Obama: AS bukan Musuh Islam
Presiden AS Barack Obama, Senin, mengatakan kepada dunia Islam bahwa “Amerika Serikat bukan musuh Anda,” dan mengulangi janjinya untuk berkunjung di sebuah ibu kota negara Muslim berpengaruh guna menyampaikan pidato. Obama mencatat bahwa ia pernah hidup di Indonesia selama beberapa tahun ketika masih belia, dan mengatakan bahwa kunjungannya ke negara-negara Muslim telah memberi dia pelajaran bahwa tanpa pandang bulu, orang-orang memiliki harapan-harapan dan mimpi-mimpi yang sama.
“Tugas saya kepada negara-negara Muslim adalah mengkomunikasikan bahwa AS bukan musuh Anda — kita kerap membuat kesalahan — kita tidak selalu benar,” kata Obama dalam wawancara dengan jaringan televisi Al-Arabiya.”Namun bila Anda melihat catatan jejak, AS tidak dilahirkan sebagai suatu kekuatan kolonial. Penghormatan dan kemitraan yang sama, di mana AS menjalin hubungan baik dengan dunia Islam setidaknya 20 atau 30 tahun lalu. Oleh karena itu, tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat melakukan kembali hal itu,” katanya.
Selama kampanye pemilihan presiden AS pada 2008, Obama menjanjikan untuk meningkatkan hubungan AS dengan dunia Islam, dan mengatakan ia akan melakukan kunjungan ke sebuah forum Islam terkemuka untuk menyampaikan pidato.
“Kami akan mengikuti komitmen kami, yakni saya menyampaikan pidato kepada dunia Islam dari sebuah ibu kota negara Muslim berpengaruh,” kata Obama dalam wawancara dengan jaringan televisi yang bermarkas di Dunia, Uni Emirat Arab itu.
Obama belum mengungkapkan tanggal pasti mengenai kunjungannya ke sebuah negara Muslim berpengaruh tersebut. (Republika, 28/01/09)
Komentar:
Obama bisa saja mengatakan AS bukan Musuh Islam. Tetapi faktanya, dunia Muslim dan Islam telah menjadi target serangan Barat yang dipimpin AS. Atas nama “war on terrorism”, lebih dari sejuta rakyat Irak dan Afghanistan tewas akibat pendudukan AS. Faktanya, korban pendudukan AS tersebut adalah kaum Muslim.
Demikian pula, AS telah menunjukkan permusuhannya terhadap dunia Muslim yang selalu mendukung Israel and membelanya. Mendukung Israel sama artinya mendukung penjajahan atas tanah kaum Muslim di Palestina.
Lebih dari itu, AS merupakan negara pengemban ideologi kapitalisme. Dengan kolinialisme sebagai kebijakan luar negerinya, AS berupaya memaksakan ideologi tersebut ke dunia Muslim. Ideologi kapitalisme senantiasa berlawanan dengan ideologi Islam. Bagaimana mungkin dua ideologi yang berlawanan dapat berdampingan?
Cetak halaman ini























28 January 2009 pada 22:58
28 January 2009 pada 22:58
28 January 2009 pada 23:50
29 January 2009 pada 00:21
29 January 2009 pada 08:41
29 January 2009 pada 10:19
29 January 2009 pada 10:20
29 January 2009 pada 17:18
6 February 2009 pada 09:16
4 March 2009 pada 19:19
4 June 2009 pada 20:10