HTI Protes Penghinaan Nabi ke Kedubes Denmark
HTI-Press—Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendatangi Kantor Kedubes Denmark di Jakarta, Rabu (20/2). Mereka memprotes dan mengutuk keras penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh media massa Denmark. Sebagaimana diketahui, media massa dan televisi terkemuka Denmark termasuk koran Jyllands-Posten memuat kembali karikatur yang melecehkan dan menghina Nabi Muhammad dan Islam. Malah, karikatur itu dimuat pula oleh tiga harian di Eropa yakni di Swedia, Belanda, dan Spanyol.
Aksi diawali dari Kedubes Belanda. Di depan Kedubes Belanda massa memprotes film yang melecehkan umat Islam sekaligus kartun yang melecehkan Nabi Muhammad yang dimuat di negara bekas penjajah Belanda. Massa yang membawa Al Liwa dan Roya kemudian berjalan kaki menuju Kedubes Denmark yang berjarak sekitar 1,5 km. Iring-iringan massa yang terdiri atas pejalan kaki, pengendara motor, dan mobil ini bergerak dalam kawalan petugas kepolisian. Di depan gedung Kedubes Denmark massa mengadakan orasi. Para orator antara lain Munarman, Mashadi, As’ad, MR Kurnia, dan M Al Khaththath. Rencananya perwakilan HTI berharap bisa menemui pejabat Kedubes Denmark. Namun rencana itu gagal karena Kedubes Denmark menolak permintaan itu. ”Ini membuktikan bahwa pelecehan terhadap Nabi SAW nyata-nyata dilindungi oleh negara Denmark,” kata MR Kurnia.
Munarman mengatakan jika Barat menganggap kebebasan adalah hak asasi manusia (HAM) maka umat Islam pun berhak melaksanakan hak asasinya untuk menghukum mati orang-orang yang menghina Nabinya. Kebebasan yang disuarakan Barat hanyalah bohong belaka karena ternyata kebebasan itu sendiri tidak dijamin bila berkaitan dengan umat Islam. ”Wanita berjilbab dilarang di Perancis. Katanya ada kebebasan, mana?” katanya. Mashadi mengungkapkan saat ini tidak ada negara-negara yang berpenduduk Muslim berani melawan hegemoni Barat. Justru banyak di antara negara-negara tersebut yang membebek kepada Barat. ”Tak terkecuali Indonesia,” katanya. M Al Khaththath mengingatkan kondisi umat Islam yang tercabik-cabik dan dihinakan ini tidak akan terjadi bila kaum Muslim punya pelindung yakni Khalifah. Keberadaannya mutlak diperlukan oleh umat Islam, karenanya ia mengimbau seluruh komponen umat baik yang berada di pemerintahan maupun di mana saja untuk bersama-sama menegakkan Khilafah karena hanya dengan itu saja berbagai penghinaan yang terjadi selama ini bisa diakhiri. Karena tidak diterima oleh Kedubes Denmark, tuntutan HTI disampaikan di depan massa.
Tuntutan HTI dibacakan oleh Gus Juned. HTI menuntut pemerintah Denmark menghukum mati pelaku pembuat kartun yang menghina Nabi itu. Kepada umat Islam diserukan untuk bahu membahu dalam membela kehormatan Rasulullah SAW. Umat diserukan pula agar bersungguh-sungguh berjuang menegakkan khilafah Islam dan mewaspadai setiap upaya kaum kafir penjajah beserta antek-anteknya yang juga dengan sengaja menyerang keagungan ajaran Islam. Aksi yang berlangsung di bawah cuaca yang sejuk ini diakhiri dengan doa yang dibawakan M Al Khaththath. Bendera Al Liwa dan Roya berkibar sepanjang acara. Peserta kemudian membubarkan diri dengan tertib. (MJ/LI)
Cetak halaman ini























20 February 2008 pada 15:52
20 February 2008 pada 20:41
20 February 2008 pada 21:48
20 February 2008 pada 22:21
20 February 2008 pada 22:34
21 February 2008 pada 07:51