HTI Lampung Tolak Obama
BANDARLAMPUNG - Selain di Jakarta, aksi penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama pada 20–22 Maret 2010 juga terjadi di Lampung. Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyuarakan hal itu di Tugu Adipura kemarin.
Dalam pernyataan sikapnya, HTI menuding Obama tidak berbeda dengan George Bush, yaitu sosok yang kejam dengan tangan berlumuran darah serta tidak memiliki belas kasihan sedikit pun.
Dalam orasi yang dibawakan secara bergantian oleh para aktivis HTI, Obama juga dituding sama sekali tidak pernah mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban tragedi Gaza setahun lalu. ’’Jangankan simpati, menyinggung tragedi itu saja tidak pernah ia lakukan. Dalam pidato inaugurasi atau pelantikannya sebagai presiden, tak pernah ia menyinggung soal Gaza,” kata Humas HTI Lampung yang juga menjadi koordinator aksi Akhiril Fajri di sela-sela aksi.
Padahal, menurutnya, tragedi tersebut merupakan suatu peristiwa besar dengan korban ribuan orang tewas dan telah menarik perhatian masyarakat dunia. Lebih jauh, Akhiril juga mengungkap keprihatinannya terhadap rencana penambahan 30 ribu pasukan ke Afghanistan. ’’Ingat, Obama adalah Presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri muslim, seperti Irak, Afghanistan, dan Pakistan,” tambahnya.
Karena perbuatan AS tersebut bukan hanya secara fisik, negara-negara tersebut juga mengalami kehancuran di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. ’’Rencana untuk menarik pasukan AS dari Irak hingga sekarang belum kunjung diwujudkan. Obama bahkan sudah memutuskan menambahnya. Itu artinya tingkat kerusakan dan penderitaan rakyat di sana kian bertambah, termasuk kemungkinan untuk menambah korban di sana,” lanjutnya.
Rencana kedatangan presiden yang pernah menghabiskan masa kecil di Menteng, Jakarta, ini juga dinilai hanya sebagai bagian dari politik belah bambu di dunia Islam. ’’AS berusaha menampilkan citra positif di suatu negara muslim, seperti Indonesia, untuk menutupi kejahatannya di negara Islam lain. Sehingga, AS dapat tetap meraih dukungan dari negeri-negeri muslim,” teriaknya lagi disambut dengan ucapan takbir dari massa peserta demo yang didominasi kaum wanita.
Ia menambahkan, niat lain kedatangan Obama ini juga dalam rangka mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Sebagai sebuah negara muslim terbesar di dunia, kaya sumber daya alam, sekaligus pasar yang sangat potensial, kunjungan Obama ini dinilai hanya untuk memastikan Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya.
Selain penolakan kedatangan Obama, dalam demo tersebut, HTI juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan khalifah.
Massa pendemo sebelumnya sempat melakukan longmarch dari Masjid Takwa, Bandarlampung. Sebagai bentuk penolakan mereka, massa membawa berbagai atribut demo seperti spanduk, bendera, dan aneka poster. Massa juga sempat melakukan aksi teatrikal.
Dalam aksi tersebut digambarkan sosok Obama seolah tengah melindungi Israel yang tengah asyik membantai Afghanistan dan Palestina dengan rudalnya. Obama sendiri di berlindung di balik HAM sehingga tetap dipandang baik oleh para penguasa negeri muslim. Akhir teatrikal ini adalah bersatunya negeri-negeri muslim meruntuhkan tirani AS hingga Afghanistan dan Palestina dapat bangkit kembali. (radarlampung.co.id, 15/3/2010)
Cetak halaman ini
Tags: Tolak Obama























16 March 2010 pada 06:52
16 March 2010 pada 17:19