Tawuran – Kekerasan Antar Pelajar Kembali Terjadi: Buah dari Sekularisme

HTI-Press. Tawuran pelajar kembali terjadi di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin. 10 orang pelajar SMU yang diduga terlibat tawuran diamankan polisi. Peristiwa itu terjadi Jumat (20/2/2009) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu sekitar 40 orang murid SMU Cendrawasih yang menaiki bus berniat menyerbu STM Bakti Data.

Sebelumnya, hari Selasa, 17/02/09, aksi tawuran juga berlangsung di sebuah lapangan di bilangan Tebet Timur Dalam, tidak jauh dari gedung sekolah SMA Muhammadiyah 5. Tawuran tersebut melibatkan siswa SMA 37 Asem Baris, Tebet, melawan SMA Muhammadiyah 5 Tebet, Jakarta Selatan.

“Kami sedang nongkrong, tiba-tiba 30-an anak SMA 37 menyerbu. Ada yang membawa samurai dan golok,” tutur Luthfi, siswa kelas III SMA Muhammadiyah 5, yang dicokok polisi.

Karena tidak siap tawuran, Luthfi dan teman-temannya melarikan diri sambil memberi perlawanan seadanya. Perlawanan balasan yang ada hanya sekadar lemparan batu yang terserak di sekitar lapangan.

Setelah berlangsung hampir 15 menit, polisi dari Polsek Tebet tiba di lokasi. Polisi langsung saja menangkap 10 orang siswa SMA Muhammadiyah 5 dan menggelandangnya ke Mapolsek Tebet, Jl Dr. Saharjo, Jakarta.

Kekerasan yang menimpa pelajar dalam sepekan terakhir juga diberitakan beberapa media. Bahkan beberapa perkelahian antar siswi terekam melalui handphone terungkap di beberapa tempat. Hal ini semakin menambah suramnya generasi di negeri ini.

Beberapa tindak kekerasan yang terjadi antar pelajar tersebut merupakan buah dari sistem sekularisme yang telah mencengkram negeri ini. Hal itu juga menunjukkan kegagalan sistem pendidikan yang berlandaskan sekularisme.

Sekularisme, ide pemisahan agama dari kehidupan yang ditanamkan dalam benak pelajar telah menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama. Alih-alih mereka menolong saudara mereka di Gaza Palestina, malah yang terjadi saling batu hantam sesama mereka dengan sia-sia. Sungguh menyedihkan.

Berbeda halnya dengan Islam yang sangat memberikan perhatian serius dalam membina generasi muda. Dalam catatan sejarah, Islam mampu menjadikan para pemuda seperti Ali bin Abi Thalib atau Usamah bin Zaid menjadi sosok pemuda yang hidupnya hanya untuk Islam. Bahkan seorang Umar bin Khaththab yang sangat membenci Nabi Saw. berubah menjadi seseorang di barisan terdepan untuk membela Islam setelah tersentuh cahaya Islam.

Bagaimana dengan generasi di negeri ini? Sudah saatnya selamatkan generasi Muslim dari sekularisme dan berikan kesempatan kepada Islam untuk membina mereka. (nl/dtk/hti)

Baca juga :

  1. Tawuran Antar Pelajar Menjadi Perhatian MHTI Sumut
  2. KPAI: Selama 3 Tahun, 46 Pelajar Tewas Akibat Tawuran
  3. HTI: Tawuran Pelajar Bisa Selesai Dengan Ngaji
  4. Kapolsek Bogor Barat: Tawuran Pelajar Harus Ditangani Secara Holistik
  5. 63 Persen Remaja Pernah Berhubungan Seks, Buah Buruk dari Sekularisme!

5 comments

  1. Inilah “buah” yang dipanen sistem sekulerisme! Tawuran, hamil di luar nikah, aborsi, pemerkosaan, penjambretan, perampokan, penipuan dengan beribu macam cara, mutilasi, pembunuhan sadis, residivis berulang-ulang keluar masuk bui, kejahatan terorganisir, pungli, korupsi, bunuh diri, dll. Masihkah terus berharap dari sistem (sekulerisme-kapitalisme) idiot, cacat dan merusak ini?

  2. rindu_khilafah

    Sekulerisme telah merusak generasi manusia..Kalau sekulerisme terus dibiarkan bisa dibayangkan rusaklah generasi manusia di dunia. Tinggalkan sekulerisme perjuangkan islam

  3. sekulerisme emang membikin banyak keruwetan. baik dalam tatanan sosial, maupun tatanan tingkat keagamaan. lihat saja kondisi disekolah yang tidak memcerminkan nilai keislaman. pelajaran agama cuma 4 jam perminggu. pelajaran yang dikedepankan hanya pelajran science saja sedangkan agama itu nilai yang terbelakang. ditambah lagi tayangan televisi yang mengajak kepada dunia dugem, kemewah-mewahan, pergaulan bebas,kekerasan aantar pelajar, pacaran, LKMD (alias Lamaran Keri Meteng Disek) sudah dianggap biasa, mode pakai yang minim bikin mata terpejam tapi agak melek sedikit.itulah potret anak jaman sekarang karena tidak menerapkan sistem sosial islam, sistem pendidikan islam, dll.akbat yang terjadi adalah kerusakan yang merajalela. apakah ini hasil pendidikan pada saat ini?
    saat islam Islam memimpin dunia dengan menerapkan syariah dalam naungan khilafah ala minhaji nubuwah semuanya akan menjadi mulya karena ini bersumber sang pencipta (tuhan yang mengetahui seluk beluk arau hakikat jati diri manusia yang sebenarnya)Allah Akbar x ……. banyak kali

  4. gila hari gini yawuran,,,
    gag ada untungnya brow,mending kalian belajar
    klo kalian berantem mang kalian dpet apa,gag dpt apa2 kan?

    malah yang ada kalian dpt rugi n malu…
    gmn caranya indonesia mau punya generasi yg baik klo kalian kyak gru….

  5. hajuh….hajuhhhh…..
    hari gini masih pada tawuran….
    kasian mamah-papah….
    udah nyekolahin mahal-mahal,,
    tapi ga dimanfaatin baik2.

    jadi sia-sia semua yang udh mrka korbanin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


6 + = 8

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site