<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pengertian Pornografi dalam RUU Masih Belum Konkrit</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/17/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/17/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Mon, 21 May 2012 07:05:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: abadi</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/17/pengertian-pornografi-dalam-ruu-masih-belum-konkrit/#comment-13892</link>
		<dc:creator>abadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 02:24:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=3572#comment-13892</guid>
		<description>pornoaksi dan pornografi memang perlu di hancurkan dari akar-akarnya, mulai dari system yang memunculkan ide ini sampai konstitusi yang melegalkan konsep.ketika konsep ini ditimbang dan didefinisikan oleh akal manusia akan mengalami ketimpangan, kerancuan dan tidak jelas. saatnya menimbang masalah dengan konsep syari'ah, karena dengan konsep syariahlah akan menghasilkan definisi yang jelas dan memuaskan akal (sesuai dengan naluri manusia)"buang pornografi dan pornoaksi ke bak sampah, sudah primitif kampungan lagi"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pornoaksi dan pornografi memang perlu di hancurkan dari akar-akarnya, mulai dari system yang memunculkan ide ini sampai konstitusi yang melegalkan konsep.ketika konsep ini ditimbang dan didefinisikan oleh akal manusia akan mengalami ketimpangan, kerancuan dan tidak jelas. saatnya menimbang masalah dengan konsep syari&#8217;ah, karena dengan konsep syariahlah akan menghasilkan definisi yang jelas dan memuaskan akal (sesuai dengan naluri manusia)&#8221;buang pornografi dan pornoaksi ke bak sampah, sudah primitif kampungan lagi&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

