai berduyun-duyun memadati lapangan, selain aktivis HTI shalat Ied ini juga di hadiri oleh ratusan kaum Muslimin setempat, bahkan dalam jamaah yang hadir tampak pula ulama dan pejabat pemerintahan mengikuti prosesi Iedul Adha dengan khusuknya. Pada kesempatan Iedul Adha kali ini, Ust.Arief Loekman SS, MAg beliau merupakan salah seorang pengurus HTI daerah Garut bertindak sebagai khatib merangkap imam shalat, sebelum acara di mulai, Ust.Muhammad Hisyam SP membacakan surat pernyataan dari juru bicara HTI, dalam pernyataannya HTI menyampaikan keprihatinannya tentang terjadinya pelaksanaan Iedul Adha yang berbeda, padahal kita sangat mafhum bahwa Iedul Adha sangat terkait dengan prosesi ibadah haji di masjidil haram, namun keganjilan seperti ini masih saja terjadi di negri ini, memang pasca runtuhnya keKhalifahan Utsmaniyah pada taun 1924 kaum Muslim di dunia menjadi tercerai berai, bahkan dalam ibadah shalat Iedul adha yang nyata-nyata merupakan ibadah yang harusnya sama, kaum Muslim di Indonesia khususnya, harus memendam pertanyaan besar atas terjadinya perbedaan ini.

Setelah melaksanakan shalat Ied, para jamaah Ied’ul Adha di suguhi tausiyah yang di sampaikan oleh Ust.Arif Loekman SS, MAg, belau biasa di panggil Ust. Lutfi, dalam ceramahnya beliau menyampaikan tentang pentingnya pengorbanan dan ukhuwah Islamiyah, karena dengan pengorbanan kaum Muslim akan menjadi sosok Muslim yan tangguh dlam menghadapi tantangan gelobal yang semakin komplek, sembari mengutip kisah klasik tentang Nabiyulloh Ibrahim Alaissalam dan Ismail Alaissalam, Ust Lutfi juga menekankan pada kaum Muslim untuk mengokohkan ukhuwah untuk menyongsong institusi Islam untuk segera tegak, seiring dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah yang akan menyatukan kaum Muslim tanpa batas. (abu’nasmah)

Shalat Idul Adha 1428 H di Kota Cirebon

Dalam rangka merayakan Idul Adha 10 Zulhijjah 1428 H DPD II HTI Cirebon mengadakan shalat Idul Adha pada tanggal 19 Desember 2007 di Masjid As Salam Komplek Gudang Bulog, Jalan Brigjend. Dharsono (By Pass) Cirebon. Shalat Idul Adha dengan imam dan khatib Ustadz Arif Rahman Hakim (Ketua DPD II HTI Cirebon), diikuti oleh kurang lebih 200 jamaah laki-laki dan perempuan, dan berlangsung tertib khidmad. Sebelum shalat Id dimulai, untuk mempertegas sikap HTI dalam kasus penetapan Idul Adha di Indonesia yang berbeda dengan penetapan pemerintah Arab Saudi, dibacakan pernyataan sikap HTI yang dikeluarkan oleh juru bicara HTI dan dibacakan oleh Ustadz Dudik Nugroho. (Humas HTI Cirebon)

cireboniduladha01.jpg
Jamaah Shalat Idul Adha 1428 H di Masjid As Salam Bulog – Cirebon

cireboniduladha02.jpg
Khutbah Idul Adha 1428 H di Masjid As Salam Bulog Cirebon oleh Ustadz Arif Rahman Hakim

cireboniduladha03.jpg
Pembacaan Press Release HTI oleh Ustadz Dudik Nugroho

Reportase Idul Adha HTI-Jateng
Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Tengah bersama masyarakat selenggarakan Shalat Iedul Adha 1428 H pada hari Rabu 19 Desember 2007

humas_jateng.jpg

Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Tengah bersama masyarakat Jawa Tengah mengadakan shalat Iedul Adha 1428 H pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2007 pukul 06.20 WIB di halaman parkir Wonderia Jalan Sriwijaya Semarang. Bertindak sebagai Imam Ustadz Habib Rasyid Al-Maraghi dan sebagai khatib Ustadz Choirul Anam, S.Si. Lebih kurang 800 jamaah dari berbagai daerah mengikuti dengan khusuk shalat ied yang dilanjutkan dengan khutbah Iedul Adha.

jamaah_ikhwan_jateng02.jpg

Dalam khutbahnya, ustadz Choirul Anam menegaskan bahwa inti dari peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as. adalah ketaatan yang utuh kepada Allah. Oleh karena itu ketaatan untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya merupakan makna yang harus selalu diambil dalam setiap Iedul Adha, bukan sekedar menyampaikan cerita tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as.

jamaah_ikhwan_jateng01.jpg

Ketaatan kepada Allah harus berada diatas pertimbangan akal dan perasaan manusia, dan harus melebihi ketaatan kepada manusia. Demikian pula takut kepada Allah harus melebihi takut kepada manusia, bukan malah sebaliknya. Setiap muslim harus yakin bahwa kalau kita taat dan tawakkal kepada Allah, Allah pasti akan memberi solusi bagi setiap persoalan yang kita hadapi.

jamaah_akhwat_jateng.jpg

Ketaatan itu termanifestasikan dengan kesungguhan kita menjalankan syariatnya, yaitu syariat Islam. Itulah yang akan menjadi bukti keimanan kita. Yang menjadi problem saat ini banyak umat Islam yang mengaku beriman tetapi tidak mau taat kepada Allah, dengan bukti mereka menolak terhadap dilaksanakannya syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupannya. Jika kualitas umat Islam masih seperti ini sangat sulit mengharapkan Islam akan menjadi Rahmatan lil alamin.

jamaah_ikhwan_jateng03.jpg

Imam : Habib Rasyid
Khatib : Choirul Anam, S.Si
Pembacaan Press Release : Ir. Abdullah
Jama’ah : 800an

Sholat Idul Adha DPD II HTI Banyumas

Sekitar 1000 lebih jamaah memadati pelaksanaan Sholat Idul Adha 1428 H yang diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Kab Banyumas , di lap SKB Purwokerto, 19 Desember 2007. Sholat yang dimulai pk. 06.15 itu diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, terutama Civitas akademika Unsoed Purwokerto dan masyarakat Kota Purwokerto, serta sebagian Cilacap & Banyumas.

Pelaksanaan Sholat yang di imami Ust. Hanif JW dan Khotib Ust. Alfasiri berlangsung hikmat dan lancar, ditengah suasana yang sejuk. Khotib mengingatkan tentang kewajiban menerapkan syariat Islam sebagai solusi problematika umat, dan institusi Khilafah sebagai wadah persatuan umat Islam di seluruh dunia.

Ust. Abdurrouf, selaku Ketua DPD II HTI Banyumas mengatakan kepada pers yang meliput, pelaksanaan Sholat Ied ini serentak di seluruh dunia, mengacu kepada penetapan pelaksanaan Wukuf di Arofah yang jatuh pada hari Selasa, 18 Des 2007. Sementara di Indonesia juga dilaksanakan kegiatan serupa di kurang lebih 50 kota(Humas DPD II HTI Banyumas).

Shalat Iedul Adha 1428H di Purworejo, Jawa Tengah

Bertempat di lapangan parkir GOR WR Supratman Purworejo, lebih dari seratus umat Islam melaksanakan sholat Idul Adha pada hari Rabu pagi tanggal 19 Desember 2007. Sholat Idul Adha tersebut diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia – Daerah Purworejo. Menurut Panitia, Idul Adha diselenggarakan hari Rabu tgl. 19 Desember karena Mahkamah Agung kerajaan Arab Saudi telah menetapkan tanggal 10 Desember sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1428 H, sehingga wukuf telah dipastikan jatuh pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2007 (9 Dzulhijjah 1428 H), sehingga Hari Raya Idul Adha 1428 H jatuh pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2007 (10 Dzulhijah 1428 H). Hadits Husain ibn Al-Harits Al-Jadali RA, dia berkata : “Sesungguhnya Amir (Wali) Makkah pernah berkhutbah dan berkata: ‘Rasululloh SAW mengamanatkan kepada kami untuk melaksanakan manasik haji berdasarkan ru’yat. Jika kami tidak berhasil meru’yat tetapi ada dua saksi adil yang berhasil meru’yat maka kami melaksanakan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya” (HR. Abu Dawud (hadits no 2338) ad Ad-Daruquthni (Juz II/197); Demikian dipaparkan oleh panitia penyelenggara.

Bertindak sebagai Imam dan Khotib dalam Sholat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Purworejo adalah Ust. Muhammad Naim Yasin. Dalam khutbahnya yang berjudul “Berkoban Demi Tegaknya Syariah dan Khilafah”, Ust. Naim Yasin mengajak segenap Muslimin untuk mencontoh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam ketaatan kepada Allah SWT, utamanya dalam melaksanakan semua perintah Allah SWT dan Rasululloh SAW serta menjauhi segala larangan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Diantara perintah Allah SWT, tutur Ust. Muhammad Naim Yasin, adalah menegakkan syariah Islam Kaffah dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Tegaknya syariah dan khilafah memang sudah dijanjikan oleh Allah SWT, tapi kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah turut memperjuangkannya demi mendapatkan ridho Allah SWT. Kalaupun berat dan membutuhkan pengorbanan besar, itulah amal sholeh yang akan sangat besar pula pahalanya, imbuh Ust. Muhammad Naim Yasin.

Di akhir rangkaian acara Sholat Idul Adha, segenap jamaah Sholat Idul Adha bersalaman sebagai lambang pengokohan persatuan dan kesatuan umat Islam.

Ribuan Muslim Surabaya Sholat Idul Adha Mendahului Ketetapan Pemerintah

surabayaiduladha01.jpg

Sebagaimana telah diketahui bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini, sekali lagi, terjadi perbedaan. Pemerintah melalui Departemen Agama telah menetapkan sebelumnya bahwa Idul Adha jatuh pada Kamis 20 Desember 2007. Namun demikian ternyata di Surabaya ribuan orang telah mendahului melaksanakan sholat Idul Adha sehari sebelumnya yakni Rabu 19 Desember 2007.

surabayaiduladha02.jpg

Diantaranya yang mengadakan sholat Idul Adha Rabu (19/12) itu adalah HTI DPD Kota Surabaya. Seperti Idul Fitri lalu sholat digelar di pusat kota, Jl. Taman Apsari (depan Gedung Negara Grahadi). Ribuan jamaah mulai anak-anak, laki perempuan, tua muda, yang datang secara bergelombang dan memenuhi tempat sholat melantunkan takbir, tahmid dan tahlil dengan suka cita. Sholat Id yang sedianya dilakukan pukul 06.00 akhirnya diundur 15 menit lantaran masih banyaknya jamaah yang datang agar tidak terlambat ikut sholat. Tidak ketinggalan para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik telah siap pagi dan sebagian juga mengambil wudhu untuk mengikuti sholat.

surabayaiduladha03.jpg

Sebelum sholat Id dilaksanakan, disampaikan Pres Rilis HTI tentang Perbedaan Penetapan Idul Adha oleh Ust. Fikri A. Zudiar selaku ketua DPD HTI Kota Surabaya yang mempertanyakan bagaimana mungkin Idul adha bisa berbeda sementara Idul Adha adalah ibadah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji di Makkah dan wukuf itu hanya ada satu yaitu di Arafah dan itu telah dilaksanakan pada Selasa 18 Desember 2007. Lantas Indonesia mengikuti wukuf mana?

surabayaiduladha04.jpg

Selaku Imam dan Khotib Idul Adha kali ini adalah Ust. Drs. M. Taufik NIQ. Yang mengupas tentang keniscayaan sebuah pengorbanan dalam perjuangan menegakkan syariah & khilafah sebagaimana dalam pelajaran yang diteladankan Nabi Ibrahim as dan puteranya Ismail as. Demikian juga pengorbanan yang telah ditelaadnkan oleh Rasulullah saw beserta para sahabatnya. Apabila kita semua mau berkorban dengan tulus dalam menjalankan kewajiban ini niscaya Allah Swt. Akan memberikan pertolongan, kesuksesan dan keberhasilan. Ust. Taufik menyampaikan khutbah secara semangat dengan diikuti para jamaah secara seksama meski sempat turun rintik hujan sebentar.

surabayaiduladha05.jpg

Pada kesempatan itu pula panitia mengumumkan agenda akhir tahun IMT (Islamic Mega Training) 2007 dari DPD HTI Kota Surabaya yang mengajak umat Islam untuk menjadi penegak syariah demi mewujudkan Indonesia lebih baik. Dan tidak ketinggalan juga disiapkan stan penjualan kalender eksklusif HTI Jatim 2008 yang diminati puluhan jamaah. Selain HTI, hari itu, di Surabaya sholat Idul Adha juga diadakan di Masjid Al Hilal (DDII), Lapangan KONI (MTA), Halaman Perguruan Al IRSYAD dan beberapa tempat lainnya. (DPD HTI Kota Surabaya)

Sholat IDUL ADHA 1428 H di Sidoarjo

Alhamdulillah, tepat pukul 06.00 wib hari Rabu Tgl 19.12.07 umat Islam Sidoarjo bersama DPD II Hizbut Tahrir Indonesia sebanyak 800 orang melakukan sholat Idul Adha dengan khitmad dan lancar bertempat di Mall Ramayana Sidoarjo meskipun pada malam harinya Sidoarjo diguyur hujan lebat.

sidoarjoiduladha01.jpg

Dengan Imam Ust. Shodiqin S.Ag sedangkan khotib Ust. Sholahuddin Yudho S.Pd memberikan sebuah tema “Berkurban untuk menyongsong Tegaknya Syari’ah dan Khilafah” dan umat Islam mengikuti dari awal hingga akhir.

Tak lupa media massa dari RCTI dan SCTV meliput sholat idul adha yang diselenggarakan atas kerjasama management Mall Ramayana dan DPD II Hizbut Tahrir Sidoarjo, serta ikut mengamankan dan melancarkan dari POLSEK Kota Sidoarjo dengan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kota Sidoarjo Bpk. Purwito.

Gerimis, Sholat Idul Adha di Sumenep Madura

Sumenep- Begitu tulis Radar Madura (Kamis, 20 Desember 2007). DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumenep melaksanakan Sholat Idul Adha Rabu, 19 Desember 2007 di Lapangan Basket GOR Ahmad Yani Sumenep. Gerimis yang mengguyur kawasan Kota Sumenep dan sekitarnya tak melunturkan semangat ratusan umat Islam untuk mendirikan Sholat Id yang dimulai pukul 06.00 WIB. Mereka tidak peduli air hujan membasahi pakaian yang dikenakannya hingga khutbah berakhir.

sumenepiduladha01.jpg

Bertindak sebagai Imam dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha 1428 H ini Ust. Warsito (Ketua DPD Hidayatullah Sumenep) dan Ust. Fajar Hidayatullah (Humas DPD II HTI Sumenep) sebagai Khotib. Dalam Khutbahnya, beliau menyampaikan bahwa momentum Ibadah haji dan Idul Adha adalah sebagian syi’ar Islam yang menunjukkan semangat persatuan kaum muslimin seluruh dunia. Spirit pengorbanan harusnya bisa dijadikan momentum untuk mengorbankan seluruh kemampuan demi tegaknya Syariat Allah di muka bumi melalui perjuangan penegakan Khilafah.

sumenepiduladha02.jpg

Pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun ini mendapat respon yang bagus dari kalangan media massa. Selain Radar Madura, turut meliput juga wartawan dari KBN Antara, Tabloid Info Sumenep dan beberapa Radio seperti RRI Sumenep, Nada FM, Rama FM, Pesona 2000. Bahkan RRI Sumenep memberikan kesempatan Humas HTI Sumenep untuk membahas pelaksanaan Sholat Idul Adha – yang mendahului sehari dari keputusan pemerintah – selama satu jam dalam acara dialog interaktif “Kopi Pagi RRI – Komentar dan Opini Pagi”. (Humas DPD II HTI Sumenep)

Reportase Pelaksanaan Idul Adha Provinsi Sulawesi Selatan

Shalat Idul Adha dilaksanakan di tempat-tempat berikut:

KOTA MAKASSAR
Lapangan Parkir Ex Studio 21 (Jl. Ratulangi)
Khatib : Ir. Hasanuddin Rasyid (Humas HTI Sul-Sel)
Imam : Najamuddin
Pembaca PR Jubir : Shabran Mujahidin (Ketua DPD HTI Sul-Sel)
Jumlah Jamaah : ± 500 orang

makassariduladha01.jpg

makassariduladha02.jpg

makassariduladha03.jpg

Masjid At Taqwa
Khatib : Denny Rosman Hakim (Humas HTI Makassar)
Imam : Najamuddin
Pembaca PR Jubir : Ahmad Danial (Ketua DPD HTI Makassar)
Jumlah Jamaah : ± 700 orang

makassariduladha04.jpg

makassariduladha05.jpg

makassariduladha06.jpg

KABUPATEN GOWA
Kawasan Istana Balla Lompoa Sungguminasa
Khatib : Abd. Hafidz Toha (Ketua DPD HTI Gowa)
Imam : Drs. Arifuddin
Pembaca PR Jubir : Farhan Abd. Karim (Ketua DPC HTI Somba Opu)
Jumlah Jamaah : ± 300 orang

gowaiduladha01.jpg

gowaiduladha02.jpg

Masjid Nurul Ikhlas Bulogading Bontonompo
Khatib : Mustari Dg. Naba
Imam : Abu Haris
Pembaca PR Jubir : -
Jumlah Jamaah : ± 300 orang

Masjid Nashrullah Manjalling
Khatib : Abd. Rahim (Ketua DPC HTI Bajeng Barat)
Imam : Arfah Emba
Pembaca PR Jubir : Rahmatullah
Jumlah Jamaah : ± 200 orang

KABUPATEN TAKALAR
Masjid Nur Rahman Bontoloe Galesong
Khatib : Supardi Dg. Lawang (Humas HTI Takalar)
Imam : Juraiz Dg. Gau (Ketua DPD HTI Takalar)
Pembaca PR Jubir : Barlianta Abdullah (Anggota DPD HTI Sul-Sel)
Jumlah Jamaah : ± 200 orang

KOTA PARE-PARE
Masjid Al Quba
Khatib : Musthafa, S.Ag (Ketua DPD HTI Kota Pare-Pare)
Imam : Musthafa, S.Ag (Ketua DPD HTI Kota Pare-Pare)
Pembaca PR Jubir : Mansyur, SPd
Jumlah Jamaah : ± 70 orang

KABUPATEN LUWU TIMUR
Masjid Syuhada 45 Malili
Khatib : Amal Hamzah (Wakil Ketua Muhammadiyah Luwu Timur, pelajar)
Imam : Iskandar
Pembaca PR Jubir : -
Jumlah Jamaah : ± 40 orang

Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut:

  • Media-media lokal, baik cetak maupun elektronik memberitakan rencana pelaksanaan Idul Adha, yakni termuat di Harian Tribun Timur (Group Kompas), Kantor Berita ANTARA.
  • Pada saat pelaksanaan ‘Id, berbagai media juga datang meliput hal tersebut, di antaranya LATIVI, SCTV, Metro TV dan lain-lain.
  • Tulisan OPINI Ketua DPD HTI Sul-Sel dimuat di Harian Tribun Timur tertanggal 19 Desember 2007. Bisa diakses di www.tribun-timur.com
  • Harian Fajar memberitakan pelaksanaan shalat Id 000 dan memuat intisari Pers Release Jubir yang dibacakan sebelum Shalat Id (tertanggal 20 Desember 2007)
  • Eksistensi Hizbut-Tahrir di Sulawesi Selatan semakin terasa dengan adanya momen ini.

Baca juga :

  1. Shalat Iedul Adha 1428H
  2. FOTO: Shalat Iedul Adha 1431 H di Kabupaten Bogor
  3. FOTO: Shalat Iedul Adha 1431 H di Kediri Jawa Timur
  4. FOTO: Shalat Iedul Adha 1431 H di Samarinda Kalimantan Timur
  5. FOTO: Shalat Iedul Adha 1431 H di Bandar Lampung

11 comments

  1. Allahu Akhbar… Allahu Akhbar.. Allahu Akhbar… Gena Takbir, Tahmid dan dan Tahlil berkumandang diseantaro dunia pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2007, tak kecuali di Indonesia, Malaysia dan Brunai walaupun memutuskan (yang salah) I’dul Adha hari Kamis, gema takbirpun tetap dikumandangkan oleh Ormas-ormas Islam yang konsisten dan Ikhlas dengan tetap melaksanakan I’dul Adha yang hanya merujuk kepada ketentuan Syariat Islam, bukan keputusan Depag yang keliru.. Kepada Kaum Muslimin di Ternate semoga Allah memberi kesabaran atas penolakan sebagian warga yang mengganggu pelaksanaan Idul Adha, sehingga mengalami sedikit hambatan, tetapi tetap bisa menjalankan Sholat I’dul Adha dengan khidmat… Mereka yang ingin bersatunya Islam dalam naungan Daulah Khilafah sudah semakin banyak, kerinduan terhadap tegaknya Institusi pemersatu Ummat Islam betul-betul sedang ditunggu kaum Muslimin di Dunia… Mari kita kuatkan komitmen kita dan gerak kita demi tegaknya Dualah Khilafar Rasyidah Minhaji Nubbuwwah… Wallahu a’lam bissawwab..

  2. Allahu Akbar!!!
    Subhanallah, entah miris, bahagia, terharu melihat reportase shalat ied yang dilaksanakan di berbagai tempat. Subahanallah ini semua karena ikhtiyar saudara2ku….dan yang pasti atas izin Allah!!!
    mungkin jauh dari rencana yang telah dilakukan, sekalipun ada pihak yang ingin menggagalkan rencana ini tetap saja dapat Alhamdulillah shalat ied dapat terlaksana. ternyata ada ‘pemboikotan’. masyaAllah pamflet & spanduk yang dibuat abi tidak bisa dipublikasikan, bahkan bendera pun tak dapat kibarkan. masyaAllah…..entah apa maksud semua ini!!! tapi Alhamdulillah khotib dan buklet yang dibagikan benar2 seruan untuk bisa tegakkan syariah dan khilafah.
    masyaAllah….semoga semua ini tidak akan terulang lagi. tetap rapatkan barisan wahai saudaraku!!! Allah akan menolong kita. Alllahu Akbar!!!

  3. Allahu akbar…
    Semakin banyak insan yang Engkau terangi hati & pikirannya
    kepada cahaya agama-Mu…
    Sebelum ujian yang sesungguhnya datang, manakala pendaran cahayaMu semakin banyak yang mengusik & semakin dekatnya pertolongan-Mu…
    Ya, Allah kuatkanlah dan rapatkan selalu barisan kami.
    Aamiin.

  4. abu zulikri mustanir

    Alhadulillah ada HT, kalo tdk kita bingung sholat ied di mana?

  5. SUBHANALLAH…
    Allahu Akhbar… Allahu Akhbar.. Allahu Akhbar…
    GeMa Takbir, Tahmid dan dan Tahlil berkumandang diseantaro dunia pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2007, tak kecuali di Indonesia….

    INI SEMUA BERKAT PARA PENGORBANAN para syababullah yg sholih dan ikhlas…

    suadh nampak negri yg mayoritas muslim ini adalah budak kapitalis yg lebih mementingkan ekonomi kapiatlis dr pada kebenaran Syariah..
    maka di hari yg berbahagia ini mari kita semebelih sitem binatang yaitu siTEm SEKULER KAPITALIS yg semakin empuk BUAT DI TEBAS

    semoga semoga perjuangan syabab HTI menjadi masyarakat.untuk kemenangn Islam ….

    KILAFAH ,,KhiLAFhah .tegakkan..!!!
    KHilaFAh ..JAnjI ALLAH…..!!

    KHILAfAh WIll Be RigHt Back…!!!
    biar umat ini bersatu biar kagaek ade lagi perbedaan…

    ALLAHUAKBAR..

  6. dua_cahayaku

    alhamd..d purworejo dselenggarakn jg ya….
    perbedaan penyelenggaraan sholat Ied thn ini
    smoga mberikn banyk pelajarn bg qt..

  7. iman ti bandung

    Alhamdulillah
    Nyalakan terus
    Semangat Jiwa Berkorban




    Demi tegaknya KHILAFAH!
    ALLAHU AKBAR

  8. rapatkan barisan
    kuatkan komitmen
    perbanyak taqorrub
    optimalkan amalan dakwah n keterikatan thd hukum syara’ yg lain
    ikhlas dlm berkorban
    demi tegaknya KHILAFAH

  9. Subhanallah……….
    tiada kerinduan yang paling diinginkan umat ini
    kecuali tegaknya Khilafah Islamiyah
    yang mampu memayungi segenap hamba yang mukhlis
    dengan pengorbanan yang terilhami dari Nabi Ibrahim dan putranya Ismail…….
    Allahu Akbar……..

  10. Wahai para antek kaum kuffar. Kalian tidak akan mendapatkan kebahagiaan atau kemenangan, melainkan kekalahan dan kehinaan sehina-hinanya. Sekarang kalian bisa tersenyum, namun ketahuilah Pekik Kalimatullah akan segera merobek kebusukanmu. Ingat! Kalian Pasti Mati

  11. Daeng Nangga al Makassary

    Ummat rindu berhari raya idul adha dan idul fitri bersama. Kesatuan ummat itu hanya bisa terjadi jika ada yang menyatukannya yakni sang Khalifah yang berinstitusi Daulah Khilafah Islamiyah. Wahai Ummat mari kita memperjuangkannya…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ 3 = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux