<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau..</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Thu, 24 May 2012 01:01:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Abrisam</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46286</link>
		<dc:creator>Abrisam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 08:45:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46286</guid>
		<description>Saya dukung.......para koruptor dimasukkan ke Kurikulum Sejarah Indonesia...dan kelak sdh mati bikinkan kuburan kusus para koruptor..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dukung&#8230;&#8230;.para koruptor dimasukkan ke Kurikulum Sejarah Indonesia&#8230;dan kelak sdh mati bikinkan kuburan kusus para koruptor&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muslimah sheen</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46189</link>
		<dc:creator>muslimah sheen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:44:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46189</guid>
		<description>Kapitalisme mencetak manusia tidak memiliki hati nurain. individualisme, tidak bisa membedakan baik dan buruk. dan lain sebagainya. apalagi yang mau diharapkan dari sistem bobrok ini????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapitalisme mencetak manusia tidak memiliki hati nurain. individualisme, tidak bisa membedakan baik dan buruk. dan lain sebagainya. apalagi yang mau diharapkan dari sistem bobrok ini????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Willy</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46114</link>
		<dc:creator>Willy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:55:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46114</guid>
		<description>@MRisnan : Setahu saya dlm Islam ada batas nisab minimum pencuri bs dihukum, yaitu senilai 1/4 Dinar Emas, atau setara dengan 1,0625 gram emas 22K kadar 91,70% yg kalo dirupiahkan kira2 Rp 371800,-
Nah kalo mencurinya cuma Rp 2000, kira2 siapa yg harus dihukum yak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@MRisnan : Setahu saya dlm Islam ada batas nisab minimum pencuri bs dihukum, yaitu senilai 1/4 Dinar Emas, atau setara dengan 1,0625 gram emas 22K kadar 91,70% yg kalo dirupiahkan kira2 Rp 371800,-<br />
Nah kalo mencurinya cuma Rp 2000, kira2 siapa yg harus dihukum yak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu haidar</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46061</link>
		<dc:creator>abu haidar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 21:38:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46061</guid>
		<description>Itulah hasil hukum produk manusia. Masihkan kita akan menggunakannya? Sudah saatnya kita beralih kepada Hukum Allah yang akan memberikan rasa keadilan bagi semua. Hukum Allah tegakkan !!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah hasil hukum produk manusia. Masihkan kita akan menggunakannya? Sudah saatnya kita beralih kepada Hukum Allah yang akan memberikan rasa keadilan bagi semua. Hukum Allah tegakkan !!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dody</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46057</link>
		<dc:creator>Dody</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 18:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46057</guid>
		<description>masya'allah....benar2 sudah keterlaluan!! sudah tdak pantas hukum seperti itu diberlakukan..!!! tak kuasa saya mengomentari berita ini. Tapi ada 1 yaitu............ SYARI'AH dan KHILAFAH HARUS DI TEGAKKAN.   ALLAHU AKBAR....!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masya&#8217;allah&#8230;.benar2 sudah keterlaluan!! sudah tdak pantas hukum seperti itu diberlakukan..!!! tak kuasa saya mengomentari berita ini. Tapi ada 1 yaitu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; SYARI&#8217;AH dan KHILAFAH HARUS DI TEGAKKAN.   ALLAHU AKBAR&#8230;.!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marwan</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46050</link>
		<dc:creator>marwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 15:29:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46050</guid>
		<description>Kembali bukti gagalnya hukum Thagut Demokrasi,hukum yg lahir dari keterbatasan akal manusia hanya akan menyengsarakan bukan menentramkan. Tidakkah cukup hal ini untuk membuat kita kembali kepada Hukum2 Alloh dan membuang sampah peradaban Demokrasi ini, wahai saudaraku seaqidah bersihkanlah najis yg terus melekati tubuh kalian,kembali sucikan diri kalian, kembalilah kepada Syariah dan Khilafah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kembali bukti gagalnya hukum Thagut Demokrasi,hukum yg lahir dari keterbatasan akal manusia hanya akan menyengsarakan bukan menentramkan. Tidakkah cukup hal ini untuk membuat kita kembali kepada Hukum2 Alloh dan membuang sampah peradaban Demokrasi ini, wahai saudaraku seaqidah bersihkanlah najis yg terus melekati tubuh kalian,kembali sucikan diri kalian, kembalilah kepada Syariah dan Khilafah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ad Dani</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46045</link>
		<dc:creator>Ad Dani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 14:48:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46045</guid>
		<description>Assalamu'alaikum...

inilah buah dari system kapitalisme, si miskin tetap miskin si kaya tetap kaya....
wahai pemimpin yang merasa diri anda Muslim,dengarkan jeritan,tangisan RakyatMU,karena tangisan&#38;jeritan itu akan menjadi saksi di pengadilan Allah nanti.segeralah bertaubat....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
<p>inilah buah dari system kapitalisme, si miskin tetap miskin si kaya tetap kaya&#8230;.<br />
wahai pemimpin yang merasa diri anda Muslim,dengarkan jeritan,tangisan RakyatMU,karena tangisan&amp;jeritan itu akan menjadi saksi di pengadilan Allah nanti.segeralah bertaubat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: neng 'ndhi</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46043</link>
		<dc:creator>neng 'ndhi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 14:02:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46043</guid>
		<description>tunggu pengadilan Allah yang akan mengadili manusia seadil-adilnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tunggu pengadilan Allah yang akan mengadili manusia seadil-adilnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fakhruddin Halim</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46042</link>
		<dc:creator>Fakhruddin Halim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:53:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46042</guid>
		<description>Mencuri Satu Slop Rokok Demi Buah Hati--
Adalah Dimas, diumurnya yang baru 1,5 tahun lebih ini, harus berpisah dengan Yanti, ibunya, yang kini tersangkut masalah hukum karena mencuri satu slop rokok di sebuah toko di Sungailiat. Ia terpaksa melakukan itu semata hanya untuk membeli bubur Dimas, anaknya yang tercinta.
Kini Yanti berurusan dengan aparat hukum karena perbuatannya itu. Sementara Dimas pun terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Aisyiah, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang sejak dua bulan terakhir.
Saat Metro Bangka Belitung mengunjungi Dimas, Rabu, 24 Juni 2009, bocah lelaki ini tengah tertidur pulas di pangkuan Dewi, 63 tahun, pengasuh panti.
Menurut Dewi, Dimas waktu itu diantar oleh bapaknya bersama Rosmala Dewi dari sebuah LSM di Sungailiat.
“Ibu (Rosmala Dewi) itulah yang menyarankan Dimas dititip di panti ini. Kita terima dengan baik, karena kasihan dan kelihatan anaknya juga pintar,” katanya sembari memangku Dimas.
Menurut Dewi, kondisi Dimas saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisinya saat datang pertama kali. Memang tak bisa dipungkiri, ketika Dimas baru menempati panti ini, ia sering menangis. Mungkin karena teringat dengan orang tuanya, terutama ibu kandungnya.
“Alhamdulillah keadaan Dimas sehat, wajarlah dan sering manggil-manggil ‘May, May’ waktu nangis, tapi sekarang udah nggak lagi, “ katanya.
Dewi pun menambahkan, setelah Dimas diterima di sini, pihaknya merawat dengan baik, memberinya makan yang cukup, susu dan obat cacing. “Kelihatannnya Dimas sudah enjoy di sini karena banyak yang memberi perhatian kepadanya,” paparnya.
Setiap Sabtu atau Minggu setelah gajian, bapak Dimas yang seorang pekerja bangunan datang untuk melepas rindu dengan anak semata wayangnya itu. Dimas memang tidak menyusui ASI waktu berpisah dengan ibunya. Jadi tak ada kendala dalam hal ini karena Dimas mengkonsumsi susu formula.
“Selama dititipkan di sini, bapaknya ada sekitar 3 kali datang menjenguknya. Dua kali Dimas diajaknya pergi untuk ketemu sama ibunya. Makannya pun lahap, kadang-kadang waktu datang bapaknya juga menitipkan uang untuk Dimas,” jelasnya.
Setiap kali bapaknya datang menjenguk, Dimas langsung menunjukkan ekspresi gembira dan langsung memanggil ‘ayah’. Setiap malam Dimas tidur dengan Tri, pengasuhnya. Dalam mengasuh Dimas, ia juga dibantu oleh anak-anak panti yang lain.
Selain itu, status Dimas di panti saat ini belum jelas. “Yang pasti Dimas dititipkan sementara di sini, karena panti kita kan untuk anak perempuan. Jadi ya belum jelaslah statusnya,” ungkapnya.

Orangtua Buronan, Anak Diasuh Polisi

Selain menerima anak-anak yatim piatu, Panti Asuhan Aisiyah juga digunakan sebagai tempat rehabilitasi anak-anak yang orangtuanya bermasalah atau anak-anaknya sendiri yang perlu perlindungan.
Sarmini, salah satu anak panti yang tahun ini baru saja lulus sekolah SMA, mengaku senang dengan kehadiran Dimas di panti. ”Dimas itu anaknya lucu, seneng aja ada anak kecil di sini,” paparnya.
Sementara itu, Marissa, 6 tahun, yang menjadi korban perbuatan orangtuanya baru saja dititipkan di panti. “Ia diantar tadi malam oleh bapak asuhnya yang seorang polisi,” katanya.
Marisa sudah 2 tahun lebih ditinggal pergi begitu saja oleh bapaknya, karena bapaknya menjadi buronan. Bapak Marisa jadi tersangka karena melarikan sejumlah uang tunai dan sebuah sepeda motor milik polisi yang menjadi bapak asuh anaknya sendiri.
“Bapaknya itu kabur karena melarikan uang dan motor seorang polisi dan meninggalkan Marisa, tapi karena kasihan melihat anak pelaku yang tak berdosa itu, akhirnya polisi yang menjadi korban itu yang mengasuh Marisa selama 2 tahun lebih belakangan ini. Sekarang ia diantar ke sini,” kata Dewi.
Marisa dititipkan oleh bapak asuhnya di panti dengan alasan Marisa susah diatur, bandel dan dirinya sudah kerepotan untuk menjaganya. Orangtua kandung Marisa sendiri, karena sering cekcok, dan bertengkar, akhirnya berpisah.
Marisa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua saudaranya tinggal dan pergi bersama ibunya keluar Pulau Bangka. Dan bapaknya hingga sekarang tak tahu rimbanya lagi. Kedua orang tuanya warga asal Lampung dan Mataram. (Fakhruddin Halim)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mencuri Satu Slop Rokok Demi Buah Hati&#8211;<br />
Adalah Dimas, diumurnya yang baru 1,5 tahun lebih ini, harus berpisah dengan Yanti, ibunya, yang kini tersangkut masalah hukum karena mencuri satu slop rokok di sebuah toko di Sungailiat. Ia terpaksa melakukan itu semata hanya untuk membeli bubur Dimas, anaknya yang tercinta.<br />
Kini Yanti berurusan dengan aparat hukum karena perbuatannya itu. Sementara Dimas pun terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Aisyiah, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang sejak dua bulan terakhir.<br />
Saat Metro Bangka Belitung mengunjungi Dimas, Rabu, 24 Juni 2009, bocah lelaki ini tengah tertidur pulas di pangkuan Dewi, 63 tahun, pengasuh panti.<br />
Menurut Dewi, Dimas waktu itu diantar oleh bapaknya bersama Rosmala Dewi dari sebuah LSM di Sungailiat.<br />
“Ibu (Rosmala Dewi) itulah yang menyarankan Dimas dititip di panti ini. Kita terima dengan baik, karena kasihan dan kelihatan anaknya juga pintar,” katanya sembari memangku Dimas.<br />
Menurut Dewi, kondisi Dimas saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisinya saat datang pertama kali. Memang tak bisa dipungkiri, ketika Dimas baru menempati panti ini, ia sering menangis. Mungkin karena teringat dengan orang tuanya, terutama ibu kandungnya.<br />
“Alhamdulillah keadaan Dimas sehat, wajarlah dan sering manggil-manggil ‘May, May’ waktu nangis, tapi sekarang udah nggak lagi, “ katanya.<br />
Dewi pun menambahkan, setelah Dimas diterima di sini, pihaknya merawat dengan baik, memberinya makan yang cukup, susu dan obat cacing. “Kelihatannnya Dimas sudah enjoy di sini karena banyak yang memberi perhatian kepadanya,” paparnya.<br />
Setiap Sabtu atau Minggu setelah gajian, bapak Dimas yang seorang pekerja bangunan datang untuk melepas rindu dengan anak semata wayangnya itu. Dimas memang tidak menyusui ASI waktu berpisah dengan ibunya. Jadi tak ada kendala dalam hal ini karena Dimas mengkonsumsi susu formula.<br />
“Selama dititipkan di sini, bapaknya ada sekitar 3 kali datang menjenguknya. Dua kali Dimas diajaknya pergi untuk ketemu sama ibunya. Makannya pun lahap, kadang-kadang waktu datang bapaknya juga menitipkan uang untuk Dimas,” jelasnya.<br />
Setiap kali bapaknya datang menjenguk, Dimas langsung menunjukkan ekspresi gembira dan langsung memanggil ‘ayah’. Setiap malam Dimas tidur dengan Tri, pengasuhnya. Dalam mengasuh Dimas, ia juga dibantu oleh anak-anak panti yang lain.<br />
Selain itu, status Dimas di panti saat ini belum jelas. “Yang pasti Dimas dititipkan sementara di sini, karena panti kita kan untuk anak perempuan. Jadi ya belum jelaslah statusnya,” ungkapnya.</p>
<p>Orangtua Buronan, Anak Diasuh Polisi</p>
<p>Selain menerima anak-anak yatim piatu, Panti Asuhan Aisiyah juga digunakan sebagai tempat rehabilitasi anak-anak yang orangtuanya bermasalah atau anak-anaknya sendiri yang perlu perlindungan.<br />
Sarmini, salah satu anak panti yang tahun ini baru saja lulus sekolah SMA, mengaku senang dengan kehadiran Dimas di panti. ”Dimas itu anaknya lucu, seneng aja ada anak kecil di sini,” paparnya.<br />
Sementara itu, Marissa, 6 tahun, yang menjadi korban perbuatan orangtuanya baru saja dititipkan di panti. “Ia diantar tadi malam oleh bapak asuhnya yang seorang polisi,” katanya.<br />
Marisa sudah 2 tahun lebih ditinggal pergi begitu saja oleh bapaknya, karena bapaknya menjadi buronan. Bapak Marisa jadi tersangka karena melarikan sejumlah uang tunai dan sebuah sepeda motor milik polisi yang menjadi bapak asuh anaknya sendiri.<br />
“Bapaknya itu kabur karena melarikan uang dan motor seorang polisi dan meninggalkan Marisa, tapi karena kasihan melihat anak pelaku yang tak berdosa itu, akhirnya polisi yang menjadi korban itu yang mengasuh Marisa selama 2 tahun lebih belakangan ini. Sekarang ia diantar ke sini,” kata Dewi.<br />
Marisa dititipkan oleh bapak asuhnya di panti dengan alasan Marisa susah diatur, bandel dan dirinya sudah kerepotan untuk menjaganya. Orangtua kandung Marisa sendiri, karena sering cekcok, dan bertengkar, akhirnya berpisah.<br />
Marisa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua saudaranya tinggal dan pergi bersama ibunya keluar Pulau Bangka. Dan bapaknya hingga sekarang tak tahu rimbanya lagi. Kedua orang tuanya warga asal Lampung dan Mataram. (Fakhruddin Halim)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fariz_j</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/20/elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-di-meja-hijau/#comment-46038</link>
		<dc:creator>fariz_j</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16577#comment-46038</guid>
		<description>inilah sistem sekuler pencuri sendal dan 3 buah coklat di meja hijaukan dengan ancaman hukuman yang memberatkan, sebaliknya para koruptor,mafia peradilan,pembobol kas negara,pembawa lari dana BLBI malah bebas berjalan santai berlenggang lenggang kangkung,,,,,,,,,. mosi tidak percaya hukum sekuler sebarkan.sudah saatnya ummat sadar dan bersatu untuk kembali menuntut dengan tegas penerapan syariah islam dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam bidang hukum dan peradilan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inilah sistem sekuler pencuri sendal dan 3 buah coklat di meja hijaukan dengan ancaman hukuman yang memberatkan, sebaliknya para koruptor,mafia peradilan,pembobol kas negara,pembawa lari dana BLBI malah bebas berjalan santai berlenggang lenggang kangkung,,,,,,,,,. mosi tidak percaya hukum sekuler sebarkan.sudah saatnya ummat sadar dan bersatu untuk kembali menuntut dengan tegas penerapan syariah islam dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam bidang hukum dan peradilan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

