Mensahkan RUU Ketenagalistrikan adalah Kemunkaran

HTI Press. Hari ini (8/9), DPR dan pemerintah mencoba mengotori Bulan Suci Ramadhan yang penuh barakah ini. Menjelang berakhirnya masa jabatan di periode 2004-2009 ini mereka mencoba meloloskan sebuah Rancangan Undang-Undang Ketenagalistrikan (RUUK). RUU yang akan disahkan ini merupakan ‘hantu’ atau jelmaan dari  UU Nomer 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004.

“Untuk technical assistance pembuatan UU No. 20 yang syarat dengan kepentingan asing tersebut memakan biaya 20 juta dollar Amerika!” pekik Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara Strategis ( FSP BUMN Strategis) Ahmad Daryoko di depan ribuan massa FSP BUMN Strategis dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Selasa (8/9) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

“Begitu UU pesanan asing tersebut dibatalkan, direktur PLN dipanggil, dicaci maki, dihabisi, namun sebenarnya DPR itu senang karena akan ada proyek baru lagi,” beber Daryoko “Nah, proyek barunya ya sekarang ini,” ujarnya sambil menunjuk ke gedung DPR yang dipagar tinggi dan dikunci rapat-rapat.

Tidak sampai sebulan, karena Oktober nanti mereka tidak lagi duduk menjadi anggota DPR sehingga mereka harus kejar setoran. “Ambil pundit-pundinya, sahkan UU-nya, kemudian go out! Apa yang terjadi urusan lo semua” begitulah Daryoko menggambarkan mental wakil rakyat yang tidak bertanggung jawab yang sedang Sidang Pleno itu.

Daryoko pun menceritakan betapa arogannya wakil rakyat tersebut. Ia pernah dipanggil oleh salah satu fraksi, kemudian ia mengatakan, “Bapak-bapak ini percuma mengesahkan UUK ini karena akan kami hadang lagi di MK”. Kemudian salah satu anggota DPR itu menjawab, “Kalau MK mau membatalkan lagi, maka sebelum MK membatalkan, MK akan kami bubarkan”. Daryoko pun balik menantang, kalau MK dibubarkan akan terjadi revolusi.

“Pengesahan RUUK dikebut karena ada pundi-pundi, tetapi UU Tindak Pidana Korupsi mana mau digarap? Tidak ada karena mereka juga tersangkut! Kalau begitu, bubarkan saja DPR, setuju?” tandasnya dan disambut pekikan setuju dari massa yang berdatangan dari berbagai perwakilan cabang FSP BUMN di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan keluarga besar HTI mendukung penuh perjuangan keluarga besar FSP BUMN Strategis untuk menggagalkan diberlakukannya RUUK menjadi UUK. Ismail pun mengingatkan kepada semuanya hendaknya perjuangan ini diniatkan sebagai bentuk dari amar makruf nahi munkar.

Sehingga Allah SWT, insya Allah, akan melipatgandakan hingga 70 kali lipat aktivitas amar makruf nahi mungkar di bulan-bulan yang lain. “Pengesahan RUUK adalah sebuah kemunkaran! Karena itu harus kita tolak!” pekik Ismail yang disambut pekikan Allahu Akbar dan tolak, tolak, tolak oleh massa yang tetap bersemangat meski matahari terik menyengat.

Ismail pun menjelaskan letak kemunkaran RUUK tersebut, diantaranya terletak pada kata “dapat” di Pasal 10 dan Pasal 11. Dari kata tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa RUUK ini memuat gagasan unbundling dan privatisasi yang pasti akan menghancurkan PLN serta merugikan rakyat dan negara.

HTI pun mengingatkan, tegas Ismail, kasus PLN ini merupakan salah satu contoh tentang penjajahan global bekerja dan bagaimana setiap langkahnya ditopang oleh para anteknya yang tiada lain adalah orang Indonesia juga yang duduk di DPR dan pemerintahan. Mereka akan terus bekerja hingga seluruh kekayaan negeri ini mereka kuasai. “Dengan kesadaran ini, mestinya kita secara konsisten menolak segala bentuk liberalisme, kapitalisme, dan sekularisme” ujarnya.

Di sinilah relevansi yang sangat nyata dari seruan Selamatkan Indonesia dengan Syariah karena justru syrariahlah satu-satunya yang mampu mengatur negeri ini dengan baik dan benar.  Dalam pandangan syariah, energi baik berupa listrik, gas, batubara dan lainnya, merupakan milik rakyat.

Hanya negaralah yang berhak mengelola sumber daya energi yang dilakukan untuk kesejahteraan rakyat. “Menyerahkan kepada swasta apalagi swasta asing, termasuk unbundling dan privatisasi PLN, jelas bertentangan dengan syariah. Karenanya harus ditolak. “Dengan demikian, harus dinyatakan, bahwa syariahlah yang terbukti bisa membebaskan negeri ini dari penjajahan global” pungkas Ismail. [] joko prasetyo

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

30 komentar untuk “Mensahkan RUU Ketenagalistrikan adalah Kemunkaran”

  1. lulu damayanthi :

    Subhanallah, kemarin saya tidak sengaja mendengar orasi kawan kawan kita di DPR melalui radio,hati saya bergetar,nasionalisme saya bangkit,ternyata sudah separah itukan pemerintahan kita yang menghalalkan segala cara…

    Saya ikut marah dan sangat prihatin karena saya juga adalah istri seorang karyawan PLN.

    Insya Allah kalau Khilafah sudah berdiri rakyat kita tidak akan terzalimi seperti ini.

    Allahu Akbar!

  2. abu Firda :

    makin terjerumus kedalam lubang liberalisasi,
    mau kapan tobatnya!!!!
    ya Allah bantulah kami dalam memperjuangkan kalimat Mu di muka bumi ini

  3. wardani :

    Allahu akbar!! khilafah janji Allah, dan sudah saatnya kita mewujudkan dalam bangunan yang kokoh dan bisa menerangi kegelapan saat ini.

  4. Zahid Shibgatallah :

    Benar sekali Ustadz Ismail dan Ustadz Daryoko! Tetap istiqomah kita berjuang, beberkan kepada umat dan rakyat betapa semakin jelas dan gamblang serta demikian bobroknya sistem demokrasi sekule, dng outputnya berwujud anggota2 DPR Yang Tidak Terhormat itu di Senayan yang menjadi antek2 negara kapitalis termasuk juga oknum2 di Pemerintahan yg juga Sangat Tidak Terhormat yang menjadi cecunguk dan jongos2 neolib kapitalis sehingga mau ngeyel2an dan ngotot mengesahkan RUU Kelistrikan ini. Sadarlah wahai pejabat pemerintah dan wakil (bukan) rakyat, perbuatan kalian akan diperhitungkan di akhirat kelak bahkan di dunia pun kalian akan dinistakan! Tegakkan Khilafah, Terapkan Syariah! Allahukabar!… Wassalam, ZS.-

  5. airin :

    mengenai kebenaran kita harus berani seperti mereka (jubir hti n ahmad.d juga peserta masirah).. kr dalam jiwanya hanya ada kata “pemenang”.. pemenang tak pernah takut,Penakut tak pernah menang!!

  6. fuji :

    Allohuakbar…
    Allohuakbar…

  7. Amar al-banjari :

    Listrik adalah milik rakyat, knp wakil rakyat ko berkhianat, tdk ingat d akhirat, jd berbuat tdk sesuai syariat. Makanya tegakan syariah dan khilafah, agar berkah d turunkan Allah SWT.

  8. rahma :

    sesungguhnya janjiNya sudah begitu dekat… Ya Rabb, Kau saksikanlah…kedzoliman penguasaku kian merajalela… segerakanlah pertolonganMu untuk kami…ihdinas sirotol mustaqiim….

  9. adji :

    Masya Allah naudzubillahi min dzaliq, wahai para wakil rakyat segera bertobatlah & kembali kejalan Allah SWT, sesungguhnya kalian telah mendzalimi umat yg notabene tlh kalian wakili & sebenarnya kalian tlh mendzalimi diri kalian sendiri, ingatlah, bencana yg kerap terjadi dinegeri ini bisa jadi sebagian peringatan sekaligus murka Allah SWT atas kemungkaran kalian yg tlh menginjak-injak ajaran Islam, sadarlah tobatlah.

  10. Fahri :

    Memang sudah jelas zalimnya penguasa, aparat dan wakil rakyat sekarang, mereka sudah tidak tahu malu lagi atas kesalahannya sudah tidak memiliki rasa peduli lagi terhadap rakyat. Hanya mulut mereka yang selalu manis dan seakan telah berbuat baik terhadap rakyat, justu dibalik semua itu mereka sangat rakus dan buas….
    Allahu Akbar, semoga Allah menguatkan pejuang-pejuangnya yang selalu istiqomah membongkar kezaliman penguasa negeri ini dan memberikan mereka pertolongan dalam memperjuangkan syariat islam yang mulia dibawah naungan Khilafah

  11. Erik Rezakola, ST :

    Ana dukung penuh penolakan dengan rencana pengesahan UUK… Allahhuakbar!

  12. PERDANOV :

    PELANGGAR HUKUM THOGUT BUATAN MEREKA SENDIRI…KATANYA BARANG YG MENGUASAI HAJAT HIDUP ORG BANYAK DIKUASAI NEGARA??? NYATANYA DIKUASAI SWASTA…
    SOLUSI: UUD 45 TELAH TUMPANG TINDIH DAN KONTRADIKSI SATU DENGAN YG LAIN, ITULAH KESESATAN MANUSIA JIKA DIPAKSAKAN MENGATUR HIDUPNYA DGN AKALNYA YANG TERBATAS..SO HUKUM ALLAH YANG PALING PANTAS MENGATUR MANUSIA!!! HASTA LA VICTORIA SIEMPRE, VIVA SYARIAH, VIVA KHILAFAH!!!

  13. ima surabaya selatan :

    semoga khilafah sepat tegak dan islam akan diterapkan di muka bumi ini,,,,,,,allah hu akbar!!!!!!!!!!!!para kapitalis akan bertobat juga..amien

  14. trust in the truth :

    Tetap semangat utk menolak UU produk sistem sekular. Allahu Akbar

  15. perdana :

    Foto waktu sidang pengesahan ruu ketenaga listrikan ternyata cuma bangku2 kosong, koq bisa sah ya???

    copy link berikut:
    http://news.okezone.com/view/2009/09/08/1/3610/bangku-kosong

  16. Zaimir :

    Saya teringat ucapan mantan presiden RI,yang mengatakan DPR itu seperti anak TK,waktu sangat geli rasanya,teapi akhirnya benar,walau anggota DPR itu banyak yang bertitel tinggi tapi gobloknya tak ketulungan dan yang menonjol adalah khianat tingkat tinggi pada rakyat,kan rakyat yang memilih kalian,tapi kalian lupa itu harus mengabdi pada rakyat yang memilih kalian merengek minta naik gaji,membuat aturan dan mensahkan UU yang akan menyengsarakan rakyat,kapitalisasi,liberalisasi hasil fikiran manusia keturunan monyet begitu( teori Darwin ) tak perlu kalian tiru !

  17. Nashroulloh :

    Di mana anak-anak Anda akan tinggal nantinya para Tuan-Tuan yang berada di DPR ? Mari belajar berfikir ke depan. Jika negara ini sengsara, anak cucu Anda juga akan merasakannya, sanak keluarga famili akan merasa akibatnya.

    Mari menahan diri, jangan tertipu kesenangan semu nan sesaat.

  18. Azis :

    Akhi/Ukhti fillah,
    Blueprint berdirinya khilafah ada mau yg bantu jelaskan?
    Berdirinya sebuah perusahaan pasti ada blueprint-nya. Agar konsepnya jelas dan sistematis. Apalagi Khilafah yg tidak lain Negara Islam Internasional. Jazakumullah.

  19. tania :

    sepertinya Managemen Atas PT PLN setuju dengan privatisasi ya? beda dengan serikat pekerjanya.
    Semoga Allah meneguhkan hati, pikiran dan kedudukan orang2 yang unutk penerapan Syariah dan Khilafah

  20. ahamid :

    aum muslimin memang sdh seharunya sadar dan se sadarnya, bhw para pemimpin mereka baik yang duduk di DPR maupun Kabinet/Penguasa saat ini telah benar2 berkhianat terhadap rakyatnya sendiri. Padahal rakyatlah yang selama ini memberikan kepercayaan/kekuasaan kepada mereka, tapi ternyata justru rayatnyalah yang saat ini menjadi obyek permainan mereka untuk meraih kepentingan dirinya dan para imperialis asing. MasyaAlloh,,,semoga Alloh segera membuka semua mata,telinga dan hati/pikirian ummat agar kembali kepada jalan yang benar, yakni jalan Alloh Diinul Islam, dengan menerapkan Syariah dan Khilafah ala manhajin Nubuwwah. Amin.. Allohu Akbar !!!!

  21. amin :

    masyaAllah…….ternyata wakil rakyat yang kita dukung….kita bela selama ini…..mengkhianati Qt…..

  22. Rie :

    Anggota DPR itu siapa??? Pemilik bumi listrik energi tanah air negeri ini??? Lancang sekali !!! Bertahun-tahun negeri ini dijajah, dirampok, dikeruk kekayaannya demi kerakusan para kapitalis, segelintir orang kaya berhati durjana! Terus berjuang!! Tegakkan Islam, niscaya keadilan akan datang!

  23. aulia zakiyah :

    masyaAllah, wakil rakyat sudah tidak lagi peduli kpada rakyat.wahai para pengemban dakwah,ttp istiqomah dlm memperjuangkan tegak nya syariah dan khilafah.krna dngan khilafah lah semua problematika bisa di selesaikan.ALLAHU AKBAR3X.

  24. ian :

    kalian kaum liberalis benar-benar diluar batas, hanya mementingkan diri sendiri dan kepentingan asing, kalian tidak pantas duduk disana, sistem sekuler ini membuat apa saja aset yang ada di Indonesia sampai dihisap sampai sum-sum, tapi sebagian aparat tidak mengetahuinya. masyarakat indonesia saat ini sudah sampai titik yang sangat terpuruk dalam segala hal.
    sadarlah wahai kaum liberal!! kembalilah ke Syariah
    allahuakbar3x

  25. syamsuri :

    sadarlah wahai umat islam indonesia. sesungguhnya kalian
    selama ini hanya di manfaatkan demi keuntungan dan eksistensi kaum imperialis dan antek-anteknya! raihlah kemuliaan dengan islam! bukan dengan yang lain!ALLAHUAKBAR !

  26. iman :

    kalau legislatifnya seperti itu,apalagi yudikatif n eksekutif!!!,jarg0n pemilu yg berkhianat kepada umat!!!,layakkah mereka kita dukung!!!,pantaskah mereka disana!!!,ayo kawan2,qta ganti sistem ini dng DKI untuk Indonesia yang lebih baik n besaaar!!!,

  27. Asy Syaffa :

    “….jika kapitalisme dibiarkan beredar di muka bumi, bisa2 udara dia jual, ketawa di pajakin, wez…dasar mata duitan…”

  28. yonix :

    Kalau DPR dibubarkan, yang pasti jumlah koruptor di negeri ini sangat banyak berkurangnya.

    Lumayan, ini bagian dari upaya mengurangi jumlah koruptor.
    Selama berpuluh-puluh tahun saya hidup di negeri ini nyatanya tidak pernah merasakan manfaat DPR.

    .

  29. atik :

    pantaslah bila Allah menurunkan bencana yang bertubi-tubi…

  30. indri_bahrain :

    zaman akan terulang….jadi kayak film the flinston….kembali ke zaman ke “gelap” an….kalo semuanya pada tidur…..
    makanya jangan suka nyanyiin lagunya mbah surip….tidur lagi.
    bangun yok
    bangun yok
    lari……..

Tinggalkan Komentar