Liqa Syawal HTI Riau : Ulama dan Tokoh Riau Bersatu Tekadkan untuk Wujudkan Syariah dan Khilafah

HTI Press. Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Riau (PKM UIR) Pekanbaru, sudah mulai didatangi para peserta sejak pukul 07.00 wib, lebih dari 700 orang baik dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, asatidz, mubalighah, dosen dan mahasiswa berkumpul dalam Liqo Syawal 1432 H DPD 1 HTI Riau, Ahad (25/09). Dalam acara yang bertemakan “Raih Kesejahteraan dengan Syariah dan Khilafah” ini, peserta dari berbagai kalangan umat hadir dalam rangka meneguhkan tekad dalam perjuangan mewujudkan penegakan Syariah dan Khilafah.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan sambutan Ketua DPD 1 HTI Riau, Ust. Muhammadun MSi yang menekankan urgensi keberadaan Khilafah yang mampu mensejahterakan dan memberikan keadilan hakiki bagi umat. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Jika umat dipimpin oleh orang-orang bodoh maka hancurlah urusan mereka. Sebaliknya, jika orang-orang bertakwa memimpin mereka maka urusannya akan baik dan semakin baik. Maka, tidak ada pilihan lain bagi kita saat ini untuk secepat-cepatnya mengambil tindakan untuk tidak lagi percaya dan membuang sistem rusak yang diterapkan saat ini, kemudian segera memperjuangkan dengan sungguh-sungguh tegaknya hukum Allah secara kafah yang merupakan kewajiban yang paling agung bagi umat Islam.

Setelah sambutan, para peserta menyaksikan tayangan perkembangan peran Hizbut Tahrir bersama umat dalam penegakan Syariah dan Khilafah. Acara berikutnya pemaparan para pembicara yang diawali oleh ulama kharismatik Riau: Dr.KH.Mustofa Umar,Lc,MA. Dalam pemaparannya, beliau mengatakan, “kalau ada orang mengaku ulama tapi menolak Khilafah, berarti ada 3 kemungkinan, 1. Dia tidak tahu/bodoh, maka kewajiban kita memberi tahu, 2.dia lalai mungkin ada kepentingan tertentu, maka tugas kita mengingatkan, 3.dia sombong, terselimuti hatinya dengan dengki, maka kita harus berdoa dan bersabar, kita tunggu balasan dari sisi Allah swt atas orang-orang yang sombong ini. Karena kalau ada orang menolak Khilafah,apalagi mengaku ulama,berapa banyak ayat al Quran yang harus dia buang?”.

Di akhir presentasinya beliau menjelaskan tentang kesejahteraan. “Di dalam Al Quran terdapat kalimat wa jannatin al falfa, yaitu tumbuhan yang penuh protein yang di gunakan sebagai makanan ternak oleh kaum Muslimin. Pada masa penaklukan Eropa Pasukan Thoriq bin Ziyad membawa kuda-kuda sebagai kendaraan perang beserta pakannya al falfa”, kemudian beliau melanjutkan: hanya dengan menegakkan Syariah dalam bingkai Khilafahlah kesejahteraan yang hakiki itu bisa di dapat. “Jika saat ini ada individu atau negara yang mengaku sudah sejahtera, maka hal itu tak lebih dari kesehjahteraan semu. Terbukti saat ini, negara-negara Barat yang katanya sudah sejahtera, ternyata terjebak dalam krisis hutang,” paparnya.

Beliau pun menyampaikan bahwa kewajiban menegakkan khilafah merupakan kewajiban yang disepakati para ulama.” Tidak ada perselisihan di kalangan ulama bahwa menegakkan Khilafah adalah wajib,” terangnya. Sementara itu, Dr. KH. Muhammad Rahmat Kurnia menyampaikan pentingnya penegakan Syariah dan Khilafah. Tanpa Khilafah kita dijajah secara ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dll. Salah satunya, fakta menunjukkan ketika barat memberikan utang kepada negeri-negeri muslim, maka dengan mudah mereka mengatur urusan pemerintahan dan politik di dunia muslim, akibatnya kita umat Islam dikendalikan dalam seluruh sendi kehidupan. Beliau menekankan agar umat Islam mengambil peran untuk melakukan perubahan menuju kepada satu-satunya pilihan yaitu tegaknya syariah dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Setelah pemaparan materi diadakan sesi diskusi. Peserta merespon dengan sangat antusias, dalam sesi tanya jawab banyak sekali pertanyaan menarik, diantaranya menanyakan kapankah Khilafah Islam akan tegak, dijelaskan oleh Dr. KH. Muhammad Rahmat Kurnia bahwa sudah seharusnya yang kita tanyakan pada diri kita adalah apa yang sudah kita lakukan terhadap perjuangan ini, bukan kapan Khilafah akan tegak. Ditambahkan oleh Dr. KH. Mustafa Umar, bahwa tegaknya Khilafah Islam adalah suatu janji yang pasti dari Allah SWT, sebagaimana orang tua memberi janji kepada anaknya.  Akan tetapi yang menjanjikan tegaknya Khilafah adalah Allah SWT zat yang tidak akan mengingkari Janjinya, jika Allah sudah berjanji pasti allah akan memenuhi janjinya, tapi semua itu tergantung hambanya meyakini atau tidak, berbeda dengan seorang ayah berjanji kepada anaknya akan memberikan sesuatu maka bisa jadi orang tua memenuhinya atau tidak.

Pertanyaan berikutnya ditujukan kepada Dr. KH. Mustafa Umar, beliau mengatakan “jelas saya setuju dengan Khilafah karena jika saya tidak setuju dengan Khilafah berarti saya menghilangkan ayat-ayat al-quran yang berisi tentang khilafah/al-khulafa”. Maka, tidak ada jalan lain kecuali kembali menerapkan kepada Al Quran dan As Sunnah secara kafah melalui Khilafah, kalau tidak kemana lagi kita akan kembali, demikian beliau tegaskan. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh panitia kepada pembicara, dan do’a oleh Ust. Usman.[]

Baca juga :

  1. Liqa Syawal HTI Jabar: Ulama dan Mubalighah Bersatu untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah
  2. Tokoh dan Ulama Se Kota Palu Bersatu Menegakkan Syariah dan Khilafah
  3. Liqa’ Syawal Ulama dan Tokoh Sumatera Barat
  4. Liqa’ Syawal Ulama dan Tokoh Sumatera Barat
  5. 300 Tokoh dan Ulama Hadiri Liqa Syawal 1434 HTI Kab.Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


6 + = 12

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site