Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.
Pembaca yang budiman, sampai hari ini Indonesia termasuk negara yang tergabung dalam OPEC, yakni kumpulan negara pengekspor minyak. Tentu saja karena ketika bergabung dengan OPEC, Indonesia menjadi salah satu produsen minyak yang sebagian produknya diekspor ke luar negeri.
Saat ini Indonesia memang masih memproduksi sekaligus mengekspor minyak. Namun, pada saat yang sama Indonesia juga menjadi negara pengimpor minyak. Bahkan belakangan, volume impor minyak Indonesia malah lebih besar dari volume ekspornya. Tentu ini fenomona aneh bagi sebuah negara yang masih tergabung dalam OPEC. Mengapa ini terjadi?
Banyak hal yang bisa dijadikan jawaban/alasan. Namun, satu hal yang pasti, Indonesia saat ini layak disebut sebagai negara pengimpor minyak daripada pengekspor minyak. Sebabnya, ladang-ladang minyak di Indonesia 90%-nya sudah dikuasai asing, bukan lagi dalam genggaman Pemerintah. Pasalnya, Pemerintah telah “menjual” ladang-ladang minyak tersebut kepada perusahaan-perusahaan asing, baik atas nama PMA, kontrak karya ataupun pemberian konsensi. Inilah salah satu alasan mengapa saat ini Indonesia mengalami krisis minyak, bahkan minyak sempat langka di pasaran.
Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa Pemerintah tega “menjual” ladang-ladang minyak kita kepada perusahaan-perusahaan asing? Bukankah Pemerintah memiliki Pertamina? Tidak mampukah Pertamina mengelola ladang-ladang minyak yang ada di Indonesia hingga Pemerintah harus menyerahkan pengelolaannya kepada ExxonMobil, Shell, dll?
Itulah di antara pertanyaan yang jawabannya dipaparkan secara panjang-lebar dalam tema utama al-wa‘ie kali ini.
Semoga kita makin menyadari betapa Pemerintah, termasuk sistem pemerintahan saat ini, telah gagal dalam mengelola sumber-sumber kekayaan milik rakyat, khususnya minyak, hingga kita mengalami krisis. Dengan begitu, kita semakin keras berupaya untuk mencari solusinya, tentu solusi yang sahih. Itulah syariah Islam yang bersumber dari Allah, Zat Yang Maha Pengatur. Selamat membaca!
Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Cetak halaman ini
Artikel ini diposting
pada tanggal 1 April 2008 pukul 14:19 pada kategori Cover.
Anda dapat melacak post ini melalui RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau lacak balik pada situs anda.
3 April 2008 pada 16:14
7 April 2008 pada 14:20
23 April 2008 pada 00:18
23 April 2008 pada 18:34