Jubir HTI : Wacana Penting Untuk Perubahan dan Tegaknya Khilafah !

HTI-Press. Salah satu kritik berulang terhadap Hizbut Tahrir (HT) adalah tudingan HT hanya berwacana tidak melakukan tindakan kongkrit. Langkah-langkah HTI juga dianggap terlalu mengawang-awang, tidak kongkrit. Aksi demonstrasi yang sering dilakukan HTI juga dianggap tidak memiliki peran penting untuk perubahan. Untuk menjawab pertanyaan ini redaksi melakukan wawancara dengan jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, semoga bermanfaat (redaksi)

Ada yang menuding Hizbut Tahrir hanya membangun wacana bukan tindakan konkrit dalam bidang politik. Tanggapan Anda?

Selama ini memang yang dipersepsi sebagai parpol itu ialah ikut pemilu kemudian mendapatkan kursi di parlemen dan berjuang di dalam parlemen. Sedangkan Hizbut Tahrir sebagai sebuah parpol Hizbut Tahrir tidak melakukan hal itu. Sehingga bisa dimengerti bila ada yang mengatakan bahsa Hizbut Tahrir seolah-olah tidak melakukan apa-apa.

Padahal sebenarnya kalau kita kembali kepada fungsi parpol di dalam teori parpol itu Hizbut Tahrir sesungguhnya telah melakukan fungsi-fungsi itu. Fungsi parpol itu kan ada empat. Pertama, fungsi edukasi, pendidikan politik. Kedua, artikulasi, menyuarakan aspirasi rakyat. Ketiga, agregasi. Keempat, fungsi representasi, perwakilan.Nah, dari empat fungsi tersebut Hizbut Tahrir melakukan fungsi yang pertama, kedua, dan ketiga. Memang tidak atau belum melakukan fungsi yang keempat. Fungsi yang keempat inlah yang menyita perhatian dan konsentrasi parpol. Karena dari sana lah eksistensi parpol akan diukur sejauh mana dia memiliki wakil-wakil rakyatnya di parlemen hasil pemilu yang dilaksanakan lima tahcun sekali di Indonesia.

Jadi sebenarnya kalau dilihat Hizbut Tahrir telah melakukan tiga dari empat fungsi parpol.

Bagaimana pembangunan wacana itu mengarah kepada pembentukan kekuasaan penegakkan syariah dan Khilafah.

Ya, Jadi sebenarnya kalau dilihat Hizbut Tahrir telah melakukan tiga dari empat fungsi parpol tersebut. Tapi kalau kita membaca kegiatan Hizbut Tahrir dalam perspektif perubahan sosial maka Hizbut Tahrir sesungguhnya sedang melakukan dakwah. Yang bila dikategorikan macam-macam dakwah itu, Hizbut Tahrir sedang melakukan dakwah fikriyah dan dakwah siyasiyah. Dakwah itu ada tiga macam. Pertama, dakwah fikriyah, dakwah melalui penyebaran pemikiran untuk menanamkan pemikiran Islam dan menghancurkan atau membantah pemikiran yang tidak islami. Kedua, dakwah siyasiyah, dakwah yang digerakkan untuk tercapainya tujuan politik yakni tegakknya syariah dan Khilafah. Ketiga, dakwah askariyah, dakwah melalui kekuatan militer atau jihad fisabilillah.

Hizbut Tahrir sekarang sedang melakukan dakwah fikriyah dan siyasiyah sekaligus melalui berbagai uslub (cara) dan wasilah (sarana). Baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang dilakukan secara langsung diantaranya seperti yang dilakukan Hizbut Tahrir melalui forum-forum publik seperti seminar, diskusi, talkshow, tabligh akbar, khutbah Jum’at, pengajian-pengajian dan lain sebagainya yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam satu minggu melakukan puluhan bahkan mungkin ratusan forum-forum semacam itu.

Sedangkan yang dilakukan secara tidak langsung adalah melalui media cetak. Misalnya melalui majalah Al-Wa’ie yang terbit sebulan sekali, juga melalui buletin Al-Islam yang terbit setiap Jum’at yang tirasnya sekarang sudah lebih dari satu juta eksemplar. Kemuadin tabloid Media Umat yang terbit sebulan dua kali yang tirasnya sekarang 30 ribu eksemplar. Ditambah lagi situs www.hizbut-tahrir.or.id yang bisa diakses para pengguna internet setiap saat. Nah, ini semua dilakukan oleh Hizbut Tahrir dalam rangka menyebarkan pemikiran Islam dan membantah pemikiran yang bertentangan dengan Islam sehingga muncul kesadaran. Kesadaran apa? Tentu saja ini erat kaitannya dengan dakwah yang kedua yakni dakwah siyasiyah, yaitu kesadaran politik Islam. Sehingga muncullah kesadaran sebagai seorang Muslim yang mau diatur hanya oleh syariah Islam saja.

Nah melalui dakwah politik ini Hizbut Tahrir menginginkan perubahan politik yaitu perubahan tatanan dan kekuasaan sekuler menjadi Islam. Hal itu, insya Allah, akan terjadi melalui kekuatan umat. Umat yang seperti apa? Umat yang sadar politik. Politik apa? Politik Islam. Yang lahir dari mana? Dakwah siyasiyah dan fikriyah itu.

Lantas hubungannya dengan tegaknya syariah dan Khilafah apa?

Logikanya sederhana sekali. Apa pun yang diinginkan kelompok Islam basisnya itu sama yaitu kesadaran. Contohnya, ingin berkembangnya bank syariah. Perkembangan bank syariah itu juga memerlukan kesadaran seorang Muslim melihat bahwa dalam mejalankan kegiatan keuangan itu harus bebas dari riba dan betul-betul sesuai denga syariah Islam. Ketika seorang Muslim itu menyadari kesadaran semacam itu maka dia akan menjauhi bank konvensional dan kemudian akan mencari bank syariah.

Contoh lainnya, busana Muslimah. Ketika seorang Muslimah menyadari harus menutup aurat dengan menggunakan busana Muslimah maka ia akan berusaha mendapatkan dan memakainya. Nah, dari contoh-contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa basisnya itu adalah kesadaran. Jadi sebenarnya Hizbut Tahrir bergerak pada level yang sangat mendasar yaitu pada level kesadaran tadi. Terus berupaya membangun kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat. Dari kesadaran itulah maka kita akan memiliki kekuatan karena kekuatan itu berasal dari umat yang sadar. Umat itu berarti umat masyarakat luas maupun umat yang memiliki pengaruh dan kekuatan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga ketika mereka memiliki kesadaran maka pengaruh dan kekuatannya itu digunakan untuk perubahan ke arah Islam.

Dari sanalah, sebenarnya perubahan itu bakal terjadi. Memang jauh dari pemahaman kebanyakan orang yang menganggap perubahan itu selalu menggunakan rute yang ’lazim’ melalui pemilu masuk parlemen untuk merubah undang-undang, di eksekutif memimpin. Walaupun secara praktis faktanya tidak pernah melahirkan suatu perubahan yang mendasar.

Apakah Hizbut Tahrir juga medatangi ahlun nushrah (pihak-pihak yang memiliki kekuatan riil) seperti halnya perjuangan Rasulullah SAW sehingga tegakknya Islam di Madinah?

Hizbut Tahrir dalam melakukan dakwah dan perjuangannya ini betul-betul didasarkan pada ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Itu yang disebut dengan thariqah dakwah. Dari pemahaman kita terhadap thariqah dakwah Rasul SAW itu maka dihasilkan kesimpulan-kesimpulan bahwa dakwah itu harus dijalankan, sebagiannya, seperti yang telah dikemukakan di atas.

Memang benar bahwa apa yang dilakukan Hizbut Tahrir itu adalah meniru apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW melalui dakwah fikriyah dan siyasiyah. Dalam dakwah siyasiyah itu Rasulullah SAW melakukan kontak atau melakukan komunikasi tertentu untuk kepada orang-orang yang berpengaruh dan memiliki kekuatan. Tujuannya untuk mendapatkan dukungan dari mereka. Nah, itulah yang disebut dengan thalabun nushrah.

Thalabun nushrah itu diperlukan untuk dua hal. Pertama, himayatut da’wah, perlindungan dakwah. kedua, istilamu hukmi, mendapatkan kekuasaan di suatu wilayah sehingga syariah Islam dapat diterapkan secara kaffah.

Bagaimana mengukur bahwa masyarakat ini sudah sadar?

Kita bisa menggunakannya dengan tolok ukur subjektif dan objektif. Tolok ukur subjektif itu berarti para pengemban dakwahnya saja yang bisa merasakan karena dia memang berinteraksi dengan umat sehingga bisa menangkap kesadaran itu telah muncul di tengah-tengah umat. Sedangkan tolok ukur objektif, dapat dilihat dari sejauh mana masyarakat merespon kejadian-kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. Kalau mereka meresponnya dengan cara pandang Islam maka ia akan menolak pada sesuatu yang munkar dan melakukan sesuatu yang ma’ruf. Menolak segala sesuatu yang bersifat tidak islami seperti sekularistik dan menuntut perubahan-perubahan ke arah Islam dan tidak hanya sekedar simbolisasi Islam. Serta mudahnya masyarakat digerakkan untuk merespon masalah-masalah tertentu dengan sudut pandang Islam.

Sampai kapan target kesadaran itu terbentuk, sehingga tegakknya syariah dan Khilafah?

Ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab karena terkait soal waktu. Kita sesungguhnya tidak tahu, karena ini terkait perubahan sosial. Kalaulah perubahan fisikal, semisal membangun gedung atau membuat superblock sebesar apapun kita bisa memperkirakan kapan selesainya. Karena dalam perubahan sosial di samping ada faktor internal ada juga faktor eksternal. Artinya, lingkungan sosial, politik, ekonomi, budaya, yang ada di tengah-tengah masyarakat itu bisa menambah atau mengurangi kesadaran.

Sedangkan faktor internalnya adalah sejauh mana gerakan Islam, khususnya Hizbut Tahrir bekerja penuh untuk memunculkan kesadaran itu. Nah, perubahan akan cepat terjadi ketika Hizbut Tahrir itu betul-betul bekerja dan didukung oleh seluruh aktivis dan simpatisannya untuk membangkitkan umat untuk memunculkan kesadaran Islam. Ditambah lagi, lahir kondisi sosial, politik,ekonomi, budaya yang menambah kesadaran itu. Misalnya, sekarang ini terlihat kehancuran sistem ekonomi kapitalisme atau krisis finansial global. Itu memberikan efek positif bagi kencangnya kesadaran di tengah-tengah umat. Tetapi kapannya itu kita belum tahu. Hanya saja kita bisa merasakan bahwa tuntutan untuk menegakkan syariat Islam itu semakin hari semakin kental atau semakin nyaring. Itu dibuktikan oleh survey-survey yang dilakukan oleh lembaga-lembaga Islam, independen, maupun sekuler. Ini menunjukkan adanya kenaikan kesadaran. Begitu juga dengan istilah Khilafah semakin hari semakin populer.

Apa yang sudah diperoleh Hizbut Tahrir dari geraknya selama ini?

Pertama, secara internal semakin hari semakin membesar. Dalam arti, dulu pada awal aktivitasnya hanya berpusat di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian kini sudah berkembang di lebih dari 30 provinsi, lebih dari 300 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kalau kita menggunakan tolak ukur ketersebaran parpol sebenarnya kita juga telah memenuhi ketersebaran secara nasional.

Nah, ini menunjukkan bahwa kaderisasi berjalan dan kader Hizbut Tahrir bekerja. Ketersebaran itu juga akan berpengaruh kepada aspek berikutnya yaitu pengaruhnya di tengah-tengah umat. Dari forum-forum yang diselenggarakan selalu dipadati oleh umat yang ingin mengetahui atau ingin penjelasan-penjelasan dari Hizbut Tahrir. Dari evaluasi yang kita selenggarakan mereka selalu memberikan respon positif pada gagasan yang disampaikan oleh Hizbut Tahrir dalam forum-forum tersebut.

Media kita juga sering mendapatkan respon, misalnya saja buletin Al-Islam. Pada awalnya kan hanya 500 lembar. Sekarang sudah 1,3 juta lembar. Ingat, Al-Islam ini tidak dibagikan secara gratis tetapi dibeli oleh masjid-masjid atau donatur yang ingin menyebarkan Al-Islam di masjid yang mereka inginkan. Nah, tidak mungkin sampai sebanyak ini kalau tidak ada respon dari masyarakat. Ini juga menunjukan bahwa apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir itu semakin berkembang.

Ada yang mengatakan bahwa aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir itu tidak ada gunanya. Benarkah?

Hizbut Tahrir bisa menyelenggarakan aksi damai yang sering disebut oleh orang “kalau HTI demo itu sering membawa massa yang besar” itu sudah merupakan hasil. Kita membuat forum, kursi yang disediakan pun terisi. Bahkan seringkali banyak yang tidak kebagian kursi. Ini sendiri sudah menunjukkan hasil bahwa apa yang kita lakukan selama ini mendapatkan respon.

Mereka datang bukan karena dibayar dan memang tidak pernah dibayar. Justru malah mereka mengeluarkan uang untuk datang ke tempat itu. Jadi sampai ada tokoh politik di Indonesia yang mengatakan bahwa ”yang bisa melakukan hal yang seperti itu hanyalah Hizbut Tahrir parpol yang lain tidak akan bisa kecuali harus mengeluarkan uang”.

Aksi itu sendiri pun sebenarnya adalah hasil. Secara internal buat peserta aksi, mereka akan semakin yakin bahwa gagasan syariah dan Khilafah itu terus semakin mendapatkan dukungan. Yang mempercayai gagasan itu tidak sendiri. Banyak juga orang yang sepemahaman dengan dirinya. Apalagi ketika mereka lihat bahwa perjuangan ini merupakan murni untuk Islam karena memang tidak ada tendensi politik praktis sama sekali. Karena memang Hizbut Tahrir dikenal sebagai parpol yang tidak ikut dalam perebutan kursi di parlemen atau di pemerintahan.

Fakta itu tidak bisa dikatakan sebagai percuma. Bagaimana bisa dikatakan percuma kalau orang-orang itu semakin hari semakin menyadari kewajibannya sebagai Muslim. Bukankah esensi dakwah itu di situ. Kita mau katakan apa kalau sebuah partai politik yang mengaku berdakwah tapi dia tidak menambahkan pemahaman kepada orang kecuali bahwa pragmatisme politik itu yang dituju.

Konteks demonstrasi bagi tegaknya Khilafah seperti apa?

Ini memunculkan kesadaran politik dan semangat perjuangan, artinya bahwa ketika demo itu semakin hari semakin besar, ini akan memunculkan sebuah kekuatan masa yang masif, yang saya kira cepat atau lambat orang tidak bisa mengabaikan begitu saja, karena ekspresi dari aspirasi masyarakat itu , diantaranya dalam konteks kehidupan sekarang ini tercermin dari seberapa besar masyarakat itu terlibat di dalam demonstrasi atau masyirah, semakin besar orang akan menilai bahwa ini berarti besar pula aspirasi masyarakat.

Saat ini sebagian masyarakat sulit menggambarkan perubahan yang di luar pemilu perubahan apa yang pernah terjadi yang dilakukan di luar pemilu ?

Sebenarnya seluruh perubahan besar di dunia yang terjadi di luar pemilu, termasuk di Indonesia kita lihat perubahan dari orde lama ke orde baru itu bukan melalui pemilu. Itu melakui sebuah proses politik yang ’abnormal’. Begitu juga perubahan dari orde lama ke orde reformasi bukan oleh pemilu bahkan terjadi beberapa saat setelah terjadi pemilu. Maret 1998 Soeharto dilantik jadi presiden. Mei 1998 Soeharto dijatuhkan oleh gerakan reformasi. Jadi fakta itu sendiri sebenarnya cukup membuktikan bahwa di Indonesia saja untuk sebuah perubahan yang mendasar, belum sampai kepada perubahan yang sangat mendasar, itu saja harus terjadi di luar parlemen. Yang saya tidak mengerti ialah mengapa fakta sebegitu gamblang itu seolah-oleh kita lupakan lalu kita seperti kehilangan kepercayaan untuk melakukan perubahan sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah kita tetapkan sendiri.[FW]

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

52 komentar untuk “Jubir HTI : Wacana Penting Untuk Perubahan dan Tegaknya Khilafah !”

  1. faris :

    alhamdulillah, kbingungan selama ini sdh terjawab dr tulisan di atas. Emang bener, banyak individu atau dr harokah lain yg mempertanyakan hal di atas, yaitu apa aksi riil HTI bahkan ada yg mengatakan bahwa HTI hny bisa omong doang agar khilafah itu tegak. Smoga mereka yg membaca tulisan ini bisa sadar dan bergabung dlm barisan dakwah ini.

    Moga HT dan seluruh aktivis dan simpatisannya istiqomah. yakinlah pertolongan Allah! Allahu Akbar!

  2. moedjs :

    Ya . Wacana sistem Islam itu penting .. apalagi di saat-saat sekarang krisis keuangan melanda eropa ..
    wacana mengenai sistem ekonomi islam sangat tepat untuk digulirkan kepada khalayak ..
    biar semua orang ‘ngeh’ bahwa sistem kapitalis tengah terjun menuju jurangnya ..
    itu menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah yang akan memenangkan Islam di atas segalanya .. Amiiin!

  3. jaisy :

    semoga wacana ini dapat membuka pemikiran kaum muslimin umumnya khususnya para aktivis islam,.dan saya yakin dengan kerja keras,kerja ikhlas dan kerja cerdas dari para pengemban da’wah serta dengan ijin dan pertolongan Allah Swt. syari’ah dan khilafah pasti tegak dan masanya sudah dekat..Marhaban ya Amirul mukminin.good bye sumber bencana “Politik kapitalisme sekuler”…..

  4. fatih :

    berdakwah dengan Hizbut Tahrir merupakan kenikmatan yang telah Allah berikan kepada umatnya… Tetapi, masih banyak ummat ini tidak mengetahui kenikmatan yang telah Allah berikan kepada Hizbut Tahrir….

    Semoga Allah Swt. membukakan hati kaum Muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia untuk melihat kenikmatan-Nya yang telah diberikan kepada Hizbut Tahrir untuk melanjutkan kehidupan Islam sesuai dengan metode kenabian…

    Insya Allah Khilafah tak akan lama lagi!

  5. bulannya agama :

    Allah huakbar.Ini adalah janji Allah dan Rosulnya telah terbukti sebagian umat muslim telah menyadarkan atau telah sadarkan diri bahwa,hanya syariah dan khilafahlah solusi mengatur kehidupan ini.wahai para pengemban dakwah teruskan perjuanganmu hingga akhir hayatmu,dan tekatkanlah jihadmu dengan tekad fisabilillah.ingat janji Allah surga yang pasti selamat berjuang,Allah huakbar…!!!

  6. fauzi :

    Alhamdulillah….memperjuangkan hadirnya kembali kehidupan islam di setiap aspek kehidupan adalah kewajiban setiap muslim.Hizbut tahrir adalah satu - satunya partai politik yang mempunyai thoriqoh dakwah yang shohih, sama seperti Rosululloh saw lakukan dahulu.Kita tinggal menunggu waktu saja bahwa khilafah yang akan menjadi institusi penegakkan hukum - hukum syara’ secara kaffah itu ( insya Allah dalam waktu dekat ) akan terwujud. Karena syarat- syarat yang dierima Allah atas sebuah amal adalah mempunyai niat yang ikhlas dan caranya seperti yang dicontohkan Rosululloh.Allahu Akbar

  7. Zid :

    Hampir semua partai yang berlebel Islam melupakan satu fungsi yang teramat sangat penting yaitu edukasi ke masyarakat. Masyarakat hanya dijejali slogan-slogan untuk mencontreng partai tersebut tanpa penjelasan seperti apa politik Islam islam, syariat islam, ekonomi islam, khilafah dan lainnya. Mungkin inilah yang membuat masyarakat phobi dengan politik.

  8. addin :

    Tahapan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah teladan para pengemban dakwah. Beliau konsisten tidak mencampuradukkan antara yang haq dan bathil. Beliau konsisten menolak mengkompromikan hukum Allah SWT. Beliau juga konsisten melakukan pergulatan pemikiran dan kifah siyasi. Beliau juga istiqomah kontak meskipun sering ditolak atau menolak.
    Lantas, siapa diantara umat Islam yang berani mengatakan bahwa aktivitas dakwah Rasulullah SAW tersebut tidak riil ?
    Siapa yang berani menyatakan bahwa dakwah Rasulullah SAW adalah No Action Talk Only (NATO) ?

  9. bemuslim :

    Tulisan yang menarik, mohon ijin repost untuk group di multiply.com

    wass.wr.wb.

  10. Abu Aytam :

    Allah Akbar wa lillahil hamd..!!!
    Sungguh demi zat yang Maha Sempurna,Dia telah menetapkan segalanya untuk umat manusia ini.Adakah kita lebih pandai untuk mengungguli apa yang telah Allah SWT buat?bila tak ada lagi,mengapa kita membuat jalan sendiri yang berujung kesengsaraan dunia akhirat.

  11. Yasin al-Palembani :

    Bismillah,

    benarlah bhwa perubahan amat mendasar adalah berubahnya paradigma umat yg tdnya sekuler menuju pada Cahaya Islam. Shingga umat pun berperilaku sejalan pd ideologi dasar yg dpandu oleh WahyuIllahi. Dan jadilah umat tersebut Al-khoiru Ummah. Umat terbaik yg mjdkn Islam ini rahmat bg smesta alam. Teruskan perjuanganmu wahai Hizbtahrir, aku menyertaimu. Sampai Allah ridho pd ku.
    alhamdulillah

  12. nahda sariita :

    alhamdulillah…akhirnya saya punya jawaban yang meyakinkan jika dalam diskusi selalu ada yg menanyakan hal ini.sayangnya memang sekarang kita cuma boleh omdo..
    rasulullah pun cuma omdo ketika dakwah
    karna dakwah itu ya lewat omongan (da’a). bukan dengan tindakan ‘rii’ (dalam versi sekarang) yang harus terjun ke parlemen dengan penerapan sistem sekulernya.

  13. riga :

    Tolonglah agama Allah dengan menegakkan tauhid dan memerangi kesyirikan. Lihatlah di Indonesia ini, kesyirikan merajalela..

  14. Rayadhi :

    hari gineh maseh berkomentar perjuangan Hizb ka kongkrit… please deh..

  15. Karaeng Gerlong :

    Bukan yang lebih ditakuti Amerika dan Zionis adalah perang pemikiran? Dan itulah yang sedang mereka galakkan sekarang ketika mereka tidak mampu menindas muslimin dengan senjata. Mereka menempatkan agen-agen mereka, mencetak sarjana moderat tertipu-menipu yang moderat, ulama-ulama suu’ penakut, mengadakan pembinaan keIslaman yang materinya berasal dari orientalis, diadakannya training dan pelatihan yang bersifat disoriented dari Islam yang sebenarnya (Islam kaffah). Dengan begitu kita kehilangan keyakinan terhadap diin yang mulia ini, dan kita kabur terhadap perjuangan yang diperintahkan dari Islam itu sendiri.
    Tidakkah kita berkaca pada sejarah mundurnya Kesultanan Aceh yang didalangi oleh agen Belanda yang bernama Snouck Hurgronje, dimana saat itu ia menebarkan paham-paham Islam yang mengaburkan semangat jihad sehingga para mujahid Aceh saat itu menjadi perjuangannya terhada penjajah.
    Tidakkah kita melihat catatan sejarah bagaimana agen-agen Inggris mendanai dan memprovokasi ummat Islam di tanah Arab sehingga muncul gerakan nasionalisme Arab untuk melepaskan diri dari Khilafah Utsmani?
    Dan tidakkah kita menyadari bahwa malapetaka terbesar ummat Islam abad ini, yakni jatuhnya Khilafah, sudah dipersiapkan 300 tahun sebelumnya melalui strategi pengrusakan pemikiran ulama dan pemuda-pemuda muslim?
    Bukankah kaum muda Turki saat itu justru lebih kagum dengan revolusi Prancis dan Inggris, ide-ide demokrasi, dan lebih condong kepada semua ideologi tagut itu sehingga meninggalkan Islam.
    Tidakkah ini semua menyadarkan kita bahwa semua kehancuran kita disebabkan karena pengrusakan cara berpikir kita sehingga kita tidak mau berIslam secara kaffah?
    Kalau kita tidak kembali menyadarkan muslimin secara global dan menyeru mereka agar menjadikan Islam sebagai ideologi dan aturan seluruh sendi kehidupan, lantas bagaimana mungkin mereka akan bergerak untuk meninggalkan semua tagut ini?
    Kalau kita tidak mendebat semua ideologi kufur dan menjatuhkan argumennya, dan menyampaikan solusi-solusi kehidupan yang ditawarkan Islam, bagaimana mereka akan membenci ideologi kufur itu dan kemudian kembali kepada Islam?
    Dan ketika sebuah jamaah membongkar kebusukan penguasa muslimin, konspirasi mereka dengan pemimpin tagut, dan penerapan hukum buatan manusia oleh mereka, semua itu disebut haram karena meng-gibahi saudaranya sendiri; bagaimana mungkin kaum muslim mau mengangkat seorang imaam/amiir/khaliifah yang benar-benar menjalankan syariah secara kaffah dan kuat menggigit sunnah RasulNya yang akan menyelamatkan muslimin dunia akhirat?

    Karenanya saudaraku, SELAIN DENGAN PEDANG KITA HARUS BERJIHAD DENGAN PEMIKIRAN DAN PENYADARAN!

  16. Karaeng Gerlong :

    Bukankah yang lebih ditakuti Amerika dan Zionis adalah perang pemikiran? Dan itulah yang sedang mereka galakkan sekarang ketika mereka tidak mampu menindas muslimin dengan senjata. Mereka menempatkan agen-agen mereka, mencetak sarjana moderat tertipu-menipu yang moderat, ulama-ulama suu’ penakut, mengadakan pembinaan keIslaman yang materinya berasal dari orientalis, diadakannya training dan pelatihan yang bersifat disoriented dari Islam yang sebenarnya (Islam kaffah). Dengan begitu kita kehilangan keyakinan terhadap diin yang mulia ini, dan kita kabur terhadap perjuangan yang diperintahkan dari Islam itu sendiri.
    Tidakkah kita berkaca pada sejarah mundurnya Kesultanan Aceh yang didalangi oleh agen Belanda yang bernama Snouck Hurgronje, dimana saat itu ia menebarkan paham-paham Islam yang mengaburkan semangat jihad sehingga para mujahid Aceh saat itu menjadi lemah perjuangannya terhadap penjajah.
    Tidakkah kita melihat catatan sejarah bagaimana agen-agen Inggris mendanai dan memprovokasi ummat Islam di tanah Arab sehingga muncul gerakan nasionalisme Arab untuk melepaskan diri dari Khilafah Utsmani?
    Dan tidakkah kita menyadari bahwa malapetaka terbesar ummat Islam abad ini, yakni jatuhnya Khilafah, sudah dipersiapkan 300 tahun sebelumnya melalui strategi pengrusakan pemikiran ulama dan pemuda-pemuda muslim?
    Bukankah kaum muda Turki saat itu justru lebih kagum dengan revolusi Prancis dan Inggris, ide-ide demokrasi, dan lebih condong kepada semua ideologi tagut itu sehingga meninggalkan Islam.
    Tidakkah ini semua menyadarkan kita bahwa semua kehancuran kita disebabkan karena pengrusakan cara berpikir kita sehingga kita tidak mau berIslam secara kaffah?
    Kalau kita tidak kembali menyadarkan muslimin secara global dan menyeru mereka agar menjadikan Islam sebagai ideologi dan aturan seluruh sendi kehidupan, lantas bagaimana mungkin mereka akan bergerak untuk meninggalkan semua tagut ini?
    Kalau kita tidak mendebat semua ideologi kufur dan menjatuhkan argumennya, dan menyampaikan solusi-solusi kehidupan yang ditawarkan Islam, bagaimana mereka akan membenci ideologi kufur itu dan kemudian kembali kepada Islam?
    Dan ketika sebuah jamaah membongkar kebusukan penguasa muslimin, konspirasi mereka dengan pemimpin tagut, dan penerapan hukum buatan manusia oleh mereka, semua itu disebut haram karena meng-gibahi saudaranya sendiri; bagaimana mungkin kaum muslim mau mengangkat seorang imaam/amiir/khaliifah yang benar-benar menjalankan syariah secara kaffah dan kuat menggigit sunnah RasulNya yang akan menyelamatkan muslimin dunia akhirat?

    Karenanya saudaraku, SELAIN DENGAN PEDANG KITA HARUS BERJIHAD DENGAN PEMIKIRAN DAN PENYADARAN!

  17. ahmi :

    allahu akbar…mudah - mudahan perjuangan hizbut tahrir untuk merealisasikan tegaknya khilafah, dengan memberi penyadaran kepada seluruh umat, segera terwujud.Tanpa Institusi tersebut sekarang islam belum bisa secara kaffah dilaksanakan.

  18. izzah :

    AllahuAkbar!!! Khilafah selangkah lagi!

  19. difa ulhaq :

    Konsep dakwah yg lurus semakin terang.
    umat akan segera menyadarinya.
    Khilafah pun smakin tergambar bentuknya di benak masyarakat.
    Allahu akbar!

  20. Singgih :

    Khilafah wa’dullah… Khilafah wa’dullah…Khilafah wa’dullah.
    Mari berjuang terus menegakkan khilafah bersama HT

  21. wawan al nganjuki :

    iya pertanyaan itu sering kali dilontarkan. meskipun sudah dijelaskan tetap aj. mudah2an mereka segera sadar akan kewajiban ini. teruslah berjuang para syabab di belahan bumi manapun. pertolongan Allah amatlah dekat. Janji Allah Pasti Datang. Sambut dg Aktivitas Dakwah. Aktivitas Para Nabi. Allahu Akbar

  22. 'aisy :

    HTI maju terus pantang mundur! ALLAHU AKBAR!!!

  23. 'aisy :

    HTI maju terus panting mundur! ALLAHU AKBAR!!!

  24. Dedy Iskandar :

    Assamuikum Wr Wb

    Kepada Bapak Ust Ismail Yusanto
    Teruskan Perjuangan

  25. HA Rasyid :

    Dua ayat ALLAH SWT sudah menunjukkan.
    Ayat kauliyah (AL-Qur’an dan al-hadits) mewajibkan kita memperjuangkan tegaknya syariah. Mewajibkan kita menegakkan negara khilafah dan membaiat kholifah. Mengharamkan kita untuk berpecah-belah dan bercerai-berai dalam banyak negara. Mewajibkan pula kita hanya menggunakan metode dakwah Rasulullah SAW dalam memperjuangkannya. Mewajibkan kita untuk tidak mengikuti milah-milah yahudi nasrani spt demokrasi untuk mewujudkannya.
    Ayat-ayat kauniah (fakta dan realita) menunjukkan bahwa Islam tidak bisa tegak dalam sistem demokrasi. Islam hanya tegak dalam sistem Islam. Oleh karena itu untuk tegaknya Islam diperlukan perubahan sistem, tentu dari sistem demokrasi sekarang menjadi sistem Islam. Perjuangan Islam melalui metode demokrasi terbukti gagal. Karena pemilu yang berlangsung saat ini tidak ditujukan untuk perubahan sistem, dan fakta menunjukkan pemilu tidak bisa menghasilkan perubahan sistem. Inilah ayat-ayat Alloh yang kita diminta merenungkannya

  26. Ummu Daffa :

    ALLAHUAKBAR…

  27. indra k :

    senang rasanya bisa membaca artikle di atas, membuat saya semakin paham tentang keharusan kita kembali ke khilafah dan syari;ah….

    saya ingin bergabung dengan hizbutahrir……
    tapi saya ragu apa yang bisa saya sumbangsihkan?
    saya harus mulai dari mana?
    menghubungi siapa?
    mohon di jawab.

  28. Amiruddin :

    Dengan perjuangan dakwah yang dilakukan hizbut tahrir disetiap wilayah dunia, semoga para syabab yang terus melakukan pembinaan dan pengkaderan,semoga menjadi suatu kekuatan didlam dakwah ini sehingga tercapai tujuan yang menjadi cita-cita umat islam seduania yaitu terbentuknya negara khilafah yang akan menjadikan dunia ini makmur dan sejahtera, rahmatal lil amin,sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Qur’an yang artinya :
    “Apabila penduduk suatu negeri beriman dan bettaqwa, maka Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi…”.
    Hal ini harus diyakini oleh seluruh hamba-hamba Allah yang mengaku beriman karena ini adlah seruan Allah.
    Dengan demikian Umat Islam akan menjadi Umat yang terbaik (khoiru Ummat) sebagaimana yang tercantum dalam Q.S. Albaqarah (2):110. Allahu Akbar…!!!!!

  29. JentOr :

    Perubahan perilaku itu tergantung pada perubahan mafahim (persepsi) pada diri seseorang. Dan perubahan mafahim itu bisa terjadi melalui perubahan pemikiran. Jadi sesungguhnya jika kita ingin melakukan perubahan menyeluruh dari sistem sekuler menjadi sistem islam, maka tindakannya adalah mengganti pemikiran yang ada sekarang secara menyeluruh dengan pemikiran baru yang dilandasi oleh akidah islam. Jika ini dilakukan dengan konsisten, maka perubahan yang kita inginkan itu secara sendirinya akan muncul. Waktunya? biarlah Allah swt yang lebih tahu tentang itu.

  30. zaitun :

    sangat mengagumkan apa yg disampaikan arikel diatas,lontaran2 negatif thdp perjuangan syariah sangat banyak tapi alhamdulillah bisa kita atasi krn kita mempunyai jawabannya yakni alquran dan hadist.Allahu Akbar……..

  31. umi :

    Mereka berusaha memadamkan cahaya Allah lewat mulut2 mereka, HT hanya berusaha menolong agama Allah kok dihujat..kita msh punya musuh bersama..ini hanyalah usaha2 untuk melemahkan kita..keep fight!!!Allaahu akbar.. Ganbatte ne..

  32. muis :

    Semoga kita semakin menggencarkan dakwah ini sehingga pertolongan Allah segarah kita datang

  33. rijal :

    ALLAHU AKBAR….
    HANCURKAN DEMOKRASI, TEGAKKAN KHILAFAH

  34. binti :

    Untuk apa lagi kita ragu dengan syariah dan khilafah. mari kita turut mendukung dan mengambil barisan pada jamaah yang bekerja keras untuk memperjuangkannya (HTI)karena dengan begitu tidak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mewujudkannya cita2nya umat muslim sedunia (syariah dan khilafah). Allahu Akbar!!!

  35. putu swastika :

    Sesungguhnya semangat perjuangan untuk mengembalikan Islam dalam Daulah Khilafah Islamiyyah adalah merupakan perwujudan dan nilai ketaqwaan setiap muslim yang hidup di seluruh penjuru dunia ini. Ketaqwaan hanya bisa diukur dari sikap dan perbuatan serta nafas yang membawanya.
    Untuk itulah, siapa yang diberikan hidayah oleh Allah SWT atas nikmat dakwah HT di Indonesia, maka ia adalah orang yang beruntung karena masuk dalam barisan pertama dalam perjuangan menuju berdirinya sebuah negara Daulah Khilafah Rasydah yang kedua, sebagaimana Rasulullah SAW pernah melakukannya dengan mendirikan Daulah Islam Pertama di Dunia di Madinah Al-Munawaroh.
    Semoga perjuangan ini diberikan istiqomah dan keteguhan dalam berjuang bersamamu wahai pejuang-pejuang Hizbut Tahrir dimanapun kalian berada.
    Allah Akbar,….

  36. nur assyfa :

    Hancurkan sistem demokrasi liberal, terapkan syariah dan khilafah ALLOHUAKBAR….

  37. penjaga islam :

    @ indra, anda bisa menghubungi alamat hizbut tahrir di kota anda. Keyakinan anda tentang kebenaran dan kemenangan Islam adalah modal awal untuk berjuang,selanjutnya….anda akan merasakan nikmatnya bersama-sama terlibat dalam perjuangan penegakan syari’ah dan khilafah…Allahu Akbar

  38. Hery :

    HIDUP SYARIAT ISLAM….ALLAU AKBAR

  39. Bashar Al-Mandar :

    Tetaplah semangat wahai pejuang Syariah & Khilafah.Sungguh Pertolongan Allah Tidak akan lama lagi…
    Selamat menikmati indahnya perjuangan ini…wahai saudaraku

  40. Najma :

    KHILAFAH…… tak bisa ditunda-tunda lagi. Allahu Akbar!!!

  41. Tanjuu :

    We’ll never give up. Tidak ada yang sia-sia di mata Allah. Sekecil apapun gerak dakwah yang kita lakukan tapi kalau hal ini kita lakukan terus-menerus akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perubahan. Gerak dakwah ini merupakan bagian dari proses perubahan itu. Dan ketika proses itu berjalan terus niscaya dia akan sampai pada tujuan. Wahai pengemban dakwah Islam mari kita bergerak, bergerak, dan bergerak !!! Jangan pernah berhenti. Semoga Allah meridloi jalan ini. Amin.

  42. purwanto :

    Penegakan khilafah memerlukan proses sama seperti ketika berdirinya dahulu butuh proses. Hanya proses itu adayang cepat ada yang lambat. Cepat dan lambat tergantung dari kita sendiri pejuang-pejuang khilafah. Semakin gencar dahwah khilafah makin cepat berdirinya khilafah. Tidak ada sesuatu yg tidak ungkin jika ALLOH menghendaki. Teruslah berjuang wahai pejuang-pejuang khilafah sorga ALLOH menantimu. Hasil adalah urusan ALLOH. Berhasil atau tidak usahamu tetap berpahala disisi ALLOH. Hidup adalah perjuangan/perbuatan dan nilai manusia tergantung perjuangan dan perbuatannya. semoga

  43. syahidah :

    Wahai para pejuang allah tetaplah istiqomah,Perjuangan ini memang tidak mudah,tapi ketahuilah!!! PERTOLONGAN ALLAH akan datang,karna JANJI Nya pasti akan TERJADI —- TEGAKNYA KEKHILAFAN ala Manhaj KENABIAN.ALLAHU AKBAR

  44. Rie :

    Kalau saja partai-partai Islam di negeri ini tidak berilusi dengan demokrasi, sepakat dengan Syariah dan Khilafah sebagai solusi mendasar masalah ummat, berjuang bersama membina dan menyadarkan ummat kewajiban tersebut, tentu perubahan ke arah Islam akan lebih cepat. Jadi tidak ada yang akan saling mencibir dengan omong doang, perjuangan tidak riil, dsb. Demokrasi ini seperti permainan anak kecil yang kurang berakal, tidak sepantasnya diterjuni oleh aktivis Islam yang sudah baligh dan tersadarkan dengan ideologi Islam!

  45. Adirf :

    Subhanallah,
    Insya Allah jawaban-jawaban di artikel ini akan saya sampaikan ke orang-orang yg sering memandang remeh dahwah Hizb disekitar saya.

  46. Rfinh@ :

    Hizbut Tahrir Maju teruzz…
    Smoga kita tetap istiqomah memperjuangkan Daulah Khilafah Rasyidah.
    Allahu Akbar

  47. samsul labuli :

    Ass, saya salah seorang simpatisan dakwah hizb. sy ingin kepada seluruh DPP untk lebh melakukan silahturahim dengan petinggi2 negara ini. agar mereka sadar bahwa pentingnya menerapkan hukum2 Allah di muka bumi ini, karena mereka kehilngan potensi mereka yang berikan oleh Allah untuk di gunakan.

  48. ZAINUL HAKIM :

    Khilafah dan Syari’ah merupakan solusi umat saat ini ditengah penindasan dan tekanan yang melanda umat saat ini

  49. ahmad husein :

    aslm…kum

    sungguh tidak dapat kta bayangkan, kita yang mayoritas adalah ummat Rasulullah namun tidak dapat menjalankan apa yang telah di contohkan beliau pada masa kepemimpinan islam.ini sebenarnya perkara bagaimana caanya Islam tegak kembali, tapi tidak semudah yang kita bayangkan. ummat saat ini telah jauh dari agama dan ini sangat berhubungan dengan kepemerintahan yang kufur yang telah membodohkan ummat denga sistemnya.

    tiada lain cara yang dilakukan selain mnegakkanIslam itu kemali dengan cara memberikan pemahaman kepada masyaraka dengan cara salah satunya opini! jadi bagaimana supaya opini ini menjadi medi utama senjata para perindu syari`at untuk memberikan pemahaman lagi ke massyarakat, dan bahan yang di sampaikan harus lebih dalam lagi karna apa yang kita kerjakan ini adalah sebuah kebenaran yang nyata dan janganlah kita menghabiskan waktu untuk berdebat tentang islam.”semoga ummat masa ini adalah umat yang telah di janjikan oleh Allah pertolonganNya untuk kebangkitan Islam” ALLAHHUAKBAR……………

  50. Abdullah :

    Assalamu’alaikum.
    Alhamdulillah, Saya Insya Allah SWT siap menjadi kader HTI. Gimana caranya?

    Wassalam,

    Abdullah

  51. ami :

    buat apa islam berkembang kalu islma tdk tegak..
    islam akan tegak bila kualitas para penegaknya juga bagus..

  52. abdullah azam :

    artikelnya bagus banget. allahu akbar!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Komentar