Aksi Simpatik Kampanye “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah”

Menjelang Konferensi Rajab 1432 H, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi simpatik dengan tema “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah”. Aksi simpatik ini digelar di berbagai kota di Indonesia.

Kabupaten Bogor
HTI Kabupaten Bogor hari ini Jum’at (22/4) menggelar aksi simpatik “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah”. Aksi ini digelar di dua tempat, yakni di depan Kampus IPB Dramaga dan di depan Pasar Cibinong Bogor. Di lokasi pertama diikuti oleh Syabab HTI dari Ciomas, Cibeureum, Dramaga, Kampus IPB, Ciampea dan Leuwiliang. Di lokasi kedua diikuti oleh Syabab HTI dari Gunung Putri, Parung dan Cibinong.

Lokasi Pertama: depan Kampus IPB Dramaga

ust. Elvin Gunawan sedang berorasi memberikan gambaran tentang bobroknya sistem demokrasi yang ada di negeri ini

ust. Elvin Gunawan dari Dramaga sedang berorasi memberikan gambaran tentang bobroknya sistem demokrasi yang ada di negeri ini

Ust. Adi Maretnas memberikan orasi

Ustadz Adhi Maretnas memberikan orasi yang menggugah

Ustadz Hamam Abu Nabhan dari Ciomas memberikan orasi yang bersemangat

Ustadz Kasum dari Cibeureum memberikan fakta dunia pendidikan

Bendera ar-Royaah (hitam) dan bendera al-Liwaa (putih) dikibarkan syabab HTI Kabupaten ...

Sambil mendengarkan orasi, peserta juga membagikan leaflet

Sambil mendengarkan orasi, peserta juga membagikan leaflet

Para Syabab (Pemuda) bersemangat meski panas terik menyengat

Kami yakin akan hidup sejahtera di bawah naungan KHILAFAH !

Ustadz Agung membakar semangat peserta untuk berjuang menegakkan Khilafah !

Ustadz KH. Muhyidin dari Leuwiliang memberikan orasi dan doa penutup

Syabab HTI Cibinong dan Gunung Putri melakukan aksi di ibukota Kabupaten Bogor ...

Ustadz Aan Sufyan dari Gunung Putri memberikan orasi

Ustadz Yusdian bersama Ustadz Harits dari Parung membakar semangat Syabab !

Ustadz Abdul Karim mengingatkan ummat utk berjuang menegakkan sistem Islam ...

Ustadz Husein dari Cibinong memberi semangat peserta meski panas terik menyengat

Kota Bogor

Kamis(21/4) pukul 16.00 WIB, ratusan massa dan simpatisan mengikuti aksi simpatik Hizbut Tahrir Indonesia membawa tema Hidup sejahtera di Bawah Naungan Khilafah. Aksi ini digelar di tugu Kujang Bogor. Di tengah cuaca yang mendung dan hujan para simpatisan tidak bergeming untuk meninggalkan tempat, mereka menyerukan semangat syariah dan khilafah hingga acara selesai, aksi damai ini merupakan salah satu bentuk untuk mengopinikan kepada masyarakat bogor akan bobroknya sistem demokrasi saat ini dan solusi  yang terbaik adalah sistem islam yaitu syariah dan khilafah.

Bandung
HTI Jabar mengadakan aksi simpatik “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” pada Kamis (21/04) mulai pukul 09.00-11.00 wib. Aksi yang dilakukan dengan longmarch dari depan Pusdai Jabar menuju depan lapangan gasibu ini dihadiri oleh ratusan aktivis dan simpatisan Hizbut Tahrir. Hadir pula beberapa orang orator, yakni Ust, Taufik Abdul Karim, Dr. Arim Nasim, Ust. Asep Kurniawan dan Ust. Luthfi Afandi.
Para orator menjelaskan kepada publik bahwa dengan tidak adanya Khilafah Islam, masyarakat  hidup dalam keterpurukan. Menurut  Dr. Arim, Indonesia adalah negeri yang kaya, akan tetapi ironis, puluhan juta penduduknya masih berada dalam kemiskinan. Hal tersebut menurutnya disebabkan oleh penerapan Sistem Ekonomi Kapitalis. Maka masih menurut Arim, banyaknya bermunculan teroris, berarti itu karena andil Sistem Kapitalis!, ujarnya berapi-api.
Orator lainnya Ust. Asep Kurniawan menjelaskan, solusinya tidak ada yang lain kecuali Khilafah. Penerapan syariat Islam dalam bidang ekonomi menurutnya dapat menyejahterakan masyarakat. Penerapan sistem hukum Islam menyebabkan masyarakat hidup tenteram dan penerapan pendidikan Islam akan memunculkan generasi yang cemerlang.
Selain itu, turut juga dibacakan pernyataan sikap HTI tentang “Bom Cirebon” oleh Humas HTI Jabar, Luthfi Afandi. Dalam kesempatan tersebut Luthfi menegaskan bahwa Siapapun pelaku dan apa motivasinya, peristiwa ini harus dinyatakan tidak ada hubungannya dengan Islam atau perjuangan Islam, oleh karena tindakan keji itu bertentangan sama sekali dengan ajaran Islam itu sendiri. Sangat jelas, syariat Islam melarang dengan tegas melukai apalagi membunuh siapapun tanpa alasan yang dibenarkan secara syar’iy, terlebih bila itu dilakukan saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat di dalam masjid, dan tindakan itu menimbulkan kematian bagi dirinya”.
Lebih lanjut Luthfi menambahkan, bahwa sangat boleh jadi tindakan ini bertujuan untuk mengadu domba antara kelompok-kelompok Islam dengan pihak kepolisian. Bisa juga untuk makin mematangkan situasi dan kondisi masyarakat menjelang pengesahan RUU Intelijen, bahwa RUU memang diperlukan untuk memberikan kewenangan lebih kepada lembaga intelijen guna mengantisipasi peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi di masa mendatang, ujarnya.
Yang cukup menarik perhatian publik dan wartawan adalah sesi penyerahan bunga kepada pihak kepolisian dan wartawan yang diserahkan oleh Luthfi Afandi selaku Humas dan Ketua DPD I HTI Jabar, Ust, M. Ryan, M.Ag. Bunga yang diberikan kepada pihak kepolisian dan wartawan tersebut merupakan simbol bahwa gerakan perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah Islam, dilakukan tanpa kekerasan apalagi hingga menimbulkan korban jiwa, karena hal tersebut pasti bertentangan dengan Islam. Ini menunjukkan, bahwa Hizbut Tahrir adalah sahabat semuanya, sahabat ummat Islam bahkan sahabat polisi dan wartawan pungkas Humas HTI Jabar.

Samarinda
Kamis, 21 April 2011 bertempat di simpang 4 Voorvo Samarinda, HTI DPD II Kota Samarinda pukul 16.00 wita sore hari  melakukan aksi simpatik dalam rangka merepon problem ummat islam saat ini akibat dari diterapkannya sistem kapitalisme di negeri-negeri islam termasuk Indonesia. Aksi yang diikuti oleh ibu-ibu dan anak ini mengusung tema ” hidup sejahtera di bawah naungan khilafah”.  Dalam orasi aksi, para orator bergantian menyampaikan permasalahan yang timbul  akibat diterapkannya sistem kapitalisme di negeri-negeri islam meliputi aspek ekonomi, pendidikan, sosial, hukum dan peradilan, dimana di ujung orasi beliau-beliau menyampaikan akan wajibnya menerapkan syariah dan menegakkan khilafah sebagai solusi terhadap problem ummat islam saat ini. Salah satu orator juga sempat menyinggung ada gerakan islam yang menggunakan metode cuci otak dalam merekrut, isu yang lagi hangat di televisi. Beliau menyampaikan bahwa berbeda dengan Hizbut Tahrir yang memberi pemahaman kepada ummat dalam kondisi sadar bukan dengan menggunakan metode cuci otak/hipnotis.

Aksi yang diikuti oleh ratusan masa ini berjalan tertib, terlihat aparat kepolisian terlihat santai berada di sekitar peserta aksi dengan 2 mobil DALMASnya. Muhmmad Yusli selaku penanggung jawab aksi di sela-sela wawancaranya dengan stadion RRI Samarinda yang melakukan siaran live menyampaikan bahwa aksi ini sekaligus untuk mensosialisasikan agenda besar Hizbut Tahrir DPD I Kalimantan Timur, yaitu Konfrensi Rajab 1432 H Kalimantan Timur yang akan diadakan pada bulan Juni tepatnya tanggal 12 Juni 2011 bertempat di GOR Segiri Samarinda-Kalimantan Timur. Estimasi peserta yang akan hadir sekitar 5000 ummat islam se-Kalimantan Timur, ujarnya. Agar aksi ini bertambah meriah, selain membagikan selebaran, panitia aksi ini juga membagikan setangkai bunga kepada para pengguna jalan. Sebelum aksi ini ditutup dengan do’a, sebelumnya ditampilkan aksi teatrikal oleh panitia aksi, dimana teatrikal menggambarkan kondisi negeri-negeri muslim termasuk indonesia yang tercerai berai, dan kemudian dijajah oleh negara-negara kapitalis seperti AS dan sekutu-sekutunya lewat jalan demokrasi dan penjanjian konprehensif (kemitraan). Aksi teatrikal kemudian diakhiri adegan bersatunya negeri negeri muslim dalam satu panji islam dan mampu mengalahkan negara-negara yang mengusung kapitalisme. (infokomhti_smd)

Makassar
Kamis (21/4) HTI Sulawesi Selatan menggelar Aksi Damai di fly over, perempatan Jl AP Pettarani – Jl Urip Sumoharjo, Makassar. Aksi Damai ini merupakan bagian terintegra dari sebuah grand design Kampanye Nasional bertajuk  “ Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah “ jelang Konferensi Rajab 1432 H Juni mendatang.

Sejak pukul 08.00 Wita, massa dan simpatisan HTI mulai berdatangan memenuhi kolong fly over. Dengan rapih dan tertib mengambil tempat di sisi kiri-kanan jalan sambil membentangkan foster dan spanduk. Nampak juga beberapa panitia nisa’ membagi-bagikan bunga, sedang panitia ikhwan sibuk membagikan selebaran pada para pengguna jalan sebagai bagian dari upaya  mengkampanyekan ‘Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah’ kepada masyakat kota Makassar.

Sebelumnya, sejumlah panitia juga telah di sebar di beberapa titik keramaian di kota Makassar. Diantaranya, Ujung Jl AP Pettarani, perapatan Jl KakakTua – Jl Cenderawasih, perapatan Makassar Trade Centre (MTC), serta perapatan Pasar Daya. Di titik tersebut, mereka juga membentangkan poster, spanduk serta membagikan bunga dan selebaran. Jelang pukul 08.30 Wita, dengan mengendarai sepeda motor , secara beriringan mereka bergerak bergabung dengan massa yang telah berkumpul di fly over. Angin semilir ditengah terik matahari makassar membuat bendera Liwa’ dan Roya’ yang mereka sandang berkibar gemulai.

Sejumlah insan media,  jurnalis TV nasional dan TV lokal, pewarta koran, serta fotografer, kontributor  media Online turut hadir meliput di tempat aksi. Koordinator Aksi, Ustadz Surahman Abu Lu’lu yang mendapat mandat untuk memberikan keterangan kepada media terlihat sibuk melayani pertanyaan dari mereka.
“ Kampanye Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah yang Hizbut Tahrir lakukan ini pada dasarnya untuk menjawab dua hal. Pertama tentang ketakutan “Stigma negatif” yang coba dilekatkan pada aktivis pejuang syariat dan khilafah, dengan kampanye ini serta merta akan diluruskan bahwa perjuangan syariat dan khilafah jauh dari kekerasan. Kedua, sekaligus akan menjadi jawaban terhadap harapan umat tentang kebangkitan Islam ditengah kondisi keterpurukannya, dimana dengan segeranya khilafah itu tegak, kedamaian dan kesejahteraan akan segera terwujud” jelas Surahman.

Lebih lanjut  kepada wartawan, beliau memberi seruan kepada umat untuk keluar dari keterpurukan. “ Tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri dalam keterpurukan. Mari, bersama para ulama, pengusaha, politisi, akademisi, militer, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar dan mahasiswa dan seluruh komponen bangsa bersama-sama mewujudkan hidup sejahtera di bawahh naungan khilafah ” pungkas Surahman.
Mendapat  pengawalan puluhan anggota Polsek Panakukang, Aksi Damai tersebut  berlangsung tertib dan tidak memacetkan arus lalu lintas.  Setelah satu persatu orator tampil menyampaikan orasi dengan topik berbeda, aksi pun berakhir jelang pukul 12.00 Wita.

membagikan bunga

dakwah sampai akar rumput

dakwah sampai akar rumput

orasi ust. Mustajab Abdillah al Musthafa

orasi ust. Mustajab Abdillah al Musthafa

Banjarmasin
Aksi dilaksanakan dari jam 9.00 – 11.00 wita di simpang empat kantor pos besar Banjarmasin, puluhan peserta aksi yang berdiri di ke delapan sisi jalan sambil membagikan ribuan brosur ke pengguna jalan. Dengan semangat peserta mendengarkan orasi dari ke 6 orator yang menjelaskan bagaimaa konsep khilafah dalam mensejahterakan umat & mengajak seluruh peserta aksi & warga kalsel untuk mendukung perjuangan syariah & khilafah dengan metode tanpa kekerasan. Aksi simpatik serupa yang dilaksanakan DPD 1 HTI kalsel juga dilaksanakan di kota Banjarbaru.

Purwakarta
HTI DPD II Purwakarta pada Ahad (24/4) menggelar aksi simpatik mulai di depan kampus UPI Purwakarta hingga di Pasar Jumat Purwakarta

Ustadz Dede tengah menyemangati peserta aksi

Ustadz Dede tengah menyemangati peserta aksi

Peserta aksi ikhwan berbaris rapi sambil membagikan leaflet dan buletin Al Islam

Peserta aksi ikhwan berbaris rapi sambil membagikan leaflet dan buletin Al Islam

Peserta Akhwat juga tidak ketinggalan dengan penuh semangat mengikuti aksi serta membagikan leaflet dan buletin

Peserta Akhwat juga tidak ketinggalan dengan penuh semangat mengikuti aksi serta membagikan leaflet dan buletin

Ustadz Efik tengah memberikan orasi tentang pentingnya penerapan syariah dan khilafah

Ustadz Efik tengah memberikan orasi tentang pentingnya penerapan syariah dan khilafah

Ustadz Sapan menyampaikan orasinya mengenai kerusakan sistem kapitalis

Ustadz Sapan menyampaikan orasinya mengenai kerusakan sistem kapitalis

Ustadz Fauzi dengan penuh semangat memberikan orasi tentang system peradilan Islam

Ustadz Fauzi dengan penuh semangat memberikan orasi tentang system peradilan Islam

Ustadz Lukman menyemangati para peserta aksi dengan orasi tentang indahnya hidup dalam sistem Khilafah Islam

Ustadz Lukman menyemangati para peserta aksi dengan orasi tentang indahnya hidup dalam sistem Khilafah Islam

Bekasi
Dalam rangka mensosialisasikan Agenda HTI yaitu Konferensi Rajab 1432 H dengan tema Hidup Sejahtera dalam Naungan Khilafah, HTI DPC Jatisampurna Kota Bekasi mengadakan acara aksi simpatik yang dilangsungkan pada hari Jumat tanggal 18 Jumadil Awal 1432 H yang bertepatan dengan 22 April 2011 Miladiyah. Peserta aksi berjumlah sekitar 100 orang dengan menggunakan 1 mobil pick up sebagai mobil sound system dan motor sekitar 40 buah. Aksi simpatik berbentuk pawai keliling dan berorasi di 2 tempat.
Pawai dimulai dari Kantor HTI DPC Jatisampurna  di Perumahan Kranggan Permai mengelilingi perumahan menuju Kantor Kecamatan Jatisampurna. Setelah melalui Kelurahan jatisampurna, aksi menggelar orasi di depan Pasar Kranggan Mas. Orasi dilakukan di depan Masjid Hidayatut Taufiq. Pada kesempatan ini orasi dilakukan oleh Ketua DPC HTI Jatisampurna Drs. H. Jaenudin, MSi yang menyampaikan bahwa umat Islam akan dapat hidup sejahtera jika diterapkan system Islam dalam  wadah Daulah Khilafah Islamiyah dan Supriyanta, Ak., CPA. Yang menyampaikan kondisi ekonomi saat ini yang terpuruk dan akan bisa diselesaikan jika umat Islam kembali kepada aturan Allah. Di samping orasi dari kedua orator, aksi juga diisi dengan teatrikal dari Forum Pelajar Islam yang menggambarkan perampokan system kapitalisme atas kekayaan alam di Indonesia dan bagaimana mengakhiri kondisi itu yaitu dengan memperjuangkan tegaknya system khilafah.
Selanjutnya peserta kembali pawai menuju plasa Cibubur jalan Raya Alternatif Cibubur. Di depan plasa ini, orasi kembali digelar dengan 3 orang orator. Orator yang tampil pertama adalah Drs. Sholehudin, MM yang mengambil tema pendidikan murah dan terjangkau dalam system khilafah dilanjutkan oleh Wahyu Hidayat yang berorasi tentang system peradilan dalam Islam berpihak kepada kebenaran. Pada kesempatan ini, Ketua DPC HTI Jatisampurna Drs. H. Jaenudin, MSi kembali memberikan orasi. Acara ditutup dengan doa yang dimpin oleh Ustadz Rusman, SE. Pada acara ini penjagaan oleh aparat kepolisian dilakukan ketika acara dilangsungkan di depan Plasa Cibubur.

Palembang

HTI Kota Palembang menggelar Aksi Simpatik dengan tema “Hidup Sejahtera di bawah Naungan Khilafah”.
Aksi dipusatkan di Bundaran AIr Mancur depan Masjid Agung Palembang pada hari kamis, 21 April 2011.
Diikuti sekitar 100an peserta, aksi simpatik diisi dengan orasi dan pembagian brosur sosialisasi konferensi rajab serta teatrikal tentang kondisi umat yang erpuruk akibat tidak adanya khilafah.
Sejumlah media lokal, cetak dan elektronik meliput aksi simpatik yang dimulai pada pukul 9.00 sampai 11.00 WIB.

Solo

Jum’at (22/04/2011) usai shalat jum’at, 300-an massa dari HTI Solo Raya berkumpul di bundaran gladak untuk melakukan aksi simpatik dengan tema sentar Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah. Aksi diawali dengan pembacaan ayat suci al Qur’an oleh ust Taviv. Kemudian di lanjutkan dengan orasi dan juga pembagian brosur yang berisi kondisi umat islam sekarang, serta bagaimana solusi yang harus di ambil oleh umat islam. Disamping itu dalam brosur ini juga di sampaikan rencana rangkaian kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia berupa Konferensi Rajab 1432 H yang akan dilaksanakan di 29 wilayah di Indonesia.

Malang
Aksi Simpati dalam rangka menyambut KR 1432 h, di kab Malang yg digelar pada tanggal 21 April 2011, dilangsungkan di empat titik kegiatan, yaitu: di Perempatan jl. Utama Kepanjen (ibu kota kab Malang), di perempatan kec. Dampit, di perempatan pasar Turen, ddi Pertigaan bentoel Singosari Kabupaten Malang.

Alhamdulillah acara aksi simpati ini berjalan dengan sukses. Tiap tiap titik dihadiri ± 15-30 syabab. Aksi mulai  pukul 09.00 berakhir pukul 11.30 WIB. Sejak acara dimulai hingga berakhir, aksi ini mendapat sambutan yang baik dari para pengguna jalan dan karyawan karyawan kantor, juga para pedagang disekitar tempat aksi.Dalam aksi ini di HTI kab Malang menyebarkan booklet tentang “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” dan cendera mata berupa gantungan kunci.

Spanduk aksi yang bertuliskan “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” dan berlogo KR 1432 HTI. Tiap saat lampu merah yang berdurasi 60”, para syabab membentangkan spanduk dan poster di tengah jalan. Sementara syabab yang lain membagi booklet dan souvenir.

Aksi ini juga mengundang beberapa media elektronik maupun cetak di antaranya dari radio RRI dan Koran lokal. Ahamdulillah acara simpati ini berjalan lancar dan pada hari jumat pagi disiarkan melalui berita pagi.

Lampung
Tepat pada hari sabtu, tgl 23 Mei, dari pkl 16.15 – 17.45 WIB sore ratusan Massa HTI Lampung melakukan pawai simpatik “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah, dan massa melakukan pawai ini mulai start dari masjid Taqwa hingga bundaran tugu adipura bandarlampung, dalam pawai ini panitia memberikan brosur ajakan untuk mengajak masyarakat bandarlampung untuk sama-sama mensuksekan dan mengikuti konferensi rajab HTI Lampung yang akan dilaksanakan di GOR Sumpah Pemuda PKOR Stadion Way Halim, pada 12 Juni 2011 mendatang, Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik. Dan insyaallah ribuan massa akan memadati GOR sumpah pemuda.

Karawang
Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kabupaten Karawang mengadakan aksi simpatik “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” pada Jum’at (22/04) mulai pukul 08.00-11.00 wib. Aksi yang dilakukan dengan longmarch dari depan Masjid Al-Jihad Karawang menuju depan Masjid Agung Karawang ini dihadiri oleh ratusan aktivis dan simpatisan Hizbut Tahrir. Acara ini dibuka oleh Ust. Dindin Misbahudin dari pengurus HTI DPD II Karawang.

Hadir pula beberapa orang orator, yakni Ust. Syafi’i, Ust. Ali Khan, Ust. Wahyu, Ust. Zaenuddin, Ust. Irda, Ust. Yadi, Ust Burhan dan Ust. Winardi. Dalam orasi aksi, para orator bergantian menyampaikan permasalahan yang timbul  akibat diterapkannya sistem kapitalisme di negeri-negeri Islam meliputi aspek ekonomi, pendidikan, sosial, hukum dan peradilan. Semua orator sepakat menyatakan wajibnya menerapkan syariah dan menegakkan khilafah sebagai solusi terhadap problem umat Islam saat ini.

Surabaya

Indonesia tak tampak mengarah lebih baik, tengok saja kemiskinan dan penderitaan rakyat mewabah di masyarakat. Hizbut Tahrir peduli nasib bangsa ini, memberikan solusi terapkan syariah dibawah naungan Khilafah. Syabab Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ahad (24/4) di bawah terik panas matahari melakukan aksi simpatik di berbagai keramaian dan jalan kota surabaya dan Sidoarjo. Mereka mengingatkan hidup sejahtera dibawah naungan Khilafah.

Sambil membentang spanduk bertuliskan “Hidup sejahtera dibawah naungan Khilafah”, mereka berorasi mengabarkan berita gembira akan datangnya janji Alloh SWT hidup sejahtera dengan Syariah Islam dibawah naungan Khilafah. Reminder bagi umat untuk kembali kepada syariah dibawah naungan Khilafah. Tidak hanya itu, 19000 stiker serta 15000 brosur dukungan terhadap syariah dan khilafah juga dibagikan ke pengguna jalan yang melintas dan masyarakat di sekitar aksi simpatik ini.(lijatim)

Aksi On The Spot KR32 Krembangan 24 April 2011

Aksi On The Spot KR32 Krembangan 24 April 2011

aksi on the spot sidoarjo

aksi on the spot Sidoarjo

ITATS on the spot

ITATS on the spot

sukolilo

sukolilo

unesa

unesa

Wiyung

Wiyung

One comment

  1. Subhanallah, mari tetap istiqamah berjuang untuk tegakkan khilafah.Mudah mudahan usaha kita dinilai sebagai JIHAD disisi allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>