Hudoyberdiyev Aktivis Hizbut Tahrir Akhirnya Syahid Ditangan Rezim Bengis Uzbekistan Karimov
Setelah dipenjara dan mengalami penyiksaan yang sangat keji oleh rezim bengis Uzbekistan Karimov, seorang anggota Hizbut Tahrir yang bernama Ismat Hudoyberdiyev, 52, akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di Penjara Zarafshon No. 64/48. Lembaga Aktivis Hak Asasi Manusia Uzbekistan juga melaporkan hal yang sama seperti yang dinyatakan media Uzbekistan. Kematian Ismat Hudoyberdiyev itu telah menambah bilangan syuhada pejuang Khilafah di Uzbekistan seperti Farhad Usmanov yang telah syahid sebelumnya.
Lembaga Hak Asasi Manusia menerima informasi yang menyatakan Ismat Hudoyberdiyev yang berasal dari Daerah Surhandarya telah menjalani hukuman itu sejak tahun 2002, dan akhirnya meninggal dunia akibat daripada penyiksaan yang dilakukan terhadapnya .
Bagi isterinya, Musharraf, ini adalah kali kedua dia kehilangan suami yang sama-sama syahid di jalan dakwah untuk memperjuangkan Khilafah. Musharraf sebelumnya menikah dengan Farhad Usmanov yang kemudian syahid akibat kezoliman Karimov. Usmanov, anak seorang imam besar Uzbekistan ,mempunyai enam orang anak. Dia ditangkap ketika berusia 42 tahun pada musim panas tahun 1999, atas tuduhan menjadi anggota Hizbut Tahrir. Setelah ditangkap dia dipenjarakan kementerian Dalam Negeri di Tashkent. As Syahid Usmanov disiksa hingga syahid pada hari ke-11.
Pada tahun 2002, Musharraf (janda Usmanov) menikah dengan Ismat Hudoyberdiyev. Dia juga ditangkap pada tahun yang sama. Setelah beberapa bulan menunggu, Musharraf telah meminta bantuan Lembagah Hak Asasi Manusia karena merasa kawatir keselamatan suami keduanya yang kemungkinan disiksa dan dibunuh, sebagaimana Farhad Usmanov.
Ia mengatakan kepada organisasi tersebut, bahwa dia tidak dapat menghubungi suaminya selama enam bulan . Pihak penjara mengatakan kepadanya Hudoyberdiyev telah dimasukkan ke dalam penjara.
“Dia berkata, dia telah menyadari pegawai penjara telah menyiksa suaminya secara sistematis, dan dia membuat laporan kepada jaksa umum dan direktur kriminal Kementerian Dalam Negeri Uzbekistan, namun dia tidak menerima informasi sedikitpun,” kata Lembaga Hak Asasi Manusia .
Kini, tanggungjawab mengasuh dan membesarkan sembilan orang anaknya yang masih di bawah umur terletak di bahu Musharraf. Insya Allah dia termasuk ke dalam kelompok para isteri solehah yang terus berjuang setelah kehilangan suami untuk selama-lamanya akibat perbuatan zalim Islam Karimov. Sesungguhnya ganjaran yang menanti para wanita sholehah adalah syurga Allah.
Demikianlah betapa beratnya ujian yang dihadapi oleh para pengemban dakwah di bumi kelahiran Imam Bukhari. Para penyebar risalah dakwah yang ikhlas telah dibunuh dengan kejam tanpa perikemanusiaan oleh rezim penguasa yang korup. Masalah ini sudah semestinya menjadi agenda utama umat Islam seluruh dunia saat ini. Sebab, orang-orang mukmin itu adalah bersaudara di antara satu dengan lainnya. Kaum muslim wajib membebaskan saudara mereka dari kezaliman penguasa yang jahat.
Ujian dakwah seperti ini bukanlah sesuatu yang baru di dalam perjuangan dakwah. Setiap perjuangan dakwah pasti akan diuji oleh Allah SWT dengan pelbagai rintangan sebagaimana juga dakwah Rasulullah SAW dan para sahabat ketika mereka berada di Mekah. Pada saat itulah kemenangan dakwah semakin jelas dan hampir. InsyaAllah, hal yang sama akan terjadi pada zaman ini.
Islam tidak akan dapat dilenyapkan walaupun para pejuangnya dibunuh. Justru, para mukhlisin (orang-orang yang ikhlas) yang memperjuangkan penegakkan Daulah Khilafah akan dapat melihat dengan nyata bahwa pertolongan Allah semakin dekat. Sehingga tibalah masanya, Khilafah Rasyidah kali kedua kembali didirikan dan memancarkan cahaya Islam ke seluruh alam. Insya Allah (www.mykhilafah.com)
Cetak halaman ini























10 May 2009 pada 20:26
10 May 2009 pada 21:12
10 May 2009 pada 21:17
10 May 2009 pada 21:18
10 May 2009 pada 23:08
11 May 2009 pada 04:20
11 May 2009 pada 06:19
11 May 2009 pada 07:20
11 May 2009 pada 08:45
11 May 2009 pada 09:00
11 May 2009 pada 09:20
11 May 2009 pada 09:31
11 May 2009 pada 09:34
11 May 2009 pada 09:45
11 May 2009 pada 11:25
11 May 2009 pada 13:01
11 May 2009 pada 13:05
11 May 2009 pada 13:17
11 May 2009 pada 13:29
11 May 2009 pada 14:13
11 May 2009 pada 14:18
11 May 2009 pada 14:41
11 May 2009 pada 15:09
11 May 2009 pada 15:49
11 May 2009 pada 16:34
11 May 2009 pada 16:40
11 May 2009 pada 16:47
11 May 2009 pada 16:47
11 May 2009 pada 17:33
11 May 2009 pada 17:37
11 May 2009 pada 19:27
11 May 2009 pada 19:39
11 May 2009 pada 20:14
11 May 2009 pada 21:18
11 May 2009 pada 22:05
11 May 2009 pada 22:20
11 May 2009 pada 22:23
12 May 2009 pada 01:22
12 May 2009 pada 06:08
12 May 2009 pada 07:49
12 May 2009 pada 10:00
12 May 2009 pada 11:37
12 May 2009 pada 13:04
12 May 2009 pada 16:24
12 May 2009 pada 20:57
13 May 2009 pada 06:50
13 May 2009 pada 10:33
13 May 2009 pada 13:09
13 May 2009 pada 16:14
14 May 2009 pada 08:00
14 May 2009 pada 08:58
14 May 2009 pada 10:51
14 May 2009 pada 14:22
16 May 2009 pada 06:14
16 May 2009 pada 11:18
16 May 2009 pada 14:10
16 May 2009 pada 19:49
16 May 2009 pada 22:17
17 May 2009 pada 14:47
18 May 2009 pada 10:05
19 May 2009 pada 09:28
20 May 2009 pada 17:18
20 May 2009 pada 21:51
20 May 2009 pada 21:53
22 May 2009 pada 21:40
24 May 2009 pada 14:14
24 May 2009 pada 19:49
25 May 2009 pada 22:38
26 May 2009 pada 15:49
27 May 2009 pada 09:35
27 May 2009 pada 17:21
30 May 2009 pada 15:10
2 June 2009 pada 07:35
3 June 2009 pada 09:16
8 June 2009 pada 20:02
10 June 2009 pada 19:10
11 June 2009 pada 22:37
16 June 2009 pada 12:07
16 June 2009 pada 12:09
18 July 2009 pada 12:05
21 July 2009 pada 20:30
8 August 2009 pada 10:41
24 August 2009 pada 11:32
14 September 2009 pada 18:35
22 October 2009 pada 13:58
17 November 2009 pada 12:56
6 February 2010 pada 10:57
7 March 2010 pada 22:09
10 November 2010 pada 23:36
28 November 2010 pada 18:59
2 December 2010 pada 16:33
15 January 2011 pada 19:49