Mereka Menggali Kuburannya Sendiri di Afghanistan
Dalam beberapa hari terakhir ini di Afghanistan telah tewas enam tentara Italia, dua tentara Inggris, dua tentara Amerika, dua tentara Jerman, dan satu tentara Denmark. Ketegangan pun terjadi akibat gelombang kematian yang baru ini hubungan antara sekutu-sekutu NATO. Berlusconi, Perdana Menteri Italia meminta untuk menarik pasukannya dari Afghanistan sesegera mungkin. Bahkan seorang anggota Dewan Perwakilan Italia, Rosaria Bindi mengumumkan tentang berhentikannya aktivitas Dewan untuk berkabung atas tewasnya enam orang tentara Italia.
Berbagai media Italia menggambarkan tentang tewasnya enam tentara Italia sebagai sebuah pembantaian yang mengguncang Italia. Bahkan hal itu telah menyebabkan kerugian kemanusiaan yang terburuk yang diderita oleh pasukan Italia di Afghanistan dalam satu hari.
Menteri Pertahanan Inggris, Bob Iinzerort mengatakan bahwa pasukan negaranya masih sangat jauh untuk bisa memenangkan pertempuran melawan Taliban. Bahkan konflik di Afghanistan benar-benar menyebabkan pengeluaran militer yang sangat besar. Dia menambahkan: “Kita sedang menghadapi musuh yang sukar diterka. Dan hingga kini kita masih sangat jauh tujuan mengalahkannya”. Namun dia menyadari, lalu dia berkata: “Kegagalan militer di Afghanistan akan memiliki konsekuensi serius bagi keamanan nasional kita dan merusak harkat dan martabat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)”.
Sementara itu, Mike Mullen, Ketua Kepala Staf Gabungan Pasukan AS berkata: “Sesungguhnya untuk menghadapi gerakan Taliban sangat mungkin membutuhkan pengiriman tambahan pasukan AS, meskipun jumlah pasukannya di sana sudah dua kali lipat tahun ini.”
Jenderal Stanley McCrystal, Komandan pasukan AS di Afghanistan telah memperingatkan bahwa negaranya “mungkin akan menderita kegagalan kecuali jika dilakukan penambahan lebih banyak tentara di sana selama setahun.”
Dengan demikian, Afghanistan tetap akan menjadi kuburan bagi semua inperium dan musuh yang berani menyerangnya. Tampaknya Afghanistan benar dengan apa yang dulu telah dikatakannya bahwa kekuatan zalim manapun tidak akan bisa bertahan berada di Afghanistan. (al-aqsa.org, 27/9/2009)
Cetak halaman ini























12 October 2009 pada 18:40
12 October 2009 pada 18:48