HTI Jabar: Tolak Kenaikkan Harga BBM, Selamatkan BBM milik Rakyat dengan Syariah dan Khilafah

HTI Press. Penolakan rencana kenaikkan BBM kembali disuarakan lebih dari 1.000 aktivis HTI Jabar di depan gedung Sate, Kamis(29/3). Acara dimulai dengan longmarch dari Pusdai Jabar sampai Gedung Sate. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya, para peserta meneriakkan yel-yel “Selamatkan BBM dengan Syariah dan Khilafah”, “Menaikan harga BBM, Kebijakan Zalim, Khianat, dan Penuh Kebohongan”dan“Wahai Kaum Muslim, Campakkan Kapitalisme, songsong Khilafah”. Meskipun peserta yang hadir banyak, aksi tersebut sama sekali tidak banyak mengganggu para pengguna jalan.

Sesaat setelah tiba di depan Gedung Sate, secara bergiliran para orator mulai melakukan orasi, diawali orasi dari kalangan intelektual, Dr. KH Fahmy Lukman. Beliau menyampaikan bahwa demokrasi yang mengatasnamakan Rakyat merupakan pangkal kebobrokan sistem di negeri ini. Demokrasi yang katanya Vox Populi, Vox Dei (Suara Rakyat adalah Suara Tuhan) merupakan kebohongan besar. Buktinya, pemerintah berencana menaikan harga BBM padahal 90% Rakyat Indonesia menolaknya. “Demokrasi adalah kebohongan untuk menindas rakyat,” tegasnya.

Orasi selanjutnya perwakilan dari kalangan Mahasiswa, Asep Kurniawan (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pasundan). Dalam orasinya beliau menyeru kepada seluruh elemen umat berjuang bersama untuk memperjuangkan hak dan milik umat. Mahasiswa yang memiliki peran sebagai Agent of change, menurutnya, harus bisa menyadarkan ummat dengan edukasi bukan dengan jalan kekerasan. “Mahasiswa Hizbut Tahrir siap melakukan diskusi, edukasi, opini, dan membukakan mata hati pada seluruh lapisan masyrakat termasuk aparat kepolisian untuk bersama-sama berjuang bersama umat dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah,” ungkapnya.

Orasi selanjutnya dari kalangan Ulama, Ust.Asep Soedrajat. Beliau memaparkan kenaikan BBM ini bukan untuk kepentingan rakyat, tapi merupakan untuk kesejahteraan asing. Menurutnya, lebih dari 60% sumber Migas dikuasai oleh perusahaan asing. “Katakan tidak untuk kezaliman, pengkhianat, dan pendustaan,” lantangnya.

KH Hidayat Hafidzhi, ulama dari Kab.Bandung juga memaparkan bahwa siapapun yang menyengsarakan rakyat adalah zalim, maka kita harus membela dan melindungi orang-orang yang terzalimi.Kami para ulama siap membantu, mendukung, dan mendorong Hizbut Tahrir dalam perjuangannya. Dua makna kami berada di sini yaitu: membela rakyat yang terzalimi yang dilakukan oleh para penguasa dan mencegah para penguasa yang akan menzalimi rakyatnya,” ungkapnya berapi-api.

Di tengah aksi, delegasi HTI Jabar diterima oleh DPRD Jawa barat. Anggota dewan yang menerima, Agus Wiliyanto (Wakil Komisi E DPRD Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan), Yoga Santosa (Anggota Komisi C dari Fraksi Partai Golkar), dan Budiono (Anggota Komisi E dari Fraksi PDI Perjuangan). Dalam kesempatan tersebut HTI Jabar membacakan pernyataan sikap HTI menolak rencana kenaikkan BBM. Mereka juga mengingatkan akan siksa Allah Swt., terhadap para pemimpin yang menyusahkan hidup rakyatnya. Anggota dewan yang hadir menanggapi bahwa pada prinsipnya mereka dan juga fraksinya menolak kenaikkan harga BBM.[] (li jabar)

Print Friendly

Baca juga :

  1. HTI Lampung: Tolak Kenaikkan harga BBM! Pemerintah Bohong, Khianat, dan Zalim
  2. Ide Syariah dan Khilafah Bukan Hanya Milik HT, Tapi Milik Seluruh Umat Islam
  3. Tolak kenaikkan BBM, HTI Jatim datangi DPRD Jatim
  4. HTI Jabar Tolak Kenaikan Harga BBM
  5. 1200 Ulama Jabar Tolak Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Khianat dan Dzalim!
     

Comments

  1. Kami di Kota SoE, Prov. NTT turut menolak kenaikan BBM dengan mengadakan Diskusi Panel: Pengelolaan BBM menurut Syariah: Haruskah BBM naik? Walaupun mendapat pengawasan dari Intel. Kami tidak gentar demi umat