Nafais Tsamrah: Cinta dan Dicintai itu Anugerah Allah

Abu Darda’, sahabat Nabi berkata: Andai seseorang taat kepada Tuhannya, pasti Allah akan tunjukkan pengaruhnya kepada orang lain, meski ia ada di balik 7 pintu. Sebaliknya, andai dia durhaka, Allah pun akan
tunjukkan pengaruhnya kepada orang lain, meski ia juga berada di balik 7 pintu. Cinta dan dicintai itu anugerah Allah. Dialah yg memberi dan Dia pulalah yg mencegahnya. Jika kita taat kepada-Nya, pasti kita akan dicintai orang lain.. (Aid al-Qarni, Ila al-Ladzina Asrafu.. 269)

Print Friendly

Baca juga :

  1. Nafais Tsamrah: Hendaklah Kamu Memutuskan Perkara di antara Mereka dengan Hukum yang Diturunkan oleh Allah
  2. Nafais Tsamrah: Barangsiapa Bersabar Akan Disabarkan Oleh Allah
  3. Nafâits Tsamarât: Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah
  4. Nafais Tsamrah: Kedamaian Bersama Allah
  5. Nafais Tsamarat Allah Memuliakanmu dengan Islam
     

Comments

  1. Tingkatkan nahsiyah kita dengan selalu mengkaji kitab Nafsiah (Pilar-pilar Pengokoh Jiwa).

  2. ya.. Allah bimbing kami untuk selalu menaatiMu, baik dalam kesendirian maupun dalam keramaian… Amin..

  3. min muqowimat… I like it :-)

  4. Itu benar, saya telah membuktikannya sendiri. Demi Allah itu benar.

  5. Ilusi negara Islam adalah bagi para penghianat Allah.
    Ilusi negara Demokrasi harus dijelaskan kepada masyarakat.
    Jangan pernah lelah dan berhenti untuk memperjuangkan agama Allah SWT. Allaaaahu Akbar !!!

  6. “SUBHANALLAH”…

  7. ok

  8. jika setiap perbuatan dilandasi cinta karena Allah, maka janji Allah itu pasti..kesolidan yang diinginkan oleh orang2 dalam suatu jamaah bukanlah retorika belaka..khilafah mutlak dibangun atas dasar cinta kepada dan karena Allah..

  9. Ya Allah berilah aku kekuatan untuk mentaatimu. “Allahuakbar!!!!”

  10. subhanallah…

    jagalah hati kami ya, Allah untuk selalu tunduk dan taat padaMu.. :-)

  11. mudah2an kita semua senantiasa taat kepada-Nya.
    Keep Fights for Islam…
    Not for Another…
    Allahu Akbar…

  12. ya..Allah satukanlah kami dalam kecintaan kepada mu..

  13. Semoga kita senantiasa istiqomah untuk selalu berikhtiar gapai cintaNya… ALLAAHU AKBAR!!

  14. kemuliaan seseorang bukan terletak pada harta & rupa tapi pada kedekatan hatinya dengan Allah. saudaraku…jangan pernah merasa hina dan lemah selama iman hadir dalam hati kita. resah & gundahlah kita ketika jauh dari ketaatan kepada Allah. sesungguhnya, bencana yang paling dahsyat adalah rapuhnya iman dalam diri seseorang. semoga para syabab tetap istiqomah perjuangkan khilafah…!!! semoga Allah membukakan pintu kemenangan untuk para pejuang syariah & khilafah! semoga Allah senantiasa menyatukan para pejuang syariah & khilafah dalam barisan orang-orang yang memenuhi hatinya dengan cinta kepada-Nya
    “Ya Allah…ar-rahman ar-rahim… jadikanlah dalam diri kami jiwa-jiwa yang saling menyayangi hanya karena-Mu agar genderang rindu yang bertabuh tak menjadi sia-sia…

  15. Ketika cinta telah bertahta, yang ada hanyalah keinginan untuk selalu berdua, bersama, bercengkrama, setiap saat dan di setiap tempat. Tidak sesaatpun waktu berlalu, kecuali keinginan untuk selalu berduaan dengan sang kekasih pun terus mengiringi. Ketika rasa cinta telah bersemayam dan menguasai hati manusia, niscaya kecenderungan untuk selalu bersama dan berdua saja pun senantiasa memenuhi hati dan kepala. Ketika sebuah nama telah terukir manis pada segumpal darah yang dikenal dengan sebutan hati, maka tidak ada tempat untuk yang lain lagi. Hati tak henti bahkan meski di alam mimpi, ingin bertemu, ingin berdua, ingin berbagi, ingin bercerita, ingin mengadu, ingin bermanja dan dimanja, ingin memandang dan dipandang, ingin berbisik, ingin selalu bermesraan.

    Itulah gambaraan seseorang kekasih yang tengah dimabuk asmara, gambaran seorang pecinta yang tengah tergila-gila kepada kekasih hatinya. Dan alangkah indah dan mulianya manakala rasa cinta tersebut tertuju kepada yang memang benar-benar berhak untuk menerimanya.

    Allah swt, Dia-lah satu-satunya Zat yang paling berhak untuk mendapatkan rasa cinta yang tertinggi. Begitu banyak manusia yang mengaku cinta kepada Allah swt, namun tidak pernah terbentuk dalam realita kehidupannya.

    Jika kita memang mencintai Allah swt, jangan biarkan realisasi rasa cinta itu lebih rendah dari rasa cinta terhadap sesama dan segala hal yang berbau duniawi. Ingatlah bahwa ketika cinta telah bertahta, maka yang ada hanyalah keinginan untuk selalu berdua, bersama, bercengkrama, setiap saat dan di setiap tempat. Tidak sesaatpun waktu berlalu, kecuali keinginan untuk selalu berduaandengan sang kekasih pun terus mengiringi. Ketika rasa cinta telah bersemayam dan menguasai makhluk Allah swt, niscaya kecenderungan untuk selalu bersama dan berdua saja pun senantiasa memenuhi hati dan kepala. Ketika sebuah nama telah terukir manis pada segumpal darah yang dikenal dengan sebutan hati, maka tiada tempat untuk yang lain lagi. Hati tak henti bahkan meski di alam mimpi, ingin bertemu, ingin berdua, ingin berbagi, ingin bercerita, ingin mengadu, ingin bermanja dan dimanja, ingin memandang dan dipandang, ingin berbisik, ingin selalu bermesraan. Dan inti dari semua itu adalah senantiasa ingat akan kekasih tercinta, kapanpun dan dimanapun.

    Jika kita memang mencintai Allah swt, jika memang Allah swt adalah Zat yang paling kita cinta, sekarang marilah kita renungkan sejenak mengenai pertanyaan sederhana berikut?

    “Pernahkah atau seberapa seringkah kita ingat kepada Allah swt?”

    Selalu ingat, adalah salah satu faktor yang harus ada dalam ikatan cinta. Jika kita mencintai Allah swt, berarti kita harus sering-sering berduaandengan Allah swt. Lalu, kapan dan bagaimanakah cara kita untuk selalu ingat kepada Allah swt?

    “Kapan kita harus selalu ingat kepada Allah swt?”, pertanyaan ini akan dijawab dengan cara menjawab pertanyaan “