“War on Terrorism”, Alibi AS untuk Memerangi Islam

AS yang telah membunuhi rakyat Afganistan dan Iraq tak disebut teroris. Demikian juga, Israel yang membunuhi rakyat Palestina tidak disebut teroris.

Terjadinya global war and terrorism diawali dengan tragedi serangan pada gedung WTC dan Pentagon.  Saat itu Presiden AS George W Bush mengultimatum pihak yang dituduhnya melakukan hal tersebut, yakni jaringan Al-Qaidah.

Ancaman Bush tersebut sebenarnya bertujuan jangka panjang. Sebab Barat menilai, setelah usai perang dingin melawan Komunis, yang menjadi ancaman Barat berikutnya adalah dunia Islam. Demikian salah satu kesimpulan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto dalam seminar bertajuk, “International Security Facing the Challenge of Terrorism: International Cooperation and Domestic Support” di Fakultas Hubungan Internasional (HI) Unair di Gedung C FISIP Unair, Selasa (10/9).

Menurut Ismail, indikasi tersebut telah dibaca oleh para ilmuwan dan pakar. Contoh Samuel P Huntington dengan perspektifnya yang tertuang dalam buku Clash of Civilization. Oleh karena itu, pasca hancurnya WTC dan Pentagon, AS berusaha memberikan efek global dengan istilah war on terrorism (perang terhadap teroris), dan itu berarti perang terhadap Islam. Karena bagi mereka, “teroris” adalah Islam.

Hal itu tak mengherankan. Sesaat setelah itu, FBI merilis daftar jaringan “teroris”, 90 persen adalah jaringan dan sel-sel Islam.

Anehnya, menurut Ismail Yusanto,  kampanye ‘perang melawan teror’ yang dikampanyekan Amerika itu bertolak belakang dengan tindakan AS sendiri yang juga melakukan “teror”.

AS sendiri yang telah membunuh rakyat Afganistan dan Iraq tak disebut teroris. Bahkan, Israel yang telah membunuh,  mengintimidasi, dan merebut tanah rakyat Palestina tak disebut sebagai teroris.

“Seharusnya mereka ini disebut mbahnya teroris,” ujar Ismail yang disambut tawa para peserta.

Dia menegaskan, seharusnya AS dan Israel-lah yang harus disebut teroris internasional. Seperti Obama, Presiden AS sekarang, hanya diam saja ketika Israel melancarkan agresinya terhadap warga di Gaza. Seolah-olah Obama tidak tahu hal tersebut.

Terkait masalah pengeboman di tanah air, Ismail juga sempat mempertanyakan motif  serta sejumlah kejanggalan yang terjadi.  Dari sejumlah kasus pengeboman yang ada, ternyata bukan ditujukan ke tempat sasaran perwakilan AS ataupun Australia secara langsung, seperti Bom Bali 1 dan 2. Padahal target yang dibidik adalah AS dan Australia.

Yang tak kalah menarik, kaum Muslim yang  terkait kasus peledakan, tiba-tiba dikait-kaitkan dengan simbol-simbol Islam dan institusi pendidikan: apakah sang pelaku lulusan pesantren atau lulusan kampus tertentu. Sehingga secara tidak langsung menstigmatisasi, tidak hanya pelaku, namun juga institusinya.

Ini sangat berbeda dengan kasus korupsi. “Seharusnya, para koruptor harus diusut, lulusan dari mana? Sehingga jelas, kampus mana yang melahirkan koruptor,” tegasnya. [www.hidayatullah.com]

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

4 komentar untuk ““War on Terrorism”, Alibi AS untuk Memerangi Islam”

  1. Edo Joew :

    Yang paling Aneh para penguasa Muslim ikutan latah memerangi para pejuang islam saatnya kita punya benteng anti teroris

  2. sunarko :

    Pokoknya yang aneh itu orang orang muslim termasuk pemimpinnya kenapa tidak cerdas.Mestinya mereka bersatu menyuarakan bahwa teroris itu adalah Amerika dan Israel.Mediapun juga sama tidak punya kecerdasan dan keberanian. Bagaimana nanti jika sudah berjumpa dengan Allah.Yaa Allah… segerakanlah berdirinya Khilafah.Allahu Akbar!!!.

  3. pitung :

    makanya kita jadi muslim harus tetap rapatkan barisan dan hrs kuat. negara kita ini sdg disusupi amerika yg selalau ingin memecah belah islam. karena mereka tau pd saat belanda dan inggris menjajah kita. mereka kalah dan tdk bisa menguasai indonesia dan yg melakukan perlawanan sengit/jihad adalah ulama,rakyat,santri. jd dgn cara sekarang inilah diam2 amerika memfitnah muslim.yahudi memang jahat. kita pertahankan negara ini dari campur tangan mereka eh dibilang teroris. yg lbh gila pemerintah kita sekarang yg pro amerika. amerikadan israel rajanya teroris dan pelanggar ham terbesar di dunia

  4. M Risnan Ramelan :

    AS dan sekutunya (barat) akan terus menganiaya kaum Muslim diseluruh penjuru dunia, selama Khilafah Rasyidah belum tegak berdiri,maka selama itu pula mereka dengan leluasa menganiaya kaum Muslim.Mudah-mudahan 2012 adalah awal munculnya Amirul Mukminin/Kholifah yang kita dambakan. Amin!

Tinggalkan Komentar