Ikhwanul Muslimin Suriah Berseberangan Dengan Ikhwanul Muslimin Mesir Khususnya Tentang Peristiwa Yaman

Ikhwanul Muslimin Suriah terkait sikapnya terhadap peristiwa Yaman berseberangan dengan sikap Ikhwanul Muslimin Mesir, Yordania, dan negara-negara lain. Pemimpin Ikhwanul Muslimin Suriah, Ali Shadruddin al-Bayanuni telah mengeluarkan pernyataan yang menyerang dengan keras kelompok Houthi dan Iran, dan sebaliknya ia mendukung sikap pemerintah Yaman dan Arab Saudi.

Ia menyebutkan dalam pernyataannya, “Ikhwanul Muslimin Suriah telah sering memperingatkan tentang para pelaku dan provokator peristiwa Yaman, sehingga apabila sisa-sisa kelompok Houthi merangkak dalam beberapa hari ini ke wilayah Arab Saudi, maka hal ini mengungkapkan maksud tersembunyi dari mereka yang bekerja untuk proyek jahat, yang sebenarnya tidak untuk membela eksistensi atau hak asasi manusia, namun itu tidak lain adalah proyek untuk membangun sebuah entitas yang ditanamkan yang akan memainkan peran strategis dalam meningkatkan kuantitas perpecahan dan perselisihan di dalam jantung negara-negara Arab dan kaum Muslim.”

Adapun pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, Muhammad Mahdi Akif menyerukan “penghentian permusuhan secepatnya di medan perang Yaman untuk mencegah pertumpahan darah kaum Muslim dan pembunuhan warga sipil yang tidak berdosa.”

Sedangkan, Kamal al-Helbawy, mantan juru bicara organisasi internasional Ikhwanul Muslimin di Barat sangat mendukung pernyataan Akif, dan bahkan ia menambahkan: “Yang lebih baik adalah OKI membentuk tim ulama untuk mempelajari situasi dan menyerukan untuk kepentingan umum, serta melindungi darah kaum Muslim daripada mendukung Arab Saudi yang dapat bertindak independen, semenatara tidak ada sarana untuk mengontrol Arab Saudi.” (al-aqsa.org, 26/11/2009)

Print Friendly

Baca juga :

  1. Ikhwanul Muslimin Di Suriah Mengecam Rencana Houthi Untuk Memecah Negara-Negara Arab Dan Kaum Muslim
  2. Ikhwanul Muslimin Suriah Akan Dirikan Partai Terbuka
  3. Ikhwanul Muslimin di Mesir Menyangkal Pertemuan yang Diagendakan Dengan Israel di Amerika
  4. Amerika dan Para Bonekanya Memuji Piagam Ikhwanul Muslimin di Suriah
  5. Pemilu Mesir, Ikhwanul Muslimin Tetap Unggul