<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bank Islam: Tegar di Masa Krisis</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Mon, 21 May 2012 10:22:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Choirul Z Mushohib</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-46270</link>
		<dc:creator>Choirul Z Mushohib</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:48:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-46270</guid>
		<description>Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Perkenalkan saya Choirul ZM...
Saya karyawan di salah satu bank syariah terkenal di Indonesia, negeri yang kita cintai ini.Sebelumnya saya bekerja di bank konvensional swasta terkenal di Indonesia juga......

memang benar apa yang dikatakan akh. Hidayatullah diatas.
Praktik Perbankan Syariah di Indonesia, atau bahkan di dunia memang belum 100% syariah...
Tahukah antum semuanya kenapa??????????????

Solusi dari saya :
Masalah keuangan dan sekitarnya harus dibawah kendali negara. Jika tidak, maka antek kapitalis berlabel syariah akan tetap merajalela.....
semuanya yang berhubungan dengan keuangan harus dikawal n diambil alih oleh negara, yaitu Khilafah Islamiyah....
Masalah teknis operasionalnya mudah..sangat mudah...
Cuma sulit diterapkan karena antek kapitalis berbaju syariah akan menghadang dengan segala cara.....

Untuk itu kita mulai dari lingkup yang paling kecil dulu. Ormas2 Islam harus bergerak, jangan debat kusir masalah furu'iyah saja....
Ekonomi umat lagi kacau bos..diserang bajingan kapitalis berbaju syariah...
 Perjuangan masih panjang dan kita harus melakukan percepatan!!!!! sekali lagi.... percepatan!!!!
Mari lawan sampai tetes darah terakhir!!!!!!


Wassalaam Wr. Wb.


CHOIRUL ZM (Alumni Statistika ITS Surabaya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Perkenalkan saya Choirul ZM&#8230;<br />
Saya karyawan di salah satu bank syariah terkenal di Indonesia, negeri yang kita cintai ini.Sebelumnya saya bekerja di bank konvensional swasta terkenal di Indonesia juga&#8230;&#8230;</p>
<p>memang benar apa yang dikatakan akh. Hidayatullah diatas.<br />
Praktik Perbankan Syariah di Indonesia, atau bahkan di dunia memang belum 100% syariah&#8230;<br />
Tahukah antum semuanya kenapa??????????????</p>
<p>Solusi dari saya :<br />
Masalah keuangan dan sekitarnya harus dibawah kendali negara. Jika tidak, maka antek kapitalis berlabel syariah akan tetap merajalela&#8230;..<br />
semuanya yang berhubungan dengan keuangan harus dikawal n diambil alih oleh negara, yaitu Khilafah Islamiyah&#8230;.<br />
Masalah teknis operasionalnya mudah..sangat mudah&#8230;<br />
Cuma sulit diterapkan karena antek kapitalis berbaju syariah akan menghadang dengan segala cara&#8230;..</p>
<p>Untuk itu kita mulai dari lingkup yang paling kecil dulu. Ormas2 Islam harus bergerak, jangan debat kusir masalah furu&#8217;iyah saja&#8230;.<br />
Ekonomi umat lagi kacau bos..diserang bajingan kapitalis berbaju syariah&#8230;<br />
 Perjuangan masih panjang dan kita harus melakukan percepatan!!!!! sekali lagi&#8230;. percepatan!!!!<br />
Mari lawan sampai tetes darah terakhir!!!!!!</p>
<p>Wassalaam Wr. Wb.</p>
<p>CHOIRUL ZM (Alumni Statistika ITS Surabaya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adi</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-19264</link>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 16:00:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-19264</guid>
		<description>assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,.
mohon maaf, setelah membaca comment dari bapak Hidayatullah dkk yang tidak setuju serta mengkritik Perbankan Syariah bukan sebagai solusi krisis ekonomi saat ini, saya benar - benar tidak sependapat. Semua yang dituduhkan pada Bank Syariah seperti yang dikatakan dalam comment tersebut tidaklah semuanya benar. Jika ingin menjustifikasi sesuatau hendaknyalah melihat kedalamnya dahulu secara langsung. Bukan sekadar prasangka. Bahwa bank syariah saat ini tidaklah syariah mungkin saja benar, tapi tidak 100% salah. Bank syariah saat ini belum syariah dikarenakan masih belum adanya ahli perbankan yang juga menguasai ekonomi Islam. Niatan untuk menegakkan Syariah Islam seharusnya didukung oleh umat Islam sendiri..
Jika Ekonomi Islam bukan solusi atas ekonomi kapitalis yang turun tahta saat ini, maka apa yang lebih baik?? Tidak ada jawabnya. Saya hanya mengingatkan bahwa untuk menjustifikasi sesuatu hal harus tahu ilmunya terlebih dahulu, khususnya bukan hanya ilmu fiqh, tetapi juga ekonomi (dalam hal ini)agar tidak terjadi penuduhan yang berlebihan. Wabillahittaufiq walhidayah, wassalamu alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,.<br />
mohon maaf, setelah membaca comment dari bapak Hidayatullah dkk yang tidak setuju serta mengkritik Perbankan Syariah bukan sebagai solusi krisis ekonomi saat ini, saya benar - benar tidak sependapat. Semua yang dituduhkan pada Bank Syariah seperti yang dikatakan dalam comment tersebut tidaklah semuanya benar. Jika ingin menjustifikasi sesuatau hendaknyalah melihat kedalamnya dahulu secara langsung. Bukan sekadar prasangka. Bahwa bank syariah saat ini tidaklah syariah mungkin saja benar, tapi tidak 100% salah. Bank syariah saat ini belum syariah dikarenakan masih belum adanya ahli perbankan yang juga menguasai ekonomi Islam. Niatan untuk menegakkan Syariah Islam seharusnya didukung oleh umat Islam sendiri..<br />
Jika Ekonomi Islam bukan solusi atas ekonomi kapitalis yang turun tahta saat ini, maka apa yang lebih baik?? Tidak ada jawabnya. Saya hanya mengingatkan bahwa untuk menjustifikasi sesuatu hal harus tahu ilmunya terlebih dahulu, khususnya bukan hanya ilmu fiqh, tetapi juga ekonomi (dalam hal ini)agar tidak terjadi penuduhan yang berlebihan. Wabillahittaufiq walhidayah, wassalamu alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Perindu Kemerdekaan</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-19178</link>
		<dc:creator>Perindu Kemerdekaan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 14:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-19178</guid>
		<description>Alhamdulillah bisa clear...

Ini mau tambah testi aja... 
Klo saya pernah diskusi dengan salah seorang kepala departemen sebuah Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, beliau mengatakan bahwa... "Perbedaan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional adalah klo Bank Konvensional itu bisa diibaratkan laki2, maka Bank Syariah itu ya perempuannya...
Alias sama-sama wujudnya manusia. Dalam istilah lain, beliau mengatakan tidak ada bedanya... ehm, cuma diembel2i Syariah... 
Makanya buat para pengemban dakwah ideologis yang ngaku tau dan dianggap tau bagaimana sistem ekonomi Islam sebenarnya diminta untuk lebih aktif, proaktif dan percaya diri dalam  menjelaskan apa2 yang diyakininya kepada orang banyak..."  InsyaAllah kuranglebih kata beliau begitu... 

Sangat objektif, kritis, dan membangun...
Terima kasih

Salam 

[Komunitas Pemikir]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah bisa clear&#8230;</p>
<p>Ini mau tambah testi aja&#8230;<br />
Klo saya pernah diskusi dengan salah seorang kepala departemen sebuah Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, beliau mengatakan bahwa&#8230; &#8220;Perbedaan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional adalah klo Bank Konvensional itu bisa diibaratkan laki2, maka Bank Syariah itu ya perempuannya&#8230;<br />
Alias sama-sama wujudnya manusia. Dalam istilah lain, beliau mengatakan tidak ada bedanya&#8230; ehm, cuma diembel2i Syariah&#8230;<br />
Makanya buat para pengemban dakwah ideologis yang ngaku tau dan dianggap tau bagaimana sistem ekonomi Islam sebenarnya diminta untuk lebih aktif, proaktif dan percaya diri dalam  menjelaskan apa2 yang diyakininya kepada orang banyak&#8230;&#8221;  InsyaAllah kuranglebih kata beliau begitu&#8230; </p>
<p>Sangat objektif, kritis, dan membangun&#8230;<br />
Terima kasih</p>
<p>Salam </p>
<p>[Komunitas Pemikir]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ipin</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-18152</link>
		<dc:creator>ipin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:01:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-18152</guid>
		<description>betul betul betul
i agree with Mr. Hidayatullah, saya saja hampir mempunyai pikiran seperti artikel tersebut. jazakumullah khair atas masukkannya Pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul betul betul<br />
i agree with Mr. Hidayatullah, saya saja hampir mempunyai pikiran seperti artikel tersebut. jazakumullah khair atas masukkannya Pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidayatullah</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-18034</link>
		<dc:creator>Hidayatullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 02:45:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-18034</guid>
		<description>Para pembaca termasuk para aktivis tentu akan sangat terbantu dengan adanya terjemahan berita/artikel yang mencerminkan perkembangan dan persepsi di Barat. Ini sangat membantu untuk memahami konstalasi politik ekonomi global yang masih berada di tangan Barat, termasuk yang diterjemahkan oleh saudara Rusjdan. 

Namun untuk mencegah mispersepsi, redaksi perlu menempatkan terjemahan artikel berdasarkan katagori rubrik yang tepat. Seperti artikel ini ditempatkan pada katagori Berita Luar Negeri. Bukan rubrik Analisis (walaupun isinya adalah analisis). Karena ini ditaruh dalam rubrik analisis, sedangkan analisis tulisan Faiza Saleh memiliki opini tersendiri yang tentu saja berbeda sekali dengan misi yang diemban HT. Makanya orang bisa mengira HT setuju dengan pendapat ini (karena ini situs resmi HTI). 

Terlepas dari ada tidaknya tulisan ini, saya melihat ada konsep-konsep yang tidak Islami yang diangkat seperti istilah NASIONALISASI ketika menentang kebijakan pemerintah menaikan harga BBM pada bulan Mei lalu. Saya juga melihat VCD Halqah Islam &#38; Peradaban yang mengangkat topik "Keruntuhan Kapitalisme". Dalam VCD tersebut, juga disebutkan keunggulan bank syariah dibandingkan bank konvensional dalam menghadapi krisis, dan seolah-olah terjadi klaim bahwa bank syariah merupakan produk Syariah. 

Tolong agar jangan menggunakan istilah-istilah atau persepsi-persepsi yang berbeda (bertentangan) dengan yang diadopsi oleh Hizb dalam pertarungan ide maupun dalam merebut hati umat.

Salam,

Hidayatullah

NB: Tuk Mas Rusjdan, terus berkarya dalam menterjemahkan artikel/berita bagus baik perspektif Hizb maupun Barat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Para pembaca termasuk para aktivis tentu akan sangat terbantu dengan adanya terjemahan berita/artikel yang mencerminkan perkembangan dan persepsi di Barat. Ini sangat membantu untuk memahami konstalasi politik ekonomi global yang masih berada di tangan Barat, termasuk yang diterjemahkan oleh saudara Rusjdan. </p>
<p>Namun untuk mencegah mispersepsi, redaksi perlu menempatkan terjemahan artikel berdasarkan katagori rubrik yang tepat. Seperti artikel ini ditempatkan pada katagori Berita Luar Negeri. Bukan rubrik Analisis (walaupun isinya adalah analisis). Karena ini ditaruh dalam rubrik analisis, sedangkan analisis tulisan Faiza Saleh memiliki opini tersendiri yang tentu saja berbeda sekali dengan misi yang diemban HT. Makanya orang bisa mengira HT setuju dengan pendapat ini (karena ini situs resmi HTI). </p>
<p>Terlepas dari ada tidaknya tulisan ini, saya melihat ada konsep-konsep yang tidak Islami yang diangkat seperti istilah NASIONALISASI ketika menentang kebijakan pemerintah menaikan harga BBM pada bulan Mei lalu. Saya juga melihat VCD Halqah Islam &amp; Peradaban yang mengangkat topik &#8220;Keruntuhan Kapitalisme&#8221;. Dalam VCD tersebut, juga disebutkan keunggulan bank syariah dibandingkan bank konvensional dalam menghadapi krisis, dan seolah-olah terjadi klaim bahwa bank syariah merupakan produk Syariah. </p>
<p>Tolong agar jangan menggunakan istilah-istilah atau persepsi-persepsi yang berbeda (bertentangan) dengan yang diadopsi oleh Hizb dalam pertarungan ide maupun dalam merebut hati umat.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Hidayatullah</p>
<p>NB: Tuk Mas Rusjdan, terus berkarya dalam menterjemahkan artikel/berita bagus baik perspektif Hizb maupun Barat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Faiz</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-18027</link>
		<dc:creator>Abu Faiz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 00:17:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-18027</guid>
		<description>Saya cenderung kepada pendapatnya Ust. Hidayatullah. Memang benar harus selalu ada kewaspadaan terhadap produk apapun, walau berlabel Syariah. Kepada HTI dimohon lebih selektif memuat artikel.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cenderung kepada pendapatnya Ust. Hidayatullah. Memang benar harus selalu ada kewaspadaan terhadap produk apapun, walau berlabel Syariah. Kepada HTI dimohon lebih selektif memuat artikel.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rusjdan Abu Duha</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-18011</link>
		<dc:creator>Rusjdan Abu Duha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 14:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-18011</guid>
		<description>aslmk redaktur 
catatan dari penterjemah

masukan2 dari ustad abdullah memang benar. dan terima kasih kepada redaksi yang menambah catatan dibawah bahwa ini bukan pendapat HTI. Saya tertarik untuk menerjemahkan artikel ini untuk menampilkan opini2 yang bergembang di kalangan Pers Barat sendiri, terutama di pers pembentuk opini seperti Washington Post. Ini mirip dengan penerjemahan artikel dari lembaga peneliti AS yang memprediksikan akan lahirnya Khilafah di tahun 2020. Tentu "Khilafah" yang mereka maksud belum tentu sama dengan yang HT/HTI maksud. Dalam penerjemahan ini saya berusaha semaksimalkan seakurat mungkin dan tidak ada tendensi untuk menjadikannya sebagai opini HTI. Minimal sudah ada awareness di kalangan Barat akan adanya alternatif. Nah, disinilah tugas pengemban dakwah untuk mengawal konsep Ekonomi Islam yang benar, agar jangan sampai dibajak oleh Barat dengan mendefinisikannya sesuai dengan standard mereka (dalam hal ini sebagai sekedar perpanjangan tangan bank konvensional untuk mencapai pasar umat muslim yang dananya masih belum terjamah).

Namun apabila justru akan menimbulkan kebingungan, saya tidak keberatan untuk meletakkan terjemahan ini rubrik "Berita Luar Negeri" atau kalau memang justru membuat kemudaratan yang lebih besar, silakan dihapus.

Baaraka ALLAH feek,

Rusjdan Abu Duha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslmk redaktur<br />
catatan dari penterjemah</p>
<p>masukan2 dari ustad abdullah memang benar. dan terima kasih kepada redaksi yang menambah catatan dibawah bahwa ini bukan pendapat HTI. Saya tertarik untuk menerjemahkan artikel ini untuk menampilkan opini2 yang bergembang di kalangan Pers Barat sendiri, terutama di pers pembentuk opini seperti Washington Post. Ini mirip dengan penerjemahan artikel dari lembaga peneliti AS yang memprediksikan akan lahirnya Khilafah di tahun 2020. Tentu &#8220;Khilafah&#8221; yang mereka maksud belum tentu sama dengan yang HT/HTI maksud. Dalam penerjemahan ini saya berusaha semaksimalkan seakurat mungkin dan tidak ada tendensi untuk menjadikannya sebagai opini HTI. Minimal sudah ada awareness di kalangan Barat akan adanya alternatif. Nah, disinilah tugas pengemban dakwah untuk mengawal konsep Ekonomi Islam yang benar, agar jangan sampai dibajak oleh Barat dengan mendefinisikannya sesuai dengan standard mereka (dalam hal ini sebagai sekedar perpanjangan tangan bank konvensional untuk mencapai pasar umat muslim yang dananya masih belum terjamah).</p>
<p>Namun apabila justru akan menimbulkan kebingungan, saya tidak keberatan untuk meletakkan terjemahan ini rubrik &#8220;Berita Luar Negeri&#8221; atau kalau memang justru membuat kemudaratan yang lebih besar, silakan dihapus.</p>
<p>Baaraka ALLAH feek,</p>
<p>Rusjdan Abu Duha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anwar</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-17986</link>
		<dc:creator>Anwar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 08:26:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-17986</guid>
		<description>Sempat terpesona juga saya baca artikel di atas tapi setelah membaca komentar ustadz Hidayatullah saya jadi tersadar. Syukron Ustadz. Jazakallah Khairan Katsiron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sempat terpesona juga saya baca artikel di atas tapi setelah membaca komentar ustadz Hidayatullah saya jadi tersadar. Syukron Ustadz. Jazakallah Khairan Katsiron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firman</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-17955</link>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 02:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-17955</guid>
		<description>Saya setuju dengan Ust. Hidayatullah. Artikel ini terlalu banyak kelemahannya. Sebaiknya HTI tidak memuat artikel seperti ini karena dikhawatirkan akan terjadi salah paham: oo... seperti ini toh konsep-konsep perbankan syariah yang ingin ditawarkan HTI. Padahal kan tidak.
Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan Ust. Hidayatullah. Artikel ini terlalu banyak kelemahannya. Sebaiknya HTI tidak memuat artikel seperti ini karena dikhawatirkan akan terjadi salah paham: oo&#8230; seperti ini toh konsep-konsep perbankan syariah yang ingin ditawarkan HTI. Padahal kan tidak.<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidayatullah</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/10/bank-islam-tegar-di-masa-krisis/#comment-17924</link>
		<dc:creator>Hidayatullah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 09:25:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=5188#comment-17924</guid>
		<description>Ingat bank Syariah bukan lembaga yang lahir dari produk orisinil ekonomi Islam. Ada berbagai permasalahan Syara' secara konspetual apalagi praktiknya. 

Tabungan mudharabah misalnya. Mudharabah merupakan satu bentuk syirkah dalam Islam. Bisa anda bayangkan jika salah satu anggota syirkahnya (maksudnya shahibul mal) menarik modal dari perseroan? Maka aqad syirkahnya batal, dan jika ingin dilanjutkan dengan para persero yang tersisa, harus dibikin lagi aqad syirkah yang baru. Lalu bagaimana dengan tabungan mudharabah di mana setiap nasabah dapat menarik dananya kapan saja melalui berbagai sarana penarikan (seperti ATM atau lewat bank langsung)? Apakah ini yang disebut mudharabah dalam Islam? Lalu disebut apa bagi hasil yang diperoleh nasabah pemilik tabungan (yang ukurannya sering mengikuti tingkat suku bunga).

Di berbagai daerah juga ada keluhan nasabah yang menilai pembiayaan bank syariah lebih mencekik dibandingkan kredit bank konvensional. Bahkan tidak jarang keuntungan yang harus dibagi untuk bank ditetapkan di depan nominalnya. Ini sama saja praktik riba.

Soal krisis yang menerpa bank syariah tidak sedasyat bank konvensional, itu hanyalah karena masalah &lt;i&gt;size&lt;/i&gt; bank syariah saja yang belum besar sehingga beban masalahnya belum terlalu siknifikan. Jika sekarang mulai banyak berdiri bank syariah atau unit syariah, ini sebagian besar karena masalah perluasan pasar saja bagi para pemilik bank konvensional.

Saya mengingatkan para aktivis, agar berhati-hati menawarkan bank syariah sebagai model solusi atas krisis ekonomi dan keuangan!!!

Wassalam
Hidayatullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ingat bank Syariah bukan lembaga yang lahir dari produk orisinil ekonomi Islam. Ada berbagai permasalahan Syara&#8217; secara konspetual apalagi praktiknya. </p>
<p>Tabungan mudharabah misalnya. Mudharabah merupakan satu bentuk syirkah dalam Islam. Bisa anda bayangkan jika salah satu anggota syirkahnya (maksudnya shahibul mal) menarik modal dari perseroan? Maka aqad syirkahnya batal, dan jika ingin dilanjutkan dengan para persero yang tersisa, harus dibikin lagi aqad syirkah yang baru. Lalu bagaimana dengan tabungan mudharabah di mana setiap nasabah dapat menarik dananya kapan saja melalui berbagai sarana penarikan (seperti ATM atau lewat bank langsung)? Apakah ini yang disebut mudharabah dalam Islam? Lalu disebut apa bagi hasil yang diperoleh nasabah pemilik tabungan (yang ukurannya sering mengikuti tingkat suku bunga).</p>
<p>Di berbagai daerah juga ada keluhan nasabah yang menilai pembiayaan bank syariah lebih mencekik dibandingkan kredit bank konvensional. Bahkan tidak jarang keuntungan yang harus dibagi untuk bank ditetapkan di depan nominalnya. Ini sama saja praktik riba.</p>
<p>Soal krisis yang menerpa bank syariah tidak sedasyat bank konvensional, itu hanyalah karena masalah <i>size</i> bank syariah saja yang belum besar sehingga beban masalahnya belum terlalu siknifikan. Jika sekarang mulai banyak berdiri bank syariah atau unit syariah, ini sebagian besar karena masalah perluasan pasar saja bagi para pemilik bank konvensional.</p>
<p>Saya mengingatkan para aktivis, agar berhati-hati menawarkan bank syariah sebagai model solusi atas krisis ekonomi dan keuangan!!!</p>
<p>Wassalam<br />
Hidayatullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

