HIP Perdana di Sukabumi: Krisis Palestina Dan Krisis Finansial Global, Beruarat Berakar Sama

HTI-Press. “Krisis Palestina dan Krisis Finansial Global pada prinsipnya berurat berakar dari pangkal yang sama, dari tatanan dunia yang salah, yakni bobroknya Sistem Kapitalisme,” ungkap Juru Bicara HTI, H.M. Ismail Yusanto dalam acara Halqah Islam dan Peradaban, di Auditorium Universitas Muhammadiyh (UMMI) Sukabumi, Sabtu, 24 Januari 2009.

HIP untuk pertama kalinya digelar di Sukabumi ini mengangkat tema “Solusi Islam Menangani Krisis Finansial Global dan Krisis Palestina”. Acara ini juga disertai dengan peluncuran Tabloid Media Ummat yang secara simbolis Tabloid tersebut diserahkan langsung oleh Juru Bicara HTI kepada beberapa perwakilan Tokoh dan Ulama di Sukabumi.

Drs. H. Barchoya Mansur, dari pihak Rektorat UMMI Sukabumi, berkenan memberikan sambutan dan mendukung penuh segala kegiatan yang diselenggarakan DPD II HTI Sukabumi. Sementara Ketua MUI Kota Sukabumi, Prof. Dr. Dedi Ismatullah Mahdi dalam pengantarnya menitikberatkan pada pentingnya persatuan ummat Islam dalam membendung segala pemikiran yang terus menyerang dan merusak kaum muslimin di Sukabumi.

Dalam pemaparanya, Ismail Yusanto mengungkapkan bahwa tidak tepat jika krisis Ekonomi saat ini disebut dengan istilah krisis finansial global. Lebih tepatnya adalah krisis kapitalisme yang dimulai dari Amerika Serikat. Hanya saja karena negara-negara saat ini mengadopsi sistem ekonomi Kapitalis, otomatis negara-negara yang mengadopsi sistem ekonomi ini juga terkena imbasnya, termasuk Indonesia. Bahkan menurut Ismail, krisis kali ini lebih berdampak buruk terhadap ekonomi negeri ini dibandingkan krisis moneter tahun 1997, karena saat ini sektor ekspor juga terkena imbas dikarenakan negara-negara yang menjadi tujuan ekspor beberapa komoditas Indonesia, seperti AS dan Eropa tengah mengalami krisis.

Dalam sesi yang kedua tentang krisis Palestina, Ismail mengungkapkan bahwa bangsa Palestina saat ini mengalami penjara yang sangat menyakitkan dari penguasa-penguasa negeri Muslim. Mereka telah menutup perbatasan dengan Palestina dan menghalang-halangi masyarakat Islam yang ingin membantu saudaranya untuk berjihad di jalan Allah.

Lebih lanjut lagi, dalam kasus Palestina ini, Ismail menyebut, bahwa bantuan yang dilakukan hanya pada korban, namun dunia sama sekali tidak melakukan tindakan apa pun terhadap aggressor/pembantai Israel.

Dengan sangat mantap dan meyakinkan Ismail menjelaskan, bahwa solusi satu-satunya untuk krisis ekonomi dan krisis Palestina ini adalah kekuatan dari persatuan kaum muslimin secara hakiki. Persatuan yang hakiki tersebut tidak pernah terwujud kecuali dengan berdirinya Khilafah Islamiyyah. Dengan sangat meyakinkan, beliau mengungkapkan bahwa tanda-tanda Khilafah bediri semakin dekat. (Luthfi H, Humas HTI Sukabumi)

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

2 komentar untuk “HIP Perdana di Sukabumi: Krisis Palestina Dan Krisis Finansial Global, Beruarat Berakar Sama”

  1. Abdun :

    Allahu Akbar!

  2. andre :

    subhanawloh….ko bisa seperty itu ?????

Tinggalkan Komentar