ICW Sebut Tiga Faktor Sulitnya Berantas Korupsi

HTI Press. Setidaknya ada tiga faktor penyebab sulitnya pemberantasan korupsi Indonesia. Hal itu diungkap Koordinator Korupsi Politik ICW Ade Irawan seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 99 (15 Februari -7 Maret).

Pertama, penegakan hukum yang lemah. Ini membuat orang cenderung tidak kapok melakukan korupsi atau orang cenderung terdorong melakukan korupsi karena bicara korupsi berarti bicara tentang kejahatan kalkulatif. “Orang menganggap ketika dia bisa korup lalu hukumannya kecil maka akan mendorong orang untuk melakukan praktek korupsi,” ungkapnya.

Kedua, belum adanya pendidikan politik. Kita banyak instrument untuk melawan korupsi atau mendorong pemerintahan yang bersih. Namun belum ada instrumen pendidikan politik pada rakyat. “Sehingga rakyat menganggap bahwa korupsi itu bukan masalah mereka, korupsi adalah masalah elite,” sesalnya.

Ketiga, menyalahgunakan wewenang. “Mereka menggunakan kewenangan dalam penyusunan aturan untuk kepentingan mereka sendiri atau mereka memperdagangkan penyusunan aturan untuk kepentingan mereka,” bebernya.

Kalau merujuk pada pendapat Husain Alatas, lanjut Ade, korupsi ini sudah masuk stadium tiga. Artinya, korupsi sudah terjadi disemua tatanan dan kelompok. “Dan korupsi sudah menjadi penggerak dari kebijakan,” pungkasnya.[] FM/Joy

One comment

  1. juang syariah

    pendidikan politik d masyarakat saat ini hanya sebatas memaksimalkan peran masyarakat dalam pencoblosan dan bantuan yang bertujuan untuk mendapatkan suara saja. . Justru ini adalah pembodohan masyarakat yang di bungkus dengan pendidikan politik yang di lakukan partai peserta pemilu. Rakyat jelata hanya menjadi obyek pemuas nafsu kekuasaan para wakil rakyat.. Kpan endingnya.. Kita jadi korban trus..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>