Surat dari Syabab Ukraina : Dakwah Harus Fokus Menegakkan Khilafah
Saudara-saudara seagama Islam, kami beribadah dan menyembah kepada Allah SWT berdasarkan pada ketentuan syariah-Nya. Dan tidak diragukan lagi bahwa masalah ini membutuhkan pengetahuan dan pembelajaran. Sementara itu, masalah yang lumrah dan biasa bagi kaum Muslim bahwa ibadah itu—dari aspek kontinuitasnya—adalah shalat, puasa, dan haji. Bahkan seolah-olah mereka memahami bahwa hanya inilah yang diwajibkan tidak ada yang lainnya. Padahal yang benar, bahwa agama Allah SWT itu meliputi juga masalah politik, ekonomi, kehidupan sosial, dan ibadah-ibadah lainnya. Dan semuanya itu memiliki kedudukan yang sama dalam neraca kebenaran. Sehingga tidak boleh meninggalkan yang ini dan hanya mengerjakan yang itu, yakni mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian.
Adapun aspek pelaksanaannya dalam konteks ini, sesungguhnya kaum Muslim di seluruh dunia ketika hanya mengambil aspek ibadah mahdhahnya dan meninggalkan aspek lain seperti muamalah, persanksian dan lainnya, kaum muslim sendiri telah menciptakan sendiri kesempitan dan kesulitan hidup di dunia.
Benar! Sesungguhnya kaum kafir, dan hukum-hukum perekonomian sekuler yang kufur itu tidak pernah memberi ruang serta peluang sedikit pun kepada kaum Muslim untuk terikat dengan hukum-hukum praktis tersebut. Kita tidak diberi kesempatan untuk terikat dengan selain hukum-hukum ibadah mahdhah. Dan semua itu terjadi akibat hilangnya sistem kehidupan Islam ditengah-tengah umat Islam saat ini. Juga kurangnya inisiatif dan usaha keras kita dalam menghadapi kekafiran dan kekuatannya agar hukum-hukum kufur itu tidak diterapkan kepada umat Islam.
Jadi, masalah ini harus mendapatkan perhatian serius, bahkan perhatian yang lebih dari serius, terus-menerus mengkajinya secara mendalam, dan pengamatan yang sungguh-sungguh hingga umat Islam terikat dan menjalankan agama secara penuh dan menyeluruh, dengan mendirikan Khilafah di muka bumi. Namun sebelum ada Khilafah, apa usaha yang harus dilakukan? Bagaimana cara menerapkan hukum-hukum syariah? Dan bagaimana kita hidup sesuai dengan syariah Allah?
Tidak diragukan lagi bahwa hal ini memang sulit diwujudkan dengan kenyataan seperti sekarang, sebab agama Allah, yakni Islam adalah agama dan sekaligus sistem negara. Sehingga hukum-hukum syara’ tidak dapat diterapkan ketika berada jauh dari sistem kehidupan, yakni sistem Khilafah. Syariah Islam dapat dilaksanakan dengan sempurna hanya dengan sistem Khilafah. Oleh karena itu, harus sungguh-sungguh mengambil hukum-hukum Islam secara utuh dan menyeluruh, serta harus melakukan aktivitas untuk mewujudkan Islam dalam kehidupan secara komprehensif. Islam itu utuh, tidak terbagi-bagi dan terpecah-pecah.
Jadi, kaum Muslim wajib mendalami agamanya, dan mereka harus fokus dalam hal ini guna membangun pemikirannya, dan selanjutnya mereka harus mengamalkannya untuk beribadah kepada Tuhannya, serta mewujudkan agama-Nya dalam kehidupan. Inilah perkara yang merupakan aspek aplikatif. Semua bangsa yang telah menjadi negara-negara besar, dan negara-negara ideologis, mereka benar-benar telah melakukan hal-hal seperti itu. Negara-negara itu telah melakukan sesuat dengan fokus pada persoalannya, membangun ideologinya, dan negaranya, baik itu kapitalisme maupun sosialisme.
Apakah kita selama ini kita menyeru manusia kepada sesuatu yang mustahil kita wujudkan? Tidak, justru terwujudnya merupakan sesuatu yang pasti. Bahkan hal itu merupakan bisyarah (kabar gembira) dari Rasulullah, Muhammad SAW, di mana beliau bersabda:
ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
“Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian.” (HR. Ahmad)
Lebih dari itu, bahwa melakukannya adalah perintah dari Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran [3] : 104)
Wahai kaum Muslim! Sungguh ini merupakan persoalan besar dan agung. Sehingga kita harus memperhatikannya dengan serius; kita harus bekerja dengan sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Sebab, hanya dengan itu kita bisa mendapatkan ridha dari Allah SAW, dan hanya dengan itu pula kita akan meraih kesuksesan dan kemuliaan di dunia dan akhirat (‘izzud daraini).
Saya memohon kepada Allah SWT, semoga kita menjadi orang-orang yang begitu peduli dan memperhatikan dengan serius persoalan ini; dan semoga kita menjadi di antara orang-orang yang berusaha dan bekerja dengan sekuat tenaga untuk mewujudkannya, demi mendapat ridha dari Allah SWT. Amin Ya Mujibas Sa’ilin.
Syabab Hizbut Tahrir – Ukraina
29 Ramadhan 1430 H./19 September 2009
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 28/9/2009
Cetak halaman ini























1 October 2009 pada 09:44
1 October 2009 pada 11:20
1 October 2009 pada 16:28
2 October 2009 pada 12:22
2 October 2009 pada 13:35
2 October 2009 pada 14:44
3 October 2009 pada 05:15
3 October 2009 pada 10:11
3 October 2009 pada 13:00
3 October 2009 pada 19:23
4 October 2009 pada 16:59
5 October 2009 pada 19:33
5 October 2009 pada 23:17
9 October 2009 pada 10:16
10 October 2009 pada 15:17
11 October 2009 pada 07:24
11 October 2009 pada 18:29
25 November 2009 pada 17:32
16 December 2009 pada 19:56
22 December 2009 pada 17:34