Makar Musuh Islam Menghalangi Konferensi Internasional di Lebanon
khilafah memang menakutkan musuh-musuh Islam, bahkan baru sekedar konferensi telah membuat gentar. Berbagai makar dilakukan untuk menghalangi konferensi internasional yang diselenggarakan Hizbut Tahrir di Lebanon pada ahad ini (18/07). Konferensi yang membahas solusi Islam terhadap berbagai persoalan ekonomi dan politik internasional ini , merupakan bagian dari upaya HT menegakkan kembali Khilafah Islam .
Beberapa delegasi internasional dihalangi. Penguasa Lebanon telah menggunakan taktik murahan dengan menolak permohanan visa beberapa peserta konferensi. Kedutaan Lebanon di Pakistan telah menolak visa politisi terkemuka dari Pakistan bahkan yang membawa paspor diplomatik. Visa untuk para para wartawan elektronik dan media cetak terkenal Pakistan pun ditolak. Hal yang sama dialami delegasi Indonesia yang rencananya akan menghadiri acara tersebut. Sampai hari terakhir jumat kemarin, visa untuk delegasi Indonesia tidak diberikan.
Sementara Ahmad al Qoshosh dari kantor media informasi Hizbut Tahrir Lebanon mengecam provokasi beberapa media dan politisi terhadap konfrensi internasional yang dilaksanakan Hizbut Tahrir. Salah satu bentuk provokasi adalah memberitakan bahwa konfrensi yang diselenggarakan HT illegal. Al Qoshoh menjelas para wartawan yang direkrut oleh beberapa kedutaan besar sengaja melakukan provokasi kebencian terhadap Hizbut Tahrir.Menurutnya, pemberitaan illegal adalah kebohongan.
Menurut al Qoshosh semua organisasi dan partai yang beraktivitas secara terbuka di Libanon tidak memerlukan izin dengan syarat telah menyampaikan pemberitahuan kepada Otoritas . Hizbut Tahrir sebagai organisasi legal di Lebanon telah memberitahu dan ini berarti telah memperoleh status hukum. Apalagi konferensi ini diselenggarakan di salah satu hotel, yakni di dalam gedung milik pribadi, dan telah ada perjanjian dengan pemiliknya.
Delegasi Hizbut Tahrir telah mendatangi Gubernur Beirut dan menyerahkan kartu undangan untuk konferensi. Gubernur menyambut delegasi Hizbut Tahrir dengan sangat hormat. Apalagi Hizbut Tahrir telah memperoleh ijin dari pihak Keamanan Publik untuk memasang spanduk pemberitahuan tentang konferensi di jalan-jalan umum.
Al Qoshosh juga mempertanyakan sikap anggota parlemen, Michel Naim Aoun yang menyerang Hizbut Tahrir. “Dia menjadi ujung tombak Libanon dalam perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya terhadap Islam dan para pengembannya. Tindaknnya telah memprovokasi lebih dari setengah dari rakyat Libanon, hingga memicu reaksi, dan mempengaruhi stabilitas di Lebanon “, jelasnya.
Konferensi ini bukan pertama kali dilakukan Hizbut Tahrir. Pada tahun 2007 Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan konferensi khilafah internasional di stadion terbesar di dunia Islam. Sekitar 100 ribu umat Islam hadir. Tahun lalu (2009), Konferensi internasional dilaksanakan di Sudan membahas masalah krisis ekonomi internasional. Lebih dari 5000 ekonom dari seluruh dunia hadir. Pada tahun yang sama, Hizb menyelenggarakan Muktamar Ulama di Indonesia untuk menyoroti kewajiban-pembentukan kembali Khilafah yang dihadiri oleh 6.000 Ulama dan undangan dari berbagai kawasan dunia.
Hizb telah muncul sebagai satu-satunya kepemimpinan internasional dari umat. Sesuatu yang menakutkan para kolonialis. Sikap menentang penjajahan di dunia Islam dan secara terbuka mengkritik rezim diktator di negeri Islam telah membuat penguasa kejam seperti Bangladesh, Uzbekistan, Mesir , Turki bersikap represif terhadap Hizbut Tahrir. Namun hal ini tidak memberikan pengaruh apapun terhadap Hizbut Tahrir yang akan tetap konsisten memperjuangkan khilafah , membebaskan umat dari penjajahan dan diktator represif dan mensejahterakan dunia Islam.(Mediaumat.com)
Cetak halaman ini























18 July 2010 pada 21:33
19 July 2010 pada 08:14
19 July 2010 pada 11:36
19 July 2010 pada 14:17
19 July 2010 pada 14:19
19 July 2010 pada 15:14
20 July 2010 pada 09:07
20 July 2010 pada 09:32
20 July 2010 pada 14:37
21 July 2010 pada 11:07
28 May 2011 pada 18:47