4600 Tokoh Umat Sukseskan Konferensi Khilafah di Jakarta

HTI Press. Jakarta. Dengan wajah ceria para tokoh dari berbagai kalangan berbondong-bondong menghadiri Konferensi Tokoh Umat (KTU), Kamis (21/6) pagi di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.

Sekitar 4600 kiai, ustadz, mubalighah, politisi, pengusaha, akademisi se-Jabodetabek dan sekitarnya dengan antusias mengikuti secara seksama konferensi yang bertema Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan. Hal itu dibuktikan setidaknya dengan tetap duduknya mereka dari pagi hingga sore dan juga keaktifan mereka memberikan umpan balik (feedback) kepada para pembicara.

Di antara mereka nampak hadir pula, KH Shoffar Mawardi (Ma’had Daarul Muwahhid); Fikri Bareno (Al Ittihadiyah); Alfian Tanjung (Taruna Muslim); Mahmud Yunus (PITI); Irena Handono (Pakar Kristologi); Maisyarah M Ali (Aisyiyah); Yosmardin (Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan); dan Ahmad Daryoko (Konfederasi Serikat Pekerja BUMN Strategis).

Namun ada juga beberapa tokoh yang mengikuti acara hingga zuhur saja, lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. Di antaranya seperti yang disampaikan Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis yang terpaksa pulang usai shalat Zhuhur. “Ustadz ana kurang sehat, maaf sekali saya pulang duluan, tanpa khilafah kita menjadi permainan zionis,” ungkapnya kepada panitia seraya badannya menggigil.

Kecerian peserta berubah menjadi geram, tatkala para petinggi Hizbut Tahrir Indonesia memaparkan fakta dan data betapa kayanya sumber daya alam negeri ini namun karena salah kelola, rakyatnya menjadi miskin.

Maka tidak aneh bila sebagian besar pemasukan APBN-P 2012 Indonesia bukan dari sumber daya alam tetapi dari pajak (74,5 persen) dan utang. Padahal menurut Ketua Lajnah Maslahiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Arim Nasim pemasukan APBN Indonesia baru dengan SDA saja sudah surplus, bila menggunakan syariah Islam.

Menurutnya, dari akumulasi data resmi yang dikeluarkan pemerintah, ternyata penghasilan total pertahun dari pengelolaan sumber daya alam Rp 1.642 trilyun. “Artinya, APBN-P 2012 yang besarnya Rp 1.548, 3 trilyun dapat tertutupi bahkan surplus!” ujarnya.

Belum lagi kalau dikurangi bunga utang negara yang besarnya Rp  117,8 trilyun. “Surplusnya jadi lebih besar lagi yakni Rp 211,5 trilyun, lantaran dalam Islam haram hukumnya bayar bunga!” ujarnya kemudian disambut takbir peserta.

Menurut Ketua DPP HTI Dwi Condro Triono, surplus akan semakin melimpah ruah, bila pos dari pemasukan lainnya dihitung, seperti: anfal, fai, ghanimah, khumus, kharaj, jizyah, zakat dan lainnya. “Dari zakat saja sudah 217 trilyun,” ujar Ketua DPP HTI Dwi Condro Triono mengutip data Baznas.

Oleh karena itu, Representative Central Media Office of Hizbut Tahrir Tun Kelana Jaya menyatakan gara-gara diterapkannya sistem kapitalisme, Indonesia menjadi negeri yang ironis. “Negerinya kaya, rakyatnya miskin, utangnya banyak!” pekiknya.

Karena diterapkannya sistem kapitalisme, sumber daya alam yang sejatinya adalah milik rakyat, malah dikelola dan dinikmati oleh asing beserta para anteknya yang duduk di kursi kekuasaan.

Kegeraman peserta berubah menjadi semangat untuk turut berjuang mengganti sistem dan rezim tatkala mendengarkan pemaparan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib.

Menurut Rokhmat ironi bangsa ini terjadi lantaran dua faktor.  Pertama, sistem yang diterapkan adalah sistem yang rusak dan bobrok. Kedua, penguasanya tidak amanah bahkan menjadi antek penjajah.

Karena itu yang menjadi problemnya maka dua perkara itu pula yang harus diganti. “Sistemnya diubah dan penguasanya diganti,” pekik Rokhmat kemudian disambut takbir ribuan peserta.

“Bila sistemnya diganti apa yang menjadi solusinya?” tanya Rokhmat.

Dengan lantang dan antusias peserta pun menjawab berulang-ulang. “Khilafah, khilafah, khilafah…” pekik ribuan peserta serentak.

Setelah peserta diam, Rokhmat pun kembali berbicara. “Kerusakan ini terjadi karena dosa-dosa meninggalkan syariah, syariah Islam tidak bisa diterapkan secara kaffah kecuali diterapkannya khilafah!” pekiknya kemudian gemuruh pekikan khilafah kembali membahana.

Sedangkan terkait penguasa, Rokhmat menyatakan umat harus mencabut dukungan dari penguasa korup tersebut dan tidak memberikan kesempatan untuk berkuasa lagi. “Jangan contreng mereka! Jangan contreng mereka!” tegasnya.

Sebagai ganti mereka, umat tinggal memilih orang-orang yang shalih, bertakwa, dan amanah. Insya Allah, tidak sulit bagi umat untuk mencari mereka. Sebab, penghuni terbesar negeri adalah umat Islam. Hanya saja, selama sistemnya masih kapitalisme-liberalisme dan demokrasi, maka pergantian penguasa itu tidak menghasilkan perubahan apa pun.

Lihatlah, betapa banyak orang yang sebelumnya baik, begitu menjadi penguasa dalam sistem bobrok ini, berubah menjadi korup dan tidak amanah. “Maka persoalan kedua ini hanya bisa dilaksanakan ketika perubahan sistem kapitalisme menjadi syariah dan khilafah telah berhasil dilakukan!” tegasnya.

Tanggapan Peserta

Mendengarkan pemaparan yang begitu jelas, rinci dan mengguhah tersebut peserta merasa tercerahkan.  “Dengan kegiatan ini kami mendapatkan satu pencerahan dan pendalaman mengenai fakta yang terjadi di negeri ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan masyarakat Indonesia dibukakan hati dengan apa yang diperjuangkan HTI. HTI luar biasa dengan konsepnya,” ujar KH Tubagus Mulyadi Mawahib, Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Dzikir Shalawat Muabad, Gadog, Bogor.

“Kegiatan ini bagus. Sebab dengan kegiatan ini memberikan pendidikan politik kepada seluruh tokoh umat,” Akmal Azis. Manager Community Development PT Bakrie.

“Bagi saya materi yang disampaikan sangat menarik, bukan hanya membuat terharu tapi juga kagum, serta memberikan pencerahan. HTI bisa memaparkan fakta yang jelas. Saya sangat terinspirasi, apalagi yang menyampaikan materi adalah tokoh-tokoh muda,” H Sultoni, Direktur Sosial Dewan Dakwah Islam/Ketua Majelis Penanganan Sosial Muhammadiyah, Subang, Jawa Barat.

“Secara materi, acara ini sangat bagus. Saya sangat setuju dengan ide-ide yang disampaikan HTI. Semula saya tidak mengerti, kini saya lebih tersadarkan dengan kondisi umat dan kebijakan pemerintah. Saya berharap kegiatan ini bisa sering dilakukan,” Hj Mutia, pimpinan majelis taklim di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri sampai meminta seluruh materi KTU untuk dipelajari dan disebarluaskan.

“Karena khilafah itu untuk kesejahteraan manusia bukan hanya untuk kesejahteraan umat Islam, maka kita memang harus menegakkan khilafah, banyak dalil yang menunjukkan itu,” ujarnya.[] Joko Prasetyo

Baca juga :

  1. Pagi ini, Sekitar 4600 Tokoh Umat Hadiri Konferensi Khilafah
  2. 5 Ribu Tokoh Hadiri Konferensi Tokoh Umat
  3. 5000 Tokoh Umat Jatim Serukan Tegaknya Syariah dan Khilafah
  4. Sambut Janji Allah, Sukseskan Konferensi Rajab Jakarta
  5. Konferensi Tokoh Umat: Khilafah Model Terbaik Negara Yang Menyejahterakan

29 comments

  1. Allahu Akbar….dengan adanya KTU ini semakin membuat kita yakin bahwa KHILAFAH sebentar lagi akan tegakk.Mari kita sebarkan ide-ide dan kebenaran ditengah umat,agar umat juga mengetahui kebutuhan akan KHILAFAH. Allahu Akbar!!!

  2. Tetap semangat janji Allah semakin Dekat Allahhuakbar !!!

  3. Subhanallah, Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar, semoga dengan makin banyaknya tokoh2 umat yang sadar akan pentingnya penegakkan Daulah Khilafah min haj nubuwwah, maka akan semakin dekat pula pertolongan Allah SWT menuju bangkitnya kekuatan baru yang menjadi rahmat bagi seluruh alam dan menghancurkan musuh2 Allah…

  4. Subhanallah begitu banyak ummat yang merindukaqn kembali tegaknya Khiulafah.Masihkan kita ragu dengan semakin dekatnya khilafah yang dijanjikan Allah?

  5. ALLAHU AKBAR! HARAPAN TERDEKAT: KHILAFAH SEGERA TEGAK!

  6. aba fikriyah

    sudah bukan saatnya lagi berdiam diri dari kerusakan sistem saat ini, mari kita serius dan istiqomah dalam dakwah listi’nafil hayatil islam, dengan menegakkan kembali sistem khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Allahu Akbar !

  7. Allahu Akbar !!! Ya Allah menangkanlah Islam karena aku ingin hidup dibawah naungan Khilah.

  8. Allahu Akbar !!! Ya Allah menangkanlah Islam karena aku ingin hidup dibawah naungan Khilafah.

  9. Andaikan aku di Depok Insya Allah ikut berpartisipasi dalam acara tsb,tapi sobat walau saat ini sedang merantau di Kendari tapi anna juga ikut kegiatan serupa yang diselenggarakan DPD I HTI Sulteng.Dan saya terkagum-kagum karena tidak kalah serunya dibandingkan di Jakarta, utusan dari Bau-Bau, Muna, Kolaka, Konawe Selatan, Konawe Utara, dll tumplek blek di Kendari semua antusias mengikuti acara hingga akhir, walau udara panas karena ac tak berfungsi karena terjadi giliran pemadaman listrik saat acara berlangsung.Allahu Akbar….!Sukses DPD I Sultengg.

  10. salah satu asbab allah ridho untuk memberikan nusrah nya untuk kembalinya khilafah satu persatu telah dijalankan, dukungan tokoh akan mempercepat kembalinya khilafah.., selamat!!

  11. Sungguh telah nampak dengan jelas berbagai kerusakan dan kebobrokan yang ditimbulkan dari penerapan sistem Demokrasi Kapitalisme…!!
    Hanya orang-orang yang tidak waras saja yang masih meyakini sistem itu sbg solusi semua permasalahan..”
    Hai Orang-orang yang tidak waras..!! Sesungguhnya hanya dalam sistem Islam lah semua permasalahan dan kebobrokan yang terjadi dapat diatasi…
    Benar-benar…KHILAFAH adalah model negara yang Menyejahterakan…!! Allahu Akbar !

  12. ALLAHU AKBAR 3X AL HAMDULLILLAH TEGAKNYA KHILAFAH KINI TINGGAL SELANGKAH LG, MEMENG JANJI ALLAH ITU NYATA,
    MARI KITA BERGANDENGAN TANGAN MENGHIMPUN KEKUATAN DEMI TEGAKNYA KHILAFAH AMIIIN.. ALLAH HU AKBAR 3X.

  13. Subhanallah, sungguh kami merindukan tegaknya kembali Khalifah yang mencintai dan dicintai oleh seluruh kaum muslim.

  14. khilafah..khilafah Allahu Akbar

  15. qonita matiin

    TERUS BERGERAK MESKI BERBAGAI TANTANGAN YG DIHADAPI MENUJU CAHAYA PERTOLONGAN ALLAH DG TEGAKNYA KHILAFAH…ALLOHUAKBAR

  16. kami menunggu tindakan nyata dari para tokoh yg hadir. follow up dari kegiatan ini adalah mereka harus terjun ke ummat untuk memahamkan ummat bhw bila kita tetap mempertahankan sistem ini maka kehidupan kita akan semakin terpuruk.

  17. Ya Allah, masukkanlah diri dan keluargaku ke dalam jamaah yang senantiasa menegakkan syariah-MU dan memperjuangkan kembali berdirinya khilafah rosyidah min hajjul nubuwwah. Amien. ALLAHU AKBAR!!

  18. saya ikut KTU 2x, dijogja dan dijakarta, subhanallah, keren banget yg dijakarta… serasa seisi gedung menginginkan ingin kembalinya khilafah dimuka bumi ini..

  19. Ya Allah…lindungilah para tokoh pejuang tegaknya khilafah yang dengan gigih dan ikhlas membela agamaMU, kabulkan lah apa yang dicita-citakannya amin…

  20. insyaAllah,tokoh ummat yang hadir adalah orang2 yang siap berkomitmen untuk turut serta berjuang menegakkan syari’ah dalam bingkai khilafah…. Allahuakbar!!!!!!! bukan lagi waktunya untuk bersantai,,, mari bersama satukan langkah selamatkan dunia dengan syari’ah dan khilafah… al-khilafatu wa’dullah…!!!

  21. Allahu akbar,

    Ya. Allah teguhkan keimanan orang2 yang mengiginkan tegaknya syariat islammu melalui tegaknya khilafah ‘ala min haj nubuwwah, berilah mereka ya Allah rezki yang tiada henti2nya dunia wal akhirat. kesehatan,yang senantiasa prima,jagalalah/lindungi mereka dan mudahkanlah setiap urusan yang mereka lakukan, berilah istri/anak dan cucu2 mereka tempat yang engkau janjikan yakni surga. ampuni dosa kami ya Allah yang telah berbuat zalim karena ketidaktahuan dan kemalasan kami,jadikanlah kelahiran kami dan hidup ini sebagai awal perubahan sebagai pembaharu peradaban islam yang telah dihancurkan oleh musuh2 Mu. TEGUHKAN KEIMANAN KAMI. AMIN …

  22. Subhanalloh, saya bersyukur KTU Jakarta lebih banyak dri Jabar yang berjumlah 3500 Tokoh Ummat. hal ini semakin memperkuat tekad kita bersama untuk berjuang melawan demokrasi dan menggantinya dengan Islam melalui Khilafah Islamiyah.

  23. Tidak ada alasan untuk tidak menegakkan khilafah………
    ya ayyuhal muslimun………
    mari bersama berjuang menegakkan syari’ah & khilafah…
    sudah saatnya mengakhiri masa-masa penuh kenistaan ini…
    songsong perubahan menuju kesejahteraan hidup yang hakiki,
    hidup sejahtera hanya akan terwujud dengan SYARI’AH & KHILAFAH
    Allahu Akbar….!!!

  24. Khilafah pasti tegak. dan InsyaAllah mereka dan kita bagian dari yang memperjuangkannya.

  25. sunardi bahri

    wahai umat islam di seluruh jagad raya ini, sadarilah oleh antum semua bahwa khilafah akan kembali memimpin dunia ini u/yg ke 2 kalinya… pertanyaannya skrang,,Adakah antum ikut ambil bagian dlam prjuangan yg MULIA ini..?????? klo tidak, SUNGGU Allah akan meminta pertanggung jawaban antum di yaumil qiamah.!! karena kemaksiatan terbesar saat ini a/tidak di terapkannya syariat islam dalam naungan bingkai khilafah & ini a/ KEWAJIBAN [fardhu kifayah] bagi seluruh umat islam…

  26. subhanalloh… yaa allah janjimu adalah pasti.!!! adanya KTU di pusat dan dihadiri oleh banyak tokoh ini semoga menjadi jalan kemudahan bagi kami dalam perjuangan proyek besar,untuk segera meninggikan kalimahmu di muka bumi ini!! amin…….. allohu akbar!!

  27. Najib Abdul Qowi

    Subhanallah…..Hasbunallah ……….AllahuAkbar !

  28. Daeng Nangga

    Allahu Akbar!
    Tokoh Umat, teruslah digarda terdepan perjuangkan syariah n khilafah…
    Kami merindukan Kemenangan, Sejahtra dunia – akherat… Ya Allah berikanlah/segerakanlah pertolongan-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


3 − 2 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux