Menjadi Pelajar SMART with ISLAM, Peduli Generasi Bangsa

Islamic Intellectual Meeting (IIM) yang digelar oleh LDS HTI Babel bekerjasama dengan OSIS SMA N 2 (SMADA) Pangkalpinang, Sabtu, 30 Maret 2013 lalu merupakan acara perdana yang baru ada di Pangkalpinang. Tema yang diangkat adalah “Menjadi Pelajar SMART with ISlLAM, Peduli Generasi Bangsa.” IIM edisi pertama ini sangat spesial karena dihadiri oleh sekitar 110 pelajar perwakilan tiap SMP dan SMA/sederajat yang ada di Kota Pangkalpinang. Selain itu juga, para narasumber acara ini merupakan kombinasi antara pelajar, yaitu para Ketua OSIS dari SMA N 1,
SMA N 2, SMA N 3 dan SMA N 4 Pangkalpinang, Kepala SMA N 2 Pangkalpinang dan dari Humas Hizbut Tahrir Indonesia-Babel.

Latar belakang diselenggarakannya IIM berawal dari obrolon ringan antara Pengurus LDS HTI Babel dengan Ketua OSIS SMADA. Sebelumnya, pengurus LDS HTI Babel memaparkan tentang problematika remaja khususnya yang ada di Pangkalpinang dan solusi bagaimana mengatasinya. Beliau menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi remaja yang jauh dari agamanya (Islam, red). Gayung pun bersambut, Robi Sugara selaku Ketua OSIS SMADA menyambut baik acara IIM ini, LDS HTI diperkenankan untuk menggelar acara tersebut.

Acara yang diselenggarakan di Aula SMA N 2 Pangkalpinang (SMADA), pada pukul 08.00-12.00 Wib ini mendapatkan apresiasi dan antusiasme yang tinggi dari sejumlah pelajar dari SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, SMK N 1, SMK N 2, SMK N 3, SMK N 4, SMA Muhammadiyah, SMA SWADAYA, SMK PGRI, SMA Darussalam, SMP N 1, SMP N 2, SMP N 3, SMP N 6, SMP N 7, SMP N 8, SMP N 10, MTs Negeri Pangkalpinang dan  SMP Muhammadiyah.

Waktu telah menunjukkan pukul 08.00 Wib, acara pun digelar dengan diawali pembacaan tilawah Qur’an oleh Narada. Acara bertambah spesial karena beliau merupakan salah satu pelajar dari SMA N 2 Pangkalpinang dan Qori’ah yang mendapatkan juara pada Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat kecamatan. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua pelaksana dan kemudian acara dibuka secara resmi oleh bapak Irwansyah, S.Pd, S.IP, Kepala SMA N 2 Pangkalpinang.

IIM dibagi menajadi 2 sesi diskusi dan dipimpin oleh seorang moderator bernama Kak Alghifari Smith, SST. Beliau salah satu Pengurus LDS HTI Babel dan merupakan seorang pemerhati probelematika remaja Babel. Diskusi pertama para pembicara semuanya dari pelajar, yaitu Bunayya Shidqi, Robi Sugara, Ria OKtavia dan M. Firhand Agustio, masing-masing adalah Ketua OSIS SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3 dan SMA N 4 Pangkalpinang.

Pada sesi diskusi pertama, pembicaraan diawali oleh Bunayya. Beliau menyampaikan tentang potret buram generasi muda saat ini. Bunayya menyampikan tentang fakta dan data bagaimana maraknya prilaku maksiat yang dilakukan oleh para remaja, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, tawuran dikalangan pelajar, prostitusi yang dilakukan oleh pelajar dan aborsi. Bunayya mengungkap fakta bahwa prilaku seksual dikalangan pelajar SMP dan SMA menurut data dari Komisi Perlingan Anak (KPA) tahun 2010: 93, 7 % pelajar pernah ciuman, petting dan oral seks,
62, 7 % remaja SMP sudah tidak perawan, 26, 2 % remaja SMA pernah melakukan aborsi, 97 % pernah nonton film porno.

Peserta banyak yang menggelengkan kepala ketika mendengarkan data yang disampaikan oleh Ketua OSIS SMA N 1 Pangkalpinang tersebut. Selama ini mereka tidak membayangkan kondisi remaja hari ini separah apa yang disampaikan oleh Bunayya. Materi kedua dilanjutkan oleh Ria Oktavia tentang Sekulerisme, Hedonisme dan Budaya Barat Menghancurkan Generasi Muda. Ketua OSIS SMA N 3 Pangkalpinang ini mengupas tuntas bagaimana paham sekulerisme (memisahkan antara aturan agama/Islam dengan kehidupan) menghantam generasi muda dari berbagai arah.

Ria menyampaikan bahwa akar masalah penyebab munculnya berbagai problematika yang tengah dihadapi generasi muda khususnya pelajar adalah paham sekulerisme. Paham inilah yang melahirkan budaya hedonisme (prilaku hidup mewah alias glamor), individualistik, apatis (memikirkan diri sendiri dan cuek terhadap persoalan yang dihadapi oleh remaja), pragmatisme (melakukan sesuatu karena asas manfaat, bukan pada hala dan haram) dan sederet pemahaman-pemahan sesat yang berbahaya bagi pelajar.

Peserta sangat antusias menyimak paparan materi dari masing-masing pembicara. Mereka semakin bersemangat tatkala pembicara ketiga, yaitu Firhan (Ketua OSIS SMA N 4 Pangkalpinang) memaparkan tentang Potret Ideal Generasi Muda Abad ini. Sebelumnya Firhan menambahkan materi yang telah disampaikan oleh Ketua OSIS SMA N 3 Pkp. Firhan memaparkan bahwa salah satu turunan yang berbahaya dari sekulerisme adalah demokrasi.

Firhan menyampaikan bahwa demokrasi adalah sistem aturan yang bertentangan dengan Islam, karena telah merampas haknya Allah Swt untuk membuat hukum dan peraturan hidup. Selain itu juga, Firhan menambahkan bahwa demokrasi berdiri dengan 4 pilar kebebasan, yaitu kebebasan beragama, berekspresi (bertingkah laku), berkepemilikan dan berpendapat.

Dengan adanya kebebasan yang dijamin tersebut, tingkah laku generasi muda khususnya pelajar makin liar. Perempuan muslimah bebas untuk membuka auratnya di tempat umum, pornografi porno aksi meraja lela bahkan beliau mengatakan di alam demokrasi sesuatu yang wajib jadi mubah dan yang mubah jadi wajib.
Ketua OSIS SMA N 4 Pangkalpinang ini mencontohkan tentang kewajiban untuk memakai helm dan menutup aurat. Pada saat razia di jalan, pak polisi menangkap seorang muslimah yang telah menutup auratnya dengan benar dan sesuai dengan syariat Islam, karena muslimah tersebut lupa menggunakan helm. Namun, disaat yang bersamaan pak polisi membiarkan perempuan lainnya yang membuka aurat (pakai rok mini, pakaian serba ketat) untk jalan mengendarai motornya dengan alasan karena si pengumbar aurat tersebut mengenakan helm.

Diakhir presentasinya, Firhan menyimpulkan bahwa potret generasi muda ideal abad ini adalah generasi yang menjadikan Islam sebagai poros kehidupan. Generasi yang mengetahui dan memahami problematika yang tengah dihadapi remaja khusunya pelajar, akar masalahnya karena sekulerisme, mereka yang peduli dan sadar untuk melakukan perubahan guna menyelamatkan generasi muda dari kehancuran. Generasi tersebut senantiasa menyeru pada penegakan syariah dan KHILAFAH sebagai bentuk kecintaannya pada Allah dan Rosul Nya.

Materi terakhir disampikan oleh Robi Sugara, Ketua OSIS SMA N 2 Pangkalpinang. Beliau menyampikan materi tentang bagaimana Menjadi Pelajar SMART with ISLAM. Robi memaparkan bahwa sebagai pelajar muslim kita harus menjadi pelajar SMART dengan ISLAM, yaitu pelajar yang berSyakhsiyah (kepribadian) Islam, Multitalenta, Aktif, Religius dan Tekun.

Pelajar SMART with ISLAM adalah pelajar yang berprestasi disegala hal yang positif, termasuk berprestasi di akademik, non akademik bahkan di dakwah sekalipun ia tetap berprestasi. Dakwah yang diseru bukan hanya seputar ibadah mahdoh (sholat, puasa, zakat, dll), seputar akhlak, namun jauh dari itu mereka menyeru pada tegaknya Islam secara kaaffah dalam bingaki Daulah Khilafah.

Diskusi sesi pertama ini ditutup dengan sesi tanya jawab, namun sebelumnya diisi oleh hiburan dari tim nasyid Rohis SMADA yang digawangi oleh Egi dkk.

Sesi tanya jawab ini diisi oleh 3 orang penanya masing-masing dua dari
SMK N 1 Pangkalpinang, yaitu Depri dan Siska Lestari (Ketua OSIS SMK N 1 Pangkalpinang) dan satu dari SMA Darussalam atas nama Ayu. Rata-rata 3 pelajar tersebut bertanya tentang solusi bagaimana menyelamatkan generasi muda dari kehancuran dan tentang seputar demokrasi.

 

 

 

 

Baca juga :

  1. Liqo’ Syawal Pelajar MHTI Bogor 1433 H “Remaja Smart With Islam, On The Way To Surga”
  2. Sumpah Pelajar Islam Majalengka: Songsong Kebangkitan Remaja dan Pelajar Islam
  3. Peran Strategis Guru dalam Menyelamatkan Generasi untuk Bangsa
  4. Training Remaja Peduli Masa Depan DPD MHTI Tulungagung: Siapkan Diri Menjadi Generasi Terbaik
  5. Training Remaja Peduli Masa Depan “Siapkan Diri Menjadi Generasi Terbaik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− 7 = 0

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site