HTI Sumut Rangkul Umat dan Ulama Bersama Menyongsong Khilafah

Halqah Islam Dan Peradaban

HTI Press. Ahad (25 Juli 2010), pukul 09.00 WIB, HTI Sumutkembali mengadakan kegiatan Halqah Islam dan Peradaban (HIP) edisi ke dua, dalam rangka pencerdasan umat akan Syariat Islam sebagai solusi permasalahan kehidupan. Bertempat di Aula Martabe - Gedung Kantor PEMPROVSU, tema yang diangkat dalam HIP kali ini adalah: “Mungkinkah Indonesia Bebas Dari Korupsi”, dengan pembicara pertama Farid Wadjdi, SH, M.Hum (Dekan Fakultas Hukum-UMSU), pembicara kedua Ustadz Irwan Said Batubara, ST (DPD I HTI-SUMUT) dan pembicara ketiga K.H.Ir.M. Siddiq al-Jawi, M.SI (DPP HTI/Dosen STEI Hamfara-Yogyakarta).

HIP kali ini juga mendapat sambutan istimewa dari Bapak Edy Sofyan (Depkominfo-SUMUT), beliau sangat mengapresiasi aktivitas HTI-SUMUT, bahkan siap menjadi fasilitator bagi HTI-SUMUT untuk berdakwah di Instansi pemerintahan daerah di SUMUT. Dalam sambutannya mewakili Gubernur Sumatera Utara beliau mengatakan bahwa memang benar, bahwa bila pemerintahan Indonesia masih menggunakan sistem Demokrasi sebagai asas akan tetap banyak korupsi dan sulit memberantasnya. Dengan lebih tegas beliau juga mengatakan “saya juga tidak bisa menjamin bila sistem ini tetap dipertahankan, apakah saya akan bebas dari korupsi”.

Pembicara pertama HIP, Bapak Farid Wadjdi, SH, M.Hum memaparkan aspek hukum yang diadopsi oleh Indonesia beserta asas yang menjadi ruh hukum di Indonesia. Selain itu beliau juga memaparkan fakta rapuh dan lemahnya hukum Indonesia dalam menangani masalah korupsi. Sehingga korupsi yang terjadi di Indonesia menjamur di segala lini kehidupan bangsa ini. Pemaparan fakta gamblang tentang hukum Indonesia yang rapuh dan lemah ini pun diamini oleh Ustadz Irwan Said Batubara. Ustadz Irwan juga mengatakan bahwa kerapuhan ini juga sebenarnya hanya cabang, karena sesungguhnya asas demokrasi sebagai sumber hukum Indonesia juga adalah ide bobrok yang telah usang dan tidak layak diamalkan, sehingga bila dipaksa untuk diamalkan akan menimbulkan kerusakan, dan korupsi salah satunya.

Sedangkan Pembicara ketiga, K.H.Ir.M. Siddiq al-Jawi, M.SI menjelaskan bahwa seharusnya hukum yang diterapkan ditengah-tengah umat wajib bersumber dari Aqidah Islam. Karena Islam bukan sekedar agama tetapi juga sebuah peraturan hidup yang mengatur semua aktivitas manusia termasuk aspek hukum. Sehingga penerapan hukum Islam adalah wajib, dan  menerapkan hukum buatan manusia yang bersumber selain dari Islam adalah haram. Bila manusia mencoba menerapkan hukum buatan manusia jelas akan menimbulkan kerusakan, kasus korupsi salah satunya. Penanganan kasus korupsi dengan hukum buatan manusia yang keliru akan semakin memperparah kehidupan umat. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa hukum Islam juga tidak dapat diterapkan secara sempurna kecuali dengan adanya institusi Khilafah. Khilafahlah yang akan mererapkan Syariat Islam secara sempurna dan menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan manusia, bahkan bukan hanya aspek hukum tetapi juga aspek ekonomi, sosial, politik, dll. Inilah salah satu alasan mengapa Hizbut Tahrir di seluruh dunia menyerukan Syariah dan Khilafah sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Pengajian  Majelis Ta`lim  Al-ITTIHAD, Tempat Berkumpulnya Para Ulama Pejuang Syariah

Di hari yang sama pada pukul 21.00 wib bertempat di mesjid Nur Chadijah komplek wartawan, HTI-SUMUT juga diundang oleh Pengajian Majelis Ta`lim Al-ITTIHAD. Pengajian rutin yang diadakan setiap ahad malam senin ba’da Isya ini selalu dihadiri kurang lebih 500 ulama dan ustadz alumni dari berbagai Negara di Timur Tengah yang tersebar di seluruh Sumatera Utara. Menurut Ustadz Hafidz Yazid, Lc salah seorang pengasuh pengajian Al-ITTIHAD, beliau menjelaskan bahwa pengajian ini dilakukan sebagai sebuah jembatan ukhuwah dengan berbagai gerakan Islam dan juga sebagai lembaga kajian ilmiah Islam terkait berbagai pemikiran yang berkembang disekitar umat Islam saat ini khususnya di Sumatera Utara.

Hizbut Tahrir diundang sebagai salah satu pemateri pada pengajian Al-ITTIHAD untuk mengenalkan pemikiran-pemikirannya serta membawakan sebuah materi dengan judul “Sekulerisme Dalam Pandangan Islam” kepada  para peserta pengajian. Materi ini disampaikan oleh K.H.Ir.M. Siddiq al-Jawi, M.SI, walau dalam keadaan dingin dan suasana hujan lebat para peserta tetap antusias dan bersemangat dalam mengikuti acara pengajian. Hal ini juga dapat dilihat pada waktu sesi tanya jawab, banyak peserta yang berlomba untuk bertanya kepada Hizbut Tahrir.

Diantara beberapa penanya adalah Bapak Matondang yang menayakan pandangan Hizbut Tahrir tentang sistem Negara Indonesia yang Sekuler bagaimana sikap umat Islam negri ini menyikapinya, selain itu juga ada pertanyaan dari Bapak Farid Nasution tentang Ide Prularisme yang telah masuk ke dunia pendidikan dan bagaimana langkah HTI menyelesaikan masalah ini. Semua pertanyaan tadi dan pertanyaan lain di jawab oleh Ustadz Sidiq al-Jawi dengan lugas, tegas dan tuntas. Hal ini menunjukkan betapa HTI dengan ide-ide cemerlangnya selalu dirindukan dan dinantikan umat.

Dalam salah satu paparannya, Ustadz Siddiq al-Jawi menekankan bahwa ide sekulerisme yang berasal dari Barat Kafir jelas haram diambil dan diamalkan oleh umat Islam Indonesia. Beliau mengurai secara rinci berbagai literatur Islam yang menjelaskan kebathilan sekulerisme beserta turunannya dalam setiap lini kehidupan manusia. Dan semua pemaparan ini juga di benarkan oleh Ustadz Hafidz Yazid yang mengatakan bahwa “penerimaan seorang muslim akan ide-ide diluar Islam untuk mengatur urusannya telah menyebabkan dirinya ingkar terhadap ketetapan Syariat Alloh dan ini adalah sebuah keharaman, maka ide sekulerisme yang asing haram diamalkan”, ucapan ini pun langsung disambut takbir oleh para peserta yang mayoritas para ulama. Begitu hangatnya diskusi yang dilakukan sampai malam begitu larut, Pengajian ditutup oleh Ustadz Hafidz Yazid dengan doa pada pukul 24.30 wib. Semoga gaung ide Khilafah dan Syariah Islam semakin menguat di Dunia, terkhusus di Sumatera Utara yang akan membawa pencerahan dan keberkahan kepada umat dimanapun mereka berada, amin. (INFOKOM - SUMUT)

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

2 komentar untuk “HTI Sumut Rangkul Umat dan Ulama Bersama Menyongsong Khilafah”

  1. Usayd Abdullah - Banten :

    Subhanalloh… luarrr biasa… Allohu Akbar…!
    Top margotop…….

  2. candra :

    ALLAHHUAKBAR, itulah bukti bahwa syariah dan khilafah milik seluruh umat aslam. KHILAFAH WHY NOT???????????????????????

Tinggalkan Komentar