Jatuhnya Aleppo Awal Sebuah Fase, Bukan Akhir Dari Revolusi

Kantor Media
Hizbut Tahrir
Wilayah Suriah

Nomor: 007/1438H. Kamis, 16 Rabi’ul Awal 1438 H/15 Desember 2016 H.

 

Press Release:

Jatuhnya Aleppo Awal Sebuah Fase, Bukan Akhir Dari Revolusi

 

Apa yang terjadi di Aleppo mulai dari pembantaian massal, eksekusi lapangan dan pembongkaran rumah-rumah di atas kepala para penghuninya, bukan hal baru menimpa umat Islam, dan bukan kejahatan baru yang dilakukan Amerika dan Barat, serta Rusia, sebab apa yang terjadi di Palestina, Afghanistan dan Irak masih segar dalam ingatan kita. Barat sudah biasa melakukan penghancuran negeri kaum Muslim dari satu negeri ke negeri yang lain, karena Barat melihat bahwa tentara kaum Muslim tengah diikat oleh para penguasanya sehingga mereka tidak akan mampu bergerak.

Pembantaian atas saudara-saudara kami di Aleppo dilihat oleh seluruh dunia, mulai dari mereka yang mengklaim sahabat Suriah hingga yang memusuhinya; kami belum melihat PBB dan masyarakat internasional melakukan gerakan yang serius apapun, sehingga semua ini memperlihatkan peradaban mereka yang tegak di atas tengkorak manusia serta kepalsuan klaim mereka untuk menjamin hak asasi manusia dan kebebasan … Pembantaian atas saudara-saudara kami di Aleppo dilihat oleh para penguasa Muslim yang tidak melakukan apa-apa serta hati nuraninya tidak tergerak dengan teriakan minta tolong para wanita terhormat dan anak-anak … Pembantaian atas saudara-saudara kami di Aleppo dilihat oleh para pemimpin faksi-faksi namun kami belum melihat mereka melakukan tindakan serius apapun untuk menyelamatkannya … Teriakan keras minta tolong di Aleppo yang semakin tinggi tidak mampu menggerakkan semangat dari mereka yang membuat klaim palsu untuk menegakkan Khilafah, sebab klaim mereka hanya nama tanpa makna, bahkan mereka hanya berdiri dan diam saja melihat warga Aleppo dibantai, lalu musuh-musuh rakyat Suriah berkumpul dengan mereka yang mengklaim sahabat Suriah, aliansi dan para pemimpin faksi yang terikat dukungan, mereka semua berkumpul di parit yang sama melawan rakyat Suriah, lalu Aleppo lenyap di antara kesepahaman Amerika dan Rusia, Aleppo dijual dengan harga murah di pasar Turki, dan hasilnya diterima para pemimpin faksi yang kemudian diserahkan pada musuh-musuhnya untuk melampiaskan nafsu jahatnya; jika tidak demikian, lalu bagaimana lagi kita bisa menjelaskan tentang Darya yang mampu bertahan hampir empat tahun, sementara Aleppo jatuh dalam beberapa hari saja!?

Kami tidak kehilangan Aleppo hari ini, tapi kami kehilangan Aleppo sejak para pemimpin faksi mengikuti jalan gencatan senjata dan negosiasi … Kami kehilangan Aleppo ketika kami menerima dukungan bersyarat serta menggadaikan keputusan kami pada kehendak para pendukung, dan garis merah mereka membuat kami diikat dan itu melilit leher kami … Kami kehilangan Aleppo ketika kami menolak untuk berpegang teguh dengan agama Allah yang kuat, dan kami didominasi oleh semangat regionalisme, kefaksian serta menjunjung tinggi hak dan posisi dengan mengorbankan darah para syahid dan penderitaan saudara-saudara kami yang terusir …

Aleppo tidak jatuh, namun yang jatuh adalah semua tukang klaim, pedagang kepentingan, orang terhina dan tokoh palsu … Dimana topeng mereka telah robek dan konspirasi mereka telah terbongkar, dan semua itu menyadarkan hati orang-orang mukhlis untuk memuhasabah dan melakukan amar makruf nahi mungkar untuk menyelamatkan revolusi kami dan membawa kapal kami hingga berlabuh dengan aman dan selamat.

Penghancuran Aleppo merupakan bagian dari rencana Amerika, sedang Rusia hanya tongkat besar yang digunakan oleh Amerika untuk menundukkan sejumlah daerah agar menerima solusi politiknya, namun hancurnya Aleppo bukanlah akhir dari revolusi, justru itu adalah awal dari sebuah revolusi baru untuk memperbaiki jalannya, sebab rakyat Syam tidak akan pernah menerima api revolusi mereka dipadamkan, justru mereka akan menyalakan lagi namun dalam garis lurus dengan izin Allah Yang Maha Perkasa lagi Memaksa, yang akan mengganggu kaum kafir penjajah, kaum munafik, para pengkhianat yang tersesat dengan berbagai gangguan sengit, dan mewujudkan semua itu amat mudah bagi Allah SWT.

Wahai kaum Muslim yang sabar di tanah Syam, pusat negara Islam: Kami memohon kepada Allah untuk menjadikan insiden ini sebagai permulaan baru yang memperbaiki jalan dan meletakkan segala sesuatu dalam tempatnya yang benar. Rasulullah saw bersabda: “Orang mukmin jangan digigit dua kali di lubang yang sama.” Kalian telah berpengalaman dengan dampak pengahancuran bagi dana politik, kalian telah berpengalaman dengan apa yang telah dilakukan oleh para pendukung revolusi kalian, juga kalian telah berpengalaman bahwa keikhlasan dan kesetiaan tanpa kesadaran akan merusak pengorbanan dan membuang berbagai buah perjuangan, bahkan memberinya sebagai hadiah untuk musuh-musuh Islam. Ingat, revolusi kalian perlu untuk menyingkirkan para pemimpin yang terikat bantuan musuh, menyatukan faksi-faksi agar semua berada di bawah satu komando dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, serta menetapkan tujuan yang diridlai Tuhannya, dan memperjelas jalan untuk sampai padanya. Sehingga tidak berbuat karena reaksi yang dipaksakan oleh musuh, namun terus menempuh jalannya yang jelas dengan bepegang pada satu agama Allah, dan memotong setiap perangkap konspirator, untuk itu kami harus sadar dengan setiap apa-apa yang membahayakan, dan mengetahui kondisi yang telah kami capai … Akankan kami ridla dan puas untuk tetap berjalan tanpa tujuan, bersandar kepada selain Allah, meminta pertolongan kepada musuh, serta mengikat kami dengan dukungan mereka dan keputusannya. Allaw SWT berfirman: “Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?” (TQS AL-Mulk [67] : 22); akankah kami ridla dan puas? Atau hilangnya Aleppo justru akan menjadi suara peringatan yang memperbaharui iman kami dan menjadikan kami lepas dari tipu daya musuh-musuh kami menuju Tuhan kami, hanya berpegang teguh pada agama-Nya, hanya bertawakkal kepada-Nya, dan menolong agama Allah dengan sebanar-benarnya menolong, hingga terwujud dengan sempurna apa yang telah dijanjikan Allah SWT kepada kami:

]إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ[

Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(TQS Muhammad [67] : 7).

Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Suriah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>