Diskusi bersama Menkes : Kita Butuh Nyali
HTI-Press. Makasar. “Yang kita butuhkan sebenarnya adalah nyali” tegas ust. Ir.Hasanuddin Rasyid, Humas HTI Sulsel ketika mengomentari sikap berani Menteri
Tampil sebagai pemateri tunggal, menteri yang sempat diusir oleh WHO karena tindakan beraninya membongkar konspirasi WHO dan AS pada kasus spesimen virus beberapa waktu yang lalu itu, mengatakan ada sebuah mekanisme yang tidak adil. Dimana Negara-negara yang memiliki spesimen virus harus menyerahkannya kepada WHO untuk dibuatkan vaksin yang nantinya akan dikomersialisasi. “Kalau dikomersialisasi masih untung, nah kalau dibuat untuk senjata biologis, bagaimana?” papar beliau. “ Mapping DNA virus saya ada di Los Alamos, sebuah laboratorium angkatan bersenjata AS yang pernah menjatuhkan bom atom di
Menanggapi pemaparan beliau, DR.Adi Surya Culla, pakar politik asal Universitas Hasasanuddin yang juga bertindak sebagai penanggap, mengatakan ada sebuah proyek global untuk menguasai dunia. Lebih jauh ust. Hasanuddin Rasyid dengan melihat kasus ini mengatakan bahwa kita sebenarnya butuh ideologi yang kuat supaya nyali kita besar. “Sudah saatnya dunia berubah dan hanya ideologi Islamlah yang bisa membuat kapitalisme global tergantikan” katanya.
Kasus yang sangat sensitif ini oleh ibu menteri sendiri hanya ditanggapi dengan enteng.”Mengembalikan hak rakyat dan tidak menjadi bangsa pecundang itu cita-cita saya”. Lebih lanjut, beliau mengatakan tindakan yang dilakukannya melawan hegemoni WHO dan AS adalah karena cetusan dari iman yang paling mendasar. Beliau yakin jika ia benar maka akan di tolong oleh Allah SWT. Mungkin penguasa kita harus ‘berguru nyali’ pada ibu Menkes. (LI/HTI SULSEL)
Cetak halaman ini























6 May 2008 pada 19:23
6 May 2008 pada 20:57
6 May 2008 pada 21:28
7 May 2008 pada 07:28
7 May 2008 pada 10:22
7 May 2008 pada 16:59