Bangkitlah Indonesiaku dari Keterpurukan dengan Konsep Syariah

fotodispankabbogor-1b.jpgHTI Press. Dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, maka DPD II HTI Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor dan Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor, pada hari Ahad kemarin (11/5), bertempat di Gedung Serba Guna II Pemda Kabupaten Bogor Jl. Raya Tegar Beriman Cibinong Bogor, mengadakan acara Diskusi Panel “Indonesia Menuju Kebangkitan Hakiki”. Hadir sebagai pembicara Dr. Hendri Saparini (Anggota Tim Indonesia Bangkit), Dr. Maman Kh., MSi. (Pengamat Sejarah Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Ustadz M. Rahmat Kurnia (Ketua Lajnah Siyasiyah dan Direktur Pusat Kajian Politik Islam Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia). Acara ini dibuka dengan sambutan dari ustadz Didik Suhermanto SSi., Ketua DPD II HTI Kabupaten Bogor, kemudian turut memberikan sambutan perwakilan dari Diknas dan Kandepag. Alhamdulillah, tidak kurang dari 400 peserta undangan mengikuti diskusi dari kalangan guru sejarah, guru agama, institusi, ormas, dan masyarakat umum.

Ibu Hendri menyoroti betapa ekonomi Indonesia demikian lemah dengan melihat indikator tingkat kesejahteraan rakyat, rapuhnya struktur industri manufaktur, adanya penguasaan berbagai sektor strategis oleh asing, dan ketergantungan pemerintah terhadap pembiayaan luar negeri yang sangat tinggi. Sementara itu meskipun Pemerintah memiliki anggaran pengentasan kemiskinan yang semakin besar, namun jumlah penduduk miskin tidak berubah [data BPS tahun 2004 - 2007]. Kepemilikan asing di instrumen finansial Indonesia juga meningkat tajam. Total pertumbuhan porsi asing di sektor saham, SUN dan SBI adalah meningkat 33% dalam kurun waktu 1 tahun (2006-2007). Pendapatan per kapita Indonesia juga paling lemah di Asia. Pada tahun 1960-an, GNP Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, China nyaris sama yakni kurang dari US$ 100 per kapita. Namun pada tahun 2004, Indonesia tertinggal jauh. GNP per kapita Indonesia US$ 1000, Malaysia US$ 4520, Korea Selatan US$ 14.000, Taiwan US$ 14.590 dan China 1500 US$.

Arah kebijakan ekonomi Pemerintah saat ini dapat dilihat dari beberapa faktor. Pertama, tanggung jawab Pemerintah untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat semakin berkurang. Hal ini karena kebijakan bersifat neoliberal. Kedua, kebijakan ekonomi sekadar menjadi kepanjangan tangan kepentingan asing bukan kepentingan nasional. Ketiga, strategi dan kebijakan ekonomi dibiarkan untuk disandera oleh lembaga multilateral (Washington Consencus lewat utang luar negeri), korporasi raksasa (lewat investasi, berbagai issue a.l HAM, lingkungan, dll) dan para komprador (lewat undang-undang dan kebijakan. Keempat, ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi didasarkan pada tercapainya indikator antara sesuai ukuran-ukuran global yang digunakan oleh lembaga multilateral (pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, dll) bukan kesejahteraan individu. Kelima, sektor riil dan non- riil dinilai sama sehingga banyak pilihan kebijakan justru lebih mendorong perkembangan sektor non-riil sehingga sektor riil tidak lagi menjadi prioritas.

Ibu Hendri, kemudian menyatakan bahwa untuk menuju Kebangkitan Indonesia maka perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, adanya kesepakatan tentang tujuan pembangunan ekonomi dan indikator pengukurannya. Kedua, adanya kesepakatan tentang kewajiban-kewajiban negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat (pangan, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan) dan cara pemenuhannya. Ketiga, adanya kesepakatan tentang jalan menuju kemandirian ekonomi (cara pembiayaan, penguasaan sektor strategis).

Dalam sesi diskusi Ibu Hendri menegaskan bahwa konsep ekonomi yang diajarkan di sekolah kepada anak didik, adalah murni ekonomi kapitalis. Seharusnya yang diajarkan adalah konsep ekonomi Islam sebagai alternatif. Menyinggung rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, ekonom Indonesia Bangkit ini melihat bahwa Pemerintah hanya menghitung dampaknya secara finansial bukan ekonomi, dengan konsep BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Padahal rencana kenaikan harga BBM ini tidak semata-mata karena naiknya harga minyak mentah dunia, tetapi juga diakibatkan salah pengelolaan sumber daya alam migas. Sebagai contoh adalah sistem pembelian minyak mentah yang harus melalui Singapura, meskipun produksi kilang minyak ada di daerah. Sistem pembelian ini tentu lebih mahal karena adanya margin distribusi dan biaya lainnya. Seharusnya Pemerintah bisa membeli langsung dari daerah yang memproduksi minyak mentah tersebut, meskipun yang mengelola adalah pihak asing. Ini adalah contoh betapa Pemerintah tidak memiliki kemandirian dan sangat tergantung kepada pihak asing [baca: Konsensus Washington].

Pembicara kedua, Dr. Maman Kh, MSi. menyoroti kilas balik sejarah Islam di Indonesia. Ada tiga pertanyaan penting disini. Pertama, mengapa terjadi marginalisasi peran Islam dalam kebangkitan nasional? Kedua, bisakah Islam menjadi pendorong kebangkitan nasional? Ketiga, bagaimana optimalisasi peran Islam dalam kebangkitan?

Budi Utomo yang selalu menjadi referensi kebangkitan nasional sebenarnya didirikan untuk menciptakan hubungan yang harmoni dengan priyayi birokratis, khususnya di Jawa. Sebaliknya Syarikat Islam yang lahir lebih dahulu, mempunyai orientasi yang lebih luas yakni untuk kebangkitan Islam dan Indonesia Raya, bukan hanya Jawa-Madura saja seperti Budi Utomo.

Dengan peran penjajah Belanda yang berhasil mengembangkan budaya sekuler kepada bangsa Indonesia dalam kurun waktu ratusan tahun, maka tidak heran pemahaman Islam menjadi demikian lemah. Hasilnya adalah banyak kelompok terpelajar yang sekular, anti agama. Juga banyak pihak yang menguasai Islam tetapi lemah dalam kemampuan ilmu-ilmu duniawi. Sementara kelompok yang berkuasa (dominan) pada saat kemerdekaan Indonesia berhasil menghapus Piagam Jakarta yang menjadi dasar kebangkitan Islam. Karena itu, terjadilah marginalisasi Islam.

Dengan demikian, tegas Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah ini, maka untuk menuju Kebangkitan yang hakiki adalah berupa kebangkitan pemikiran yang akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Kemudian perlu dikembangkan pemikiran, sikap, dan perilaku yang dibangun di atas landasan Islam.

Pembicara terakhir, Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia (Ketua Lajnah Siyasiyah Hizbut Tahrir Indonesia dan Direktur Pusat Kajian Politik – HTI), menyatakan bahwa Barat bangkit karena ideologinya, yakni sekulerisme – liberalisme; sementara Islam bangkit dengan ideologinya, yakni Islam. Kebangkitan atas dasar sekulerisme liberalisme hanyalah kebangkitan semu. Kebangkitannya hanya sekedar maju secara sains dan teknologi, tapi jauh dari hakikat kemanusiaan. Kebangkitan yang hakiki adalah kebangkitan yang didasarkan kepada mabda yang benar, yaitu akidah dan aturan/syariat Islam.

Pada hakekatnya, manusia akan tetap dalam keterpurukan hingga syariat Islam kembali ditegakkan. Dalilnya adalah al-Qur’an, surat Al-Baqarah, ayat 143): “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu“.

Indonesia menyatakan bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara agama (Islam). Jadi, wajar tidak bangkit-bangkit karena landasan kebangkitannya tidak ideologis. Hanya setengah-setengah!

Mengapa Indonesia terpuruk? Hal ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, ekonomi amblas dan dikuasai oleh konglomerat dan asing. Kedua, akidah tidak terjaga. Masalah Ahmadiyah saja dapat diintervensi oleh seorang anggota wantimpres dan tekanan AS, Kanada, Inggris, Australia. Ketiga, generasi muda menuju jurang kehancuran dengan pergaulan bebas, narkoba, dll. Sebagai contoh di Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya ada 50% remaja usia 15-24 tahun mengaku pernah berhubungan seksual sejak usia 13-18 tahun, astaghfirulah!. Keempat, pihak asing bebas berkeliaran. Contoh, kasus Namru 2 di Departemen Kesehatan, yang merupakan unit Angkatan Laut Amerika Serikat, beroperasi sejak tahun 1970 dengan memiliki kekebalan diplomatik. Meskipun Menteri Pertahanan, Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri sudah menyatakan tidak setuju terhadap keberadaan Namru di Indonesia, tetapi MOU antara Pemerintah RI dan Pemerintah Amerika Serikat terus berjalan.

Maka sebagai solusi menuju kebangkitan, harus dilakukan dua hal penting. Pertama, melakukan perubahan secara aktif. Kedua, perubahan diawali dengan apa yang ada didalam diri manusia, yaitu pemikiran dan perasaan. Cara mengubah pikiran dan perasaan:

  1. Kita adalah mukmin, hamba Allah; kita lemah, Allah Zat Maha Besar; kita hidup untuk beribadah kepadaNya (adz-Dzariyat:56)
  2. Orang beriman adalah tinggi kedudukannya di mata Allah SWT (‘Ali Imran:139). Karenanya, tidak inferior terhadap Barat sehingga menganggap yang baik hanyalah yang berasal dari sana. Umat Islam punya banyak orang hebat.
  3. Islam adalah agama paripurna sehingga memiliki berbagai solusi bagi kehidupan manusia, membawa petunjuk, mendatangkan rahmat, dan kabar gembira bagi kaum Muslim (an-Nahl:89). Cari solusi dari Islam bukan dari yang lain.
  4. Kita adalah umat terbaik yang dipilih Allah SWT untuk umat manusia (Ali ‘Imran:110). Dunia membutuhkan kita. Syaratnya: (1) kita sebagai melakukan yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar; (2) kita sebagai umat menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari yang munkar yang dilakukan umat/bangsa/negara lain. Ini berarti, negara harus menerapkan syariat Islam dan negara tersebut disegani oleh negara lain.
  5. Indonesia adalah negeri Muslim terbesar baik dari luas daerah, penduduk, kekayaan, dll. Umat Islam di Indonesia memiliki tanggung jawab terbesar terhadap umat Islam dunia. Jadi, kebangkitan Indonesia harus menjadi lokomotif kebangkitan umat Islam dunia.

Kita ingin Indonesia menjadi negara besar dan kuat, bebas dari penjajahan dan menjadi pemimpin dunia Islam yang mampu menyatukan umat Islam dunia. Ada pihak yang berteriak tentang kebangkitan Indonesia tetapi menjual kekayaan alam kepada asing. Ada pihak yang lantang meneriakkan kebangkitan Indonesia tetapi meloloskan undang-undang yang menjadikan AS mencengkeram leher kita. Ada pihak yang menyuarakan kebangkitan tetapi membiarkan rakyat dirusak moralnya oleh pornografi dan pornoaksi. Ada pihak yang kesana sini berbicara kebangkitan tetapi membiarkan disintegrasi. Karena itu, maka Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menghendaki kebangkitan yang hakiki, yang lepas dari cengkeraman dan penjajahan asing.

Peran penting Hizbut Tahrir Indonesia dalam membangkitkan umat adalah meningkatkan taraf berpikir hingga masyarakat sadar dan bergerak bersama menuju kebangkitan berdasarkan akidah dan syariat Islam. Dengan kata lain, peran utamanya terletak pada bidang fikriyah (pemikiran/intelektualitas) dan siyasiyah (politik/pengurusan urusan rakyat). Nampaklah bahwa Hizbut Tahrir Indonesia berjuang untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan dan keterjajahan serta berupaya menjadikannya negara besar dan kuat yang mampu menyatukan dunia Islam dalam kekhilafahan. Akhirnya, Hizbut Tahrir Indonesia mengajak berbagai komponen umat untuk berjuang bersama menuju kebangkitan hakiki.

[IS - Humas DPD II HTI Kabupaten Bogor].

Foto-foto:

fotodispankabbogor-01.jpg

fotodispankabbogor-1b.jpg

fotodispankabbogor-02.jpg

Ketua DPD II HTI Kabupaten Bogor, ustadz Didik Suhermanto menyampaikan kata pengantar.

fotodispankabbogor-03.jpg

fotodispankabbogor-04.jpg

fotodispankabbogor-05.jpg

fotodispankabbogor-06b.jpg

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

16 komentar untuk “Bangkitlah Indonesiaku dari Keterpurukan dengan Konsep Syariah”

  1. arief rachmansyah :

    Semakin nyata kesalahan sistem yang berlaku di dunia saat ini, mengakibatkan rakyat kecil semakin mini, dan kapitalis kelas kakap menjadi kapitalis kelas paus. Namun masih banyak rakyat kecil di negeri ini yang memilih untuk “neriman” dan mengikuti apa yang digariskan oleh pemerintah.

    Adalah tugas kita menyadarkan rakyat di negeri ini, agar tahu akan hak - haknya, dan mereka layak untuk mendapatkan lebih dari yang mereka miliki saat ini. Jangan pernah berhenti melakukan tugas ini, menyampaikan solusi total atas segala permasalahan hidup dan kehidupan, yaitu Syariah Islam yang ditegakkan secara kaaffah dalam naungan institusi Daulah Khilafah.

    فذَكرْ إِنما أَنتَ مذَكرٌ
    Therefore do thou give admonition, for thou art one to admonish. [88:21]

  2. Mas Imam :

    Apalagi yang ditunggu? Apakah kita tidak rugi, sudah berjuang tapi tidak untuk ISLAM yang membawa rahmat? Hizbut Tahrir Indonesia apakah tidak layak untuk didukung? Rugilah orang yang berjuang untuk kebangkitan hakiki yakni ISLAM KAFFAH! Insya Allah kita akan berjumpa sahabat, jika perjuangan kita lillahita’alla! Semoga Allah ridha. Amin Allahuakbar

  3. fatih :

    Islam pasti akan kembali!
    Kebangkitan sudah datang…
    Panji-panji liwa dan raya…
    segera berkibar di muka bumi…
    membebaskan manusia menuju Allah semata…

    sambutlah… bangkitnya Islam….

  4. Abu Fara :

    Subhanallah..HTI secara konsisiten telah mengulirkan kebangkitan Islam . Insya Allah dengan ijin Allah usaha ini akan menimbulkan “snow ball effect” hingga tidak tidak akan terbendung lagi tegaknya syariah dan khilafah rasyidah… Allahu akabar..

  5. kuring ti rancaekek :

    Sudah saatnya, tunggu apalagi…!
    AYO KITA SEMUA PERJUANGKAN SYARIAH DAN KHILAFAH ISLAM
    yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam.

  6. Khalil Rusyd :

    Apakah materi presentasi/makalah pembicara bisa di-download?

  7. iman ti bandung :

    Tidak
    Ada
    Alasan

    untuk
    Tidak
    Berjuang
    bersama
    Hizbut Tahrir…

  8. Abu Aufa :

    Are you a Moslem???
    what are You waiting for???
    now it’s time to change failed system with Syariah n Khilafah.
    So. don’t wasting your time,let’s join with Hizbut Tahrir to establishing it.

  9. ai :

    seorang pejuang sejati tak akan berhenti melangkahkan kaki sampai di Surga Nya………….SEMANGAT!!!!!!!

  10. kapitalis :

    Kebangkitan sains dan teknologi ala sekularisme liberalime itu semu ? Please deh… Dengan kemajuan sains jutaan manusia dapat disembuhkan dari berbagai macam penyakit. Kemajuan teknologi mempermudah kegiatan umat manusia, termasuk hizbut tahrir. Bayangkan jika tak ada teknologi maju, mulai dari transportasi, komunikasi, internet, website, dll, apa bisa hizbut tahrir berdakwah secara nasional dan global? Siapa penemu berbagai teknologi yg dimanfaatkan hizbut tahrir dan umat Islam itu? Mengapa sangat sedikit ilmuwan Islam yang sukses sebagai inovator sains dan teknologi, dan jika ada diantara mereka yg sukses, kenapa sebagian besar tinggal di negara2 Barat, bukan di negara2 Islam sendiri? Tolong jangan cuma bisa berkoar-koar dengan dakwah membosankan menyerukan ambisi kekuasaan global lewat jalur politik saja (via kalifah, dsb). Perhatikan juga kemampuan sains dan teknologi umat Islam yg jauh tertinggal. Jangan cuma mengkambinghitamkan dunia barat, liberalisme, sekularisme, kapitalisme, dll sebagai kedok ketidakmampuan umat Islam masa kini menjalankan perintah Allah untuk memanfaatkan alam dan seisinya bagi kepentingan umat manusia. Umat Islam terpuruk, salah satunya karena dipandang remeh oleh orang kafir modern sebagai umat terbelakang. Umat Islam lebih banyak mengkonsumsi daripada berinovasi dan berproduksi. Para pemimpin umat Islam masa kini hanya pandai berbicara, nostalgia masa lalu kejayaan Islam, hanya berambisi politik merebut kekuasaan, dan jargon2 membosankan lainnya.

  11. iman ti bandung :

    Bung Kapitalis,
    kelak anda akan menyesal…

  12. Abu Radifan :

    Saudara kapitalis,
    Bila anda masih berpikir seperti ini, cobalah belajar lebih banyak lagi tentang Islam. Saya yakin akan ada pencerahan pada pikiran anda. Anda bisa coba mencari orang HT untuk teman diskusi dan belajar

  13. Raisyah :

    Bang Kapitalis….
    Let’s Discuss….
    Apa solusi yang anda tawarkan supaya umat Islam bangkit??
    Apa anda telah berfikir secara jernih what is the biggest problem yang dihadapi dunia saat ini apalagi kaum Muslimin, n apa akar permasalahannya???
    Jika bicara masalah kebangkitan, yang dibutuhin not only science-tech doank khan?? But all the aspect of human life What’s ur solution?
    Catet: Khilafah bukan hanya sekedar romantisme sejarah ya Bung..
    Qta bercermin kepada masa lalu alias sejarah to reach a better future, n mencontoh model ideal yg dicontohin oleh Rasulullah Muhammad saw..
    Khan Qta umatnya Nabi Muhammad.
    Don’t u agree??
    So…

  14. Fathimah :

    Semoga bung kapitalis mendapat petunjuk, dan turut memperjuangkan Islam… Adalah hal yang sangat keliru dan naif jika mengatakan produk kapitalis hanya “sekedar” saintek. produk kapitalis adalah liberalisasi yang membawa dampak keterpurukan ekonomi di negeri ini.produk lainnya adalah sekulerisme yang melahirkan manusia bermoral bandit yang pekerjaannya adalah menjajah negeri kaum muslimin yang kaya raya untuk meperkaya negerinya. Mengapa sekarang umat Islam tertinggal di bidang saintek? Paham materialisme telah mewabah tak terkecuali dinegeri kaum muslimin bung, impor dari produk kapitalis. Paham ini membuat umat Islam kehilangan daya dorong dari akidahnya yang membuat mereka tidak produktif melainkan mengebiri produk Barat. Bung masalah Umat Islam menguasai saintek bagi saya it’s just a matter of time…Islam akan menguasai peradaban dunia jika Umat Islam bangkit dengan akidah Islam dan menjadikan akidah mereka sebagai kepemimpinan berfikir.

  15. erizeli :

    Perbedaan sudut pandang antara pemikiran sekuler ( Kapitalis, Sosialis, Komunis dll ) dengan Islam adalah pemahaman tentang “kehidupan”. Para pemikir sekuler manganggap hidup adalah tujuan akhir. Sementara bagi islam hidup adalah persinggahan menuju keabadian ( Alam Akhirta). Bagi pemikir sekular apapun didunia ini harus dipertaruhkan untuk dicapai. Mereka percaya dengan hukum Alam. Yang kuat memakan yang lemah. Bagi islam , hidup didunia bukanlah untuk mendapatkan tapi melewatinya dengan bijak.Dari perbedaan pemikiran inilah kita bisa melihat bahwa kemajuan yang dimaksud oleh Islam bukanlah gedung pencakar langit, jembatan modern , pergi kebulan, dan lain sebagainya. Tapi ,kemajuan yang mensejahterakan dan mendamaikan semua orang. Nilai nilai inilah yang akan membuat perputaran modal terdistibusi secara adil, perkembangan sains untuk kemakmuran.

    Para sekuler menc claim mereka berhasil dengan perkembangan sain dan perputaran modal tapi sekarang mereka mulai takut karena ancaman global warming,kelangkaan pangan, polusi udara, kelangkaan energi dan lain sebagainya. Mereka kawatir dengan pasar modal yang hancur, pasar uang yang stuck dan produksi berlebih pasar menyusut. DImanakah kehebatan sains dan modal yang mereka banggakan itu ? Crisis globar seperti mengjungkir balikan semua teori tentang kehebatan kapitalis, mengejek sosialisme, mentertawakan komunisme. Karena semua takut dan kawatir, kecuali umat Islam.

    Dari ketakutan yang tak bisa diobati oleh sains apapun itulah ,akhirnya orang mulai milirik nilai nilai islam yang dianut. Konsep syariah mulai dilirik, spiritual knowledge mulai digali. Hingga , tak berlebihan bila Korea dan China berencana akan mengadobsi Perbankan syariah, dunia mulai melirik perlunya pemimpin yang punya moral spiritual tinggi.

    Tahun depan tahun 2009, adalah tahun kebangkitan nilai nilai spiritual diseluruh dunia. Tak akan mampu lagi para penguasa atau elite politik menahan laju keinginan publik yang haus akan nilai nilai spiritual.Dari semua itu , maka hanya satu spiritual yang diakui konsistensinya yaitu ISLAM.

    Tegakkan panji Islam dimanapun berada untuk meninggikan kalimat ALlah demi kebenaran ( the truth ) , kebaikan ( goodness ) dan Keadilan ( justice).

  16. ahmad zen :

    wahai umat islam ,ketahuilah bahwa Hizbuttahrir dalam perju angan nya menegakkan Syari’ah dan khilafah ,bukanlah untuk kepentingan HT,melainkan utk kepentingan anda sebagai umat islam,yang di dalamnya terdiri dari para Ulama,PNS,aparat keamanan,petani dll. coba renungkan betapa hari ini berbagai kebijakan yang dibuat oleh manusia telah membunuh bayak manusia itu sendiri. saya punya kerinduan coba para ulama semuanya berjuang untuk tegaknya syariah dan khilafah,mantaaap …sebab mrk lebih didengar daripada mere ka yang ada di dewan sana. tapi sayang yang saya tau ternyata banyak para ualam hari ini yang justru mengha langi syari’ah dan khilafah. diantara mereka ada yang nulis buku fitnah kepada para pejuang syariah dan khilafah . eh… bener lho.. diantara buku-buku itu saya punya .
    pdhl mereka tau tafsir dari ayat “ssngghnya org org yang me mfitnah mu’minin dan mu’minat kemudian mereka tidak bertau bat maka bagi mrk adzab jahanam dan bagi mrk adzab yang mem bakar”.

Tinggalkan Komentar