Reportase Dakwah Menyambut 1 Muharram 1429H

muharrambandung03.jpg meulabohmuharram02.jpg jembermuharam06.jpg

  • DPC HTI Tanah Abang, DKI Jakarta
  • DPD I HTI Jawa Barat
  • DPC HTI Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam
  • DPD II HTI Jember, Jawa Timur
  • DPC HTI Jatinangor, Bandung
  • DPC HTI Indramayu, Jawa Barat
  • DPD I HTI Sumatera Selatan
  • DPD II HTI Kota Cirebon
  • DPD II HTI Tangerang
  • DPC HTI Trenggalek, Jawa Timur
  • DPD II HTI Kota Depok
  • DPC HTI Padalarang
  • DPD II HTI Kabupaten Bandung
  • DPC HTI Majalengka


HTI Tanah Abang Serukan Hijrah Menuju Syariah Dan Khilafah

Memanfaatkan momen tahun baru 1429 H, DPC HTI Tanah Abang bekerja sama dengan DKM Al Ihsan, mengadakan Tabligh Akbar dengan tema utama “Hijrah Menuju Syariah dan Khilafah”, Kamis (10/1). Tampil sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri sekitar lima ratus orang warga Petamburan I itu antara lain KH. Muhammad Al Khaththat (DPP HTI), Ustadz Fikri Bareno (Sekjen DPP Al Ittihadiyah), Ustadz Muhammad Marsyi (Ketua FORTOPS Jakarta) dan Dai mantan rocker, Ustadz M. Khoir Hari Mukti.

“Esensi dari hijrah sebenarnya adalah berpindah gaya hidup. Dari gaya hidup jahiliyah berpindah menjadi gaya hidup Islam” terang al-Khaththat. Salah satu pengurus pusat MUI ini juga mengajak warga agar bersegera untuk berhijrah memperjuangkan tegaknya Syariah Islam.”Siapkah anda untuk berjuang bersama-sama menegakkan Syariah Islam?” tanya Al Khaththat pada hadirin yang dijawab secara kompak, siap.

Ungkapan senada disampaikan oleh Ustadz Hari Mukti, mantan rocker yang kini menjadi aktivis Hizbut Tahrir. “Kalau dulu anak perempuan yang lahir langsung dikubur hidup-hidup, maka sekarang belum tahu laki-laki atau perempuan sudah digugurkan. Jadi sebenarnya kondisi sekarang ini lebih jahiliyah dari pada masa jahiliyah di Mekkah”, ungkapnya. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kondisi umat yang jahiliyah ini karena paham hedonisme, permisivisme dan sekulerisme. “Ketika ketiga paham itu merasuk dalam diri umat Islam, maka ummat ini menjadi jahiliyah” paparnya. Maka tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan umat Islam sekarang, kecuali mereka mau untuk kembali menegakkan Syariah Islam. [fahmiy ramadhan]

tanahabangmuharam01.jpg

KH. Muhammad Al Khaththath memberikan ceramah yang pertama

tanahabangmuharam02.jpg

Pembukaan acara oleh M. Shodiq Ramadhan

tanahabangmuharam03.jpg

Sambutan Pengurus DKM Al Ikhsan, Drs. Zul Jamal

tanahabangmuharam04.jpg

Sambutan Wakil Lurah Petamburan, Bapak Subhan Arif

tanahabangmuharam05.jpg

Ust. Drs Fikri Bareno, MA menyampaikan ceramah

tanahabangmuharam06.jpg

Ust. Muhammad Marsyi membakar semangat hadirin

tanahabangmuharam07.jpg

Ustadz Hari Mukti menyampaikan ceramah penutup

RIBUAN UMMAT ISLAM, SERUKAN HIJRAH DARI SISTEM JAHILIYYAH!

BANDUNG (HUMAS),- Kemeriahan menyemarakkan datangnya tahun baru hijriyah, di Bandung diadakan tarhib (karnaval). Tarhib yang diikuti mulai dari orang tua hingga anak-anak tersebut mengambil lokasi start dari Lapangan Tegallega Bandung menuju alun-alun Kota, di depan Masjid Raya Bandung. Selama perjalanan massa sangat antusias meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, diantaranya “Tiada Islam tanpa Syari’ah” dan “Sambutlah Khilafah”. Selain itu, becak-becak kecil yang dikayuh anak-anak ternyata menyita perhatian wartawan cetak dan elektronik.

Setelah tiba di alun-alun Kota, beberapa aktivis muda HTI Bandung menyajikan aksi teatrikal yang menggambarkan perjuangan dakwah Rasulullah di Mekkah hingga hijrah ke Madinah. Setelah itu, dilanjutkan dengan orasi singkat oleh Ust. Taufik Abdul Karim. “Sungguh merupakan kebodohan jika para penguasa saat ini tidak mau untuk hijrah menggunakan system Islam” tegas Ustadz Taufik berapi-api yang disambut dengan takbir oleh ribuan massa. Tarhib diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap HTI oleh Humas HTI Jawa Barat, Luthfi Afandi dan do’a oleh Ustadz Hikmat Nugaraha. Semoga seruan hijrah dari ribuan ummat Islam, didengar dan dilaksanakan oleh ummat Islam yang lain, terutama para elit. [Kantor Humas HTI Jawa Barat]

muharrambandung03.jpg

muharrambandung01.jpg

muharrambandung02.jpg

muharrambandung04.jpg

Reportase Pawai Menyambut 1 Muharram 1429 H
Hizbut Tahrir Indonesia – Meulaboh, NAD

Meulaboh, 11 januari 2008 (2 Muharram 1429H). Awan berarak menyelimuti langit kota meulaboh seolah memberi perlindungan bagi para peserta pawai menyambut Muharram 1429H yang sedang berkumpul di halaman Masjid Agung kota Meulaboh Aceh Barat.

meulabohmuharram01.jpgPawai yang mengambil tema “Hijrah dari Sistem Jahiliah Menuju Sistem Islam” ini dhadiri oleh setidaknya 300 yang terdiri dari Syabab Hizbut Tahrir Indonesia – Meulaboh, Hidayatullah, Rabithah Thaliban, Santri dayah, Pelajar dan mahasiswa, Ormas Islam serta Ibu-ibu Perwiritan se kecamatan Johan Pahlawan. Dalam kesempatan ini hadir Bupati Aceh Barat Bapak Ramli MS, Ketua Hidayatullah Ustadz Ibnu Hajar, Pembantu Rektor III Universitas Teuku Umar Bapak Ir. Khairilsyah, beberapa pejabat Pemda Aceh Barat dan sejumlah tokoh masyarakat.

Bapak Bupati menyampaikan bahwa pawai semacam ini seharusnya terus digalakkan untuk mensyi’arkan Islam kepada masyarakat. Lebih lanjut beliau menyatakan “peringatan tahun baru Islam haruslah dijadikan tonggak untuk penerapan Islam secara kaffah”. Untuk memberikan suport, kepada Ibu-ibu perwiritan beliau berjanji akan memberikan seragam bagi yang hadir pada saat itu. Kepada HTI - Meulaboh beliau menyatakan kesalutannya karena selalu menjadi lokomotif terdepan dalam kegiatan – kegiatan syi’ar Islam di Aceh Barat. Satu hal yang beliau sayangkan bahwa setiap kegiatan keagamaan selalu kurang peminatnya. Dengan logat khas Acehnya beliau katakan : “Meunyoe ta undang Artis meu aneuk pienek meumandum trouh, tempat acara nyoe peunoh bahkan hanlot (kalaun kita undang artis anak, mamak, bapak semua akan hadir, tempat ini pasti penuh bahkan tidak cukup).

meulabohmuharram02.jpg

Setelah memberikan sambutan beliau melepas keberangkatan peserta dengan mengibarkan Arroyah pada barisan terdepan.

Para peserta pawai melangkah dengan bersemangat menyusuri jalan – jalan protokol di kota Meulaboh. Route yang dilewati diantaranya Jl. Imam Bonjol, Jl. Maneek roo, Jl. Syah Kuala, Jl. Nasional, Jl. Gajah Mada dan kemudian kembali ke Masjid Agung. Sepanjang perjalanan, para peserta meneriakkan Allahu Akbar…Allahu Akbar….. yel-yel Islam, dan nyanyian “Tiada Kemuliaan Tanpa Islam”. Sesampainya di Masjid Agung para peserta beristirahat dan menikmati buah – buahan dan minuman yang merupakan sumbangan dari Bapak Bupati Aceh Barat Ramli MS.

Sebelum pembubaran, ketua panitia Ust. Hasanuddin Husein, SP. Memberikan reportase kepada rekan – rekan radio Lokal. Beliau memberikan gambaran bahwa kegiatan ini mengingatkan kita kepada pejalanan rasulullah berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk menegakkan Hukum Allah. Lebih jauh beliau menjelaskan : “Maka saat sekarang ini di awal tahun baru Islam hendaknya kita menjadikan momentum ini untuk bertekat menegakkan Hukum Islam di atas muka bumi ini”. Berikutnya beliau menjelaskan langkah – langkah yang harus ditempuh untuk menegakkan Hukum Islam diatas muka bumi ini.

meulabohmuharram05.jpg

Bupati Aceh Barat Ramli MS. (ke dua dari kiri) turut menghadiri pawai 1 muharram 1429 H yang diprakarsai oleh Hizbut Tahrir Indonesia – Meulaboh

meulabohmuharram03.jpg

meulabohmuharram04.jpg

meulabohmuharram06.jpg

meulabohmuharram07.jpg

meulabohmuharram08.jpg

KIRAB JALAN SANTAI&TAUSHIYAH MUHARRAM 1429 H
HTI DPD II JEMBER
(10 JANUARI 2008 M, PUKUL 08.00-11.00 WIB)

Menyambut tahun baru 1429 H, Hizbut Tahrir DPD II Jember menyelenggarakan Kirab Jalan Santai dan Taushiyah dengan tema Hijrah dari Sistem Jahiliyah ke Sistem Islam.

Acara yang diikuti oleh kurang lebih 700 peserta ini juga dihadiri oleh beberapa pembicara yang terdiri dari KH. Luthfi Ahmad (Pengasuh PP Madinatul Ulum Jenggawah Jember), KH. Luthfi Shobri (Pengasuh PP Hujjatul Islam Arjasa Jember), H. Mochammad Manaar (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Kabupaten Jember). Ust. Kamil Abdullah (Ketua HTI DPD II Jember).

Dalam taushiyahnya, KH. Luthfi Ahmad banyak menyampaikan tentang keteladanan dan keunggulan kepemimpinan para khalifah. Sementara KH. Luthfi Shobri menekankan pada pentingnya perjuangan menegakkan hukum-hukum Alloh.

Pembicara ketiga, H. Mochamad Manaar mengingatkan akan predikat umat Islam sebagai khoiru ummah yang harus menegakkan agama Alloh dimanapun mereka berada. Oleh karena itu menurutnya, sangat tepat apabila HTI berupaya untuk menegakkan syari’at Islam tanpa kekerasan. Sedangkan pembicara keempat, Ust. Kamil Abdullah memfokuskan pada dua hal penting yang harus diperhatikan. Pertama; bahwa selain memperingati tahun baru Muharram 1429 H juga dilakukan penggalangan dana untuk para korban musibah yang melanda beberapa tempat di negeri ini. Kedua; bahwa bencana yang melanda merupakan azab karena bangsa ini telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab-Nya. Diantara bukti yang nampak dihadapan kita adalah semakin merajalelanya praktek-praktek perzinaan dan riba.Kondisi ini hendaknya membuat kaum muslimin untuk segera meneguhkan komitmen kebangkitan dan perjuangan penegakan sistem Islam karena inilah makna hijrah yang sebenarnya. Acara kemudian ditutup dengan do’a oleh KH. Ahmad Yasin Ghozali, pengasuh PP Kasyfu Huda At-Thoyyibin Ambulu Jember dengan penuh khidmat.

jembermuharam01.jpg

jembermuharam02.jpg

jembermuharam03.jpg

jembermuharam04.jpg

jembermuharam05.jpg

jembermuharam06.jpg

Pawai Obor Hizbut Tahrir DPC Jatinangor

Hizbut Tahrir DPC Jatinangor bersama ribuan kaum muslimin melakukan Pawai Obor Sambut Tahun Baru 1 Muharam 1428 H.

Pawai obor yang di pelopori oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Jatinangor bekerjasama dengan HTI DPC Jatinangor mengangkat tema “Renungan Akhir Tahun 1428 H, Prihatin Bencana Alam & Waspadai Aliran Sesat di Indonesia”.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB di buka secara resmi oleh Camat Jatinangor, Drs. Aoh Kurnia, dan dilepas oleh Drs. Ismet Suparmat anggota DPRD Sumedang, Juga turt hadir menyemarakan acara Kapolsek jatinangor para pemimpin umat tersebut, turut berjalan bersama iring-iringan pawai obor yang menempuh perjalanan +/- KM, menelusuri jalan utama Jatinangor.

Kelangkaan minyaktanah yang mengakibatkan mahalnya harga BBM tersebut, tidak menghalangi semangat umat untuk turut serta menyemarakan pawai obor tersebut.[Humas HTI DPC Jatinangor]

jatinangormuharam01.jpg

Dari kiri : DPC HTI Jatinangor, Kepala Desa, Kapolsek, Ketua DPRD, Camat Jatinangor & Komandan Satpol PP. Berjalan didepan iring-iringan pawai obor.

jatinangormuharam02.jpg

Ust. Asep Sudrajat (Ust. ASOED) anggota DPC HTI Jatinangor yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Jatinangor mendampingi Camat Jatinangor, Drs. Aoh Kurnia pada saat memberikan sambutan Pawai Obor.

jatinangormuharam03.jpg

jatinangormuharam04.jpg

jatinangormuharam05.jpg

jatinangormuharam06.jpg

HTI Indramayu Bersama Ormas Islam, Parpol dan Instansi Pemerintah Daerah Mengadakan Tarhib Muharram 1429 H

Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Indramayu pada hari Rabu, tanggal 9 januari 2008 pada pukul 14.00 WIB bersama dengan Ormas Islam, Parpol, Instansi-instansi pemerintah daerah telah mengadakan Tarhib Muharram secara bersama-sama. Acara ini diikuti oleh ribuan peserta dan dilepas langsung oleh Bapak Bupati Indramayu serta disaksikan oleh para muspida Indramayu.

Dalam sambutannya Bupati Indramayu mengharapkan supaya kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Lebih jauh bupati juga mengharapkan pemaknaan dari perubahan tahun baru ini hendaklah diikuti oleh perubahan perilaku individu setiap muslim untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya.

Sementara itu Ustad Hasanudin dari HTI yang berorasi di atas mobil disepanjang jalan berorasi untuk mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa makna hijrah yang sesungguhnya pada saat ini adalah “berhijrah dari system jahiliyah menuju system Islam dibawah naungan Daulah khilfah”. Lebih jauh beliau menguraikan bahwa pangkal dari segala permasalahan bangsa Indonesia saat ini adalah telah diterapkannya system Jahiliyah yaitu Kapitalisme Sekuler. Karena itu kata beliau Hizbut Tahrir menyerukan kepada kaum muslimin untuk segera berhijrah yaitu berhijrah dari system kapitalisme menuju system (syariah) Islam dibawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Allahu Akbar… (Humas HTI DPD II Indramayu)

indramayumuharam01.jpg

Para Syabab HTI Indramayu Peserta Tarhib Muharram 1429 H

indramayumuharam03.jpg

Ribuan Peserta Tarhib Muharram 1429 H yang tumpah Ruah di Jalan

indramayumuharam02.jpg

Para Muspida Indramayu Saat Pelepasan Peserta Tarhib Muharram : Dari kiri DanDim Indramayu, Ketua DPRD, Bupati Indramayu, Wakil Bupati, Kapolres Indramayu, Ketua MUI Indramayu

Reportase Tabligh Akbar di Palembang

ketua-mui-sumsel-kh-muhammad-sodikun.jpgMenyambut Tahun baru Hijriyyah 1429, Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Sumatera Selatan mengadakan Tabligh Akbar dengan tema “Hijrah dari Sistem Kufur menuju Sistem Islam Kaffah” pada tanggal 5 Muharram 1429 H bertepatan dengan tanggal 13 Januari 2008 M bertempat di Masjid Raya Taqwa Palembang. Dihadiri kurang lebih 200 peserta dari Masjid-masjid dan Majelis Ta’lim di kota Palembang.

Pembicara pertama, Drs. KH Muhammad Shodikun (Ketua MUI Sumsel) menyatakan penegakan syariah dan Khilafah bisa terwujud dengan mewujudkan adanya ukhuwwah Islamiyyah di tengah-tengah umat, menumbuhkan keyakinan akan syariah dan Khilafah, dan pembinaan dan pendidikan terhadap umat secara terus menerus.

Beliau sempat menggubah sebuah lagu dari Matta Band : Dari awal aku tak pernah, ragu dengan khilafah | Semua masalah yang ada, membaur menjadi berkah | Mari kita bergerak mari kita berdoa | Semoga Allah… | Mengabulkan | Oo kamu jangan ragu, dengan syariah, dengan khilafah | hidupmu berkah O | kamu jangan ragu, dengan syariah, dengan khilafah | hidup jadi mudah |

Terakhir beliau menyatakan sudah saatnya kaum muslimin hijrah secara total dari aturan dan peradaban kufur menuju peradaban Islam.

tg-kh-thohlon-abdurrauf.jpgPembicara kedua, Tuan Guru Drs.KH. Thohlon Abdurrauf (Dewan Pleno Forum Ukhuwwah Ulama dan Umara Sumatera Selatan). Beliau mengatakan hijrah bukanlah sekedar berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat yang lain. Melainkan perpindahan dari aturan dan darul kufur menuju darul Islam, dari hukum-hukum kufur menuju cahaya Islam dengan tegaknya Khilafah Rasyidah.

Pembicara ketiga, Ust Mahmud Jamhur, SP (Ketua DPD I Sumatera Selatan). Beliau memaparkan penderitaan umat sekarang ini dikarenakan penguasa menerapkan kapitalisme, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia, kapitalisme terbukti hanya menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan bagi umat manusia. Orang-orang yang berhijrah menurut beliau adalah orang yang berpindah dari apa yang dilarang Allah menuju apa yang diperintahkan Allah. Berhijrah meninggalkan kapitalisme yang dilarang Allah menuju Khilafah Rasyidah yang diperintahkan Allah SWT.

Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Hizbut Tahrir Indonesia yang dibacakan Humas Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumatera Selatan.

Humas HTI Daerah Sumsel,

Ir. K. Budianto Haris
HP.0819234506

ketua-dpd-i-hti-sumsel-ust-mahmud-jamhur.jpg humas-hti-sumsel-ir-k-budianto-haris.jpg

plg-peserta-laki-laki.jpg

plg-peserta-wanita.jpg

Kegiatan Menyambut 1 Muharam 1429 H di Kota Cirebon

Dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah 01 Muharam 1429 H, DPD II HTI Kota Cirebon melaksanakan serangkaian acara Pawai Sambut 1 Muharam 1429 H dan Refleksi Akhir Tahun 1428 H. Pawai yang berlangsung pada tanggal 10 Januari 2008 dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor diikuti oleh 200-an anggota dan simpatisan HTI Cirebon dan sejumlah kelompok remaja masjid dan majelis taklim di Kota Cirebon dengan mengelilingi pusat dan pelosok kota Cirebon dan mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat.

Pawai yang mengambil start di halaman keraton Kasepuhan Cirebon yang dibuka oleh Ketua MUI Kota Cirebon, KH Mahfudz Bakry, mendapat sambutan khusus dari Sultan Kasepuhan. Sultan Kasepuhan, dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Kesultanan, H. Ahmad Tosin, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kegiatan Pawai 1 Muharam yang dianggapnya sebagai bagian dakwah Islam. Sementara KH Mahfudz Bakry, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya atas ketidakpedualian sebagian umat Islam yang terkontaminasi oleh tradisi orang kafir dalam menyambut tahun baru masehi, sementara lupa dengan pergantian tahun baru hijiriyah yang sejatinya adalah tahun baru umat Islam. Dalam kesempatan itu pula KH Mahfudz Bakry mengharap agar pawai atau kegiaan serupa dijadikan kegiatan rutin tahunan dalam menyambut 1 Muharam. Pawai yang berakhir di Alun Alun Kejaksan Cirebon ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Arif Rahman Hakim (Ketua DPD II HTI Kota Cirebon) dan Ustadz Dede Muharam, Lc (Pengurus Islamic Centre Cirebon).

muharramcirebon2.jpg
Tausiyah pada Pawai 1 Muharam 1429 H oleh Ustadz Arif Rahman Hakim

Rangkaian kegiatan berikutnya adalah Refleksi Akhir Tahun 1428 H yang digelar pada tanggal 13 Januari 2008, bertempat di Gedung STAIN Centre Cirebon dengan menampilkan pembicara M. Jauharudin (Redaktur Harian Umum Radar Cirebon / Jawapos Group), Dudung Abdul Hakim (Redaktur Harian Umum Mitra Dialog), dan Ustadz Nurhilal Ahmad, M.Si (Anggota DPD I HTI Jawa Barat).

muharramcirebon.jpg
Dari kiri : M Jauharudin (Radar Cirebon), Dudung Abdul Hakim (Mitra Dialog), drg. Masjadi (Moderator), dan Ustadz Nurhilal Ahmad, M.Si (DPD I HTI Jawa Barat)

Dalam paparannya Ustadz Nurhilal menyampaikan data bencana yang tarjadi di Indonesia selama satu tahun, baik itu bencana alam, bencana ekonomi, bencana politik, dan bencana sosial budaya. Pada akhir paparannya, Ustadz Nurhilal menyatakan bahwa akar dari semua bencana adalah tidak diterapkannya syariat Islam dalam pengaturan kehidupan manusia. Sehinga solusi praktisnya adalah mengembalikan Islam sebagai idiologi masyarakat yang mengatur kehidupan masyarakat dalam segala aspek kehidupan. (Humas HTI Cirebon)

Karnaval Muharram 1429 HTI Tangerang: Hijrah dari Sistem Jahiliyah Menuju Sistem Islam

Menyambut tahun baru Hijriyah 1429 Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Tangerang mengadakan karnaval mengelilingi kota Tangerang sepanjang sekitar 5 km dari kawasan Cikokol menuju masjid Raya Al-A’dham Tangerang. Setelah dibacakan Press Release Jubir HTI oleh Humas HTI Tangerang Ust Dedi Musthofa, perjalanan karnaval dimulai dan sepanjang perjalanan dilakukan orasi secara bergiliran oleh pengurus HTI Tangerang dan pembacaan Shalawat Nabi. Karnaval ini sekaligus mengajak umat Islam untuk membantu korban bencana yang sekarang sedang menimpa Jawa Tengah dan Jawa Timur. Diperoleh dana yang digalang pada acara tersebut sebesar Rp 1.616.500,- yang akan dikirim untuk membantu daerah bencana di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Humas HTI Tangerang dalam pembacaan Press releasenya mengingatkan bahwa dengan tidak diterapkannya sistem Islam mengakibatkan buruknya kondisi Indonesia yang tampak pada tingginya kemiskinan, kebodohan, pemurtadan, berkembangnya kesesatan dan menjadikan Indonesia dieksploitasi oleh asing. Kondisi ini terjadi seperti masa jahiliyah dahulu. Karena itu jalan satu-satunya untuk mengubah Indonesia menjadi baik adalah dengan menerapkan Syariat Islam yang diwujudkan dengan menegakkan Khilafah Islamiyah. Dalam konteks inilah HTI mengajak umat Islam untuk hijrah meninggalkan Sistem Jahiliyah menuju Sistem Islam.

Acara ditutup dengan penyampaian pesan dan doa oleh Ketua HTI Tangerang Ust Muhammad Al-Fakkar. Dalam pesannya Ketua HTI Tangerang berpesan agar kita menjadikan momentum Hijrah ini untuk melakukan introspeksi untuk selalu menjadi orang-orang yang selalu menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya dan tidak menjadi pembantah atau penentang Syariah. Dipesankan pula bahwa momen hijrah yang terjadi setelah Idul Adha ini hendaknya nilai-nilai dalam Idul Adha dijadikan modal untuk mewujudkan pelaksanaan hijrah. Melalui Idul Adha kita telah disadarkan bahwa umat Islam sesungguhnya sudah terbiasa untuk mewujudkan pengorbanan, mengikuti kepemimpinan yang satu dengan pelakasanaan ibadah haji dan persatuan. Sementara itu mewujudkan hijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem Islam diperlukan pengorbanan, kepemimpinan yang satu dan persatuan umat Islam. Jadi seharusnya umat Islam sudah siap untuk mewujudkan hijrah tersebut.

Sumber: Humas HTI Tangerang

tangerangmuharram01.jpg
Karnaval Muharram 1429 H HTI Tangerang, Ahad 13 Januari 2008

tangerangmuharram02.jpg
Karnaval Muharram mengajak mewujudkan hijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem Islam

tangerangmuharram03.jpg
Mengajak membantu korban bencana. Mengabaikan Syariat Islam menuai bencana

tangerangmuharram04.jpg
Penggalangan bantuan untuk korban bencana

Sambut Muharram di Trenggalek Jawa Timur

Forum Silaturrahim Umat Islam Trenggalek mengadakan dialog tokoh peduli syariah dalam rangka menyambut tahun baru 1429 H (13 januari 2008) dengan tema: Perjalanan Dakwah dalam perspektif pemikiran, pelayanan publik dan kebersamaan

Hadir sebagai pembicara: 1. Kol Inf HM Sutarman (Komandan Kodim Trenggalek ) 2. Ust. Fahrur Ulum, M.E.I ( HTI Trenggalek ).

Para peserta sepakat untuk menyelamatkan aqidah umat dan menangkal berbagai ide yang merusak seperti HAM, demokrasi, pluralisme, serta isu aliran sesat dan terorisme. Peserta juga sepakat untuk terus memperjuangkan penegakan syariat Islam.

trenggalekmuharram01.jpg

trenggalekmuharram02.jpg

trenggalekmuharram03.jpg

Retrospeksi Hijrah Rasulullah Muhammad SAW
Depok: ”Hijrah dari Sistem Kapitalisme-Sekular menuju Sistem Islam”

Hijrah merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah Muhammad SAW. Siapa saja yang mencurahkan perhatiannya pada dakwah Rasulullah SAW, mau tidak mau harus memiliki pemikiran bahwa hijrah Rasul dari Makkah ke Madinah semata-mata bukan karena beliau menemukan banyak kesulitan yang menghadang dakwah, dan beliau tidak bisa bersabar, atau tidak ada upaya untuk mengalahkan hambatan-hambatan tersebut. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabar selama 13 tahun di Makkah. Selama itu pikiran beliau tidak pernah berubah atau berpaling dari dakwah. Beliau dan para pengikutnya memang mengalami berbagai berbagai teror dalam aktivitas dakwahnya, namun kejahatan-kejahatan kafir Quraisy tidak pernah bisa melemahkan dirinya sedikitpun.

Adapun hijrah mereka ke Madinah, hal itu dilakukan agar mereka bisa melanjutkan proses dakwah risalah Islam ke dalam suatu keadaan yang memungkinkan risalah ini hidup di tengah-tengah masyarakat yang baru, sekaligus mendorong bergesernya bola dunia untuk meninggikan kalimat Allah SWT. Dengan demikian, hijrah merupakan batas pemisah atau tonggak dalam Islam di antara tahapan-tahapan dakwah, yaitu antara mewujudkan Islam secara berkelompok, Negara yang menjalankan pemerintahan Islam dengan hujjah dan bukti, dan dengan kekuatan yang menjaga dakwah ini dari kekuatan jahat dan nista (Ad Daulah Al Islamiyyah, An Nabhani).

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1429 H, Hizbut Tahrir Indonesia Kota Depok telah menyelenggarakan acara Tasqif Jama’i dalam bentuk Diskusi Publik yang mengambil tema “Retrospeksi Hijrah Rasulullah Muhammad SAW: Hijrah dari Sistem Kapitalisme-Sekular menuju Sistem Islam”. Pembicara dalam acara yang dimoderatori saudara el Jundi ini adalah syabab Hizbut Tahrir, yaitu ustadz Fathiy Syamsuddin Ramadhan an Nawiy dan ustadz Hasyim Musthafa.

Acara ini diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2008 yang lalu bertempat di Aula Utama Gedung Majelis Ulama Indonesia Kota Depok. Pada tempat dan hari yang sama, Nisa Hizbut Tahrir Indonesia Kota Depok mengadakan acara Muhasabah bersama Muslimah Depok dengan tema ”Menjadikan Hijrah lebih Bermakna”. Rangkaian acara Nisa ini dimulai lebih dahulu sebelum acara inti diskusi publik. Shalat Ashar berjamaah mengawali acara Nisa yang dilanjutkan dengan berbagai acara seperti: Pentas Kreasi bertema Hijrah, kilas balik kiprah Muslimah, kontemplasi/perenungan dakwah, shalat Maghrib berjamaah, serta Sebuah Prolog: Menatap langkah ke depan.

depokmuharram01.jpg

Tak ingin kalah dengan jamaah peserta dari kalangan Ikhwan, para peserta Nisa juga turut mengikuti kegiatan diskusi publik. Secara umum para peserta berasal ormas Islam maupun kalangan umum dengan total peserta yang mencapai 200-an orang. Diskusi publik dimulai pukul 20.00 WIB. Sebagai pengantar diskusi, panitia juga memutarkan film Ar Risalah (The Message). Film ini merupakan film yang menggambarkan perjalanan dakwah Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam presentasinya yang berjudul ”Hijrah dan Relevansinya terhadap Eksistensi Islam dan Kaum Muslimin”, Ust. Syamsuddin Ramadhan memaparkan pengertian hijrah, latar belakang hijrah, dampak kehidupan kapitalistik atas kaum Muslimin, hukum-hukum seputar hijrah, serta relevansinya bagi kehidupan kaum Muslimin saat ini.

Secara literal, kata al-hijrah merupakan isim (kata benda) dari fi’il hajara, yang bermakna dlidd al-washl (lawan dari tetap atau sama). Bila dinyatakan “al-muhajirah min ardl ila ardl” (berhijrah dari satu negeri ke negeri lain); maknanya adalah “tark al-ulaa li al-tsaaniyyah” (meninggalkan negeri pertama menuju ke negeri yang kedua). [Imam al-Raziy, Mukhtaar al-Shihaah, hal. 690; Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, juz 3, hal. 48]

depokmuharram02.jpg

Menurut istilah umum, al-hijrah bermakna berpindah (al-intiqaal) dari satu tempat atau keadaan ke tempat atau keadaan lain, dan tujuannya adalah meninggalkan yang pertama menuju yang kedua. Adapun konotasi hijrah menurut istilah khusus adalah meninggalkan negeri kufur (daar al-Kufr), lalu berpindah menuju negeri Islam (daar al-Islaam) [Al-Jurjaniy, al-Ta’rifaat, juz 1, hal. 83] Pengertian terakhir ini juga merupakan definisi syar’iy dari kata al-hijrah. Daarul Kufur adalah negara yang menerapkan hukum kufur (non Islam) dan keamanan negara tersebut tidak dijamin oleh keamanan kaum Muslim. Keadaan dari negara ini tidak Islamiy, dan tidak kondusif untuk aqidah dan menjalankan Syariat Allah. Sebaliknya, Daarul Islam adalah negara yang menerapkan hukum Islam dan keamanan negeri tersebut dijamin oleh kaum Muslim.

Hal-hal yang menjadi latar belakang hijrah ada 2 (dua), yaitu menjaga agama dan jiwa kaum Muslim dari gangguan dan ancaman orang-orang kafir serta adanya kondisi dan sebab-sebab Syar’iy yang menyebabkan kaum Muslim wajib hijrah. Contoh latar belakang yang pertama bisa kita lihat dari peristiwa hijrahnya para shahabat ke Habasyah atau Ethiopia.

depokmuharram03.jpg

Kondisi faktual kaum Muslimin saat ini berada dalam lingkungan Kapitalistik-Sekular. Kondisi ini menyebabkan kaum Muslimin tidak bisa beribadah kepada Allah dengan totalitas dan menyeluruh, dikuasai dan dipimpin oleh pemikiran dan hukum kufur yang bertentangan dengan aqidah & syariat Islam, serta kekayaannya dirampas dan dipergunakan bukan dalam jalan kebaikan dan kebenaran. Selain itu, kaum Muslimin tidak leluasa & nyaman dalam menjalankan perintah Allah, karena adanya intimidasi, teror, dan tekanan dari musuh-musuh Allah dan sistem aturannya.

Berkenaan dengan masalah hukum, Hijrah tidak hanya memiliki satu hukum saja, akan tetapi ia memiliki beberapa hukum tergantung kepada kondisi dan keadaan. Hijrah hukumnya wajib dilakukan bila dipenuhi salah satu kondisi berikut: (1) Ketika seseorang tidak mampu lagi melaksanakan taklif-taklif syar’iyyah di tempat yang ia tinggali [Ibnu Qudamah, Al-Mughniy, juz 10, hal. 514], (2) Khawatir jika ia tidak berpindah dari tempat itu, akan terjadi fitnah terhadap agamanya; walaupun ia masih mampu menjalankan taklif-taklif syar’iyyah [Imam Syarbini, Mughniy al-Muhtaaj, juz 4, hal. 239], dan (3) Jika ada perintah dari imam untuk memperkuat kekuasaan Islam [Imam Syaukaniy, Nail al-Authar, juz 8, hal. 29].

Hijrah berhukum sunnah bagi orang yang mampu melakukan hijrah namun tidak berhijrah, dan ia masih mungkin menampakkan (memenangkan) agamanya di daar al-Kufur. ..”[Imam Ibnu Qudamah, Al-Mughniy, juz 10, hal. 515]

Hukum ketiga dari hukum-hukum hijrah adalah gugurnya kewajiban dan kesunnahan hijrah bagi orang-orang yang tidak mampu melaksanakan hijrah. Ketidakmampuan di sini disebabkan karena sakit, dipaksa untuk tetap tinggal, atau orang tersebut terkategori kaum lemah (wanita dan anak-anak). [TQS An Nisaa’ (4):98]

Hukum sunnah tinggal di Darul Kufur berlaku jika tinggalnya seorang Mukmin di daar al-Kufr memberikan mashlahat kepada kaum Muslim. [Imam al-Khathiib al-Syarbiniy, Mughniy al-Muhtaaj bi Syarh al-Minhaaj, juz 4, hal. 239]

Seorang Muslim dilarang (haram) berhijrah dari Daar al-Kufr ke Daar al-Islam, dan ia wajib tetap tinggal di Daar al-Kufr, jika ia memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk mengubah Daar al-Kufr yang ia tinggali menjadi Daar al-Islaam.

Beliau juga menegaskan bahwa refleksi atas hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW adalah berjuang menerapkan syariat Islam dengan jalan mendirikan sistem Islam (Khilafah Islamiyyah), sesuai dengan manhaj dakwah Nabi Muhammad saw, berusaha dengan keras untuk menjaga aqidah dan amal perbuatan dari setiap bentuk kesesatan dan kemaksiyatan, serta segera berpindah dari setiap bentuk kemaksiyatan, menuju kepada ampunan dan surga-Nya Allah, dengan cara menjalankan syariat Allah secara menyeluruh dan sempurna.

Adapun Ust. Hasyim Musthafa menyampaikan materi berjudul ”Indah dan Berkahnya Hidup dalam Sistem Islam”. Indahnya hidup dalam sistem Islam terlihat dari beberapa poin seperti perhatian besar negara pada semua urusan rakyatnya, perlakuan adil di mata hukum untuk semua warga negara, perlakuan baik negara terhadap kaum minoritas non muslim, dan penghargaan negara terhadap karya dan kemampuan diri.

depokmuharram04.jpg

Perhatian besar negara pada semua urusan rakyatnya terlihat pada beberapa poin berikut: Negara wajib menjamin semua warga negara dapat memenuhi kebutuhan pokoknya (terdapat program santunan untuk rakyat miskin), dan membantu pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier; Menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan murah bahkan GRATIS bagi semua warga negara. Program penyediaan rumah sakit dan sarana pendidikan yang memadai; Tugas negara memberikan jaminan keamanan harta dan jiwa seluruh warga negara. Ada sanksi tegas bagi pengganggu keamanan; dan Negara menjaga kehormatan Islam dan kaum muslimin

Perlakuan adil di mata hukum untuk semua warga negara dimana setiap orang yang melanggar hukum –baik rakyat, pejabat, bahkan khalifah sekalipun– wajib diterapkan sanksi hukum padanya; Tidak ada pembedaan penerapan sanksi hukum baik bagi laki-laki atau wanita. Hukum Potong tangan bagi pencuri (QS. 5/38), hukum jilid bagi pezina (QS. 24/2), hukum qishash (QS. 2/178),dll.; Keberpihakan pada kebenaran. Siapa yang salah pasti dihukum, dan siapa yang benar akan dibela dan dilindungi haknya.

Perlakuan baik negara terhadap kaum minoritas non muslim, yaitu warga negara non muslim (ahlu dzimmah) memiliki hak yang sama dengan kaum muslim, dalam jaminan keamanan, keadilan hukum dan layanan umum; kebebasan memilih dalam masalah keyakinan dan ritual ibadah; dan memiliki wakil di Majelis Umat untuk menyampaikan aspirasi ahlu dzimmah.

Penghargaan negara terhadap karya dan kemampuan diri, dimana hasil karya tulis –yang dapat memberikan kemaslahatan bersama– dibeli oleh negara dengan ditimbang seberat dengan emas; standar gaji pengajar dan staf/pegawai negara yang sangat layak. Gaji guru di masa Umar bin Khaththab mencapai 15 Dinar atau setara 5.700.000,- rupiah. Sedangkan gaji pegawai negara ada yang mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara 114.750.000,- rupiah

Berkahnya hidup dalam sistem Islam terlihat dari keimanan dan ketaqwaan semua komponen umat (QS. al A’raaf : 96), negara menerapkan hukum alqur’an (QS. al Anbiyaa’ : 50), para pemimpin yang bijaksana, para ulama yang terpercaya, serta kepatuhan rakyat pada pemimpin.

Indah dan berkahnya hidup dalam sistem Islam juga terefleksi dari fakta-fakta sejarah, baik dalam bidang politik, pendidikan, sosial, kesehatan, serta sains dan teknologi.

Fakta Sejarah di Bidang Politik

Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.

Surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris (abad 18).

Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)

Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865)

Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).

Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.

Fakta Sejarah di Bidang Pendidikan
Standar gaji guru yang mengajar anak-anak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebesar 15 Dinar (1 dinar = 4,25 Gram Emas) atau setara 5.700.000,- rupiah dan diikuti oleh para khalifah berikutnya.

Di Bagdad berdiri Universitas al Mustanshiriyyah, Khalifah Hakam bin Abdurrahman an Nashir mendirikan Univ. Cordoba yang menampung Mahasiswa Muslim dan Barat. Gratis.

Para khalifah mendirikan sarana umum untuk sarana pendidikan berupa perpustakaan, auditorium, observatorium dll.

Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena, tinta, kertas dll) secara gratis.

Mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan diberikan pinjaman buku secara teratur.

Pada masa Khilafah Islam abad 10 M. Seorang ulama Yaqut ar Rumi memuji para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mengizinkan peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun per-orang.

Para khalifah memberikan penghargaan sangat besar terhadap para penulis buku, yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya.

Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky (Abad XI Hijriyah) mendirikan Madrasah an Nuriyah di Damaskus, di sekolah in terdapat fasilitas seperti asrama siswa, perumahan staff pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruanga besar untuk nceramah dan diskusi.

Sultan Muhammad I (1416 M) melakukan sensus pertanahan, registrasi berjalan hingga abad 17, jumlah dokumen di pusat arsip ini ada sekitar 1500 ton, meliputi wilayah dari afghanistan sampai Maroko, dari smenanjung Krim di Rusia sampai Sudan.

Fakta Sejarah di Bidang Sosial
Pada masa Khalifah Umar Ibn Al Khattab, beliau membangun Dar Ad Daqiq (gudang tepung) di berbagai kota dan rute perjalanan yang biasa ditempuh musfir, penuntut ilmu dan para saudagar. Siapa saja diantara mereka yang kehabisan bekal dalam perjalanannya, boleh mengambil bagiannya dari lumbung tersebut tanpa dipungut biaya.

Khalifah Walid ibn ‘Abdul Malik membuat kebijakan dengan memberikan kepada setiap orang jompo dan orang-orang cacat/buta seorang pelayan untuk membantu mereka menjalankan kehidupannya sehari-hari.

Masa khalifah bin Abdul Aziz, tidak seorangpun yang dipandang berhak menerima zakat. Beliau sampai harus memerintahkan para pegawainya berkali-kali untuk menyeru di tengah-tengah masyarakat ramai, kalau-kalau di antara mereka ada yang membutuhkan harta, namun tidak ada seorangpun yang memenuhi seruannya.

Pada masa beliau pula tidak ada satu orangpun penduduk Afrika yang mau mengambil harta zakat.

Gaji para pegawai Negara hingga ada yang mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara 114.750.000,- rupiah.
Masa al Hakim bin Amrillah, di Kairo, khilafah membangun 20.000 unit kios untuk disewakan kepada para pedagang dengan harga yang murah.
Negara juga membangun perumahan untuk rakyat dan bangunan-bangunan besar yang dilengkapi dengan suply air, dengan menyediakan 50.000 ekor unta untuk mendistribusikan air ke perumahan-perumahan rakyat.

Khalifah Sultan Abdul Hamid (1900) berhasil membangun jaringan kereta api Hijaz dari Damaskus ke Madinah dan dari Aqaba ke Maan.

Pada masa beliau juga dibangun jaringan fax/telegraph antara Yaman, Hijaz Syiria, Irak dan Turki; lalu jaringan tersebut dihubungkan dengan jaringan fax India dan Iran, semua jaringan diselesaikan hanya dalam waktu 2 tahun.

Fakta Sejarah di Bidang Kesehatan
Bani ibn Thulun di Mesir memiliki Masjid yang dilengkapi dengan tempat-tempat mencuci tangan, lemari tempat menyimpan minuman, obat-obatan dan dilengkapi dengan ahli pengobatan (dokter) untuk memberikan pengobatan gratis.

Khalifah Bani Umayyah banyak membangun Rumah Sakit yang disediakan untuk orang yang terkena Lepra dan Tuna Netra

Bani Abbasyiah banyak mendirikan Rumah Sakit di Bagdad, Kairo, Damaskus dan mempopulerkan Rumah Sakit keliling.

Ar Razi orang pertama yang mengidentifikasi penyakit cacar dan campak dan menggeluti bidang operasi

Ibnu al-Haitsam ahli optik yang menemukan perbandingan antara sudat pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi)

Fakta Sejarah di Bidang Sains dan Teknologi

Masa Khalifah al Makmun (abad XI Masehi) al Khawarizmi dan 99 orang asistennya membuat peta bumi sekaligus peta langit (peta dengan menggunakan petunjuk bintang), pada saat yang sama bangsa eropa masih berkeyakinan bumi itu datar.

Pemetaan bumi (informasi alam, hasil bumi, dan barang tambang) dimulai abad IX oleh al Muqaddisi (Abu Abdulah – 985 M) sehingga tersusun ensiklopedi sederhana mengenai ilmu bumi.

Al Khawarizmi menerbitkan bukunya yang termahsyur “Hisab al Jabar wa al Muqabalah” diterjemahkan ke Bahasa Latin dan menjadi rujukan/referensi Barat .

Al Battani (858-929 M) ahli dalam al jabar yang digunakan dalam ilmu ukur sudut, menguraikan persamaan sin Q/cosQ dan menjabarkan lebih lanjut formulasi cos a = cos b cos c + sin b sin c cos a pada sebuah segitiga.

Khatimah

Negara Islam atau Khilafah -sebutan pemerintahan Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW- adalah sistem politik Islam untuk menerapkan syariat Islam dan menyatukan umat Islam seluruh dunia. Dalam sejarahnya yang membentang lebih dari 1.400 tahun, khilafah atau sultan atau imam (tiga istilah yang mengandung pengertian yang sama) dengan segala dinamikanya, termasuk dengan kelemahan dan kekurangannya, secara praktis telah berhasil menyatukan umat Islam seluruh dunia dan menerapkan syariah Islam sedemikian sehingga kerahmatan Islam yang dijanjikan benar-benar dapat diwujudkan.

Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), termasuk penyelenggaraan Konferensi Khilafah Internasional 2007 yang lalu, dilakukan demi Indonesia di masa mendatang yang lebih baik. Dalam pandangan HTI, problem rakyat, bangsa dan negara ini khususnya, serta umat Islam di seluruh dunia pada umumnya, dipicu oleh sistem sekularistik dan terpecah belahnya umat Islam. Indonesia diyakini akan bisa meraih kemuliaan bila kepadanya diterapkan sistem Islam sebagai ganti dari sistem Kapitalisme-Sekular yang telah terbukti gagal membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, dan umat bersatu kembali di bawah kepemimpinan seorang khalifah.

Mari kita renungkan firman Allah QS. Al Maidah : 50 yang artinya:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

(Liputan: Abu Khalil)

Muharram Meriah di Kabupaten Bandung Barat

Menyambut kedatangan tahun baru 1429 H, pada tanggal 10 Januari 2008, Hizbut Tahrir Indonesia cabang Padalarang, bersama-sama dengan komponen Umat Islam lainnya, seperti DKM Masjid Besar Padalarang, BKPRMI, Gemuis, dan KKMD, menggelar Pawai Muharram.

Acara yang diikuti oleh sekira 300 peserta ini berjalan ramai dan tertib. Para peserta yang terdiri atas kader-kader HTI, anak-anak dari madrasah-madsarah dan pesantren-pesantren, para remaja dan ibu-ibu tampak antusias mengikuti aksi jalan kaki ini. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Hayu Urang Sarerea Hijrah ka Syariah pikeun Bandung Barat nu Barokah” untuk sekedar mengingatkan masyarakat akan arti penting hijrah di masa kini, yaitu berpindah dari kondisi jahiliyah menuju kondisi Islami.

Dalam orasinya, Ustadz Furqonuddin mengingatkan para peserta dan masyarakat umum bahwa Umat Islam kini berada dalam kondisi keterpurukan yang memprihatinkan di segala bidang. Hal itu dikarenakan dicampakkannya Syariat Islam untuk mengatur kehidupan. Oleh karena itu, pawai ini mengajak Kaum Muslimin untuk berhijrah menuju kehidupan yang diatur oleh Syariat Islam, dengan jalan menegakkan kembali Daulah Islamiyah.

DPC PADALARANG

Karnaval Muharram Sambut Tahun Baru 1429 H
DPD II HTI Kabupaten Bandung

Berangkat dari Masjid Besar Soreang, Kamis (10/01) lalu tidak kurang dari 2000 orang simpatisan Hizbut Tahrir dan warga ibu kota Kabupaten Bandung—Soreang—berjalan beriringan dalam barisan yang panjang dan tertata dengan rapi menuju Masjid Al-Fathu, mesjid terbesar di lingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung. Pemandangan menarik ini merupakan bagian dari acara Karnaval Muharram 1429 H yang digagas oleh pengurus HTI DPD II Kabupaten Bandung. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 dan berakhir pukul 11.00 ini berlangsung dengan tertib dan hidmat.

Selama perjalanan, acara karnaval kali ini diisi dengan pembacaan shalawat badriyah untuk mengenang perjalanan hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw pada tahun 622 M silam. Sepanjang karnaval, pembacaan shalawat dipimpin oleh Ust.Wahyudi Abdullah, seorang kepala sebuah ma’had Islam alumnus Gontor dari Rancaekek. Dengan dibacakannya shalawat saat karnaval, acara berlangsung lebih hidmat meskipun di tengah terik matahari yang cukup panas.

Setibanya di komplek masjid Al-Fathu, acara karnaval dilanjutkan dengan orasi dan pembacaan press release Muharram dari HTI. Tercatat ada empat orang orator yang memberikan orasi dalam karnaval ini. Orasi pertama dibawakan oleh Ust. Muhammad Roni Ruslan Azka (ketua HTI DPC Majalaya) yang menyeru kaum Muslim untuk menegakkan Syariat Islam dan Khilafah agar bangsa Indonesia dan umat Islam terbebas dari berbagai macam bencana. Orasi kedua disampaikan oleh Ust. M Adam Romulo A (bendum HTI DPD II Kab. Bandung) yang berpesan agar umat Islam mampu mengambil pelajaran paling berharga dari Hijrah yakni perjuangan panjang tanpa henti Rasulullah Saw dan para sahabat untuk mengejawantahkan Islam dalam bentuk yang kaffah melalui negara.

Orasi ke tiga disampaikan oleh Ust. KH. Abdusy Syukur Shalih, pimpinan ma’had Al-Ikhlash sekaligus ketua lajnah fa’aliyah HTI DPC Rancaekek. Dalam orasinya, Ust. Abdusy Syukur menyerukan agar pemerintah bertindak tegas terhadap berbagai macam aliran sesat yang merusak aqidah umat Islam. Lebih jauh, Ust. Syukur juga menekankan urgensi tegaknya Khilafah yang akan menjaga aqidah umat Islam. Pada orasi keempat, Ust. Muhammad Ihsan (anggota DPRD Kabupaten Bandung) berpesan agar kaum Muslim, khususnya warga Kabupaten Bandung, dapat memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya cita-cita Kabupaten Bandung untuk menjadi kabupaten yang religius dan bertaqwa.

HTI dan Warga Soreang Peduli Banjir Solo

Berbeda dengan suasana tahun baru Hijriah sebelumnya, di penghujung tahun 1428H ini umat Islam di beberapa daerah tengah mengalami bencana. Salah satu daerah yang mengalami bencana adalah kota Solo dan sekitarnya karena terendam luapan air sungai Bengawan Solo yang telah menenggelamkan ribuan rumah penduduk. Berangkat dari kepedulian terhadap sesama Muslim yang sedang menderita, pengurus HTI DPD II Kab. Bandung juga melakukan penggalangan dana untuk korban banjir Solo selama karnaval berlangsung. Bahkan, sebelum pembacaan press release Muharram dilaksanakan, secara khusus Ust. Dadan Hamdani, SE (ketua HTI DPD II Kab. Bandung) memberikan sebuah taushiyah khos untuk menggugah kepedulian dan solidaritas para peserta karnaval. Hasilnya, alhamdulillah, seiring selesainya pembacaan press release Muharram oleh Ust. Dadan Hamdani dan penutupan acara dengan doa, terkumpul dana untuk korban banjir Solo sebesar Rp. 1.300.000,00 yang akan segera disalurkan kepada korban banjir Bengawan Solo melalui Posko Qodho Mashalih Soloraya HTI & Gema Pembebasan dengan nomor rekening BCA 0152227947 (a/n Ahmad Fadholi).

[Humas HTI DPD II Kab. Bandung]

kabbandungmuharram01.jpg
Persiapan barisan karnaval nisa di Msj. Besar Soreang.

kabbandungmuharram02.jpg
Persiapan barisan rijal di Msj. Besar Soreang.

kabbandungmuharram03.jpg
Barisan karnaval rijal.

kabbandungmuharram04.jpg
Barisan karnaval nisa.

 

kabbandungmuharram05.jpg
Peserta karnaval: Santri TKA dari Soreang.

kabbandungmuharram06.jpg
Peserta karnaval: Menunggangi kuda kesayangannnya, salah seorang peserta mengikuti karnaval dengan puterinya.

 

kabbandungmuharram07.jpg
Orasi Ust. Roni Ruslan.

kabbandungmuharram08.jpg
Orasi Ust. Adam.

 

kabbandungmuharram09.jpg
Orasi Ust. KH. Abd. Syukur Shalih.

kabbandungmuharram10.jpg
Barisan rijal.

kabbandungmuharram11.jpg
Barisan Rijal: Penggalangan dana untuk korban banjir Solo.

kabbandungmuharram12.jpg
Barisan Rijal: Melintasi kantor Polsek Soreang.

Tabligh Akbar Menyambut Tahun Baru Hijriah 1429 H di Majalengka

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Hijriyah 1429 H, setelah sehari sebelumnya diadakan acara Tarhib/Pawai Muharam 1429 H, pada hari Jum’at, 11 Januari 2008 yang bertepatan dengan tanggal 2 Muharam 1429 H, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Majalengka menggelar acara berupa Tabligh Akbar, dengan mengangkat tema : Saatnya kita Hijrah dari Sistem Jahiliyah ke Sistem Islam.

Acara Tabligh Akbar diselenggarakan setelah Shalat Jum’ah sampai tiba waktu Shalat Ashar, dengan mengambil tempat di Masjid Agung Al Imam Majalengka. Dari tiga pembicara yang diundang, hadir dua orang pembicara yaitu Ust. H. Muh. Ridwan, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Majalengka serta Ust. Muhammad Nurhilal Ahmad, S.Si., pengurus Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Jawa Barat. Sementara pembicara dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Majalengka berhalangan hadir. Acara Tabligh Akbar sendiri dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Majalengka, H. Aa Fachrurrozi, SP., MP.

Melalui diadakannya acara Tabligh Akbar ini diharapkan sampainya ajakan kepada umat Islam untuk berhijrah (berpindah) dari sistem Jahiliyah menuju sistem Islam. Karena, itulah esensi hijrah yang penting untuk dipahami dan diwujudkan. Disamping itu, kebangkitan umat Islam sebagainya terwujud lewat hijrahnya Rasul SAW dan para shahabat dari Makkah ke Madinah dapat diwujudkan kembali saat ini, ditengah berbagai keterpurukan yang menimpa umat, hanya kalau umat Islam kembali menerapkan syariat Islam dibawah naungan Daulah Khilafah Islamiyyah, yang akan menerapkan Islam secara kaffah, menyatukan seluruh umat dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia. Itulah yang akan mampu membebaskan kaum Muslim dari berbagai penderitaan, ketakutan, dan persoalan-persoalan lainnya yang sekarang ini sedang mendera umat.

Humas HTI DPD II Majalengka

Baca juga :

  1. Reportase Kegiatan Dakwah Desember 2007
  2. Reportase Dakwah Daerah Februari 2008
  3. Jubir HT Sudan Syaikh Abu Khalil: Masyarakat Sudan Menyambut Dakwah HT
  4. Silaturahmi Muharram HTI Depok, Napak Tilas Hijrah Nabi Tegakkan Kembali Khilafah
  5. Kajian Spesial Tahun Baru Islam 1429H

24 comments

  1. Maju terus Aceh..!!
    Jadikan serambi Mekah basis berdirinya khilafah..!
    Allahu Akbar

  2. Wuih meriah euy…..
    Tambah deket nih Khilafah……

  3. Khoirul Huda

    Allahuakbar,
    perjuangan yang tidak pernah surut,
    kobarkan terus api perjuangan untuk membumikan risalah Islam.
    salam ikhwan Nganjuk.

  4. iman ti bandung

    Sepakat dengan Ustadz Taufik: “Sungguh merupakan kebodohan jika para penguasa saat ini tidak mau untuk hijrah menggunakan system Islam”

  5. dua_cahayaku

    Subhanallah….

  6. ayo..Sambutlah khilafah….

  7. Momentum 1 muharram
    adalah saat yang terbaik untuk berhijrah…
    dari kedzaliman menuju kebaikan..
    dari sistem yang amburadul ke sistem Islam….
    dengan Syari’ah kita pasti kembali menjadi bangsa yang unggul…
    kejayaan Islam tidak dapat di pungkiri lagi dengan tegaknya daulah KHILAFAH…..

  8. Happy New Year with Syariah…
    Back to Syariah with Khilafah…
    Karena ternyata…
    SYARIAH ISLAM HANYA akan membawa KESENGSARAAN…
    ketika tidak diindahkan terlebih lagi jika tidak diterapkan.

  9. Salam…
    bogor kota hujan koq tak ditampilkan?

  10. happy new year with syariah

    dari surabaya ana dukung khilafah

    dengan niat ikhlas tegakkan syariah
    kita maju bersama

    Allahuakbar!!!

  11. Allahu akbar,

    memang pejuang Khilafah dan syariah menurut saya ibarat nya sumber air yang mengalir… dimana saja ada celah, disana ia terisi. Siapa yang membecinya, silahkan menghalanginya, tapi ingat… air itu tidak bisa dibendung, semakin hari semakin meluap…, bendungan akan jebol dan ini lebih berbahaya. Sebaiknya, jika ada yang membencinya, maka silahkan nonton saja !

    Semoga anda selamat dibawah payung Khilafah. Amin.

    Allahu Akbar.

  12. Sungguh mengherankan jika orang jahil (BODOH) tidak mau

    Hijrah dari Gaya Hidup Jahiliyyah menjadi Gaya Hidup Islam.

    Hijrah dari Sistem Jahiliyah menuju Sistem Islam

    Hijrah dari Darul Kufur Menuju Darul Islam.

    Semoga dengan adanya acara2 diatas banyak orang yang jahil mulai berfikir untuk HIJRAH MENUJU SYARIAH dan KHILAFAH.
    Amin…

    Mari kita jadikan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dalam perjuangan dakwah kita.
    semangat, Semangat, dan SEMANGAT dalam berdakwah.
    Allahu Akbar…

  13. assalamualaikum…terus nyalakan cahaya perjuangan untuk hijrah dari sistem sekuler laknatullah ke sistem ISLAM yang kaffah with only solution KHILAFAH yang ,emgikuti manhaj kenabian…keep revolt!!!

    wassalam

  14. Daeng Nangga al Makassary

    Allahu Akbar…
    Mari lebih semangat serukan Syariah Islam dan Khilafah.
    Sebenarnya Ummat islam menyadari kewajiban besarnya ini, hanya ketakutan yang dibikin-bikin mengurungkan niatnya hijrah dari sistem jahiliah menuju sistem Islam.
    Ayoo.. tetap menyeruh!

  15. Gian - Bogor

    Ass,,,
    Seruan untuk menegakkan Syariah&Khilafah sekarang tidak hanya disuarakan oleh Hizbut Tahrir, tp juga oleh semua lapisan masyarakat,ini tandanya pertolongan Allah semakin dekat.(yg tdk memperjuangkan Syariah&Khilafah adalah orang2 yang takut jabatan+harta+tahta+kekuasaan mereka ilang)tapi yg lbh aneh, kok mrka smua tidak takut kpda siksa Allah !!!

    teruskan perjuangan mu wahai para pejuang Syariah&khilafah dimanapun kalian brda. karena sungguh musuh2 Allah sekarang telah ketakutan melihat seruan penegakan Syariah&Khilafah semakin menggema tidak hanya di Indonesia,tp jg diseluruh dunia.

    tetap semangat !!!
    Semangat !!!
    Semangat !!!

    note: Tarhib di bogor kok ngga ada y???

  16. Subhanallah… gak kebayang gimana seandainya DKI bener-bener berdiri di muka bumi ini.. Kita generasi muda para pejuang penerus generasi sekarang(insyaAllah… Aaamiin..) dibuat terharu dengan ini semua. Ya Allah Laahaulaa wa laaquwwata Illa billah.. Kobarkan terus semangat juang kami hingga terwujudnya janji terbesarMu. Allahu Akbar! Syari’at, TERAPKAN!! khilafah, TEGAKKAN! Allahu Akbar!!

  17. Subhanallah… Kita, para generasi muda penerusmu (insyaAllah) akan terus mengobarkan semangat juang ini hingga berdirinya Khilafah ‘ala min haajinnubuwwah… Allahu Kabar!!

  18. Selamat Berjuang untuk ummt!!! btw napa ga ada liputannya kegiatan muharram yg dimks padahal ga klah serunya loh.EWAKO

  19. DILI INFOKOM

    dapatkan VCD bubarkan TARHIB MUHARAM,disekretariatan infokom

  20. DILI INFOKOM

    maaf salah ketik dapatkan VCD ( vcd TARHIB MUHARAM dan VCD BUBARKAN AHMADIYAH )

  21. Asalamu alaikum wr,wb
    wahai kaum ku berjihad adalah salah satu seruan Nabi

    saya berada di Kabupaten Biak Papua dan Ingin membangun cabang Hizbut-tahrir.mungkin ada saudara2ku di pulau lain di Negara Indonesia yang berminat membantu atau memfasilitasi terbentuknya kantor cabang Hizbut-tahrir.

  22. alamat: jln.suci kab biak numfor.no 35 no HP: 085244106789

  23. asslm…..
    HTI harus tetap berjuang demi tegaknya daulah khilafah yang kelak akan menjaga, menjamin, dan memelihara seluruh umat islam baik dari segi keamanan, ketentraman, kebutuhan pokok, dan lain-lain……
    daulah khilafalah yang mampu menjaga keutuhan akidah umat islam……..
    allahu akbar……. allahu akbar…….. allahu akbar….
    kami rindu dengan syariah dan khilafah………

  24. Tuntas abis demokrasi kapitalisme…….
    ganti segera dengan syariah dan khilafah……….
    hanya syariah dan khilafalah yang dapat serta mampu mensejahterakan umat, menjamin keadilan umat, kemakmuran umat, serta menjaga umat islam dari hegemoni para kaum kafir……..
    allahu akbar…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


6 + 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site