Temu Tokoh Jambi Peduli Syariah
HTI Press. Dalam rangka memperkuat Ukhuwah Islamiah guna mendukung aktivitas Dakwah di Provinsi Jambi, DPD HTI Povinsi Jambi menyelenggarakan acara “Temu Tokoh Peduli Syariat dengan tema : Merajut Ukhuwah Membanguan Sinergi Dahwah Menuju Tegaknya Syariah dan Khilafah yang dihadiri oleh para pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Ormas, Ustadzah, Akademisi, Birokrat dan tokoh masyarakat yang sangat peduli akan tegaknya Syariat, khususnya di Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang memiliki semboyan “Adat bersendi Sara’, Sara’ bersendi Kitabullah”
Acara yang berlangsung pada tanggal 21 Februari 2010 pukul 20 s.d. 22.15 WIB di Hotel Al Fat, Jl. Kol. Abunjani Sipin Jambi dibuka oleh Ketua MUI Provinsi Jambi Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah. Dalam sambutannya Ketua MUI mengingatkan akan bahaya paham pluralisme agama yang diusung oleh kalangan liberal, oleh karena itu umat Islam perlu bersatu padu dan bersinergi untuk mencegahnya agar tidak meracuni pemikiran masyarakat.
Temu Tokoh ini dihadiri langsung oleh Ketua Lajnah Fa’aliah HTI, Ustad. Ir. Muhammad Rahmad Kurnia, M.Si yang dalam paparannya menyampaikan, bahwa kerusakan diberbagai lini kehidupan saat ini desebabkan karena tidak diterapkannya Hukum Islam secara Kaffah oleh Negara sehingga menimbulkan berbagai persoalan cabang yang sulit untuk diatasi secara tuntas.
Antusiasme tampak dari para perserta,, namun karena keterbatasan waktu, maka tidak semua penanya dapat diakomodir. Salah seorang peserta yang nota bene adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Jambi, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Jambi bidang Pembangunan ((H. Hasan Kasim, SH) menyampaikan bahwa potret buram Indonesia yang terjadi saat ini biang keroknya adalah dianutnya faham liberalisme dan sekularisme yang membuat banyak aset-aset negara seperti minyak dan gas dikuasai oleh swasta khususnya asing, sehingga negara tidak lagi berdaulat, beliau sangat setuju dengan gagasan Hizbut Tahrir yang menginginkan seluruh kekuatan umat baik Parpol, DPR, Ulama, Pemerintah, Ormas dan lainnya diarahkan untuk mewujudkan tegaknya Syariah dan Khilafah.
Sebab lain mundurnya umat islam saat ini juga disampaikan oleh Prof. Ir. H. Danil Jamaludin (Ketua Muhammadiyah Prov. Jambi) akibat munculnya Ukhuwah yang bukan didasari oleh semangat Aqidah Islam, tetapi dengan semangat ashobiah/kedaerahan, hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Amri Amir (Dosen UNJA) yang mengatakan bahwa Ulama paling bertanggung jawab untuk merubah pemikiran umat agar tidak semakin tersesat.
Akhirnya sebagai penutup, Ust. Rahmad Kurnia mengingatkan bahwa untuk memperbaiki kondisi umat saat ini harus dilakukan secara simultan melalui dua arah, pertama memperbaiki pemikiran umat yang sudah rusak dengan dakwah dan kedua harus mengembalikan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiah sebagai benteng bagi umat yang akan melindunginya dari serangan fisik maupun serangan pemikiran. []Humas HTI-Jambi
Peserta Temu Tokoh Jambi Peduli Syariah, 21 Feb 2010
Para Ustadzah peserta Temu Tokoh Peduli Syariah
Ketua MUI Provinsi Jambi “Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah” sedang memberikan sambutan
Penyerahan Cinderamata dariKetua DPD HTI Jambi, Drs. Yahman Msi kepada Kepada Ketua MUI Prov. Jambi, Prof Sulaiman Abdullah.
H. Hasan Kasim, SH., Pimpinan Ponpes Al Hidayah Jambi (Mantan Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Pembangunan) dengan serius menyampaikan komentar dan pertanyaan
Ketua DPW Muhammadiyah Prov Jambi, Prof Daniel Jamaludin (kiri), Dosen Unja Prof. Dr. Amri Amir (kanan) serius mengikuti acara temu tokoh.
Ketua DPW Hidayatullah Prov. Jambi : Ust Imron (Abu Usamah) sedang menyampaikan pertanyaan
Pimpinan Ponpes Al Faqih Jambi “Ustad Taufiq Al Hadat” sedang menyampaikan pertanyaan
Prof. Dr. Amri Amir (Dosen UNJA) dengan serius menyampaikan pertanyaan
Peserta Temu Tokoh Jambi Peduli Syariah
Dengan Penuh Semangat Ketua Lajnah Fa’aliah HTI, Ust. M. Rahmad Kurnia menyampaikan paparan di depan para Tokoh
Pembacaan do’a dipimpin oleh Ustad Dr. Hasbullah (Dosen IAIN Sultan Thaha Syaifudin Jambi)
Untuk mempererat Silaturahmi, Para peserta Temu tokoh saling bersalaman setelah acara selesai
Cetak halaman ini



































