AS Menghendaki Papua Lepas Dari Indonesia

[Edisi 418] Sebagaimana diberitakan sejumlah media, beberapa waktu lalu 40 anggota Kongres AS mengirimkan sepucuk surat kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Surat bertanggal 29 Juli 2008 tersebut intinya adalah meminta Presiden SBY untuk membebaskan “segera dan tanpa syarat” dua orang aktivis sparatis Papua, yakni anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang bernama Filep Karma dan Yusak Pakage. Sebagaimana diketahui, keduanya telah mengibarkan Bendera Bintang Kejora di Abepura, 1 Desember 2004 lalu. Kemudian, pada Mei 2005, pengadilan menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara terhadap keduanya (Republika, 11/8/2008).

Kita tentu patut prihatin karena di Papua memang sedang terjadi upaya disintegrasi. Pangkal masalahnya adalah adanya pihak asing yang terus memanas-manasi, bahkan mendorong terjadinya kegiatan sparatis tersebut. Upaya disintegrasi ini memang telah dilakukan secara sistematis, dengan cara menginternasionalisasi isu Papua. Asing, terutama AS, sangat jelas telah merancang upaya pemisahan Papua ini dari wilayah Indonesia. Hal ini antara lain dibuktikan dengan beberapa fenomena berikut:

1. Kehadiran Sekretaris Kedubes Amerika dan utusan Australia, Inggris dan negara asing lainnya dalam Kongres Papua pada tanggal 29 Mei hingga 4 Juni 2000 yang lalu. Dalam Kongres tersebut, mereka menggugat penyatuan Papua dalam NKRI yang dilakukan pemerintah Belanda, Indonesia dan PBB pada masa Soekarno. Menurut Kongres tersebut, “bangsa” Papua telah berdaulat sebagai bangsa dan negara sejak 1 Desember 1961. Selanjutnya Kongres meminta dukungan internasional untuk memerdekakan Papua (Kompas, 5/6/2000).

2. Kasus penembakan yang terjadi di Mile 62-63 Jalan Timika–Tembagapura pada 31 Agustus 2002. Peristiwa tersebut merenggut 3 nyawa karyawan Freeport Indonesia, masing-masing 2 warga negara AS dan 1 WNI, serta melukai 11 orang, 1 di antaranya anak-anak. Kasus ini terus diangkat oleh AS ke dunia internasional. Bahkan FBI dan CIA berdatangan ke Papua untuk mengusut peristiwa tersebut. Sejak saat itu, persoalan Papua berhasil diangkat oleh AS menjadi perhatian negara-negara di dunia maupun masyarakat internasional sebagai kasus pelanggaran HAM.

3. Kongres AS membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) 2601 yang memuat masalah Papua di Amerika pada bulan Juli 2005, yang akhirnya disetujui oleh Kongres AS. RUU tersebut menyebutkan adanya kewajiban Menteri Luar Negeri AS untuk melaporkan kepada Kongres tentang efektivitas otonomi khusus dan keabsahan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

4. Akhir 2005, Kongres AS mempermasalahkan proses bergabungnya Irian Barat (Papua) dengan Indonesia. Padahal sejarah mencatat, bahwa pendukung utama integrasi tersebut adalah Amerika sendiri, dimana persoalan Indonesia dianggap sebagai bagian dari masalah AS.

5. Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Syamsir Siregar (22/3/2006), menduga ada upaya LSM yang didanai asing hingga terjadi kerusuhan di Abepura. Wakil dari LSM saat berbicara bersama seorang anggota Komisi I DPR-RI—dalam dialog di salah satu stasiun TV nasional (22/3/2006)—tidak secara tegas menolak hal itu. Ternyata, hingga saat ini pun, ada upaya sistematis untuk mengadu-domba antarumat beragama di Papua, antara kelompok Muslim dengan Muslim di satu sisi, dan Muslim dengan non-Muslim di sisi lain. Tulisan International Crisis Group (ICG), yang dirilis Juni 2008 lalu jelas mengisyaratkan hal ini.

6. Pemberian visa sementara bagi pencari suaka pada 42 aktivis pro-kemerdekaan Papua oleh Australia. Menteri Imigrasi Australia (23/3/2006) Amanda Vanston mengatakan, “Ini didasarkan pada bukti yang disampaikan oleh individu sendiri serta laporan dari pihak ketiga.” Siapa yang dimaksud pihak ketiga, itu tidak pernah dijelaskan. Namun, umumnya pihak ketiga itu adalah NGO atau LSM yang didanai oleh asing. Pemberian suaka ini juga merupakan hal penting, sebab terkait dengan upaya kemerdekaan Papua melalui proses internasionalisasi.

7. Anggota Kongres AS, Eny Faleomavaega, kembali melakukan kunjungan ke Indonesia pada 28/11/2007. Secara khusus Eny melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah Papua seperti Biak dan Manokwari. Alasan yang disampaikan oleh Eny adalah melihat langsung kondisi Papua setelah enam tahun otonomi khusus (otsus). Jika kita menelaah rangkaian kunjungan dan aktivitasnya selama ini, kedatangan Eny Faleomavaega ke Papua sebenarnya semakin mengokohkan opininya, bahwa Papua memang layak untuk merdeka.

8. Pada 16 Juni 2008, ICG mengeluarkan laporan “Indonesia: Communal Tensions in Papua”. Di sana ditulis, “Konflik Muslim dengan Kristen di Papua dapat meningkat jika tidak dikelola dengan baik. Kaum Kristen merasa ‘diserang’ oleh kaum migrasi Muslim dari luar Papua. Mereka merasa Pemerintah mendukung aktivitas Islam untuk mengekpansi minoritas non-Muslim. Kaum Muslim pindahan itu memandang demokrasi dapat diarahkan menjadi tirani mayoritas sehingga posisi mereka di sana terancam”. Laporan ini lebih merupakan propaganda dan upaya adu domba.

Sementara itu, surat tertanggal 29 Juli 2008 dari 40 anggota Kongres AS yang mereka kirim kepada Presiden SBY, dalam alinea terakhirnya manyatakan, ”We urge you to take action to ensure the immediate and unconditional release of Mr. Karma and Mr. Pakage. Any security officials who mistreated Mr. Karma or who may have employed inappropriate force against peaceful demonstrators should be prosecuted. Such steps would be an important indicator that Indonesia, as a member of the UN Human Rights Council, takes its international obligations to fully respect universally recognized human rights.” (Kami mendesak Anda untuk membebaskan segera dan tanpa syarat Mr. Karma dan Mr. Pakage. Siapapun aparat keamanan yang memperlakukan Mr. Karma dengan buruk atau mungkin melakukan kekerasan terhadap para pendemo yang melakukan aksi damai, maka aparat tersebut harus dihukum. Tindakan semacam itu merupakan indikator penting, bahwa Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB, telah melakukan kewajiban internasionalnya untuk benar-benar menghormati HAM yang telah diakui secara universal).

Surat tersebut ternyata dimuat dan dipuji-puji dalam situs resmi The East Timor and Indonesia Action Network (ETAN). ETAN adalah LSM internasional asal AS yang berpengalaman menjadi salah satu arsitek lepasnya Timor Timur dari Indonesia.

Surat anggota Kongres AS ini jelas semakin membuktikan adanya intervensi terhadap Pemerintah Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa AS mendukung upaya disintegrasi tersebut.

Wahai kaum Muslim:

Kita tidak boleh lengah, dengan mengatakan, bahwa sikap 40 anggota Kongres AS ini hanyalah sikap pribadi, bukan sikap resmi pemerintah. Sebagai negara penjajah, AS tentu tidak akan tinggal diam, sebelum Indonesia benar-benar bisa dikuasai dan dicengkram sepenuhnya. Caranya dengan menciptakan konflik di dalam negeri dan terus memicu terjadinya disintegrasi, hingga benar-benar lepas satu persatu. Kenyataan inilah yang pernah mereka lakukan terhadap Timor Timur. Hal yang sama, kini tengah mereka lakukan di Papua dan Sudan Selatan.

Karena itu, kami menyerukan kepada Presiden SBY beserta seluruh jajaran pemerintahan, termasuk para anggota wakil rakyat di DPR, untuk tidak tunduk pada campur tangan dan tekanan asing yang bertujuan untuk memecah-belah keutuhan wilayah Indonesia.

Kami juga menyeruskan kepada umat Islam, khususnya di Papua, agar bersatu dengan umat Islam di seluruh Indonesia untuk menolak rancangan negara kafir penjajah guna memisahkan diri dari wilayah Indonesia. Sebab, upaya pemisahan diri dari wilayah Islam merupakan dosa besar di hadapan Allah SWT. Dengan tindakan ini, umat Islam di Papua tidak akan pernah mendapatkan kebaikan sedikit pun, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dengan memisahkan diri, umat Islam di Papua akan menjadi minoritas. Setelah itu, mereka akan mengalami nasib yang sama seperti saudara-saudara Muslim mereka di Timor Timur pasca pemisahan diri dari Indonesia. Mereka diusir dari rumah dan negeri mereka sendiri. Bahkan sangat mungkin mereka akan mengalami inkuisisi sebagaimana yang pernah dialami oleh kaum Muslim di Spanyol.

Kami juga menyerukan kepada umat Kristiani, baik di Papua maupun di seluruh Indonesia, agar menolak hasutan dan fitnah yang dihembuskan oleh negara-negara penjajah. Meski mereka seagama, mereka tidak pernah peduli dengan nasib Anda. Yang mereka pedulikan adalah kekayaan alam Papua yang melimpah. Dengan lepas dari Indonesia, Anda pun tidak akan luput dari penjajahan, sebagaimana nasib saudara-saudara Anda di Timor Timur. Bahkan nasib mereka tidak lebih baik, dibanding dengan ketika mereka bersama dengan Indonesia. Hingga kini, mereka pun masih belum merdeka, bahkan untuk disebut negara pun masih belum layak.

Wahai kaum Muslim:

Kami melihat, bahwa tindakan 40 anggota Kongres AS dan upaya pemisahan diri dari wilayah Indonesia ini merupakan tindakan politik. Tindakan politik harus dihadapi dengan tindakan dan kebijakan politik. Tindakan dan kebijakan politik ini tentu membutuhkan kemauan dan keberanian politik. Kemauan dan keberanian politik tersebut bukan hanya dari penguasa, tetapi juga dari rakyat.

Namun sayang, saat ini partai-partai politik yang seharusnya memainkan peranan ini, nyaris tidak berbuat apa-apa. Mereka saat ini lebih disibukkan dengan urusan Pemilu. Rakyat pun sama. Pasahal di depan mereka ada bahaya disintegrasi yang sudah mengancam di depan mata.

Karena itu, kami menyeru semua pihak, baik pemerintah, DPR/MPR, TNI, Polri, para pimpinan parpol, ormas, tokoh dan seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya mencegah terjadinya disintegrasi ini. Kesalahan pada masa lalu tidak boleh terulang kembali. Nabi saw. ngatkan,

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

Tidak layak seorang Mukmin dipatuk oleh ular pada lubang yang sama dua kali (HR Muslim).

Kami juga mengingatkan seluruh rakyat dan para penguasa di negeri ini, bahwa inilah fakta negeri kita, yang selalu dipandang sebelah mata. Inilah fakta negeri-negeri kaum Muslim yang lainnya. Inilah buah sekularisme yang diterapkan di negeri ini, dan negeri-negeri kaum Muslim yang lainnya.

Solusinya tidak ada lagi, kecuali syariah. Hanya syariahlah yang bisa menggantikan sistem sekular. Dengan Khilafah, Indonesia dan negeri-negeri kaum Muslim lain akan menjadi negara adidaya dan diperhitungkan dunia, mampu mencegah disintegrasi, sekaligus menyatukan negeri-negeri Islam di bawah satu bendera. []

Komentar al-Islam:

Hasil Penelitian LIPI: Ongkos Pemilu Langsung di Indonesia selama lima tahun tidak kurang dari Rp 400 triliun (Syafii Maarif, “Resonansi”, Republika/12/2008).

Ironis! Sudah mahal, Pemilu melahirkan banyak kepala daerah/wakil rakyat yang korup.

15 comments

  1. Sekali lagi, jangan tunduk pada asing
    Dalam daulah Islam, sangat jelas sikap kholifah terhadap negara asing/kafir, dengan politik luar negri yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
    Mari segera tegakkan Khilafah.

  2. Shalahuddin Thariq al Fatih

    Sekali lagi tanda tanda itu muncul dihadapan kita. dimana kaum
    kuffar terus menerus melancarkan cara untuk memecah kita, melemahkan
    kita. sebagai muslim sejati kita tak boleh terjebak oleh hal seperti ini
    ingat kita adalah ummat yang kuat. jangan pernah terjebak oleh
    segala jebakan dari para musuh musuh islam
    .
    .
    _________PANNGUNG SEJARAH
    .
    .
    Dunia menjadi saksi
    Atas perbuatan manusia
    Keagaungan dan kebobrokan
    Terus dimainkan dalam pentas sejarah
    .
    ____Allahu akbar
    ____Allah maha besar
    ____Allah maha kuasa atas segala kejadian
    .
    Kini kalian rasakan
    Kalian rasakan kebobrokan tengah berkuasa
    kedzaliman, penderitaan , tangisan
    itulah adegan tengah berlangsung
    Dan itulah kisah hina yang tengah dimainkan
    Itulah kisah kekuasaan dari orang-orang terlaknat
    .
    ____Semua Pasti berakhir
    ____semua pasti berakhir
    ____Sebuah ummat akan menngantikan mereka
    ____Ummat pembawa keadilan
    ____Ummat pembawa risalah
    ____Ummat pilihan dati sang pencipta kehidupan
    .
    Tak lama lagi semua akan berakhir
    Orang orang pilihan akan segera bermunculan
    Tumbuh, MENGGEMA di Angkasa
    menyapuh segalah peradaban kufur
    Hidupkan takbir disrtiap atom atom kehidupan
    .
    .
    Shalahuddin Thariq al Fatih
    [email protected]

  3. syabira fiddin

    untuk seluruh kaum muslimin..bangkitlah!!! AS dan sekutu-sekutunya makin menjadi-jadi….

    Apakah benar HTI merusak NKRI..??? mana buktinya??…saat papua akan disintegrasi,mana parpol yang lainnya untuk membela NKRI??…

  4. telah nampak keingina penjajah, pemecah belah yang kotor dari mulut mereka, apa yang ada dalam hati mereka lebih busuk lagi. Mereka tahu pemerintah kita suka dan tidak tegas dan tidak pernah belajar dari kejadian timor-timor yg awalnya juga seperti ini. atau jangan-jangan pemerintah kita memang antek mereka. wallahu a’lam

  5. Selama ini AS selalu mengkampenyekan prinsip-prinsip hubungan antarnegera tapi mereka sendiri yang tidak paham. Surat Kongres AS tersebut sudah menunjukkan kebuntuan mereka atas usahanya untuk mengobrak-abrik orang lain.

    ==============================================
    INDONESA GOES KHILAFAH

  6. Ya Allah ya Robbana ya Karim…
    Kami melihat penderitaan yang dialami sudara-saudra kami di Palestina,
    Kami melihat betapa pedihnya penderitaan yang dialami sudara-saudara kami di Irak,
    sudara-sudara kami di Afganistán, sudara-saudara kami di Moro, di Kashmir, di Hindustan, di Ambon dan di seluruh negeri kaum muslimin
    Namun kami tidak berdaya ya Robbana…….
    Kami tidak bisa membantu mereka ya Robbana……..
    Karena kami lemah, karena kami tidak memiliki kekuatan

    Ya Robbana…. Ya Karim…….
    Karena itu ya Allah…. ampunilah dosa kami
    Ampuni kekihlafan kami
    Ampuni kesalahan kami yang tidak perduli dengan saudara-saudra kami ya Robbana… Padahal melalui lisan Rosulullah Sallallahualaihiwasalam Engkau telah menetapkan
    bahwa seorang muslim adalah sudara muslim yang lain
    Ia tidak akan mendzoliminya
    Ia tidak akan merelakan sudaranya diserang dan dihabisi oleh musuh-musuh-Nya
    Ampuni kami ya Allah… ya Robbana… ya Karim…

    Ya Allah… ya Robbana… ya Karim…
    Kami melihat sudara-saudara kami tidak bisa tidur siang dan malam
    Tapi kadang-kadang kami tidur nyenyak,
    berleha-leha dan tidak pernah memikirkan nasib mereka
    Ampuni kami ya Robbana ya karim…

    Ya Allah.. berikanlah pertolongan kepada umat ini
    Sebagaimana pertolongan yang telah Engkau berikan kepada Rosulullah dan umat-umat terdahulu

    Ya Allah ya Karim….
    Kami menyakini bahwa janji-Mu tidak akan salah
    Janji-Mu pasti benar
    Janji-Mu pasti akan Engkau tunaikan
    Ya Allah……. Engkau telah berjanji akan memberikan kekuasaan kepada umat Islam di akhir zaman seperti sekarang ini
    Ya Allah wujudkanlah janji-Mu kepada kami
    dan kaum muslim dengan tegaknya Khilafah Islamiyah

    Ya Allah… percepatlah tegaknya Khilafah Islamiyah
    Karena kami menyadari tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah yang telah Engkau janjikan Kehidupan kami dan kaum muslimin akan tetap seperti ini
    Pembantaian sudara kami di Palestina dan diseluruh negeri kaum muslimin tidak ada yang bisa membelanya ya Robbana…
    Karena itu ya Allah……
    kami sangat membutuhkan pertolongan-Mu
    Dengan wujudnya kekuasaan bagi kaum muslimin
    yaitu Khilafah Ala Minhajin Nubuwah..

    Ya Allah… Ya Karim… jadikanlah kami termasuk orang-orang sedang memperjuangkannya
    Gabungkanlah kami dalam barisan para pejuang Islam yang berjuang menuju Ridho-Mu, Ya Robbana ya Karim…

    Ya Jabbar… wahai zat yang maha Pemaksa
    Ya Kaffar… wahai zat yang Maha Perkasa
    Ambillah ya Allah hak kami dari orang-orang yang mendzolimi kami
    dan yang memusuhi kami….

    Ya Allah….. yang menurunkan Al Qur’an
    Ya Allah hancur leburkan musuh-musuh kami
    Ya Allah… hancur leburkan pasukan musuh-musuh kami
    Goncangkanlah kekuatan mereka ya Allah…….
    Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka ya Allah….
    Ya Allah… Ya Karim…….
    Kabulkanlah do’a kami
    Amin ya robbal aa’lamiin

  7. Papua terusan bergolak abis gak diurusin sih ! pemerintah ini kerjaannya apa sih, heh ????

    Wajar dia orang kalo marah – marah melulu, tanah adat nenek moyang mereka dikeruk habis – habisan kadang dengan paksa udah gitu kompensasi yang tidak seimbang pula. Ini juga pemerintah kebanyakan makan duit utang kali ya manut aja apa kata asing, heran !!!!!!
    mental inlander masih aja dibawa bawa manut melulu sama sinyo, alah !

  8. Dasar Amerika kafir! Selalu ingin menguasai berbagai belahan dunia dengan intervensi ke negeri-negeri muslim yang pemerintahannya juga budak dari Amerika!

    Hei, pemerintah Indonesia! Ke mana kalian? Apakah kalian bersanta-santai sementara wilayah Papua ingin dipisahkan oleh negara lain ? ? ?

    Ayo! Kita pertahankan Papua dalam NKRI! Dengan Syariah dan Khilafah, Indonesia akan mempertahankan seluruh wilayahnya dan tidak akan tunduk lagi pada intervensi negara-negara Barat kafir laknatullah!

  9. eh..Amerika itu manusia apa setan yah..yang jelas mereka kafir..!!! sekarang freeport yang mereka incar, jangan-jangan lusa, istana presiden kita yang mau mereka caplok, trus gedung MPR, DPR dan lainnya untuk mereka jadikan ajang bisnis dan kantung penyebar maksiat, naudzubillah…!!!
    lalu apakah kita semua ragu dengan khilafah yang diceritakan pada syirah2 terdahulu. sekarang atau tidak sama sekali untuk berdakwah menegakkan islam yang kaffah.. Allahuakbar!!!

  10. Ya ummat islam harusnya mulai sadar bahwa gerakan yg dilakukan oleh Hizbut Tahrir merupakan usaha yg amat berarti lagi bukti bahwa HT begitu memahami permasalan ummat secara mendetail dan memberikan solusi yg amat baik dan mendasar bagi masalah tsb. Semoga tidak ada lagi ummat yg phobi thd HTI dan bersama-sama berjuang u kemulyaan islam. amiin.
    Hanya Alloh yang maha besar dan maha tahu…

  11. lebih baik mati berdarah-darah dari pada tunduk pada kaum penjajah. SBY-JK (walau sebenarnya antek AS juga)harus tegas ats nama rakyat menolak semua campur tangan asing terhadap kedaulatan NKRI apapun alasannya.harusnya Indonesia lebih berani seperti jaman Soekarno,berani mengganyang setiap musuh yang mencoba merenggut kestuan bangsa. Billahi fii sabililhaq. Merdeka!

  12. Hanya ada satu kata BERSATU.
    Rapatkan barisan,bersatu kita menghadapi berbagai tantangan yang menghadang didepan Insya Allah kita bisa mengatasi semua.Amin

  13. Tunggu kami Amerika, negara badut dan kumpulan kriminal! Tunggu kami Amerika, negara idiot dan kumpulan orang sinting! Akan kami tundukkan negara kalian, dan kami jadikan California sebagai pusat negara Khilafah Al-Islamiyah berikutnya! Sungguh kalian tidak layak memimpin dunia karena kebodohan dan kedunguan kalian! Kalian ciptakan permusuhan dan kesengsaraan di berbagai belahan dunia! Kalian menjelma menjadi musuh utama umat manusia dan peradaban! Ketamakan dan kerakusan kalian menjadikan kalian bangsa barbar yang liar dan jahat!

  14. jgn tunduk pd amerika, intinya qt jg hrs berjuang jg spy ham ditegakkan dr sabang smp merauke, spy jgn ada celah utk barat mengobok-obok negara qta dgn alasan ham

  15. Juara1 Olimpiade MTK BKT. "Rama"

    Jangan mau kalah dengan orang asing!
    Jangan biarkan Negara kita diremehkan Amerika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>