Komentar Tokoh Lampung Mengenai Manifesto Hizbut Tahrir

HTI PressDPD I HTI Lampung, pada tanggal 28 Juni 2009 mengadakan HIP 3 “: Kupas Tuntas Manifesto Hizbut Tahrir “. Acara dimulai pukul 09.00. Para peserta Halqah Islam dan Peradaban mulai memadati ruang Graha Gading Karang di lantai dua. Ustd Dudi Arfian sebagai Ketua DPD I HTI Lampung dalam sambutannya membacakan Manifesto Hizbut Tahrir, yang isinya menjelaskan tentang Negara Khilafah Islamiyah dan mengajak umat untuk mendukung dan berjuang bagi penegakannya sebagai solusi untuk krisis Indonesia dan umat muslim sedunia. Pada acara HIP 3 ini pembicara dari HTI Lampung Ustadz Ir. Dudi Arfian (ketua DPD I HTI lampung) menjelaskan tentang sistem pemerintahan Islam (Khilafah Islam) dan Politik dalam dan luar negeri Khilafah, Ustadz Akhiril Fajri (Humas DPD I HTI Lampung) menjelaskan tentang sistem ekonomi Islam dan peran media dan informasi dalam Daulah Khilafah, Ustadz Muhammad Ahkam (Ketua Lajnah Siyasiah HTI Lampung) menjelaskan tentang sistem peradilan dan sistem pendidikan dalam daulah Khilafah. Dimana sebagai panelis pada sesion 1 adalah Dr. Armen Yaseer (pengamat Hukum dari Unila), Yulius Agung S.E, M.Si. (Pengamat ekonomi, Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Lampung), Drs. Hermansyah (Praktisi Pendidikan, sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Prov. Lampung). Dan Panelis pada Session 2 adalah Dr. Budiharjo (Pengamat Politik, mantan Ketua KPU B.Lampung) dan Ibu Hesma Eryani (Praktisi Media, Kepala Litbang HU Lampung Post Member Of Media Group). Berikut ini komentar-komentar panelis terkait peluncuran buku manifest HTI, jalan baru untuk Indonesia:

Dr. Armen Yasir SH MH (Pengamat Hukum dari Universitas Lampung):

Dalam Manifesto Hizbut Tahrir, jalan baru untuk Indonesia ini saya berpikir adalah jalan yang dahulu pernah diterapkan oleh Rasullulah yang harus dibangunkan kembali. Saya setuju (khilafah) karena saya muslim. Saya sering menjelaskan tentang Islam, yang menakutkan itu adalah orang islam yang menolak hukum Islam. Negara ini dibentuk juga oleh ulama. Dan kini ada sebagian ulama yang tidak berani bicara tegas pada penguasa. Ketika banyak penguasa dan pemimpin-pemimpin kita yang tidak taat kepada Allah dan Rasulnya, dan memang hukum yang dibuat i indonesia ini adalah hukum buatan manusia yang sekuler. Padahal ada ayat Allah yang mengatakan Ati’ullah wa Ati’urrasul wa’ulil amri minkum, tapi hal ini dengan catatan kita harus menaati pemimpin yang menerapkan hukum Allah dan tak ada ketaatan terhadap penguasa yang tidak taat Allah dan Rasul. Dan Saya memang takut jika melanggar hukum Allah, padahal saya belajar juga hukum-hukum konvensional barat. Dan Saya lihat banyak para ulama sekarang hanya berdebat masalah fikih. Padahal Hukum Islam mengatur segala aspek manusia.

Yulius Agung S.E,.M.Si. (Praktisi Ekonomi Syariah, Kepala Cabang BSM Lampung) :

Saya punya pengalaman dengan HT. kita memang sudah kebablasan, kaidah ekonomi yang digunakan tidak sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadits. Sistem yang kita terapkan kini mengalami krismon, sistem ekonomi apapun dia sosialis atau kapitalis jantungnya telah membaawa kepada jurang kehancuran. Sebagai contoh adalah krisis global yang hingga kini belum berakhir akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalis, yang menihilkan peran agama untuk mengaturnya. dan dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalis kita terjerembab pada hutang, bahkan setiap warga negara Indonesia dibebani hutang 7 juta rupiah, baik itu kita sadari atau tidak. Dan berkaitan dengan Manifesto HT ini saya sangat sepakat bahwa sistem Islam, sangat layak bagi Indonesia. Dan ekonomi Islam dalam buku ini juga menjabarkan secara gamblang bagaimana ekonomi islam mengentaskan persoalan ekonomi, misalnya masalah kemiskinan dsb.

Drs Hermansyah (Praktisi Pendidikan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Prov. Lampung):

Saya sangat sepakat dengan Manifesto HT, sebagai sebuah jalan baru bagi Indonesia. Terkait dengan pendidikan di Indonesia, khususnya di Lampung. Dulu ketika saya menjabat sebagai kepala dinas pendidikan, saya sangat miris dengan sistem pendidikan kita, dan banyak fasilitas pendidikan yang sudah rusak, pelajaran akhlak tidak ada, saya sudah berusaha mengusulkan pelajaran akhlak/moral Islami tapi dianggap ekstrim. Dan memang sistem pendidikan kita ini mendikotomikan antara agama dan kehidupan. Karena itu, saya menilai sistem pendidikan yang ditawarkan dalam manifesto HT ini sangat cocok dengan penduduk kita yang mayoritas Muslim ini. Agar muncul generasi-generasi muda yang pintar, cerdas dan memiliki pola tingkah laku yang baik. Maka dari itu, saya minta kepada pemerintah daerah untuk agar memperbaiki sekolah-sekolah Islam.

Dr. Budiharjo (Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU B.Lampung):

Perkenalan saya dengan HT sudah lama. Alhamdulillah sekarang bertemu lagi dengan HT. Dan ketika saya dulu menjadi ketua KPU B.lampung, menurut saya yang paling rusak selama di KPU adalah partai politik karena untuk merebut kekuasaan mereka gunakan segala cara, mau halal mau haram. Dan berkaitan dengan manifesto HT saya sangat setuju dan mendukung perjuangan HT. Dan HT sebagai sebuah partai politik harus mampu menghadirkan suatu gagasan yang bagus ini ke tengah-tengah masyarakat, dengan mampu mengubah dari kata mendukung, menuju kepada kata memilih syariah dan khilafah. Selain itu, tinggal bagaimana metodologi untuk memperjuangkan ini juga yang harus jelas. Saya sudah lihat di buku Syaikh Taqiyuddin, sudah banyak menjelaskan tentang konsep pemerintahan Islam, Politik Islam, dan berbagai mekanismenya.

Hesma Eryani (Kepala Litbang HU Lampung Post Member Media Group):

HT harus punya media sendiri untuk mengubah opini publik yang sekarang ini. Sebagai contoh Buletin Al-islam dan majalah Al-waie ini. Karena banyak media dan pers yang menjelaskan secara rinci apa itu Khilafah. Dan berkaitan Sistem pers, itu harus memenuhi prinsip check and balance, check dan re-check. Tidak boleh ada fitnah. Dan Kebebasan pers haruslah kebebasan yang bertanggung jawab. Kalau tidak ada tanggung jawab akan susah, nanti akan ada pemberitaan cabul. Lihat saja dengan acara televisi sekarang, demi menaikkan rating mereka bikin acara yang terkesan mengeksploitasi. Selain itu, sekarang ini opini yang berkembang banyak orang yang tidak paham, bahkan ngeri dengan syariah, karena yang dipahami hanya potong tangan. Dan, Lampung Post sendiri sudah sering memuat tulisan teman-teman dari HTI Lampung baik di Opini maupun surat pembaca Lampung Post, sebagai bagian juga untuk menginformasikan pemikiran syariah dan Khilafah.

Drs Hermansyah (Praktisi Pendidikan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Prov. Lampung)

Drs Hermansyah (Praktisi Pendidikan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Prov. Lampung)

Panelis Dr. Armen Yaseer (Pengamat Hukum Lampung)

Panelis Dr. Armen Yaseer (Pengamat Hukum Lampung)

Panelis Session 2 Dr. Budiharjo (Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU B.Lampung)

Panelis Session 2 Dr. Budiharjo (Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU B.Lampung)

Panelis Session 2 Hesma Eryani (Kepala Litbang HU Lampung Post Member Media Group)

Panelis Session 2 Hesma Eryani (Kepala Litbang HU Lampung Post Member Media Group)

Panelis Yulius Agung S.E,.M.Si. (Praktisi Ekonomi Syariah, Kepala Cabang BSM Lampung)

Panelis Yulius Agung S.E,.M.Si. (Praktisi Ekonomi Syariah, Kepala Cabang BSM Lampung)

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

2 komentar untuk “Komentar Tokoh Lampung Mengenai Manifesto Hizbut Tahrir”

  1. zaini :

    SubhanAllah. Lanjutkan Saudara2ku di Lampung menuju Jalan baru bagi Indonesia. Yakni tegaknya Syariah dan institusinya Khilafah Islamiyah. Selamatkan Indonesia dengan Syariah wal Khilafah. Allahuakbar.

  2. yoodDuyung :

    dengan Islam total semua selesai.

Tinggalkan Komentar