Liputan Buka Shaum bersama Ulama dan Tokoh Ciomas Kabupaten Bogor
Alhamdulillah, pada hari Ahad sore (29/8) bertempat di RM. Joglo Lestari Makmur Ciomas, DPC HTI Ciomas telah mengadakan Buka Shaum bersama Ulama dan Tokoh Peduli Syariah dan Khilafah, dengan tema: “Ulama dan Tokoh, Garda terdepan dalam perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah”. Acara ini dihadiri tidak kurang dari 57 undangan.
Ketua HTI DPC Ciomas, Ustadz Muhammad Ridwan al-Fatih menjelaskan bahwa para Ulama dan Tokoh Masyarakat adalah panutan Ummat Islam dalam upaya menegakkan kembali Syariah dan Khilafah. Karena itulah Hizbut Tahrir selalu berupaya untuk dekat dengan para Ulama dan Tokoh masyarakat. Acara buka shaum bersama ini adalah salah satu media untuk berdiskusi dalam upaya melakukan dakwah untuk Indonesia yang lebih baik.
Ustadz Harun al-Rasyid sebagai narasumber utama, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah adalah suatu kewajiban terbesar ummat Islam, untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam. Dan kewajiban ini dipimpin oleh para Ulama dan Tokoh Masyarakat. Maka Ustadz Harun mengajak mereka untuk menyatukan visi dan misi dakwah.
Dalam sesi diskusi yang bersemangat, ada tiga pertanyaan. Pertama Ustadz Yahya dari Ponpes Manarul Huda, mempertanyakan mengapa menggunakan nama HT tidak Hizbullah ? Dijawab oleh Ustadz Harun, bahwa Hizbullah adalah nama sifat dari suatu kelompok yang memperjuangkan agama Allah. Maka Hizbut Tahrir adalah Hizbullah. Hizbut Tahrir bertujuan untuk membebaskan ummat Islam dari pemikiran dan penjajahan ideologi asing kepada ideologi Islam. Solusi Hizbut Tahrir memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam bentuk pemikiran mendasar bagaimana seharusnya masyarakat mendapatkan haknya. Juga bagaimana Pemerintah seharusnya melayani rakyat sesuai Syariat Islam.Sementara sebagai individu Muslim, tentu anggota Hizbut Tahrir berupaya melakukan apa yang bisa dilakukan seperti membangun sekolah Islam, membuat bisnis Islam dsb.
Kedua dari Ustadz Saptana, DKM al-Ikhwan, mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Hizbut Tahrir dalam upaya pendidikan, perekonomian, jaringan, keluarga dan hubungan dengan lembaga/organisasi lain ? Maka Ustadz Harun menjawab, bahwa Hizbut Tahrir sudah melakukan edukasi pendidikan dalam bentuk tatsqif jamaiy dan tatsqif kader dakwah. Kemudian Hizbut Tahrir juga sudah menyiapkan konsep ekonomi makro dan mikro dalam bentuk sistem ekonomi (Nizhomul Iqtisodiy). Sementara itu Hizbut Tahrir juga membangun jaringan/kontak dengan berbagai organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan melakukan muhasabah lil hukam terhadap penguasa agar Pemerintah dapat menjalankan tugas yang seharusnya, yakni Syariat Islam. Hizbut Tahrir melakukan kontak dalam bentuk gugus tugas ulama, gugus tugas politisi, gugus tugas birokrat, gugus tugas pengusaha, gugus tugas intelektual dll. Dalam kaitannya dengan ilmu maka Hizbut Tahrir berpandangan bahwa semua ilmu harus dijiwai dari Islam.
Terakhir dari Bapak Aris Munandar, dosen IPB, mengusulkan beberapa masukan seperti dibuat Forum Diskusi Focus Group yang membahas masalah-masalah tertentu, tahapan-tahapan dakwah untuk membuat masyarakat mampu menangkap pesan dakwah, membuat pilot project sistem yang Islami, dan membangun pendidikan yang unggul. Ustadz Harun kemudian memberikan apresiasi terhadap usulan ini, insya Allah Hizbut Tahrir siap melakukan diskusi dalam forum terbatas untuk membahas masalah-masalah praktis yang terjadi di masyarakat. Sementara mengenai tahapan dakwah, Ustadz Harun menjelaskan bahwa dalam Hizbut Tahrir dilakukan tahapan pembinaan kader, pembinaan ummat dan implementasi sistem Islam. Sehingga diharapkan masyarakat dapat berubah pemikiran dan perasaannya dengan ideologi Islam sehingga menginginkan terbentuknya sistem Islam untuk kehidupan mereka.
Acara ini ditutup dengan doa dari KH. Aep Saepudin, yang bermunajat untuk kemaslahatan kaum Muslimin, dan permohonan kepada Allah SWT agar memberikan barokah kepada mereka yang hadir dalam majlis ini. Selanjutnya memasuki waktu maghrib, peserta berbuka shaum bersama dengan kurma, aqua, teh manis, dan kolak. Kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah dan makan bersama.
Ustadz Hamam Abu Nabhan selaku pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada para Alim Ulama, Asatidz dan Tokoh Masyarakat yang telah meluangkan waktunya untuk datang bersama Hizbut Tahrir cabang Ciomas.
[IS, Sekretariat HTI DPC Ciomas, Kabupaten Bogor]
Cetak halaman ini
Tags: ciomas






















