Muslim Indonesia Tidak Diam Ketika Al Qur’an Dinistakan

HIRA 5 BrebesHTI Press, Brebes. Rangkaian aksi di penghujung tahun 2016 yang diawali oleh Aksi Bela Islam (ABI) 1, berlanjut ABI 2 dan ABI 3 menunjukkan kepada dunia : Indonesia negeri Islam tidak rela dan tidak diam ketika Al-Qur’an dihina dan dinistakan. Hal itu dikemukakan Farid Wadjdi dalam gelaran Halaqah Islam Rahmatan lil ‘Alamin (HIRA) Jilid 5 bertema, “Refleksi Akhir Tahun 2016: Islam & Kebhinnekaan”. Ahad, (1/1). Bertempat di Aula DPRD Kabupaten Brebes, acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang datang dari berbagai elemen masyarakat.

Beliau mengutarakan dari peristiwa aksi tersebut, ada catatan penting. Pertama, umat Islam bisa Bersatu atas Dasar Iman (Al Qur’an). Kedua, umat menunjukkan persaudaran yang tinggi dan pengorbanan demi Al Qur’an. Ketiga, Jika umat Islam mau bersatu dan bergerak ketika ada satu ayat dinistakan, maka mereka pun tak keberatan berjuang dan bergerak demi terwujudnya seluruh isi al-Quran dalam Kehidupan. Keempat, kekuatan opini umum.

Beliau menambahkan bahwa isu kebhinnekaan dihembuskan untuk menyudutkan umat Islam. Tudingan tersebut ditujukan pada mereka yang memperjuangankan syariah Islam, membela Al Qur’an, mengharam memilih pemimpin Kafir, menolak kristenisasi dan pembangunan gereja liar, menolak aliran sesat. Diakhir pemaparannya beliau menyampaikan bahwa Islam mengakui pluralitas bukan pluralisme.

Acara ini pun memberikan kesempatan kepada tokoh umat yang mengikuti ABI 212 untuk memberikan testimoninya. Diantaranya Nadhirin dan Fajri Muslim (DDII Kab. Brebes). Dalam testimoninya Ustadz Fajri menyampaikan bahwa dengan kekuatan aqidah, umat Islam bisa bersatu. Dan umat membutuhkan khilafah untuk menyatukan umat. [] MI Brebes/Adz

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>