Musdah Mulia : Islam Mengakui Lesbianisme

Aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan, lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Diskusi juga menyalahkan para ulama yang melarang perilaku menyimpang ini

Hidayatullah.Homosek dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam, demikian salah satu ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 27 Maret 2008 kemarin.

Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami (wajar) yang diciptakan oleh Allah, seperti itu diizinkan dalam Islam, demikian hasil diskusi yang diselenggarakan di Jakarta itu.

Dalam diskusi itu juga disebutkan, sarjana-sarjana Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseks dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama.

Selain diskusi menyalahkan para ulama, juga menuduh banyak  Muslim lainnya didasarkan pada penafsiran-penafsiran berfikir sempit dalam pengajaran-pengajaran Islam.

Siti Musdah Mulia  wakil Indonesia  Conference of Religions and Peace mengutip Surat al-Hujurat (49:3) yang mengatakan bahwa salah satu berkah untuk manusia adalah bahwa semua para laki-laki dan perempuan bersifat sama, dengan mengabaikan etnisitas, kekayaan, posisi-posisi sosial atau bahkan orientasi seksual.

“Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka,” dia juga mengatakan dalam diskusi yang diorganisir oleh NGO, Arus Pelangi.

“Dan membicarakan tentang keimanan adalah hak istimewa Allah untuk menghakimi,” ujarnya dikuti koran The Jakarta Post.

“Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan manusia, rasa hormat dan memuji mereka.”

Musdah juga mengatakan homoseksualitas dari Tuhan dan sebaiknya dianggap sebagai suatu kelaziman, menambahkan tidak didorong hanya oleh nafsu.

Redaktur Majalah Mata Air, Soffa Ihsan juga mengatakan, penghakuan heterogenitas Islam juga sebaiknya memasukkan homoseksualitas.

Dia mengatakan orang Muslim perlu terus melakukan ijtihad  untuk menghindari paradigma lama dengan tanpa mengembangkan interpretasi yang berpandangan terbuka.

Nurofiah dari NU mengatakan yang menyebabkan pelarangan gender akibat kontruk sosial. 

“Seperti prasangka bias jender atau patriarchy, prasangka penyimapangan sosial dibuat. Akan benar-benar berbeda jika kelompok yang menguasai menjadi pelaku homoseksualitas, “ katanya.

Selain Musdah Mulia, permbicara yang ikut hadir adalah Nurofiah dari Nahdlatul Ulama (NU), wakil Hizbut Tahrir Indonesia, dan wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kelompok Arus Pelangi  mengatakan, di beberapa tempat, di Indonesia, perilaku homosek sudah diakui. “Kita mengetahui bahwa di Ponorogo (Jawa Timur)telah ada pengakuan homoseksualitas,” ujar pemimpin Arus Pelangi, Rido Triawan.

Sementara itu, Wakil MUI dan HTI mengutuk perilaku yang termasuk hombreng ini. 

“Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan mempertimbangkan, menganggap homoseks sebagai musuh, tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka sedang lakukan adalah salah,” ujar Wakil Ketua MUI, Amir Syarifuddin.

Rokhmat, dari HTI, beberapa kali meminta peserta-peserta homoseksual yang hadir dalam acara itu segera untuk menyesali dan secara berangsur-angsur kembali ke jalan yang benar.

Arus Pelangi dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di Jakarta dengan kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan. Arus Pelangi, sesuai namanya, adalah NGO tempat mangkalnya kaum lesbian dan, gay, bisexual dan transgender (LGBT).

Dalam pasal keanggotan AD/ART Arus Pelangi disebutkan, “Individu yang mempunyai orientasi seksual LGBT dan/atau individu yang mempunyai orientasi heterosexual yang mempunyai komitmen dalam memperjuangkan hak-hak dasar LGBT.” [jp/cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com; 31/03/2008]

 

 

 

 

Baca juga :

  1. Musdah Mulia: Rajin Menyerang Islam, Raih Yap Thiam Hien Award 2008
  2. Debat Kontroversi RUU Anti Pornografi: Siti Musdah Mulia v.s. Rokhmat S. Labib, M.E.I.
  3. Kritik Terhadap Harakah Islam yang Mengakui Sistem Thaghut
  4. Perawat Filipina: Umat Islam Berhati Mulia
  5. Hukum Lesbianisme

21 comments

  1. Ada beberapa tipe orang sesat:
    1. Tersesat sendiri
    Dia tidak tahu dan tidak sadar bahwa dia itu tersesat, tapi dia tidak mengajak orang lain sesat.

    2. Tersesat dan menyesatkan
    Dia tidak tahu bahwa dia itu tersesat, tapi dia tidak mengajak orang lain sesat.

    3. Sesat dan Menyesatkan
    Dia tahu bahwa dia itu sesat, dan dia berusaha untuk mengajak orang menjadi sesat.
    Nah, ini yang mungkin membuat setan kagum. Karena setan tidak perlu menggodanya, bahkan dia terkagum karena dia lebih canggih dalam teknik penyesatan dibandingkan setan yang notabene adalah gurunya…..

    Apapun tipe orang sesat, kita wajib memberikan saran dan arahan agar kembali ke jalan yang lurus (jangan jalan yang bengkok). Kalau dia tidak mau, itu tanggung jawab dia dengan Allah SWT.
    Tapi harusnya negara daulah khilafah mempunyai regulasi dalam menangani berbagai tipe orang sesat ini, terutama bagi orang tipe ke-3 ini.
    Wallahu a’lam
    [Addin Solo]

  2. pengawalrevolusi

    “Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan manusia, rasa hormat dan memuji mereka.”

    apakah lebianisme adalah memanusiakan manusia, padahal fitrah manusia adalah pria dan wanita berpasangan.

  3. Abu Azzam al-Maghalani

    Mas Adin. Antum kurang menukik.

    Bagi mereka yang sesat lagi menyesatkan, tentu saja setan sudah tidak merasa perlu lagi untuk menggoda mereka. Why? Karena orang yang sesat lagi menyesatkan itu adalah sudah menjadi setan juga. Mereka itu sendiri sebenarnya adalah setan.

    Ingat, setan itu tidak selamanya tidak bisa kita lihat. Setan itu bukan hanya dari kalangan jin saja, melainkan ada yang dari golongan jin, dan ada pula yang dari golongan manusia. Min al-jinnati wa an-naas (QS. an-Naas). (lihat pula Qs. al-An’am : 112).

    Setan itu bisa dari golongan jin dan bisa pula dari golongan manusia. Jadi, dengan apa yang dilakukan & diucapkannya itu, tahulah kita bahwa Siti Musdah Mulia itu adalah setan yang berasal dari golongan manusia. Dan sebagaimana yang ada di beberapa hadits Rasul, Beliau SAW justru menekankan kepada para sahabat, bahwa setan yang berasal dari golongan manusia ini adalah jauh lebih berbahaya daripada yang berasal dari golongan jin.

    Apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Siti Musdah Mulia itu tidak akan memberi manfaat apapun selain: masyarakat jadi tahu, siapa dia sebenarnya. Sehingga, sejak saat ini hingga seterusnya, ucapannya sudah tidak akan mungkin digubris lagi oleh masyarakat. Dia telah membongkar kedoknya sendiri.

  4. mantan_penjahat

    Waduh, gimana neeh …
    udah pada gak waras ya …
    udah lupa, sama yang ini …

    “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” (QS Al Huud : 82)

    mau di gituin lagi …

    buat ente yang laki2 …
    emangnya stock perempuan udah habis …

    yang perempuan juga gitu …
    kalo stock laki2 udah habis …
    mending ikhlasin poligami aja …
    atau jadi perawan tua …
    daripada di adzab sama Allah …

    ya sudah …
    maaf ye..
    kalo ada kata2 ane yang kagak enak …
    terima kasih udah ndengerin uneg2 ane …

    wassalamualaikum …

  5. Sorry…Profesor Doktor Siti Musdah Mulia (bukan dokter yaa). Duuuh…buk…buk…cari sensasi kok pakai memelesetkan ayat2 Alquran. Nggak mulia lagi buk.

  6. seperti biasa orang dari JIL selalu berbuat sesuatu yang kontroversial seperti Siti Musdah Mulia yang mengatakan Islam mengakui Lesbianisme setelah dia menerima wahyu dari Iblis.
    Cebatlah tobat para aktivis JIL sebelum Daulah Khilafah yang Insya Allah sebentar lagi akan tegak menghukum kalian.

  7. iman ti bandung

    Islam Mengakui Lesbianisme?…
    Aduh ibu nuju `konslet` nyak!

    Semoga Ibu Siti cepat Sadar…

  8. Wah .. Addin dan Abu Azzam al-Maghalani saya setuju pisan dengan abang berdua. Untuk Ibu Siti Musdah, kalo di akhirat Allah nanya Ibu akan jawab apa ya?
    Ibu ini “terlalu pintar” kali ya … :D

  9. Saya berpendapat, Sudah selayaknya kita berjuang dan berdakwah memerangi rusaknya moral umat islam oleh budaya2 barat sesuai dengan MISI Hizbut Tahrir. BUKAN BEGITU!!!

    Wassalam

  10. ass wr wr
    orang mengatakan seperti itu adalah arang gila, stress, putus asa, dan tidak memakai akalnya. sebinya segeradiambil timdakan sebelum virus gilanya menyebar.
    ALLAHU AKBAR
    ALLAHU AKBAR
    ALLAHU AKBAR

  11. adekumalasari

    segeralah bertobat sebelum malaikat maut menjrmput

  12. assalamualaikum ikhwanana, saya kira Musdah Mulia itulah yang seharusnya jadi cerminan sarjana didikan KAFIR AMERIKA!!!!!!!!!!!!!Dialah orang yang dhillu mudhillu (sesat menyesatkan)!!!!!!!!!

  13. MUHAMMAD SHOFWAN

    Bung/Mas Siti Musdah Mulia, carilah cara lain untuk jadi populer dan terkenal dunia akherat. Gak usah ngarang-ngarang, atau over creative segala. Ma’af sayaa gak tahu anda laki-laki atau perempuan atau bisa jadi laki-laki dan bisa jadi perempuan. Bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam. Islam yang kaffah. lho mas/bung/tante. Semoga Allah memberi Hidayah kepada anda. Karena saya mengetahui anda termasuk orang yang dermawan dengan mewakafkan rumah di Cempaka Putih kepada golongan orang – orang keblinger dalam berIslam.( untuk organisasi ICRP ).
    Sesungguhnya saya memaklumi anda dan ma’aafkaanlah saya. Semoga artikel ini jadi tawsyiah antara kita semua. Amin

  14. semoga Allah melaknat orang-orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah.

  15. Yth, Ibu Siti MM
    Ibu mau tanya, kalau ibu mengisi biodata jenis kelaminnya apa ya…? kok suka banget homosex / lesbian sampe2 buat pernyataan yang menyesatkan, kasihan ya ibu ini. semoga Allah SWT, memberikan hidayah kepada Ibu…amien…

  16. Waduh, Buk Musdah jangan berpendapat gila-lah, kan resikonya sangat besar di hadapan Allah. Terus, dimana lagi iman orang kalau semua aturan Allah disesuaikan dengan birahinya ?

  17. Moga-moga gak banyak pikiran macam Musdah di negara mayoritas muslim ini. Kasihan sarjana muslim macam beliau bisa ngawur aja. Gawat dech…

  18. “Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan mempertimbangkan, menganggap homoseks sebagai musuh, tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka sedang lakukan adalah salah,” ujar Wakil Ketua MUI, Amir Syarifuddin.

    Jika demikian, marilah kita buat gerakan tandingan, yang tidak kalah humanis dibandingkan dnegan yang digembar-gemborkan oleh Ibu Musdah (yang ternyata tidak berakhlaq) Mulia. Jangan hanya berhenti pada menunjukkan bahwa perilaku itu salah, karena sebenarnya banyak sekali muslim yang melakukan perilaku itu meski sudah menyadari hal itu salah. oke, memang penerangan bahwa perilaku itu salah masih dibutuhkan, tapi yang lebih dibutuhkan adalah :
    Pemberian motivasi untuk mengekang hawa nafsunya
    Pemberian wawasan mengenai cara2 praktis untuk mengubah ketertarikan seksual
    Jalan untuk menikah dan hidup sebagaimana muslim heteroseks

  19. Aslkum..sy teringat pelajaran sejarah SMP dimana ada org kafir Belanda berpura2 msk Islam, mempelajari Islam kmdian memutar balikkan ayat2 Al Qur’an. Sy curiga jgn2 ibu profesor yg “sgt pintar” ini sbnarnya adlh org kafir & ingin menghancurkan Islam dr dalam. Astaghfirullahaladziim…semoga kita terhindar dr azab Allah yg maha dahsyat

  20. Assamu’alaikum..sy teringat pelajaran sejarah SMP dimana ada org kafir Belanda berpura2 msk Islam, mempelajari Islam kmdian memutar balikkan ayat2 Al Qur’an. Sy curiga jgn2 ibu profesor yg “sgt pintar” ini sbnarnya adlh org kafir & ingin menghancurkan Islam dr dalam. Astaghfirullahaladziim…semoga kita terhindar dr azab Allah yg maha dahsyat

  21. merasa sudah tahu agama islam tapi nyatanya menodai agama islam
    berpikirlah yang luas tpi jngan keluar dr konteks al quran n hadis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


3 + = 8

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site