Muslim Gujarat Masih Hidup dalam Ketakutan
HTI-Press. Konsil Hak Asasi Manusia (HAM) PBB dalam laporan terakhir mengecam India karena tidak memberikan keadilan bagi korban kerusuhan Gujarat di tahun 2002 dan mengatakan bahwa penyelidikan terhadap kekerasan tersebut dipersulit. Lebih jauh lagi muslim di Gujarat masih hidup dalam ketakutan.
“Sebagian besar kasus kriminal yang berkaitan dengan kerusuhan 2002 masih belum diselidiki atau sudah ditutup oleh Kepolisian Gujarat dan penderitaan para pengungsi yang meninggalkan rumah-rumah mereka masih berlangsung,” kata laporan PBB. Lebih jauh lagi dikatakan,” Dalam mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi dengan para korban, penyelidik bisa menangkap rona ketakutan yang diperburuk karena tidak adanya keadilan bagi para korban.”
Laporan PBB yang dipandang sebagai “aib lembaran kelam India” ini memancing reaksi keras terhadap pemerintah yang dipimpin Narendra Modi dari Konggres dan partai-partai sayap kiri. Partai BJP menolak memberi komentar dan jubir BJP Rajeev Pratap Rudy mengatakan,” saya tidak bisa berkomentar karena belum membaca laporan itu.”
Laporan ini bersumber dari para aktifis HAM dan penyelidik PBB Asma Jahangir yang meninjau tujuh kota India tahun lalu dan mengatakan bahwa India tidak belajar dari pengalaman sebelumnya. “Lamanya penyelidikan dalam kasus kerusuhan, kekerasan dan pembantaian sungguh memprihatinkan,” menurut laporan tersebut.
Pemimpin CPM Sitaram Yechury berkata, ”Laporan PBB memperkuat apa yang sudah diketahui di India. Korban kerusuhan tidak mendapat keadilan selama bertahun-tahun,” (rsy/kcom)
Cetak halaman ini























1 March 2009 pada 08:57
1 March 2009 pada 08:58
2 March 2009 pada 14:29