HTI Kalsel Unjuk Rasa Kutuk Israel
BANJARMASIN–Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan unjuk rasa, Ahad (1/11), mengutuk kezaliman Israel.Aksi unjuk rasa pengutukan tersebut sehubungan dengan sikap Israel belakangan ini yang dianggap tak lagi berperikemanusiaan atas penyerangan tentaranya terhadap umat Islam di Masjid Aqsa.
Massa HTI “Bumi Perjuangan Pangeran Antasari” Kalsel itu menyeru kaum Muslim Indonesia dan di seluruh penjuru dunia bersatu padu untuk menghentikan serangan biadab tentara negara teroris Israel tersebut. Selain itu, organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Islam tersebut, meminta pemerintah Indonesia segera turun tangan melalui gerakan diplomatik guna menyelamatkan kaum Muslim Palestina serta penodaan terhadap Masjid Al Aqsa.
Harapan organisasi yang menggunakan panji-panji berlambangkan kalimat tauhid itu, juga meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan atau Dewan Keamanan PBB menindak negara teroris Israel atas perbuatan biadab yang sudah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).
Unjuk rasa HTI Kalsel yang bertajuk, “Bebaskan Al Aqsa, usir Israel dengan khilafah” itu diikuti ratusan orang, berjalan kaki menelusuri jalan-jalan utama dalam kota Banjarmasin. Dalam berunjuk rasa itu, massa membawa sejumlah poster bertuliskan antara lain, “tegakkan syariah dan khilafah”, “syariah dan khilafah ciptakan perdamaian dunia yang abadi” dan “kutuk Zionis Israel”.
Dengan yel-yel “Allahu Akbar” yang merupakan ciri khas HTI, massa pengunjuk rasa tersebut mengecam dan mengutuk kekejaman tentara negara teroris Israel. Pengunjuk rasa juga berdoa, semoga Masjid Al Aqsa selamat dari bombardir nafsu kebinatangan tentara Zionis Israel.
“Kami terus akan menggalang kekuatan kaum Muslim khususnya, untuk mengutuk kekejaman tentara negara teroris Israel,” ujar Humas HTI Kalsel, Hidaytul Akbar disela-sela aksi unjuk rasa tersebut.
Massa pengunjuk rasa itu mulai bergerak dari samping Kantor PLN Cabang Banjarmasin, Jalan Merdeka ke Jalan Lambung Mangkurat dan terakhir di halaman parkir Masjid Raya Sabilal Muhtadin. (Republika online, 1/11/2009)
Cetak halaman ini























1 November 2009 pada 20:55
2 November 2009 pada 10:35
2 November 2009 pada 10:56
2 November 2009 pada 11:10