HTI Gelar FGD Bersama Para Doktor dari Unpad

HTI Press. Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Jabar, melangsungkan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Refleksi 65 Tahun Kemerdekaan Indonesia, bersama para pakar dari Universitas Padjadjaran Bandung, Kamis (26/08). Acara yang berlangsung di Lemlit Unpad Jl. Cisangkuy tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. KH Fahmy Lukman, M.Hum., Dr. Arim Nasim, dan Pof. Dr. Dede Mariana.

Dalam paparannya, ketiga narasumber sepakat bahwa kemerdekaan yang hakiki sebenarnya belum dicapai oleh Indonesia saat ini. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya problematika yang mendera Indonesia dari berbagai bidang.

Dede memaparkan, bahwa Negara yang merdeka mempunyai orientasi yang jelas dalam pembangunannya. Saat ini menurutnya, pemerintah Indonesia mengalami disorientasi, sehingga tidak jelas ke arah mana Indonesia akan dibawa. Menurut Dede, dari sisi politik Indonesia sudah tidak jelas.

“Salah satu problem utama Indonesia adalah demokrasi. Indonesia ini mencontek habis-habisan demokrasi barat. Tapi anehnya, disebut sekuler tidak mau, disebut negara Islam juga tidak mau. Padahal seharusnya, orientasinya Indonesia itu  pada Islam, karena mau tidak mau mayoritas penduduknya juga Islam. Tentu saja tidak perlu ada kekhawatiran dari non Islam, karena Islam tidak memaksa penganut agama lain untuk masuk Islam, dan Islam akan memperlakukan mereka secara adil,” tegas Dede.

Sementara itu, Arim Nasim menambahkan bahwa ketidakmerdekaan tersebut adalah karena hukum-hukum Islam itu sendiri tidak diberlakukan di negeri ini. Menurut Arim, malah ada upaya untuk memisahkan konsep syariah Islam dari Islam sebagai ideologi atau akidah itu sendiri.

“Kalau pun ada upaya penerapan syariat dari sisi keuangan, misalkan Bank Syariah, tapi motivasinya bukan karena kesadaran Islam sebagai sebuah ideologi, melainkan karena semata-mata adanya manfaat di balik konsep Islam tersebut. Artinya yang menjadi motivasi bukanlah kesadaran keharusan berhukum dengan hukum Allah, melainkan karena azas manfaat,” tegas Arim dengan bersemangat.

Tidak berbeda dengan kedua pembicara lainnya, DR. Fahmi Lukman juga berpendapat bahwa hakikatnya Indonesia belum merdeka, baik bila ditinjau dari sisi definisi ataupun realitas kekinian. Fahmi memandang kemerdekaan hanya bisa diraih dengan menerapkan syari’ah dalam bingkai Khilafah Islamiyah. [Risky]

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

Tinggalkan Komentar