Arbi Sanit: Presiden Gagal
JAKARTA-Jika permasalahan mengenai kasus yang menyangkut perseteruan KPK-Polri kian menjadi, pakar politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, menilai Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) gagal. Hal tersebut, ujarnya, dapat terjadi seiring dengan munculnya dua kubu yang ada di masyarakat.
“Saat ini ada dua kubu di masyarakat. Satu kubu membela KPK, yang lainnya membela polisi,” ujarnya. Bukannya menyelesaikan permasalahan, kepolisian, kata Arbi, malah membuat masalah baru. “Yang tidak ada, malah diada-adakan,” katanya kepada Republika, Sabtu (21/11).
“Pemanggilan kepada kedua redaktur surat kabar tersebut memancing kesan terjadinya kriminalisasi,” tambahnya. Dan hal itu bukannya menyelesaikan masalah, tetapi akan menambah masalah. “Seharusnya polisi menelusurinya kepada MK (Mahkama Konstitusi).”
Jika hal ini terus berlanjut, dirinya cemas akan terjadi pertentangan antara dua kubu yang berkembang di masyarakat. “Kedua kubu tersebut akan perang,” katanya. Jika hal tersebut sampai terjadi, tambahnya, maka dia menilai Presiden sudah gagal. “Presiden dibentuk untuk membuat masyarakat aman, Kalau masyatakat tidak merasa aman, artinya presiden tidak mampu menjalankan perannya,” paparnya.
Diapun menilai, kejadian pada tahun 1998 kemungkinan akan terjadi kembali. Hanya saja, ia tidak menginginkan hal itu.
Oleh karena itu, saat ini Presiden SBY harus mengambil langkah yang dibutuhkan. “Presiden SBY harus mengganti Jaksa Agung dan Kapolri,” ujarnya.
Menurut pengamatannya, langkah tersebutlah yang menjadi permintaan masyarakat saat ini. Keberadaan kedua orang tersebut, nilai Arbi, telah mencemari sistem hukum yang berjalan di Indonesia.
“Hal tersebut, bukan termasuk intervensi kepada hukum. Itu hanya mengganti orangnya, bukan proses perandilannya,” tuturnya. Dengan mengganti kedua orang tersebut, penggantinya diharapkan akan dapat mengambil langkah yang dibutuhkan. (Republika online, 21/11/2009)
Cetak halaman ini







































22 November 2009 pada 06:43
22 November 2009 pada 17:17
23 November 2009 pada 11:05