Iran Berencana Mengambil Tindakan Tegas Terhadap Inggris yang Menyulut Kerusuhan
Inggris dalam sepekan ini merespons dengan hati-hati peringatan yang ditujukan oleh Iran pada pemerintahanya, dimana Iran sedang mempertimbangkan penangguhan hubungan diplomatik setelah kerusuhan yang terus berlanjut akibat dari sengketa hasil pemilihan.
Iran munuduh para pejabat Inggris “melakukan berbagai kegiatan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka”, yaitu bahasa diplomatik untuk spionase. Namun tuduhan itu ditolak oleh Departemen Luar Negeri Inggris.
Pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi, Ayatullah Khamenei terus-menerus membidik Inggris dalam beberapa hari terakhir.
Serangan ini tampak mencerminkan keraguan yang telah lama disimpan pihak Iran terhadap Inggris, yaitu sejak Kerajaan Inggris berperan dalam upaya kudeta atas Perdana Menteri yang populer, Muhammad Mussadiq tahun 1953.
Rezim Iran mengeluhkan laporan tentang pemilihan presiden yang dipublikasikan oleh BBC dalam bahasa Persia.
Namun, hal yang serupa tidak pernah dilakukan oleh rezim Iran terhadap Amerika, yang oleh rezim Iran disebut dengan musuh utama. Sehingga, tidak mengherankan bahwa Amerika Serikat begitu hati-hati untuk mengkritik rezim Iran. Sedang apa yang terlihat, dimana kedua belah pihak saling mengkritik, itu hanya untuk konsumsi publik, sebab kedua pemerintahan ini tetap saling bekerja sama untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat yang terbentang mulai dari Palestina hingga ke Afghanistan. (kantor berita HT, 27/06/2009)
Cetak halaman ini







































28 June 2009 pada 19:26
29 June 2009 pada 06:32