<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 06:32:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Zaky Aldheani</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-13361</link>
		<dc:creator>Zaky Aldheani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-13361</guid>
		<description>umat islam tanpa syariah bagai makan tanpa garam....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>umat islam tanpa syariah bagai makan tanpa garam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Broe1978</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-12649</link>
		<dc:creator>Broe1978</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:02:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-12649</guid>
		<description>Ass. Wr. Wb.
Salah satu cara yang paling jitu adalah memanfaatkan pemilu 2009 untuk seluruh umat muslim di Indonesia agar tidak ikut memilih (golput)karna memang selain mengikuti berarti mengakui sistem demokrasi yang "HARAM" itu juga akan berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.  sehingga para thagut akan tahu apa keinginan masyarakat indonesia sebenarnya.  sehingga penegakan khilafah dan syariah islam agar dapat segera terwujud. Allahu Akbar....!!!!
Wassalam Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Wr. Wb.<br />
Salah satu cara yang paling jitu adalah memanfaatkan pemilu 2009 untuk seluruh umat muslim di Indonesia agar tidak ikut memilih (golput)karna memang selain mengikuti berarti mengakui sistem demokrasi yang &#8220;HARAM&#8221; itu juga akan berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.  sehingga para thagut akan tahu apa keinginan masyarakat indonesia sebenarnya.  sehingga penegakan khilafah dan syariah islam agar dapat segera terwujud. Allahu Akbar&#8230;.!!!!<br />
Wassalam Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: malizam</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-12614</link>
		<dc:creator>malizam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 04:20:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-12614</guid>
		<description>Keenam : Seorang muslim wajib memejamkan matanya dari melihat majalah-majalah yang merusak itu demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan demi menjauhi bencana dan tempat-tempatnya. Kepada seseorang janganlah mendakwakan terhadap dirinya terjaga dari dosa sungguh Rasulullah memberitahukan bahwa "Sesungguhnya syeitan itu mengalir di tubuh anak adam seperti mengalirnya darah". Imam Ahmad -rahimahullah- berkata : " Entah berapakah suatu pandangan yang menimbulkan bencana di hati orang yang melihat itu". Maka barang siapa yang tergantung dengan apa yang terdapat di dalam majalah-majalah itu dari gambar-gambar dan yang lainnya telah merusak hatinya dan kehidupannya serta memalingkannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Karena, baiknya hati dan kehidupannya hanya disebabkan oleh ketergantungan dengan Allah dan mengibadatinya, lezatnya bermunajah kepadanya dan ikhlas serta penuhnya kecintaannya kepada Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keenam : Seorang muslim wajib memejamkan matanya dari melihat majalah-majalah yang merusak itu demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan demi menjauhi bencana dan tempat-tempatnya. Kepada seseorang janganlah mendakwakan terhadap dirinya terjaga dari dosa sungguh Rasulullah memberitahukan bahwa &#8220;Sesungguhnya syeitan itu mengalir di tubuh anak adam seperti mengalirnya darah&#8221;. Imam Ahmad -rahimahullah- berkata : &#8221; Entah berapakah suatu pandangan yang menimbulkan bencana di hati orang yang melihat itu&#8221;. Maka barang siapa yang tergantung dengan apa yang terdapat di dalam majalah-majalah itu dari gambar-gambar dan yang lainnya telah merusak hatinya dan kehidupannya serta memalingkannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Karena, baiknya hati dan kehidupannya hanya disebabkan oleh ketergantungan dengan Allah dan mengibadatinya, lezatnya bermunajah kepadanya dan ikhlas serta penuhnya kecintaannya kepada Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dahlan ti Bogor</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-11349</link>
		<dc:creator>Dahlan ti Bogor</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 17:00:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-11349</guid>
		<description>Survey membuktikan bahwa Ummat Islam di Indonesia manyoritas berharap kepada Syariat Islam... kepada saudara-saudara sekalian yang teguh dan Istiqomah dan terus menerus mendakwahkan penerapan Syariat Islam dalam seluruh faktor kehidupan di Negri ini... lihatlah, bahwa hasil perjuangan dan usaha saudara sekalian menampakkan hasil... I'tikad Ummat Islam Negeri ini telah nyata kehendaknya akan keharusan dan kewajiban diterapkannya Syariat Islam dalam seluruh aspek Kehidupan... tinggal upaya saudara-saudara agar intikad dan kehendak itu menjadi keinginan yang kuat disertai kesediaan untuk berkorban karena Allah, untuk bergerak bersama sama Saudara dalam menggantikan sistem kapitalis Nasionalis yang rusak dan menghinakan dengan sistem Islam yang rahmatan lil A'lamin... Saudara - saudara para pejuang penegak Syariah dan Khilafah.. Istiqomahlah dalam perjuangan ini... karena semakin dekat tujuan Dakwah saudara-saudara... maka Ujian dan Cobaan juga semakin besar dan semakin beragam menantang gerak dakwah kita... hanya berserah diri kepada Allah lah semua urusan dakwah ini kita kembalikan.... laahaula walaa kuwwata illa billahila'liyyil Aziim....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Survey membuktikan bahwa Ummat Islam di Indonesia manyoritas berharap kepada Syariat Islam&#8230; kepada saudara-saudara sekalian yang teguh dan Istiqomah dan terus menerus mendakwahkan penerapan Syariat Islam dalam seluruh faktor kehidupan di Negri ini&#8230; lihatlah, bahwa hasil perjuangan dan usaha saudara sekalian menampakkan hasil&#8230; I&#8217;tikad Ummat Islam Negeri ini telah nyata kehendaknya akan keharusan dan kewajiban diterapkannya Syariat Islam dalam seluruh aspek Kehidupan&#8230; tinggal upaya saudara-saudara agar intikad dan kehendak itu menjadi keinginan yang kuat disertai kesediaan untuk berkorban karena Allah, untuk bergerak bersama sama Saudara dalam menggantikan sistem kapitalis Nasionalis yang rusak dan menghinakan dengan sistem Islam yang rahmatan lil A&#8217;lamin&#8230; Saudara - saudara para pejuang penegak Syariah dan Khilafah.. Istiqomahlah dalam perjuangan ini&#8230; karena semakin dekat tujuan Dakwah saudara-saudara&#8230; maka Ujian dan Cobaan juga semakin besar dan semakin beragam menantang gerak dakwah kita&#8230; hanya berserah diri kepada Allah lah semua urusan dakwah ini kita kembalikan&#8230;. laahaula walaa kuwwata illa billahila&#8217;liyyil Aziim&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lembaga Survei Dunia</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-11178</link>
		<dc:creator>Lembaga Survei Dunia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 02:08:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-11178</guid>
		<description>Survey : 80 Persen Mahasiswa Memilih Syariah Sebagai Pandangan Hidup 

Sebagaimana diberitakan Kompas (4/03/2008) , ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia M Danial Nafis pada penutupan Kongres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (3/3) mengungkap hasir survey yang cukup mengejutkan. Mengutip survei yang dilakukan aktivis gerakan nasionalis pada 2006, sebanyak 80 persen mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

Sebanyak 15,5 persen responden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acuan hidup. “Hanya 4,5 persen responden yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.

Penelitian itu dilakukan di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Perguruan-perguruan tinggi tersebut selama ini dikenal sebagai basis gerakan politik di Indonesia.

Danial menilai survei tersebut menunjukkan kondisi riil di perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Kondisi ini menunjukkan semakin rendahnya semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menambahkan, nilai Pancasila yang digali para pendiri bangsa masih sangat relevan dengan kondisi kekinian. Sikap alergi sebagian anak bangsa dengan Pancasila dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa.

Survey ini, meskipun survey tidak selalu bisa dipastikan mewakili realita yang sesungguhnya, mencerminkan, semakin kuatnya keinginan mahasiswa untuk menegakkan syariah Islam. Kecendrungan untuk kembali kepada syariah sesungguhnya bukanlah fenomena lokal. Sebuah polling yang dipublikasikan pada bulan April 2007, yang hasilnya terkesan ditutup-tutupi. Polling itu, yang dilakukan atas pengawasan Universitas Maryland, menegaskan riset yang dilakukan sebelumnya pada masalah seperti terdapat pada www.css-jordan.org.

Polling tersebut yang dilakukan di empat negara muslim (Mesir, Maroko, Pakistan, Indonesia) dengan mayoritas penduduk kaum muslim menunjukkan beberapa hal yang antara lain :Dukungan bagi penerapan Hukum Syariah di Negara-negara Islam;Penyatuan dengan Negara-negara lain di bawah naungan Khilafah; Penentangan atas pendudukan dan kebijakan Barat pada umumnya; Penentangan atas pemaksaan diberlakukannya nilai-nilai Barat di tanah kaum Muslim; Penentangan atas penggunaan kekerasan terhadap penduduk sipil
Bagi beberapa isu tingkat konsensus bagi ide-ide itu melebihi 75%.

Keinginan untuk kembali ke syariah Islam, sebenarnya gampang dipahami. Kondisi negeri-negeri Islam yang menyedihkan sekarang ini menjadi salah satu faktor. Meskipun negeri-negeri Islam sebagian besarnya adalah negeri yang kaya, namun kesejahteraan masyarakatnya menyedihkan. Indonesia misalnya, menggunakan standar World Bank , lebih dari setengah penduduk Indonesia , artinya lebih kurang 110 juta orang hidup dalam kemiskinan.

Penindasan yang dilakukan Barat di negeri-negeri Islam semakin mendorong hal ini . Di Irak, diperkirakan 1 juta penduduk sipil meninggal dunia pasca pendudukan AS dan sekutunya. Pembantain umat Islam juga terjadi di Afghanistan juga memilikukan nurani umat Islam. Belum lagi , secara sistematis penduduk sipil Palestina, diteror dan dibantai oleh negara Zionis Israel. Sementara penguasa negeri Islam hanya diam seribu bahasa.

Penghinaan terus menerus yang dilakukan Barat terhadap Islam juga memperkuat keinginan untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Berulang-ulang Rosulullah saw dihina oleh media Barat sementara pemerintah Barat tidak banyak berbuat apa-apa atas nama kebebasan berpendapat. Penghinaan terhadap Al Qur’an juga terjadi di penjara-penjara yang menjadi tempat penyiksaan dan penghinaan terhadap umat Islam atas tuduhan terorisme.

Semua penderitaan diatas dinyakini akibat penerapan Kapitalisme di negeri-negeri Islam. Penerapan syariah Islam diyakini akan menyelesaikan persoalan akibat ideologi Kapitalisme ini. Sementara, kebutuhan akan Khilafah Islam sendiri merupakan konsekuensi langsung dari kewajiban menerapkan syariah Islam. Tidaklah mungkin syariah Islam bisa ditegakkan secara menyeluruh tanpa negara.

Kerinduan terhadap Khilafah juga muncul karena terpecah belahnya umat Islam saat ini. Khilafah dipercaya akan menyatukan umat Islam seluruh dunia. Keberadaan pemimpin negeri-negeri Islam yang tidak hirau terhadap rakyatnya, tidak melindungi umat Islam, bahkan lebih memilih menjadi agen-agen negara Kapitalis memperkuat kesadaran akan kewajiban Khilafah ini .

Namun kita perlu mengkritisi pernyataan Mantan Gubernur DKI yang menganggap kecendrungan terhadap syariah Islam ini akan memicu disintegrasi. Propaganda busuk ini sebenarnya sudah basi, tapi tetap saja berulang-ulang dipropagandakan. Kita perlu menegaskan, justru penerapan syariah Islam akan memperkuat persatuan negeri ini . Sebab syariah Islam mengharamkan upaya pemecahbelahan negeri-negeri Islam termasuk Indonesia. Mengharamkan intervensi asing yang akan mengobok-obok Indonesia. Tidak heran kalau Hizbut Tahrir berulang-ulang meningatkan bahaya campur tangan asing di Timor Timur, Aceh, dan Papua, Ambon yang akan memicu disintegrasi.

Sutiyoso tampaknya salah alamat dalam mengidentifikasi persoalan di Indonesia. Berbagai persoalan di Indonesia seperti kemiskinan, konflik sosial, perampokan kekayaan negara , korupsi , dan disintegrasi , bukan disebabkan oleh syariah Islam yang memang belum diterapkan di Indonesia. Tapi penyebabnya adalah kita selama ini menerapkan sistem Kapitalisme. Jadi bukan karena syariah Islam.

Ironisnya mereka yang mengklaim nasionalis justru memperkokoh penjajahan terhadap Indonesia. Lihat, mereka yang mengklaim nasionalis, justru membiarkan kekayaan alam Indonesia di rampok oleh asing dengan keluarnya UU yang pro liberal seperti UU Migas, UU SDA, UU Kelistrikan, UU penanaman modal . Mereka juga getol menyuarakan liberalisasi, privatisasi, dengan alasan globalisasi. Padahal semua ini akan menyebabkan kekayaan alam Indonesia dirampok oleh asing.

Mereka mengklaim nasionalis yang memperhatikan rakyat. Mereka teriak save our nation , tapi kenyataannya, mereka malah mendukung kebijakan pro IMF seperti menaikkan BBM, mengurangi subsidi terhadap kesehatan dan pendidikan yang semuanya membuat rakyat semakin menderita. Mereka juga berbusa-busa mempertahankan hutang luar negeri, meskipun telah terbukti membuat Indonesia didikte oleh negara pendonor.

Mereka mengkalim nasionalis yang menjaga keutuhan negara, tapi justru membiarkan asing mengancam keutuhan negara . Mereka membiarkan LSM asing memprovokasi disintegrasi atas nama HAM. Mereka juga membiarkan negara-negara penjajah yang memiliki niat jahat, campur tangan untuk menyelasaikan persoalan Indonesia. Pernjanjian DCA Indonesia-Singapura meskipun kemudian ditolak menjadi bukti bagaimana para yang mengklaim nasionalis ini justru menjual negara.

Walhasil, Indonesia dan negeri Islam akan keluar dari berbagai persoalan ini, kalau kita mencampakkan ideologi Kapitalisme dalam berbagai aspek dan kembali kepada syariah Islam. Sekali lagi syariah Islam yang akan meyelamatkan Indonesia. Bukan yang lain. Dan Hizbut Tahrir akan terus berjuang untuk ini, untuk menyelamatkan Indonesia, mensejahterakan rakyat, dan membuat Indonesia mandiri tidak tergantung kepada asing.(Farid Wadjdi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Survey : 80 Persen Mahasiswa Memilih Syariah Sebagai Pandangan Hidup </p>
<p>Sebagaimana diberitakan Kompas (4/03/2008) , ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia M Danial Nafis pada penutupan Kongres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (3/3) mengungkap hasir survey yang cukup mengejutkan. Mengutip survei yang dilakukan aktivis gerakan nasionalis pada 2006, sebanyak 80 persen mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Sebanyak 15,5 persen responden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acuan hidup. “Hanya 4,5 persen responden yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.</p>
<p>Penelitian itu dilakukan di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Perguruan-perguruan tinggi tersebut selama ini dikenal sebagai basis gerakan politik di Indonesia.</p>
<p>Danial menilai survei tersebut menunjukkan kondisi riil di perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Kondisi ini menunjukkan semakin rendahnya semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa.</p>
<p>Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menambahkan, nilai Pancasila yang digali para pendiri bangsa masih sangat relevan dengan kondisi kekinian. Sikap alergi sebagian anak bangsa dengan Pancasila dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa.</p>
<p>Survey ini, meskipun survey tidak selalu bisa dipastikan mewakili realita yang sesungguhnya, mencerminkan, semakin kuatnya keinginan mahasiswa untuk menegakkan syariah Islam. Kecendrungan untuk kembali kepada syariah sesungguhnya bukanlah fenomena lokal. Sebuah polling yang dipublikasikan pada bulan April 2007, yang hasilnya terkesan ditutup-tutupi. Polling itu, yang dilakukan atas pengawasan Universitas Maryland, menegaskan riset yang dilakukan sebelumnya pada masalah seperti terdapat pada <a href="http://www.css-jordan.org" rel="nofollow">http://www.css-jordan.org</a>.</p>
<p>Polling tersebut yang dilakukan di empat negara muslim (Mesir, Maroko, Pakistan, Indonesia) dengan mayoritas penduduk kaum muslim menunjukkan beberapa hal yang antara lain :Dukungan bagi penerapan Hukum Syariah di Negara-negara Islam;Penyatuan dengan Negara-negara lain di bawah naungan Khilafah; Penentangan atas pendudukan dan kebijakan Barat pada umumnya; Penentangan atas pemaksaan diberlakukannya nilai-nilai Barat di tanah kaum Muslim; Penentangan atas penggunaan kekerasan terhadap penduduk sipil<br />
Bagi beberapa isu tingkat konsensus bagi ide-ide itu melebihi 75%.</p>
<p>Keinginan untuk kembali ke syariah Islam, sebenarnya gampang dipahami. Kondisi negeri-negeri Islam yang menyedihkan sekarang ini menjadi salah satu faktor. Meskipun negeri-negeri Islam sebagian besarnya adalah negeri yang kaya, namun kesejahteraan masyarakatnya menyedihkan. Indonesia misalnya, menggunakan standar World Bank , lebih dari setengah penduduk Indonesia , artinya lebih kurang 110 juta orang hidup dalam kemiskinan.</p>
<p>Penindasan yang dilakukan Barat di negeri-negeri Islam semakin mendorong hal ini . Di Irak, diperkirakan 1 juta penduduk sipil meninggal dunia pasca pendudukan AS dan sekutunya. Pembantain umat Islam juga terjadi di Afghanistan juga memilikukan nurani umat Islam. Belum lagi , secara sistematis penduduk sipil Palestina, diteror dan dibantai oleh negara Zionis Israel. Sementara penguasa negeri Islam hanya diam seribu bahasa.</p>
<p>Penghinaan terus menerus yang dilakukan Barat terhadap Islam juga memperkuat keinginan untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Berulang-ulang Rosulullah saw dihina oleh media Barat sementara pemerintah Barat tidak banyak berbuat apa-apa atas nama kebebasan berpendapat. Penghinaan terhadap Al Qur’an juga terjadi di penjara-penjara yang menjadi tempat penyiksaan dan penghinaan terhadap umat Islam atas tuduhan terorisme.</p>
<p>Semua penderitaan diatas dinyakini akibat penerapan Kapitalisme di negeri-negeri Islam. Penerapan syariah Islam diyakini akan menyelesaikan persoalan akibat ideologi Kapitalisme ini. Sementara, kebutuhan akan Khilafah Islam sendiri merupakan konsekuensi langsung dari kewajiban menerapkan syariah Islam. Tidaklah mungkin syariah Islam bisa ditegakkan secara menyeluruh tanpa negara.</p>
<p>Kerinduan terhadap Khilafah juga muncul karena terpecah belahnya umat Islam saat ini. Khilafah dipercaya akan menyatukan umat Islam seluruh dunia. Keberadaan pemimpin negeri-negeri Islam yang tidak hirau terhadap rakyatnya, tidak melindungi umat Islam, bahkan lebih memilih menjadi agen-agen negara Kapitalis memperkuat kesadaran akan kewajiban Khilafah ini .</p>
<p>Namun kita perlu mengkritisi pernyataan Mantan Gubernur DKI yang menganggap kecendrungan terhadap syariah Islam ini akan memicu disintegrasi. Propaganda busuk ini sebenarnya sudah basi, tapi tetap saja berulang-ulang dipropagandakan. Kita perlu menegaskan, justru penerapan syariah Islam akan memperkuat persatuan negeri ini . Sebab syariah Islam mengharamkan upaya pemecahbelahan negeri-negeri Islam termasuk Indonesia. Mengharamkan intervensi asing yang akan mengobok-obok Indonesia. Tidak heran kalau Hizbut Tahrir berulang-ulang meningatkan bahaya campur tangan asing di Timor Timur, Aceh, dan Papua, Ambon yang akan memicu disintegrasi.</p>
<p>Sutiyoso tampaknya salah alamat dalam mengidentifikasi persoalan di Indonesia. Berbagai persoalan di Indonesia seperti kemiskinan, konflik sosial, perampokan kekayaan negara , korupsi , dan disintegrasi , bukan disebabkan oleh syariah Islam yang memang belum diterapkan di Indonesia. Tapi penyebabnya adalah kita selama ini menerapkan sistem Kapitalisme. Jadi bukan karena syariah Islam.</p>
<p>Ironisnya mereka yang mengklaim nasionalis justru memperkokoh penjajahan terhadap Indonesia. Lihat, mereka yang mengklaim nasionalis, justru membiarkan kekayaan alam Indonesia di rampok oleh asing dengan keluarnya UU yang pro liberal seperti UU Migas, UU SDA, UU Kelistrikan, UU penanaman modal . Mereka juga getol menyuarakan liberalisasi, privatisasi, dengan alasan globalisasi. Padahal semua ini akan menyebabkan kekayaan alam Indonesia dirampok oleh asing.</p>
<p>Mereka mengklaim nasionalis yang memperhatikan rakyat. Mereka teriak save our nation , tapi kenyataannya, mereka malah mendukung kebijakan pro IMF seperti menaikkan BBM, mengurangi subsidi terhadap kesehatan dan pendidikan yang semuanya membuat rakyat semakin menderita. Mereka juga berbusa-busa mempertahankan hutang luar negeri, meskipun telah terbukti membuat Indonesia didikte oleh negara pendonor.</p>
<p>Mereka mengkalim nasionalis yang menjaga keutuhan negara, tapi justru membiarkan asing mengancam keutuhan negara . Mereka membiarkan LSM asing memprovokasi disintegrasi atas nama HAM. Mereka juga membiarkan negara-negara penjajah yang memiliki niat jahat, campur tangan untuk menyelasaikan persoalan Indonesia. Pernjanjian DCA Indonesia-Singapura meskipun kemudian ditolak menjadi bukti bagaimana para yang mengklaim nasionalis ini justru menjual negara.</p>
<p>Walhasil, Indonesia dan negeri Islam akan keluar dari berbagai persoalan ini, kalau kita mencampakkan ideologi Kapitalisme dalam berbagai aspek dan kembali kepada syariah Islam. Sekali lagi syariah Islam yang akan meyelamatkan Indonesia. Bukan yang lain. Dan Hizbut Tahrir akan terus berjuang untuk ini, untuk menyelamatkan Indonesia, mensejahterakan rakyat, dan membuat Indonesia mandiri tidak tergantung kepada asing.(Farid Wadjdi)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam &#171; ISLAM BUKAN TERORIS</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-10924</link>
		<dc:creator>Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam &#171; ISLAM BUKAN TERORIS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:05:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-10924</guid>
		<description>[...] Gerakan Islam yang ingin menegakkan syariah Islam merupakan bagian dari respon untuk Islam terhadap Kapitalisme Global. Kapitalisme global yang sifatnya mendunia harus dilawan dengan gerakan yang sifatnya mendunia juga. Disinilah relevansi perjuangan penerapan syariah dan Khilafah untuk menghentikan penjajahan kapitalisme global dunia. Walhasil, umat Islam seharusnya mendukung perjuangan ini bukan sebaliknya. Kapitalisme global harus menjadi musuh bersama umat Islam. Kapitalisme global hanya bisa dihentikan dengan penerapan syariah Islam oleh Khilafah Islam. Allahu Akbar.   [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Gerakan Islam yang ingin menegakkan syariah Islam merupakan bagian dari respon untuk Islam terhadap Kapitalisme Global. Kapitalisme global yang sifatnya mendunia harus dilawan dengan gerakan yang sifatnya mendunia juga. Disinilah relevansi perjuangan penerapan syariah dan Khilafah untuk menghentikan penjajahan kapitalisme global dunia. Walhasil, umat Islam seharusnya mendukung perjuangan ini bukan sebaliknya. Kapitalisme global harus menjadi musuh bersama umat Islam. Kapitalisme global hanya bisa dihentikan dengan penerapan syariah Islam oleh Khilafah Islam. Allahu Akbar.   [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajar_sda</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-10785</link>
		<dc:creator>fajar_sda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 12:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-10785</guid>
		<description>Assalamu'alaikum wr wb.

Terkait dg hasil riset Roy Morgan ini, saya coba telusuri langsung ke website-nya utk mengunduh laporan lengkap-nya. Krn biasanya mrk pasti publish versi lengkapnya.

Tapi sayangnya mrk sdh menggantinya dg halaman "The Jakarta Post" yg memuat berita tsb.

Adakah dari antum yg sempat mengunduh versi lengkap dari hasil survey tsb sebelumnya?
kalau ada mohon bisa dikirimkan ke email ane di : fajarkurniawan78@gmail.com.

Jazakallah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Terkait dg hasil riset Roy Morgan ini, saya coba telusuri langsung ke website-nya utk mengunduh laporan lengkap-nya. Krn biasanya mrk pasti publish versi lengkapnya.</p>
<p>Tapi sayangnya mrk sdh menggantinya dg halaman &#8220;The Jakarta Post&#8221; yg memuat berita tsb.</p>
<p>Adakah dari antum yg sempat mengunduh versi lengkap dari hasil survey tsb sebelumnya?<br />
kalau ada mohon bisa dikirimkan ke email ane di : <a href="mailto:fajarkurniawan78@gmail.com">fajarkurniawan78@gmail.com</a>.</p>
<p>Jazakallah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: balqeez al qawarir</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-10782</link>
		<dc:creator>balqeez al qawarir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 10:33:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-10782</guid>
		<description>yang menolak syariah mungkin takut gak bisa berbuat curang lagi! takut gak kebagian duit pelicin! takut gak bisa mamerin body sexy! :)ngerasa terkekang!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang menolak syariah mungkin takut gak bisa berbuat curang lagi! takut gak kebagian duit pelicin! takut gak bisa mamerin body sexy! :)ngerasa terkekang!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cokie</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-10741</link>
		<dc:creator>Cokie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 05:19:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-10741</guid>
		<description>52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam..?
Aku Yakin Bisa lebih, soalnya belum semua umat Islam paham dan sadar Syariah Islam

Itu adalah PR kita Semua...
terus berjuang........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam..?<br />
Aku Yakin Bisa lebih, soalnya belum semua umat Islam paham dan sadar Syariah Islam</p>
<p>Itu adalah PR kita Semua&#8230;<br />
terus berjuang&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hairuddin</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/06/26/survey-roy-morgan-research-52-persen-rakyat-indonesia-menuntut-penerapan-syariah-islam/#comment-10730</link>
		<dc:creator>hairuddin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 16:08:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=1484#comment-10730</guid>
		<description>sudah menjadi tanggung jawab ummat islah untuk menegakkan hukum-hukum ALLAH. untuk itu syariah harus ditegakkan dimuka bumi ini,INILHUKMU ILLA LILLAHI, Sesunguhnya yang menetapkan hukum hanyalah hak ALLAH. (QS. Arrad:57).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudah menjadi tanggung jawab ummat islah untuk menegakkan hukum-hukum ALLAH. untuk itu syariah harus ditegakkan dimuka bumi ini,INILHUKMU ILLA LILLAHI, Sesunguhnya yang menetapkan hukum hanyalah hak ALLAH. (QS. Arrad:57).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

