PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA Tentang KUNJUNGAN MENLU AS HILLARY CLINTON

Maktab I’lami Hizbut Tahrir Indonesia

No : 232  tanggal : 03 September 2012/15 Syawwal 1433

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Tentang KUNJUNGAN MENLU AS HILLARY CLINTON

 

Dalam rangkaian lawatan diplomatik ke wilayah Asia Timur dan Pasifik, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton pada 3 – 4 September akan berkunjung ke Indonesia.
Kunjungan ini dilakukan di tengah AS sedang memfokuskan kebijakan luar negerinya di wilayah Asia, yang kini menjadi kunci penting pertumbuhan perekonomian dunia dan di tengah kekhawatiran sejumlah negara terhadap pertumbuhan ekonomi dan militer China.

Dalam kunjungan ini, Menlu Hillary akan melakukan pembicaraan khusus dengan Menlu Marty dan Presiden SBY. Meski tidak dijelaskan lebih lanjut agenda apa saja yang akan dijalani Hillary saat berada di Indonesia, tapi kunjungan itu tidak bisa dilepaskan dari sejumlah isu penting yang terkait dengan kepentingan AS di Indonesia. Pertama, rencana pemerintah AS untuk membangun gedung baru Kedubes AS di Jakarta.  Rencananya, kompleks kedubes baru itu akan meliputi gedung utama dengan 10 lantai, gedung parkir, gedung-gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang dan restorasi sebuah gedung bersejarah di kompleks ini. Gedung itu akan digunakan oleh para staf kedubes AS dan misi AS untuk ASEAN dengan ruang kerja seluas 36.000 meter persegi. Dengan begitu, Kedubes AS di Jakarta bakal menjadi Kedubes AS terbesar ketiga setelah di Irak dan Pakistan. Proyek senilai U$450 juta (sekitar Rp 4,2 triliun) ini direncanakan akan selesai dalam lima tahun dan akan melibatkan lebih dari 5.000 pekerja.

Kedua, rencana PT Freeport Indonesia meminta perpanjangan kontrak hingga 2041. Dalam kontrak karya generasi kedua yang dimulai pada tahun 1991, batas kontrak eksploitasi adalah 2021. Mereka punya hak mendapatkan perpanjangan 2 kali 10 tahun atau totalnya hingga tahun 2041. Sebelum habis masa kontrak itu, PT Freeport ingin diperpanjang lagi karena mereka tahu persis besarnya kandungan emas di sana. PT Freeport baru saja menginvestasikan 125 Juta USD (sekitar Rp 1,1 triliun) untuk kegiatan pengembangan eksplorasi yang dilakukan jauh keluar area kerja mereka sekarang ini hingga mencapai Puncak Soekarno. Hasilnya, sangat mengejutkan. Disana ditemukan emas yang kandungannya jauh lebih besar dari apa yang mereka dapatkan selama ini. Tentu saja mereka tidak mau kehilangan peluang yang sangat menggiurkan itu.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

  1. Menolak kunjungan Menlu AS Hillary Clinton ke Indonesia. Sebab, setiap langkah diplomatik pejabat tinggi AS ke negara lain, termasuk ke Indonesia, tidak lain adalah untuk makin mencengkeramkan pengaruh AS sebagai negara imperialis di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, khususnya Indonesia, yang memang sangat strategis bagi kepentingan politik dan ekonomi AS. Oleh karena itu,  kepada pemerintah dan rakyat Indonesia diserukan untuk menolak kunjungan itu.
  2. Menolak rencana pembangunan gedung baru Kedubes AS di Jakarta karena fasilitas itu pasti bakal menjadi sarana untuk makin mengokohkan penjajahan AS yang selama ini telah berjalan, khususnya di lapangan politik dan ekonomi. Dan setiap bentuk penjajahan pasti akan merugikan rakyat dan negara Indonesia. Kalaulah tampak bahwa dalam pembangunan gedung Kedubes itu menguntungkan Indonesia karena bakal melibatkan ribuan pekerja dan ratusan pemasok, tapi kerugian yang bakal ditimbulkan oleh penjajahan yang dilakukan oleh AS di masa datang pasti akan jauh lebih besar. Oleh karena itu, diserukan kepada pemerintah Indonesia untuk tidak mengijinkan rencana pembangunan gedung itu. Penolakan ini harus dilakukan sebagai bukti bahwa pemerintah Indonesia memang benar-benar menjaga keamanan negeri ini. Tapi bila tidak, maka itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah tunduk pada tekanan negara imperialis sadis itu.
  3. Menolak rencana perpanjangan kontrak PT Freeport. Menurut pandangan Islam, barang tambang yang jumlah kandungannya sangat melimpah seperti yang saat ini dikelola oleh PT. Freeport adalah milik umum atau milik rakyat. Negara harus mengelolanya agar hasilnya nanti digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Membiarkan barang tambang kandungannya sangat banyak itu dikelola oleh PT. Freeport atau perusahaan swasta lain, hasilnya pasti hanya akan dinikmati oleh segelintir orang seperti yang selama ini terjadi. Ini jelas bertentangan dengan prinsip kepemilikan umum dan tujuan pengelolaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat.
  4. Menegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah karena hanya dengan penerapan syariah Islam dalam bingkai Khilafah sajalah, negara ini akan benar-benar merdeka baik secara ideologis, politik, ekonomi dan militer serta terhindar dari cengkeraman negara imperialis seperti yang saat ini terjadi. Insya Allah. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.

 

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

 

Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia

Crown Palace A25. Jalan Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 Jakarta Selatan 12810

Phone: (021) 8378.7370       Fax: (021) 8378.7372

 

Baca juga :

  1. Pernyataan HTI Tentang Kunjungan Menlu AS Hillary Clinton
  2. HTI : Kunjungan Hillary Clinton Kokohkan Penjajahan Amerika di Indonesia
  3. Kunjungan Menlu AS Hillary Clinton ke Indonesia Demi Perbaikan Citra dan Penguatan Dominasi AS
  4. Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia Tentang “Penyadapan Pejabat Indonesia oleh Australia”
  5. HTI Surabaya Kecam Kunjungan Hillary Ke Indonesia

One comment

  1. tu..denger tu..omongan ustadz ismail..kita kok setia amat ma amrik..kayak nya dah soulmate gt..ampe emas di kasikan..minyak apalagi..jngan2 seluruh negara ni kt kasikan..mudah2an gk y..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


1 + = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site