HIP 14 Jatim : Refleksi 2010, Outlook 2011. Syariah dan Khilafah Solusi Terbaik bagi Indonesia
HTI Press. Kedua kalinya Hizbut Tahrir DPD HTI Jatim, setelah mengundang pembicara internasional, Hasan Ko Nakata (Jepang) pada Halaqoh Islam & Peradaban (HIP) edisi ke-13, kali ini Ahad (26/12) Dr. Ec. Idris de Vrise (Ekonom-Belanda) hadir dalam HIP ke-14 bertajuk,” Refleksi 2010, Outlook 2011. Syariah dan Khilafah Solusi Terbaik bagi Indonesia” di Gedung Wanita Chandra Kencana.
Agenda Talkshow yang dihadiri kurang lebih 800 peserta juga mendatangkan pembicara KH. Hafidz Abdurrahman, MA (DPP HTI), KH. Dr. Dhiyauddin Quswandi (Ulama Sosiolog Islam), dan Syaiful Aris (Dosen FH UNAIR), dan dipandu oleh Host, Muhammad Rif’an.
Dialog yang bernas mengkritisi krisis ekonomi lokal maupun global, pemberantasan korupsi, mafia perpajakan, peradilan, dan sejumlah peristiwa politik yang tertoreh sepanjang tahun 2010. Idris de Vrise menyampaikan perubahan ekonomi akibat kegagalan perbankan dalam bingkai kapitalisme bukan dijawab dengan bank syariah, melainkan dengan ekonomi islam. Bank merupakan instrument dari kapitalisme sehingga bank syariah tidak akan bisa murni bersyariah, lanjut Idries.
Melengkapi pernyataan dari Syaiful Aris terkait kondisi hukum dan sistem peradilan di Indonesia, KH. Hafidz Abdurrahman menyatakan renumerasi dan gratifikasi kepada pejabat pajak, hakim, kepolisian setinggi-tingginya yang tidak akan mampu mencegah tindak pidana korupsi, disebabkan mereka akan makin merasa kurang atas harta yang mereka terima. Menurut beliau, hal ini hanya bisa ditanggulangi dengan pembentukan kepribadian islam dalam diri mereka dan pecegahan dengan Sistem Islam serta hanya bisa dalam naungan Khilafah.
Penegasan pentingnya Khilafah juga ditegaskan oleh Dhiyauddin Quswandi, bahwasanya solusi untuk Indonesia kedepan untuk menjawab berbagai krisis dan akar penyebab permasalahan adalah dengan menerapkan Syariah dan Khilafah, karena menurutnya, Syariah dan Khilafah memiliki landasan Historis di Indonesia. (LIjatim)
Cetak halaman ini


























29 December 2010 pada 08:18
31 December 2010 pada 19:54