Usir Dubes Israel , Mauritania Beri Waktu 2 x 24 Jam
HTI-Press. Pada Jum’at (6/3/2009) pemimpin Mauritania membuat meminta semua pegawai kedutaan Israel di Nouakchot segera meninggalkan negerinya dalam waktu 2 x 24 jam.
Sumber-sumber berita, pada hari Jum’at (6/3/2009) melaporkan para pegawai kedutaan Israel yang ada di ibu kota Mauritania, Nouakchot telah meninggalkan gedung kedutaan. Pemerintahan Mauritania juga memberi waktu 2 x 24 jam kepada Dubes Israel untuk segera meninggalkan Mauritania.
Di lain pihak, kementerian luar negeri Israel mengumumkan bahwa pada hari Jum’at (6/3/2009) Israel menutup kedutaannya di Nouakchot sesuai tuntutan pemerintahan Mauritania yang telah menutup semua hubungan diplomasi dengan Israel, setelah operasi militer Israel ke Jalur Gaza.
Kementerian luar negeri Israel dalam keterangan pers ( Jum’at ; 6/3/2009) menyebutkan: ”Setelah keputusan pemerintahan Mauritania tanggal 16 Januari lalu untuk menutup seluruh hubungannya dengan Israel, dan sesuai permintaan Mauritania, maka hari ini, Jum’at (6/3/2009) Israel menutup kedutaannya di Nouakchot”.
Mauritania adalah salah satu di antara tiga negara Arab yang membangun hubungan langsung dengan Israel. Namun. pada bulan Januari yang lalu, Mautarinia telah membekukan semua hubungan politik dan ekonominya dengan Israel.
Para pengamat berpendapat bahwa keputusan pembekuan ini merupakan respon para pemimpin Mauritania yang baru atas tuntutan rakyat Mauritania, yang telah sepakat atas pentingnya mengusir Dubes Israel dari Nouakchot dan mengakhiri semua jenis hubungan diplomasinya dengan Israel. (Mbajuri; sumber: ar.rian.ru)
Cetak halaman ini























8 March 2009 pada 22:41
9 March 2009 pada 13:30