HIP UIN Maliki: Indonesia Merdeka, Kata siapa?

HTI Press. Minggu pagi ( 29/8) DPD II HTI Malang menyelenggarakan Halaqoh Islam dan Peradaban 8 dengan tema Sebuah Refleksi 65 Tahun Indonesia Merdeka , Kata Siapa?. Dalam HIP kali ini Khusnudin MEI, Dosen Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang, menyatakan, “Tema tersebut sama dengan kesimpulan  tesis saya tiga tahun lalu dengan nilai cumlaude bahwa kemerdekaan kita masih dalam bingkai imperialisme amerika”.

Di auditorium fakulktas humaniora dan budaya lantai tiga UIN ini Khusnudin menjelaskan, pasca Perang Dunia II Amerika Serikat mendanai Inggris, Perancis,  dan Belanda melalui utang dengan tujuan mengambil alih daerah jajahan secara halus. Khusnudin juga membeberkan beberapa bukti imperialisme AS di Indonesia melalui tayangan film yang bertajuk The New Rules of The Word.

Peringatan kemerdekaan yang lebih setengah abad  saat ini, menurut M. Syaroni, Dosen UNISMA Malang, selaku pembicara II, masih bersifat artificial. Bangun gapura, mengecat jalan, lomba-lomba. Ini terjadi karena ketidak pahaman rakyat dalam memaknai kemerdekaan.

Kemerdekaan artinya bebas dari perhambaan, berdiri sendiri, tidak terikat dengan yang lain ucap Abdul Malik, KaDPD HTI Malang, saat memberl key note speech. (Lajnah Ilamiyah HTI DPD II Malang)

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

Satu komentar untuk “HIP UIN Maliki: Indonesia Merdeka, Kata siapa?”

  1. mas abdu :

    merdeka kok terkekang utang, merdeka itu independen nggak minder sama asing. seandainya kartini, imam bonjol, pangeran diponegoro, hasanudin, pangeran antasari, panglima sudirman hidup kembali munkin mereka akan terkaget-kaget dan menyesali punya generasi pemimpin yang bermental inlander, doyan jual aset, pengecut dan cacat integritas.

    wah yang gini tidak kebaca kali ya, paling di otaknya bilang: ssst ini lho prestasi korupqu dan kroniqu, kalo mau kamu tak rekrut jadi stafqu dijamin kebagian, toh yang kayak gue juga banyak, EGP yang penting baju dinasqu 18 juta perminggu, …

Tinggalkan Komentar