Puluhan Ulama Siap Gabung Hizbut Tahrir Pandeglang

HTI Press. Luar biasa…, puluhan ulama dan santri di Labuan Pandeglang, Banten, siap bergabung dengan Hizbut Tahrir Indonesia. Ungkapan itu disampaikan setelah berlangsungnya acara Dirosah Syar’iyyah di Pesantren An Nur Sukasari, Labuan - Pandeglang, Minggu (27/3) yang digelar DPD HTI 2 Pandeglang. Topik acara yang membahas “Problematika Ummat dan Khilafah Sebagai Solusi” itu menghadirkan pembicara dari DPP HTI Ustadz H. M Rahmat Kurnia dan Adhi Abu Fatih.

“Apakah para hadirin siap berjuang bersama Hizbut Tahrir?” tanya Ahmad Latif, pembawa acara di sesi penutupan. Hadirin pun menjawab kompak, “Siaaap!”. “Baik, jika siap,nanti kita segera mulai kajian-kajian rutin dan intensif bulan depan. Sertakan nomor telepon hadirin pada kuisioner yang kami bagikan. Nanti kami kontak,” lanjut Latif.

Kegiatan yang sempat tertunda beberapa jam karena kondisi hujan ini lebih mengulas kepada fakta dan realitas kekinian yang menyengsarakan kehidupan rakyat, serta alasan-alasan mengapa Syariah & Khilafah sebagai solusi. Dengan peserta undangan sekitar Sembilan puluh-an yang tetap antusias hadir walaupun jalanan diguyur hujan dan sempat tergenang banjir hingga ketinggian 50 cm, membedah berbagi problem ummat di Indonesia terkait dengan ekonomi, kesehatan, hingga energi. “Akibat sistem kapitalistik, Indonesia terus berutang. Krakatau Steel saja dijual murah,” ujar Ustadz Adhi. Pemateri pertama mengurai tentang agenda Barat tentang War on Terrorism yang jelas-jelas menyerang Islam, serta mengungkap agenda pemerintah mengenai rencana pembatasan subsidi BBM yang sejatinya adalah menaikkan harga BBM. “Tahun 2006 terjadi kenaikan BBM yang berdampak naiknya jumlah warga miskin 16 persen. Nah, jika pembatasan BBM juga dilakukan dalam waktu dekat ini, maka bukan tidak mungkin kenaikan warga miskin juga akan naik. Pemerintah jelas dzalim!,” tegasnya.

Sementara Pemateri kedua, Ustadz M. Rahmat Kurnia mengurai tentang prinsip-prinsip Syariah dan Khilafah. Dengan pemaparan yang gamblang dan lugas juga menyampaikan bahwa syariah itu rahmat bagi semua. “Faktanya jelas ada. Lihat pemerintahan di Bulukumba, terlepas belum secara kaafah. Sebelum penerapan syariah, pendapatan daerah hanya 9 miliar rupiah. Tapi setelah penerapan syariah mencapai 90 miliar. Dan banyak kalangan non muslim mendukung penerapan syariah ini,” tutur dosen di IPB ini. Bagi Hizbut Tahrir, lanjutnya, menyampaikan syariah Islam secara jelas adalah suatu hal yang pasti, dimanapun, kepada siapapun dan sampai kapan pun. Sekalipun kepada non muslim. Bahkan, pihaknya pernah kedatangan tamu dari non muslim yang mempertanyakan konsep syariah Islam. “Kita jawab dengan benar dan mereka pun menerima syariah Islam. Kami sarankan juga kepada mereka, jika bertanya tentang syariah dan khilafah jangan bertanya ke orang Liberal yang anti-Islam. Tapi tanya kepada yang memperjuangkannnya, Ya kepada kami, Hizbut Tahrir,” ucapnya. Beliau pun menegaskan kembali bahwa kehidupan sekuleristik telah membuat hidup masyarakat ini susah. Maka, untuk memperbaikinya, ganti sistem. Ubah sekuler dengan sistem Islam saja. Dan pada bagian akhir,  semua hadirin nampak khusyu dan setengah terpaku ketika dibacakan dan dijelaskan QS Thaahaa: 124-126.  “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, ‘Ya Tuhanku, Mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman, ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari Ini kamu pun dilupakan.” “Maka sangat aneh dan kita sedih kalau ada muslim atau  tokoh Islam yang menolak syariat.  Sejatinya, hanya satu pilihan saja sikap hidup kita ini, yakni tegakkan syariat Islam, apabila kita ingin fiiDunya hasanah wafiil akhiroti hasanah, matching dengan Do’a kita”, tutup Rahmat.

Sebelumnya, pidato sambutan dari Pimpinan Ponpes An Nur (Ketua MUI Kecamatan Labuan yang diwakili putranya yang juga seorang Ustadz kharismatik)  berharap kepada Hizbut Tahrir untuk terus bersama mengajak umat agar mau diatur dengan Islam saja. Juga jangan bosan menjelaskan kepada umat tentang pentingnya syariah Islam dalam mengatur negeri ini sehingga sejahtera. “Kita harus sinergi,” ucap H AH Muhyi. Sedangkan Humas DPD HTI Pandeglang, Mukhlisin menyampaikan kepada hadirin untuk mendukung upaya yang dilakukan Hizbut Tahrir dalam menegakkan kembali syariah dan khilafah sehingga problematika umat segera berakhir. “Kami yakin, ke depan ada di antara para ulama, asatidz, serta tokoh yang hadir di sini berjuang bersama kami,” harapnya. (DAH-DPD II HTI Pandeglang)

Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

2 komentar untuk “Puluhan Ulama Siap Gabung Hizbut Tahrir Pandeglang”

  1. Aank Ahmed :

    Subhanallah walaupun di guyur hujan lebat tetap semangat…..

  2. ZiddanBjn :

    Ulama’ pejuang syariah

Tinggalkan Komentar